
🌹🌹🌹
" Jeslyn .."
" Jeslyn .."
" Aduuh, anak ini kenapa cepat sekali. Kemana dia?" Delan menepuk dahinya sendiri tatkala ia tak menemukan Jeslyn di kamar. Tadi ia meninggalkan Jeslyn sejenak untuk mnghangatkan ASI Bella dan memindahkannya kedalam botol
Delan kembali memutar tubuhnya keluar dan menuju ruang tamu. Alangkah terkejutnya Delan saat melihat Jeslyn yang duduk dilantai disisi sofa sedang mengemut bola kecil ditangannya
" Jeslyn, kenapa kamu jorok sekali." Gerutunya langsung melangkah mendekat. Lucunya bayi mungil itu malah merangkak dengan lincah menjauhi Delan lagi dengan bola ditangannya membuat sang ayah tertawa
" Kamu memang nakal seperti Mamamu Jeslyn." gumam Delan dengan langkah cepat lalu memangku Jeslyn, bayi itu meronta dan merengek tapi Delan malah menggigit dagunya pelan, ia benar-benar gemas. Lalu membawa Jeslyn duduk disofa, Delan langsung membuang bola yang ia rasa kotor dan tentu saja itu membuat Jeslyn menangis
Delan terkekeh lucu lalu menyusui Jeslyn melalui botol hingga tangisan itu terkulum didalam mulutnya. Ia mengaming-ngaminng Jeslyn, menepuk-nepuk bokongnya dengan pelan. Jeslyn harus tidur siang ini karena Delan belum mengerjakan apapun hari ini, ia hanya menggulung Jeslyn sejak pagi
Sementara tinggal beberapa jam lagi Bella pulang kerumah dan keadaan rumah masih berantakan. Sebenarnya Bella takkan marah tapi Delan tak mau membebani wanita itu dengan pekerjaan rumah sedangkan Bella juga pasti kelelahan karena harus bekerja
Sambil memandangi Jeslyn yang juga memandanginya Delan memikirkan nasib keluarganya kedepan. Dalam benaknya tak mungkin Bella terus bekerja, tapi bekerja sebagai kuli tidak akan cukup untuk membiayai Bella dan Jeslyn. Delan merasa buntu, ia kini benar-benar berada dititik terendah dalam hidupnya, ia tak punya sepeserpun uang
Delan mengecup kening putrinya dengan lembut saat kedua mata kecil itu memejamkan mata dan mulai terlelap. Pelan-pelan Delan juga menarik botol kosong dimulut Jeslyn, ia tersenyum sembari mengusap sisa-sisa susu disekitar bibir Jeslyn
" Kamu seperti Mamamu Jeslyn, kamu mengalihkan dunia Papa. Jangan terlalu cepat tumbuh hmm? Papa tidak akan rela kamu cepat-cepat diambil orang. " Gumam Delan dengan kedua mata berkaca. Tak lama ia bangkit berdiri dan menuju kamar membawa tubuh yang terlelap itu menuju box bayi dan membaringkannya disana. Delan juga menyelimuti tubuh Jeslyn karena cuaca disini memang amatlah dingin
Delan mulai menjalankan tugasnya, pertama ia mengambil pakaian kotor dikeranjang milik Bella, semua pakaian Bella dan Jeslyn. Delan masukan satu persatu kedalam mesin cuci. Saat mengambil CD Bella, Delan terdiam sejenak mengamati CD hitam dengan renda itu. Delan tersenyum mesum lalu mencium CD yang masih bau khas Bella
" Aah Bella aku jadi merindukanmu." gumamnya memang benar-benar mesum lalu memasukan kedalam mesin cuci
Seumur hidupnya, baru kali ini Delan mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju seperti ini Delan bahkan tak pernah melihat sang ibu ataupun pembantu dirumahnya melakukan hal ini. Makanya ia sangat kebingungan memakai mesin cuci, Delan tak mengerti cara kerjanya
Lalu ia keluar rumah meminta bantuan. Delan mengedarkan pandangannya kesekitar dan kebetulan sekali melihat Aeri. Delan langsung memanggil Aeri
" Ada apa? apa Jeslyn baik-baik saja?" tanya Delan
" Bukan Jeslyn, kemarilah." perintahnya masuk kedalam rumah diikuti Aeri
Membuat Aeri heran Delan membawanya menuju kamar mandi. Aeri bahkan ragu mengikutinya dan berhenti diambang pintu
" Aeri, Aeri kemarilah." Ajaknya melambaikan tangan
" Katakan ada apa?" tanya Aeri malah diam
" Tolong aku, bagaimana cara kerjanya mesin ini?"
