
🌹🌹🌹
-
-
" Aulia .. " gumam Bella lalu beringus bangun dari tubuh Delan, wanita itu spontan memegangi perutnya yang sudah terlihat menonjol dikedua mata Aulia
Wanita itu datang bersama Milan mencari Bella yang mendadak mengirimkan surat pengunduran diri melalui pos tadi pagi." Bella .. "
" Aulia aku akan menjelaskannya padamu." Bella menjadi panik saat melihat tatapan mata Aulia memancarkan kekecewaan pada sang sahabat yang selalu ia kagumi itu
Sementara Delan, pria itu tampak santai beranjak berdiri dengan setelan santai celana pendek hitam dan kaos beigenya, tatapannya tertuju pada Milan begitupun Milan yang menatapnya tajam
" Bella kenapa mengundurkan diri mendadak seperti ini?" Milan meraih satu tangan Bella dan itu membuat Delan bergerak cepat, ia menepis tangan itu lalu menghalangi Bella dari pandangan Milan dengan tubuh besarnya
" Kau .. biarkan aku bicara dengan Bella .. " ucap Milan tajam dan Delan dapat melihat kebencian dimata Milan padanya
" Dia sedang hamil, aku yang menyuruhnya mengundurkan diri."
" Siapa kau berani mengatur Bella? dengar Delan." bentak Milan
" Aku suaminya, aku ayah bayi dalam perut Bella." Akunya dengan begitu gentlement membuat Aulia semakin terkejut
Milan sudah mengepalkan kedua tangannya, ingin meninju wajah Delan yang menurutnya selalu tak tahu malu
" Kau menikahi Bella, karena Bella sudah terlanjur hamil, aku rasa kau bukan pria sebaik itu, kau brengsek menjadikan Bella-"
" Tidak, ini tidak seperti yang kalian pikirkan, kami sudah lama menikah sebelum bayi ini ada." Bella menyaut dan mengesalkan untuk Milan karena masih saja membela Delan, sudah jelas pria itu brengsek menghianati istrinya dan berselingkuh dengan Bella
Milan memejamkan matanya dalam dan menghembuskan nafas beratnya membuat Aulia merasa iba, selama ini ia tahu Milan sangat menyukai Bella." Aku tidak menyangka .. Bella kamu sungguh membuatku terkejut." Aulia benar-benar kecewa pada temannya itu karena malah lebih memilih pria beristri dibandingkan dengan Milan yang selama ini sangat tulus padanya. Meskipun Delan tampan dan memiliki segalanya bukan berarti Bella harus merendahkan harga dirinya dengan menjadi simpanan pria yang sudah beristri
" Pak Delan bisakah kami bicara dengan Bella sebentar?" Tanya Aulia sambil menoleh pada Delan. Ia juga tak menyangka dengan pria yang selalu menampilkan wajah dingin ini ternyata seorang pria yang suka berselingkuh. Ia pikir Delan berbeda
" Bicaralah disini." perintah Delan kembali menarik Bella kebelakang tubuhnya, menggenggam jemari Bella dengan erat
" Hanya sebentar." Aulia memelaskan wajahnya pada Delan membuat pria itu menoleh kebelakang, sejujurnya Delan tidak rela Bella bicara bersama Milan, Delan merasa heran kenapa ia jadi seposesiv itu pada Bella padahal Delan bukanlah tipe pria posesiv. Ia selalu acuh bahkan saat Angela bersentuhan dengan pria lain tapi Bella? Delan bahkan tak suka istrinya tersenyum pada pria lain, baginya senyum dan apa yang ada dalam diri Bella hanya untuknya
" Aku ingin bicara dengan mereka." Delan menghela nafas lalu memutar tubuh, menarik kepala Bella untuk mencium puncak kepala Bella sebelum meninggalkan Bella bersama mereka. Milan berdecih jijik melihat Delan yang tampak menyayangi Bella
" Duduklah." perintah Bella pada keduanya. Aulia benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran Bella. Sambil menatap Bella keduanya duduk dikursi panjang begitupun Bella yang duduk disamping Aulia
" Bella apa yang terjadi? bagaimana bisa?"
" Aulia .. dia cinta pertamaku .. " aku Bella membuat Milan maupun Aulia terkejut
" Aku dan Delan sudah bertemu sejak lama, dia cinta pertamaku, dia yang mencuri ciuman pertamaku dan Delan.."
" Delan apa?" tanya Aulia
" Kami melakukan itu, Delan pria pertamaku." Aku Bella sambil mengelus perut buncitnya
" Kami bertemu 10 tahun yang lalu .. " Bella mulai menceritakan semuanya pada Aulia dan Milan dengan senyuman dibibirnya mengingat awal pertemuannya bersama Delan. Itu kian membuat Milan sedih dan sakit hati terhadap keduanya. Sejak awal Bella memang tampak tertarik pada Delan namun Milan tak menyangka bahwa keduanya memang pernah menghabiskan malam bersama
" Benar-benar wanita murahan." batin Milan
" Tetap saja kamu salah Bella, pak Delan sudah beristri."
