
" Belum, saya masih sibuk dengan semuanya. " Jawaban Delan dua hari yang lalu dirumah sang Paman masih terngiang-ngiang ditelinga Bella. Ia mendadak kecewa dengan jawaban suaminya, tidak bisakah Delan bilang bahwa ia akan secepatnya mengesahkan pernikahan mereka dimata hukum. Jawaban Delan membuat Bella jadi ragu pada suaminya
Lihatlah, Bella terus melamun membuat Delan senyum-senyum sendiri. Kini mereka berada dalam pesawat menuju Paris lagi memakai Jet pribadi Paman Bryan. Semua keluarga Delan ikut kesana untuk merayakan kandungan kedua Bella, seperti yang pria itu bilang
" Bella." Panggil Delan menggandeng Bella, namun wanita itu malah memalingkan wajah dan menarik nafasnya. Bella juga terlalu gengsi bila merengek pada Delan mengenai pernikahan mereka
Delan tersenyum lucu lalu memiringkan kepala untuk mencium pipi kiri Bella, wanita itu berada didekat jendela. Sedangkan Jeslyn bersama Jiana dan Bryan dikursi paling belakang, mereka hanya berdua didepan sehingga tak akan ada yang mengganggu keduanya
Delan mencium telinga Bella membuat Bella menoleh dan mendelik sebal." Jutek sekali." Gerutu Delan
" Diamlah, jangan menggangguku." Gerutu Bella membuat Delan menutup mulut menahan tawa
" Ada apa sih?" Tanya Delan mendekat sehingga nafas hangatnya menerpa pipi Bella. Wanita itu tak menjawab malah memalingkan wajahnya lagi kearah jendela, memejamkan mata dengan kepala ia sandarkan kebelakang. Delan mengusap lengan atas yang ia gandeng dengan bibir tak henti tersenyum, lalu menyusupkan wajahnya dileher Bella dan ikut memejamkan kedua matanya sambil memeluk erat tubuh Bella
Selama perjalanan keduanya saling diam tak berceloteh dan bermesraan seperti biasanya. Membuat bibir Delan gatal ingin bicara tapi ia menahan semuanya. Mereka tiba setelah mengapung cukup lama diudara
Disambut baik oleh Mammi Bulan dan daddy Dean didepan rumah. Keduanya terlihat sumringah menyambut keluarga Bella. Apalagi Mammi Bulan yang saat itu pertama kali bertemu dengan keadaan yang tak baik. Wanita paruh baya itu memeluk Tante Merry dan meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi dulu, lalu Vena dan Melinda pun tak lupa ia peluk
" Ayo masuk dan beristirahat, kalian pasti lelah." Perintahnya menggandeng Tante Merry
Mammi Bulan sudah mempersiapkan semuanya, termasuk kamar tamu dilantai tiga untuk keluarga Bella dan juga keluarganya sendiri. Rumah itu kini riuh dengan sanak saudara Delan
Bella segera mengambil alih Jeslyn dari tangan Jiana. Sejak kemarin wanita itu selalu cemberut dan lebih banyak diam. Bella memutuskan naik kekamarnya dan Delan untuk menidurkan Jeslyn meninggalkan semuanya yang sedang santai disofa
" Bella kenapa?" Tanya Jiana
" Biasa wanita hamil." Saut Delan santai
" Ayo cepat susul sebelum semuanya menjadi runyam Delan." Saut Bryan yang sedang duduk memangku si bungsu Chelsea, gadis kecil itu selalu menggelendoti ayahnya
" Nanti saja, lagipula aku membuat akan kejutan untuk Bella."
" Kejutan?"
" Iya, sebenarnya bukan merayakan kandungan Bella, lebih tepatnya merayakan pernikahan dan rumah baru kami. Aku belum memberitahu Bella kalau aku sudah mendaftarkan pernikahan kami secara hukum."
" Kalau begitu Aunty akan membantu."
__ADS_1
" Thank you Aunty." Saut Delan senang
" Jangan banyak bicara dulu, nanti Bella tahu."
" Bukannya acaranya besok?" tanya Bryan
Delan mengangguk lalu menoleh pada sang ibu yang baru saja turun dari lantai atas setelah mengantar keluarga Bella beristirahat
" Kakak, Kya tidak melihat Pepev, dimana dia?" Tanya sisulung Kya, putri Bryan yang duduk disebelah sang ibu
Delan juga bingung lalu ia bertanya pada sang ibu." Mam, dimana Pevita?"
" Dia masih sekolah, sore baru pulang."