" Kau tidak tahu?"
Delan mengangguk
" Cepat kemarilah, sebentar lagi Bella pulang." gerutu Delan
Mau tak mau Aeri mendekat lalu mengajari Delan. Pria itu mengangguk, dan menuruti apa yang di ucapkan Aeri mulai dari memasukan detergen dan air kedalam mesin cuci itu. Delan tersenyum saat mesin itu mulai menyala karenanya
" Thank's." ucapnya tanpa memandang Aeri
" Dimana Jeslyn?"
" Dia sedang tidur dikamar, jangan mengganggunya." Aeri terperangah dengan suami temannya itu yang menurutnya tak tahu diri
" Baiklah aku pergi." sautnya memutar tubuh
" Bagaimana bisa ada orang yang tidak tahu apapun, benar-benar bodoh." ledek Aeri lalu berlari cepat meninggalkan rumah Bella
" Sok pintar sekali wanita itu, kau tidak tahu saja siapa aku." gerutu Delan sambil menunggu cuciannya selesai
Seharian ini, Delan benar-benar mengerjakan pekerjaan rumah. Setelah mencuci, ia menjemur pakaian itu diatap dilantai dua yang memang sebuah atap kosong untuk menjemur. Lalu ia membersikan rumah, menyapu, mengepel lantai dan mengelap-elap barang-barang dirumah itu. Jika Bella melihatnya mungkin wanita itu akan tertawa melihatnya
Ini benar-benar hal diluar ekspetasi Delan. Ia tak pernah menyangka akan menjadi pria rumahan dan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Mengingatnya membuat Delan tertawa sendiri, semua ini karena Bella karena rasa cintanya pada Bella
Delan menghempaskan tubuhnya yang terasa lelah kekasur dengan kedua kaki menyampai kebawah." Ternyata sangat melelahkan." gumamnya
Belum juga sepuluh menit ia istirahat, kini ia harus diganggu dengan tangisan Jeslyn. Delan segera beranjak bangun menuju box bayi. Seperti biasa Jeslyn sudah duduk disana menangis sambil mengucek kedua matanya
__ADS_1
" Uuuuh sayang." ucapnya memangku Jeslyn, seketika bayi mungil itu berhenti menangis
" Kita tunggu Mama hmm?" Delan mencium pipi bulat itu sembari mengajak Jeslyn keluar rumah menyambut sang istri pulang bekerja
Delan menunggu sembari menimang Jeslyn, lucunya bayi itu melingkari leher Delan dengan kedua tangan kecilnya. Keduanya menatapi jalan menunggu Bella tapi tiba-tiba dahi Delan berkerut saat melihat mobil putih yang ia kenali. Delan menarik nafasnya dalam, ia mencoba tak marah didepan Bella. Delan tak mau bertengkar lagi
Bella langsung tersenyum begitu keluar dari mobil pada Delan yang membalas senyumannya. Tampak Jun juga keluar dari mobil, meskipun Bella miliknya namun Delan tetap tak rela istrinya berduaan bersama pria lain
" Terima kasih Jun." ucap Bella
Jun hanya mengangguk, pria itu tampak kecewa tapi tak bisa berbuat banyak karena Bella lebih memilih kembali pada suaminya ketimbang menerima ajakannya untuk menikah
Dengan semangat Bella mendekati sang suami setelah Jun pergi. Bella langsung menciumi pipi sang buah hati
Mamamama
Bella dan Delan tersenyum mendengar celotehan lucu itu lalu Delan menggandeng Bella masuk kedalam. Mengunci pintu rumah mereka serapat mungkin." Sayang, kamu sudah makan malam?" tanya Bella menggelayuti lengan Delan, hatinya sebenarnya kalut takut Delan marah karena ia pulang bersama Jun, pria itu memang memaksa Bella untuk pulang bersama. Bella yang merasa tak enak tak bisa menolak Jun dan menerima ajakannya. Dan selama diperjalanan itu pula Bella menjelaskan pada Jun bahwa ia telah kembali pada ayah putrinya
" Aku menunggumu."
" Kamu memasak lagi?" Delan menggeleng pelan membuat Bella tertawa
" Kita pesan antar saja."
