Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Kerumah Paman


__ADS_3

Di Jakarta ..


Pagi ini Bella tampak bersemangat. Seperti janji Delan, ia dan pria itu akan ke bogor menemui Paman dan Tantenya. Sudah 1 tahun lebih Bella tak melihat keluarganya, meskipun saling berkomunikasi dalam ponsel


Delan tak mengemudikan mobil, ia bersama seorang supir pribadi sang kakek. Delan duduk dibelakang bersama Bella memangku Jeslyn yang tak diam, bayi itu terus bergerak dipangkuan Delan sambil melihat kearah jendela, tubuh mungilnya bergoyang-goyang karena suara musik mobil membuat Bella dan Delan tak henti mentertawakan putri mereka. Apalagi Delan yang tampak gemas, giginya terus menggigit dagu dan pipi Jeslyn dengan pelan


" Sayang, coba katakan daddy." Perintah Delan memiringkam kepalanya untuk melihat wajah Jeslyn


Dadadada


Delan tertawa lagi dengan jawaban sang bayi, ia mencium pipi itu dengan gemas. " Kenapa dia menggemaskan sekali." Ucap Delan menoleh pada Bella, wanita itu tersenyum lalu menempeli Delan memperhatikan kepala bayi mereka yang tak diam


Tiga jam perjalanan rupanya membuat Jeslyn lelah, bayi itu mulai merengek pada sang ibu. Bella segera mengambil alih Jeslyn dan memberinya asi. Dengan sigap Delan menutupi bagian buah dada yang terekspos itu dengan telapak tangannya


" Delan." Gerutu Bella mendelik sebal seraya menepis tangan Delan namun pria itu tak gentar


" Diamlah, nanti dia melihatnya." Saut Delan menunjuk sang supir dengan dagu. Bella menggelengkan kepala, ia tak menyangka bahwa Delan akan seposesif itu. Padahal supir itu mana berani melihat kebelakang, sejak tadi ia dan Bella terus bermesraan bahkan Delan tak segan mencium bibirnya


Kini keduanya telah tiba di sebuah rumah yang sepertinya baru direnovasi, kini cat rumah itu bukan orange lagi melainkan menjadi hijau daun. Bella tersenyum menatapi rumah masa dimana ia tumbuh besar. Senyumannya kian melebar ketika melihat sang Paman baru pulang bekerja, pria itu tampak bingung dengan mobil mewah dihalaman rumahnya, pasalnya Bella tak memberitahu perihal kepulangannya dan akan memberi kejutan


Bella keluar disusul Delan yang memangku Jeslyn yang tertidur. Kedua mata Paman Bella berbinar terang, pria tampak tak percaya melihat sang keponakan


" Paman." Teriak Bella


" Ya Tuhan Bella." Sautnya berjalan cepat, kedua mata pria itu berkaca-kaca. Saat mendekat Bella menghambur memeluk pria paruh baya itu dan menangis


" Bagaimana kabarmu nak?"


" Aku baik-baik saja, aku sangat merindukan kalian." Saut Bella terisak. Lalu pandangan Paman Aldi tertuju pada Delan yang tersenyum padanya, terakhir pada bayi mungil dalam pangkuan Delan


" Bella, dia sudah sebesar ini? baru kemarin Paman melihatnya masih bayi."


" Tentu Paman, aku memberinya makan setiap hari." Paman Aldi tertawa lalu tatapannya tertuju pada Delan, pria itu tampak malu dan canggung karena dulu pernah membohonginya


" Tidak apa Paman, Delan kini sudah jinak." Bisik Bella membuat Paman Aldi tertawa


" Ayo masuk, kalian pasti lelah."


" Dimana bibi?"

__ADS_1


" Dia ada didalam."


" Vena dan Melinda?"


" Mereka masih bekerja Bella." Bella mengangguk lalu menggandeng Paman Aldi diikuti Delan dibelakang


Ketika Paman Aldi membuka pintu, Tante Merry tampak terkejut melihat siapa yang bersama suaminya. Spontan wanita itu histeris dan berhambur memeluk Bella, menangis bersama


" Akhirnya kamu mau menemui kami lagi." Isaknya pilu


" Maaf aku terlambat, kemarin-kemarin aku masih sibuk." Tante Merry hanya menangis, ia ingat betapa menyedihkannya dulu saat Bella pergi karena hinaan semua orang. Tante Merry baru sadar dibelakang Bella ada Delan. Tante Merry bergegas melepaskan Bella dan beralih pada Delan


" Nak Delan, kami minta maaf atas kejadian dulu." Delan tersenyum manis


" Aku sudah memaafkan kalian, lagipula aku sudah bersama Bella lagi." Tante Merry tersenyum, sejak dulu ia sangat yakin bahwa Delan pria yang tepat untuk keponakannya, lihatlah kini Bella tampak sangat bahagia


Tante Merry kemudian beralih pada Jeslyn. Tampak terharu, airmata kembali menetes. Tanpa aba-aba ia mengambil alih Jeslyn dari pangkuan ayahnya." Cantik, ya Tuhan Bella. Putrimu secantik ini."