" Aku tahu tapi aku tidak bisa menahannya, aku sangat mencintai Delan hingga sampai detik ini. Kami berdua memang salah. Aku mengakuinya, aku salah, Delan juga salah. Tapi demi Tuhan bayi kami tidak salah, ini benar-benar buah cintaku dan Delan." Bella mengangkat wajah memandang Aulia dan Milan bergantian, pria itu hanya diam dengan pandangan dingin pada Bella
__ADS_1
" Aku hanya ingin bahagia itu tujuanku sejak awal dan kebahagiaanku ada pada Delan.-"
" Kau akan menyakiti Angela." ucapan dingin Milan membuat Bella sedikit kalut, ia membungkam
" Kau akan menyakiti wanita yang tidak bersalah Bella." Bella menunduk, kedua matanya mulai berkaca-kaca
" Dan kau sangat menyakitiku." saut Milan yang kini kedua matanya berkaca-kaca
" Kau sangat murahan." tambah Milan lalu pria itu beranjak berdiri melenggang meninggalkan Bella dan Aulia. Kecewa dan sakit yang Milan dapatkan, bahkan wanita itu masih membela sibrengsek Delan
" Ul .. " panggil Bella lirih membuat Aulia bergerak memeluk tubuh Bella
" Kamu kecewa Ul? aku tidak sebaik yang kamu bayangkan U" tanya Bella terisak
" Aku kecewa .. tapi aku juga tidak bisa memaksamu." Bella menangis tersedu
" Aku sangat mencintai Delan, aku tidak bisa melepaskannya."
" Aku tahu, tapi bukankah itu menyakitkan menjadi yang kedua?" Bella hanya terdiam dengan airmata mengalir deras
" Aku tidak bisa bertemu Delan setiap hari, dia tidak bisa setiap minggu mengantarku ke dokter kandungan. Aku menerima semua itu Ul .. aku tidak bisa tanpa Delan, bayi kami juga .. " Aulia menitikan airmatanya untuk Bella tak berbeda dengan pria yang juga menguping pembicaraan mereka
Untuk pertama kalinya pria itu menitikan airmatanya, ia menangis dibalik tembok menyesali semua perbuatannya. Delan menyeret wanita itu kedalam hidupnya, andai Delan bisa memutar waktu, saat itu ia akan mencari Bella menemui gadis manis yang dulu menjadi pujaannya itu, tapi Delan terlalu egois lebih mementingkan mimpinya ketimbang Bella, dulu saat setahun dua tahun Delan tersiksa tak bisa bertemu Bella namun perasaan itu hilang seiring berjalannya waktu dan ambisinya dalam menjadi seorang dokter. Jika saja dulu ia tak terlalu egois mungkin saat ini ia dan Bella sudah menikah dan dikaruniai banyak anak, mereka akan hidup tenang dan bahagia
Delan segera menjauh, ia tak kuasa, airmatanya terus jatuh mendengar keluhan Bella pada Aulia. Hati Delan serasa dihujam, rasanya sakit." Bersabarlah sayang, kelak setelah urusanku selesai aku akan menjadikanmu satu-satunya dalam rumahku." gumam Delan mengusap kedua pipinya yang basah
Aulia memutuskan kembali meninggalkan Bella yang menatapnya, ia sangat menyayangkan pilihan Bella. Tapi ia juga tak bisa memaksa Bella, karena menurut Aulia yang terpenting wanita itu bahagia, selama Delan bisa membuat temannya itu bahagia Aulia akan mendukung Bella
Perut Bella berbunyi sejak pagi ia dan Delan belum sarapan. Kemudian Bella masuk kedalam rumah mencari Delan, tubuhnya terlonjak kaget saat kedua tangan memeluknya dari belakang
" Aku mencintaimu ." bisiknya ditelinga Bella, ia tersenyum lagi sejak pagi entah sudah berapa kali Delan mengatakan hal itu padanya. Selain es kutub itu sudah mencair, Delan juga kini sudah pandai dalam merayunya
" Ada apa? manis seperti ini biasanya kamu menginginkan sesuatu?" Delan mencium lesung pipit itu dengan gemas dan tak menjauhkan bibirnya sedikitpun
" Mau lagi?" tawar Bella
" Kamu mau lagi?" goda Delan, lihatlah keduanya tak tahu malu dan tak sadar dengan kehadiran Vena dan Melinda diruang tamu itu, keduanya jengah seolah mereka seperti hantu yang tak terlihat
" Aku lapar, baby Jeslyn juga lapar .. " Delan mengelus perut buncit itu dengan kedua tangannya
" Kalau begitu mari kita cari makanan yang enak."