" Hmm." saut Delan lalu mereka duduk disofa. Bella segera mengambil alih Jeslyn untuk memberinya susu langsung. Bayi mungil yang memang kehausan itu langsung menyesapnya kuat
Sedangkan Delan hanya memandang keduanya dengan pikiran berlalu lalang. Setelah Jeslyn tidur, mungkin Delan akan mencoba bicara pada Bella. Yang Delan lakukan kini hanyalah mengusap puncak kepala Bella sembari sesekali menciumnya dengan lembut membuat sang pemilik tak henti menepiskan senyuman manisnya
" Rasa lelahku langsung hilang, melihatmu dan Jeslyn semuanya hilang seketika." ucap Bella menyandarkan tubuhnya pada bahu Delan. Pria itu hanya diam dengan tangan tak henti membelai puncak kepala Bella
Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu. Nyatanya Jeslyn tak kembali tidur, bayi itu malah bangkit bangun dan berusaha berdiri dikedua paha ibunya. Delan dan Bella tertawa karena bayi mereka." Bella, dia benar-benar aktif."
" Iya, Jeslyn sangat aktif, makanya kita harus ektra hati-hati dalam menjaganya. Jeslyn mulai bisa berdiri." Ucap Bella
Delan mencubit pelan pipi gembul itu membuat Jeslyn menjerit, melengking ditelinga Bella dan Delan. Keduanya tertawa mentertawakan Jeslyn lalu memutuskan makan malam setelah sang pengantar makan sampai
Mereka memakan Pizza dengan toping jamur dengan Bella yang disuapi Delan. Pria itu tak membiarkan Bella menyentuhnya. Empat potongan Pizza telah habis dan keduanya memutuskan kekamar karena Bella ingin membersihkan dirinya
Setelah merasa puas memandangin keduanya. Bella menuju lemari membuka handuknya, bertelanjjang dihadapan Delan. Bella tak tahu bahwa sang suami mencuri-curi pandang padanya. Mendengar suara hening Bella menoleh kebelakang, ia terkekeh lucu karena ternyata Delan berhenti mencandai Jeslyn dan malah memandangnya
Cepat-cepat Bella memakai pakaian tidurnya, sebelum Delan mendekat. Wanita itu tampak tergesa-gesa hingga Delan terperangah dan akhirnya kembali pada Jeslyn. Bella segera naik keatas kasur dan gerakan Bella membuat putri merek menoleh. Bayi itu meronta melepaskan dirinya dari Delan, turun dari pangkuan sang ayang dan merangkak lalu naik kepangkuan sang ibu
Kedua jemari kecilnya menarik-narik piyama tidur seksi sang ibu." Jeslyn, mau minum susu hmm?" tanya Bella mencium sebelah pipi Jeslyn
Mamamama
Bella tersenyum lalu mengubah posisi Jeslyn dan memberikan satu payuddaranya untuk Jeslyn. Wanita itu meringis pelan tatkala Jeslyn menggigit puttingnya." Hey hey nakal." Bella mengacungkan jari telunjuknya pada bayi itu membuat Jeslyn berhenti dan mulai menyesap kuat puttingnya
" Aah aku juga mau." Bella terbahak dengan bayi besarnya yaitu Delan. Lihatlah pria itu mulai menempel padanya, menggandeng Bella dan jemarinya itu meremass-remass lengan atas Bella
Serta bibirnya menciumi leher Bella." Delan." Gerutu Bella
" Pemanasan."
" Jeslyn belum tidur."
" Iya pemanaasan, setelah Jeslyn tidur aku langsung masuk." sautnya mesum membuat Bella tertawa
" Delan."
" Sayang." Delan mengangkat wajahnya dari ceruk leher Bella
" Nanti saja." Gerutu Bella namun Delan tak menurut, pria itu kembali pada leher Bella. Menodai leher itu dengan tanda merah
Hal itu membuat tubuh Bella tak diam, membuat juga Jeslyn yang akan memejamkan mata terganggu. Bayi itu merengek hingga sang ayah berhenti, Delan terkekeh dengan putrinya
" Tidurlah Jeslyn, ayo cepat tidur. Mama dan Papa harus bekerja malam ini." Bella tertawa pelan sembari menepuk pipi Delan
" Hah bekerja?" tanyanya disela tawa
" Iya goyang-goyangan juga termasuk bekerja dan mengeluarkan keringat."