" Tante, Bella kan juga cantik." Gerutu Bella membuat Bella tersenyum


" Tapi Bella dia lebih mirip ayahnya." Bella mengerucutkan bibir akan candaan itu


" Iya sayang dia mirip denganmu, tapi rambut kritingnya saja." Tambah Delan membuat Bella memelotot, Delan tertawa lalu mengusap gemas puncak kepala Bella


" Tapi kalau dipikir-pikir iya juga, dulu rambutmu juga kriting." Bukannya berhenti semua orang malah meledek Bella. Tapi kali ini Bella tak marah malah ikut tertawa


Setelah saling melepaskan rindu, kini semuanya duduk disofa. Tante Merry tampak sangat menyukai Jeslyn, ia sering melihat bayi itu namun hanya dalam kamera dan saat melakukan panggilan video saja


" Begini Tante, Paman. Saya ingin mengajak kalian semua ke Paris."


" Paris? memangnya ada apa?"


" Saya dan Bella akan mengadakan syukuran, Bella sedang mengandung lagi." Tante Merry dan Paman Aldi tampak terkejut


" Jeslyn masih kecil." Bella dan Delan terkekeh


" Kami tahu, tapi mau bagaimana lagi. semuanya sudah terjadi."


" Tidak apa-apa, buat saja anak yang banyak. Tante yakin keturunan kalian akan sama seperti Jeslyn." puji Tante Merry seraya menimang Jeslyn yang merengek dipangkuannya

__ADS_1


Bella dan Delan hanya melirik dan saling tersenyum mendengar ucapan Tante Merry


" Jadi, kapan kira-kiranya kami harus ke Paris Nak Delan?"


" Dua hari lagi kami kembali, kita berangkat bersama." Tante Merry dan Paman Aldi tampak senang, tidak ada lagi yang kini mereka khawatirkan. Keponakan mereka yang dulu punya nasib malang karena ditinggal kedua orangtuanya sejak kecil itu kini tampak bahagia dan disayangi suaminya. Meskipun jalan mereka bersama harus melalui lika-liku yang panjang dulu


" Kalau begitu, Tante harus mulai mempersiapkan semuanya dari sekarang. Vena dan Melinda kenapa juga belum pulang." Tante Merry mulai heboh


" Tante, tidak perlu repot, aku dan Delan sudah menyiapkan semuanya. Tante dan Paman hanya tinggal pergi bersama kami."


" Mana bisa begitu Bella, ini kan pertama kalinya lagi Tante dan Paman akan bertemu orangtua Nak Delan, Tante akan membeli beberapa oleh-oleh untuk mereka."


" Tante." Delan tampak tak setuju jika merepotkan keluarga Bella


" Ini tidak seberapa Nak Delan, dengan apa yang nak Delan lakukan pada Bella." Delan merenung sesaat


" Memangnya aku melakukan apa? aku sering sekali menyakiti hati Bella." Aku Delan membuat Bella tersenyum manis dan menggenggam tangannya


" Kamu masih saja belum melupakan masa lalu kita."


" Itu menjadi tumpuanku Bella agar tak menyakitimu lagi." Bella mencubit pipi Delan, ia merasa gemas pada suaminya itu


" Tante sangat percaya Nak Delan tulus pada Bella, tapi biarkan Tante dan Paman Aldi sedikit menyapa orantua nak Delan. Tante tahu mereka pasti belum pernah mencoba kue-kue khas daerah ini?" Delan mengangguk pelan


" Sejak Mammi menikahi Daddy, kami memang menetap di luar negri. Jadi kami tidak tahu." Saut Delan, Tante Merry senang bicara pada anak muda sesopan Delan. Keponakannya sungguh beruntung memiliki pria itu dihidupnya


" Dan Nak Delan bolehkah kami bertanya sesuatu?"


" Aku akan menjawabnya."


" Apa pernikahan kalian sudah terdaftar secara hukum?" Tanya Tante Merry yang penasaran, sebenarnya Bella sering bercerita, meskipun telah menceraikan Angela, Delan masih tampak enggan menjadikan pernikahan mereka resmi dimata negara


-


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2