
🌹🌹🌹
-
-
Suara kicauan burung membangunkan Delan dari tidur panjangnya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah cantik Bella yang hanya berjarak beberapa centi darinya. Delan mengelus pipi itu dengan begitu lembut, entah kenapa jantungnya berdetak kencang pagi ini setelah pengakuan cintanya semalam pada Bella
Selama dua minggu ini Delan tak menghubungi Bella, tak bertatap muka dalam video call seperti yang selalu mereka lakukan setiap malam. Dan hal itu membuat Delan merindukan Bella, ia marah dan kecewa pada wanita itu tapi berjauhan dengan istri mudanya itu membuat Delan merasa kehilangan, kini ia sadar ia tak bisa tanpa Bella. Delan menyadari arti Bella dihidupnya, bahwa ia sangat mencintai Bella
" Euuunggg .. " Bella melenguh ketika jemari Delan nakal dibibirnya. Membuat Delan tersenyum, pria itu menuntun satu tangan Bella melingkar dilehernya lalu ia ciumi bibir yang sedikit menganga itu dengan kelembutan
" Eeuuunng jangan menggangguku." gumamnya
" Aku mencintaimu." bisik Delan begitu lembut ditelinga Bella, meski berat Bella membuka kedua matanya dan tersenyum menatap lurus netra coklat Delan
" Love you too .. " balasnya berbisik dan kembali memejamkan mata
Sentuhan bibir Delan dibibirnya kembali mengganggu Bella, wanita itu bergerak membelakangi Delan lalu spontan Delan mendekap tubuh yang tanpa busana itu dengan posesiv. Bibir Delan tak henti tersenyum, rasanya bahagia, ia benar-benar jatuh cinta lagi pada istri mudanya itu
" Delan .. " protes Bella meronta
" Diamlah sayang, aku sangat merindukanmu."
" Semalam kita sudah."
" Aku mau lagi .."
" Hentikan!" gerutu Bella bergerak menghadap Delan lagi dan membuka matanya
Tawa kecil lolos dari bibir Delan
" Delan sejak semalam kamu menggangguku, biarkan aku tidur .. "
" Iya iya tidurlah, memangnya siapa yang menyuruhmu bangun." Bella menghela nafas lalu melirik jam didingding kamarnya, ia terkejut matanya membulat sempurna
" Ja ..mmmm delapan." teriaknya membuat Delan tergelak
" Kenapa tidak membangunkanku." gerutu Bella memukul bahu kekar Delan
" Ini memalukan Delan, kita dirumah paman." gerutu Bella beringus bangun duduk yang mana kembali ditempeli Delan, pria itu memeluknya dari belakang tanpa memudarkan senyumnya
" Paman dan tantemu akan mengerti, bagaimana pun kita masih masuk dalam pengantin baru." Bella ingin sekali memukul bibir itu dengan sekuat tenaga
" Sejak kapan kamu jadi tidak tahu malu seperti ini." gerutunya
" Sejak menikahimu!" sautnya hingga tawa lolos dari bibir Bella
__ADS_1
" Lepaskan aku." Bella meronta namun Delan malah menumpu dagu dipundaknya
" Eemmhh .. " suara Delan dibuat semanja mungkin
Tok
Tok
Tok
" Bell .."
" Iya tan?"
" Paman dan Tante akan pergi ke pasar."
" Iya .. " saut Bella berteriak
Bella terkekeh mendengar tawa Delan dibelakang tubuhnya, Tuhan seperti memberikan kesempatan untuk Delan. Segera ia mendaratkan bibirnya dileher Bella." Emmmh .. hentikan .. "
Tapi kedua tangan itu semakin nakal main digunung kembar Bella. Tubuh Bella mulai meliuk dan wajah itu mulai menengadah ke atas." Aah ." pekiknya saat Delan menarik tubuhnya kembali terlentang diatas kasur. Pria itu mengurung Bella lalu meraup bibirnya, rakus dan menuntut
Bella hanya bisa pasrah saat Delan kembali memasukinya dalam sekali dorongan kuat
Aaahh
Aaahh
Pagi ini suara keduanya lebih berisik dibanding semalam, Delan dan Bella tak sadar bahwa dirumah itu masih ada kedua adik sepupu Bella
" Ouuhh no .. no .. " Delan tersenyum lucu mendengar jeritan itu, ia membungkukan badan meraup paha putih Bella dengan begitu gemas lalu menaikan kedua kaki itu kepundaknya
Suara dessahan memenuhi kamar dengan ukuran 3 x 4 meter itu, bahkan keduanya sampai keluar membuat Vena dan Melinda menutup kedua telinga mereka, sekujur tubuh mereka panas karena sejak semalam mendengar suara-suara mesum dari kamar sebelah mereka
" Isyabella .. Delan .. " suara panggilan beserta jeritan itu mengakhiri pergumulan panas pagi ini. Delan merengkuh tubuh Bella yang berada diatasnya, rasanya terlalu bahagia untuk Delan, kini ia menyadari bahwa ia adalah pria beruntung karena memiliki kesempatan dicintai Bella
" You' re mine Isyabella .. " bisiknya membuat Bella tersenyum, wanita itu mengangkat wajahnya menatap Delan