__ADS_1
" Delan kenapa kamu mesum sekali." Wajah Bella mendadak memerah dengan perkataan suaminya, itu membuat Delan gemas, pria itu menarik dagu runcing Bella dan mencium bibirnya, berciuman dan saling berbagi ludah
" Kenapa Jelsyn tidak tidur-tidur." Gerutu Delan saat melepaskan bibirnya dan Jeslyn masih memelek menatap ibunya
" Makanya jangan mengganggu dulu." Delan akhirnya mengalah, pria itu membaringkan dirinya disamping Bella yang duduk menyandar pada kepala tempat tidur
Lama Bella menunggu Jeslyn tertidur dan kini bayi mungil itu benar-benar memejamkan mata dan telah melepaskan putting Bella. Bella beranjak bangun dan membawa Jeslyn menuju box bayinya, menyelimuti bayi mungil itu lalu menyalakan penghangat ruangan yang terletak didekat box bayi Jeslyn
Ia kembali naik keranjang dan terkekek lucu melihat suaminya yang sudah memejamkan mata. Bella mengecup kening itu dengan lembut lalu membaringkan tubuhnya seraya mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur. Namun saat akan memejamkan mata, Bella dikejutkan dengan kedua tangan suaminya yang merambat ditubuhnya
" Aku pikir kamu sudah tidur."
" Mana mungkin aku lupa dengan pekerjaanku malam ini, bukankah kamu tahu kalau aku gila kerja, apalagi jika pekerjaan bersamamu."
" Memangnya apa pekerjaanmu malam ini?" goda Bella dengan senyumnya
" Memasukimu!" sautnya mesum lalu naik ketubuh Bella
Dan terjadilah goyangan-goyangan diranjang itu dengan suara-suara erotis memenuhi kamar mereka
Delan sungguh liar malam ini dalam mengguncang tubuh mungil itu, Bella sampai tak diberi jeda terus menjerit hingga kerongkongannya terasa kering dan entah sudah berapa kali ia klimmaks karena Delan
" Aaah Bella aku mau." Racau Delan mencekal kuat kedua tangan Bella yang sedang memegangi buah dadanya dengan kedua tangan dan kian mempercepat gerakannya
Byurrr
Delan memenuhi rahim itu dengan kecebong-kecebongnya lalu lunglai menimpa tubuh Bella yang juga masih bergetar melepaskan puncak kenikmatannya. Nafas keduanya tersengal dengan kedua tangan saling merengkuh tubuh masing-masing
" Berhentilah bekerja!" perintah Delan membuat Bella langsung mendorong tubuh itu, spontan Delan langsung berguling kesamping, bangkit duduk menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang
" Delan."
" Aku yang akan bekerja!" Bella mengikuti Delan, ia menarik selimut dan duduk disamping Delan
"Tadi Jun memaksaku, aku tidak enak hati. Tapi aku juga sudah bilang kalau aku telah kembali padamu." Bella seakan tahu apa yang suaminya pikirkan
" Aku tetap tidak suka Bella. Jadi mulai besok berhentilah bekerja. Karena memang bekerja adalah kewajibanku bukan kewajibanmu." Bella terdiam, ia hanya menatap suaminya. Delan menoleh, ia membawa tubuh itu dalam dekapan hangatnya
" Aku akan meminta bantuan Erik."
" Memangnya tidak apa-apa?"
" Erik akan senang Bella, mana mungkin dia melewatkan orang sehebat aku." Bella tertawa dengan kesombongan itu, ia membelai dada Delan
" Sungguh?"
" Kenapa? kamu tidak senang?"
" Aku malah sangat senang, aku bisa seharian bersama Jeslyn." Delan tersenyum hangat
" Kamu hanya cukup merawat putri kita, menungguku pulang bekerja. Dan .." Bella mengengadahkan wajahnya menatap Delan
" Dan apa?" Desak Bella
" Hanya cukup membuka selangkannganmu.: Bisik Delan membuat Bella tertawa dan menepuk dadanya
" Aaahh." Bella berteriak histeris dengan Delan yang tiba-tiba mendoronya terlentang diatas kasur
" Tunjukan lagi padaku."
" Apa?" Bella mengernyitkan dahinya
" Selangkkanganmu!" bisiknya nakal
" Delan, kamu benar-benar mesum." gerutu Bella
Dan Bella kembali diperdayai Delan. Pria itu sudah seperti pengantin baru yang masih hangat-hangatnya hingg tak pernah melewatkan waktunya bersama Bella. Apa memang pria selalu mesum seperti itu? dulu juga ia sering menyaksikan Bryan yang selalu mesum pada Jiana tapi kini Bella juga mengalaminya. Delan terus mesum semenjak mereka kembali bersama
" Aku hanya mesum padamu!" bisik Delan yang seolah tahu apa yang dipikirkan Bella
-
__ADS_1
-