" Aku tidak mau seafood " Delan terkekeh
" Ya lagipula ini bukan pantai, seafood tidak ada."
" Aku mau .. " Bella terdiam
" Apa?" tanya Delan dengan suara lembut, ia merasa bersalah karena saat hamil seperti ini ia jarang ada disamping Bella, ia tak pernah melakukan keinginan Bella seperti yang selalu wanita itu keluhkan melalui video callnya bersama Delan
" Katakan sayang .. "
" Eemmmm itu .. "
" Astaga apa?"
" Aku mau .. itu yang ada di korea."
" Kita cari apa kemauanmu hmm?" Bella mengangguk senang, wanita itu melepaskan dirinya dari Delan berlari kekamar mereka untuk berganti baju. Saat itu Delan menyadari ada Vena dan Melinda yang sedang santai menonton drama dalam televisi tapi bagi mereka drama langsung didepan mereka yang lebih menarik
__ADS_1
Delan merasa malu menggaruk tengkuknya yang tak gatal lalu menyusul Bella kekamar mereka. Tak sampai 20 menit keduanya kembali dengan Bella yang sudah berganti baju lebih tertutup sesuai perintah suaminya
" Vena .. Melinda .. aku dan Delan akan keluar sebentar."
" Iya kak bersenang-senanglah." saut Melinda
" Iya .. " saut Bella lalu menggelayuti lengan Delan
Keduanya keluar mengitari sekitaran bogor mencari kemauan Bella. Tapi apa yang diinginkan Bella tak ada membuat Delan melajukan mobilnya memasuki ibu kota, saat itu kedua mata Bella berbinar terang seterang matahari pagi saat melihat sebuah restaurant besar yang menyajikan makanan khas korea selatan itu
Delan mengusap puncak kepala Bella lalu menuruti kemauan istrinya. Delan memarkirkan mobilnya direstaurant besar itu.
Bella kembali menggelayuti lengan Delan, berjingkat senang sudah lama lidahnya menghayalkan menyicipi makanan korea itu
Delan memesan semua makanan yang ada dikedi itu untuk istrinya membiarkan Bella memilih apa yang diidamkannya. Saat makanan datang kemeja mereka Bella segera mengambil kimchi dalam mangkuk besar, wanita itu langsung mencicipinya membuat Delan menggelengkan kepala
Berbeda dengan Bella, Delan malah memesan minuman soju, pria itu ingin juga mencicipi minuman mabuk khas korea selatan itu
" Enak hmm?" tanya Delan mengusap puncak kepala Bella
Bella mengangguk senang dengan mulut tak henti mengunyah. Delan merasa gemas lalu membungkukan badannya untuk mencium perut Bella
" Jeslyn makan yang banyak ya sayang." Bisikan lembut diperut itu terdengar ditelinga Bella
" Jeslyn?" Delan kembali menegakan tubuhnya dengan satu tangan menggandeng tubuh Bella
" Aku memberi nama kita Jeslyn, Jeslyn sebastian. Bagaimana sayang menurutmu?"
" Sangat bagus, nama yang benar-benar bagus." Delan tersenyum manis lalu mencium pipi Bella dengan begitu gemas
" Makanlah lagi mami Jeslyn." Bella mengulum senyum sembari mengangguk cepat, rasanya sangat senang Delan memanggilnya seperti itu
" Aku sudah kenyang."
" Sayang kamu baru memakannya sedikit."
" Bayinya sudah tidak mau, dia maunya .. "
" Apa lagi?" tanya Delan dengan jemari pindah kepipi Bella
" Dia mau kamu yang makan."
" Ah tidak aku tidak menyukainya!" tolak Delan
" Tapi aku ingin melihatmu memakannya." Bella mengambil kimci itu dengan tangannya, mendekatkan kebibir Delan. Pria itu menggelengkan kepalanya
" No baby!" tolak Delan lagi
" Ayo makanlah." paksa Bella
" Sayang aku tidak menyukainya." gerutu Delan
" Kamu tidak menyayangi bayi kita." saut Bella dengan wajah sedih memaksa Delan membuka mulutnya lebar
Delan mengunyah kimchi yang rasanya aneh dalam mulutnya itu. Delan memaksakan senyumnya, sebenarnya ia ingin sekali memuntahkan semua makanan itu, Bella memaksa Delan menghabiskan semua makanan dimeja itu membuat perut Delan terasa penuh tapi Delan juga tak mau melihat Bella sedih ia memaksakan dirinya hingga hampir muntah
" Delan .. kau Delan .. " suara itu membuat Delan dan Bella terkejut
-
__ADS_1
-