" No more!" tegurnya membuat Delan tertawa
" I see .. kita membutuhkan tenaga!" sautnya
Bella segera beranjak bangun, melepaskan penyatuan mereka. Melepaskan dirinya menuju kamar mandi membersihkan tubuh dari keringat dan sisa percintaanya bersama Delan semenjak semalam
Setelah lama menyegarkan diri dikamar mandi, Bella keluar kamar. Hal yang pertama Bella lihat adalah kamarnya yang sudah rapi, Bella tersenyum tidak biasanya Delan mau merapihkan kasur. Pria itu mana pernah perduli meskipun kamar berantakan bak kapal pecah
Bella segera memakai pakaian hamil yang berada didalam kopernya, ia memakai daster bunga-bunga berwarna pink. Dengan rambut yang masih basah ia keluar dari kamar menuju dapur. Bella membuat segelas susu untuk Delan lalu mengambil roti tawar dan selai strawberty diatas meja makan
__ADS_1
Dengan nampan ditangannya Bella mencari Delan, anehnya pria itu tak ada dimanapun. Lalu Bella memutuskan keluar rumah, ia tersenyum melihat sang suami sedang rebahan santai di kursi panjang dihalaman luas rumah sang paman, pria itu memejamkan mata menikmati hangatnya matahari pagi ini yang lamgsung menyorot tubuhnya
Cuuuup
Kecupan kecil itu membuat Delan membuka matanya, Delan tersenyum manis lalu meraih satu tangan Bella. Ia tuntun tubuh itu duduk diperutnya." Mandi dimana?" tanya Bella melihat rambut suaminya yang basah
" Dibelakang." sautnya tanpa mengalihkan pandangan pada Bella, Delan mengambil alih nampan ditangan Bella meletakan di meja disebelah kursi yang ditempatinya diikuti pandangan Bella yang terpaku pada segelas susu coklat diatas meja
" Aku membuatnya untukmu." ucap Delan
" Sayang aku sedang hamil, jadi aku meminum-"
" Aku tahu, aku membelinya sebelum datang kemari. Minumlah itu bagus untuk bayi kita." Delan memotong ucapan itu sembari mengambil segelas susu coklat diatas meja. Tanpa persetujuan Bella, Delan memegang tenguk wanita itu lalu meminumkannya pada Bella
" Habiskan!" perintah Delan
Bella sangat senang dengan perhatian kecil itu, ia tersenyum menampilkan lesung pipitnya yang langsung disambar Delan dengan kecupan lembut." Cantik." pujinya
" Aku yakin jika dia seorang wanita akan secantik dirimu." ucap Delan sembari mengelus perut buncit Bella
" Dia juga akan tampan bila seorang pria, karena menuruni ayahnya." Delan dan Bella sama-sama tersenyum, menatap dengan tatapan saling memuja
Bella mengambil lagi nampan diatas meja, ia mengoleskan selai strawberry pada roti tawar kemudian meletakan dipiring. Delan hanya terdiam menatapi jemari lentik Bella yang terdapat cincin red beryl pemberiannya dimalam sebelum pernikahan mereka. Sampai saat ini Bella tak pernah menanyakan darimana Delan mendapatkan cincin itu
Delan mengulurkan jemarinya menyentuh cincin dengan permata hati dijari manis Bella." Spechless love .." gumam Bella menatap cincinnya
Delan tersenyum." Kamu tahu apa artinya cincin ini?" Bella menggeleng pelan
" Cinta abadi .. " saut Delan
" Ini pasti sangat mahal." gumam Bella menunduk menatap lagi cincin itu
" Ya kamu harus membayar setengah triliun padaku."
" Delan .. " Delan terkekeh dengan wajah terkejut itu
" Kamu harus membayarnya dengan sisa hidupmu, menemaniku sampai aku menutup mata. Berjanjilah kamu tidak akan pernah meninggalkanku." Delan benar-benar memelaskan wajahnya kali ini, ia terlalu takut Bella meninggalkannya
" Aku tidak pernah lari dari hutang, aku akan membayar dengan sisa hidupku."
" Aku mencintaimu." bisik Delan lalu menarik nampan ditangan Bella, meletakan lagi diatas meja. Kemudian menarik tubuh Bella, memeluknya dengan erat
Keduanya berpelukan diatas kursi panjang itu dengan tubuh Bella berada diatas tubuh Delan berbaring menyamping memeluk Delan. Bella mengangkat wajah untuk mencium bibir itu membuat Delan membalas ciuman itu. Keduanya berciuman mesra, bermanja-manja melepaskan rasa rindu mereka, rasanya tidak ada penghalang, tidak ada batas. Bella merasakan perasaan itu, rasa cinta Delan untuknya. Penantian Bella berbuah manis, Delan membuka hati untuknya setelah lama penantian Bella
" Bella .. "
Suara panggilan itu membuat Bella terkejut dan spontan melepaskan bibirnya dari Delan
__ADS_1
-
-