" Anak itu sekarang sudah mulai sibuk dengan kuliahnya." Saut Delan membuat Mammi Bulan tersenyum, jika tahu dua hari lalu Pevita menginap dirumah temannya mungkin Delan akan marah, Mammi Bulan menutupinya dari sang putra dan sang suami, mengingat keduanya sangat ketat terhadap Pevita
Setelah merasa puas berbincang ria bersama keluarganya. Delan memutuskan menyusul Bella kekamar, pelan-pelan ia membuka pintu kamar dan melihat Bella sedang meringkuk berhadapan dengan Jeslyn, kening Delan mengkerut ketika mendengar isak tangis kecil Bella
Delan mendekat dan duduk disisi ranjang. Ia membungkuk dan mencium lengan atas Bella." Sayang kamu tidur?" Tanya Delan menatapi Bella dari samping, ia belum melihat airmata Bella. Delan takut luluh dan membatalkam kejutannya
Delan tersenyum lali mendekati Bella lagi setelah selesai. Kali ini ia duduk disebelah Jeslyn, kasur yang bergoyang rupanya membuat bayi mungil itu terusik dan membuka kedua matanya
" Hai sayang." Sapa Delan menyentuh pipi Jeslyn dengan jari telunjuknya. Jika ada orang Jeslyn tak akan menangis, bayi itu beringus bangun duduk dan mencoba merangkak namun sayangnya ditahan Delan, ia memangku Jeslyn ke pangkuannya
" Mau kemana Jeslyn, disini Daddy, kamu suka sekali mengabaikan Daddy." Gerutu Delan menggigit dagu Jeslyn yang bergelambir mmebuat bayi itu menjerit, suaranya melengking memenuhi kamar mereka
Delan tertawa pelan lalu menurunkan Jeslyn dilantai. Dengan lincahnya bayi itu merangkak menuju tempat yang ia mau, Delan hanya memperhatikan sembari tangannya nakal di bibir Bella
Ketika tak bisa melakukan apa yang dia inginkan, Jeslyn menjerit, merengek sembari menoleh pada sang ayah, bayi itu hendak membuka pintu yang tertutup namun tidak bisa. Tak ditanggapi sang ayah, Jeslyn kembali merangkak menuju ranjang, dengan lincah bangkit berdiri sembari berpegangan pada sisi ranjang, Delan terbahak lalu memangku Jeslyn lagi keatas kasur
" Mimi." Bisik Delan ditelinga Jeslyn sambil menunjuk dada Bella yang masih tertidur, Delan sering sekali mengganggu Bella ketika tidur
Alhasil Jeslyn merangkak mendekati ibunya dan menarik-narik baju Bella." Mamama." Panggilnya membuat Delan tersenyum
" Mamamama." Mendengar suara lucu itu Bella membuka kedua matanya perlahan, ia melirik Delan yang memperhatikannya, wajahnya kembali jutek seperti tadi belum tidur
" Mamama."
__ADS_1
" Apa sayang?" Tanya Bella, pada Jeslyn wanita itu berbeda. Lucunya bayi itu menunjuk buah dada Bella dengan jemari kecilnya membuat Bella tersenyum dan bergerak memangku Jeslyn, membawa tubuh kecil itu menjauhi Delan sambil ia pun bergerak membelakangi Delan. Bella membuka kancing kemeja atasnya dan menyusui Jeslyn
Delan mengulum senyum dengan tingkah Bella. Bella seperti tak mengenali dirinya saja, Delan tipe orang yang tak menyerah, lihatlah Delan bergerak mendekati Bella, memcondongkan tubuh dengan dagu ia tumpu dilengan atas Bella
" Jeslyn." Tatapan Jeslyn teralih dari sang ibu pada sang ayah, Delan tersenyum lalu meraih jemari Jeslyn yang sedang memegangi buah dada Bella, sehingga kulit tangannya bersentuhan dengan kulit dada Bella. Bella pikir suaminya memang sengaja melakukan itu, mengingat betapa mesumnya Delan. Bella mendelik sebal dalam hatinya ia terus menggerutu dan berjanji takkan memberikan tubuhnya pada Delan
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu membuyarkan keheningan dikamar itu. Delan bergegas turun dari kasur dan mendekati pintu untuk membukanya
" Aunty." Panggil Delan pada Jiana yang diambang pintu
" Seseorang mengirimkan ini untuk Bella." Delan tersenyum lalu menerima sebuah kotak dengan pita seperti hadiah
" Terima kasih Aunty." Saut Delan
"Apa Jeslyn sudah bangun? Chelsea terus menanyakannya."
" Dia sedang disusui." Jawab Delan bergerak membeli celah untuk Jiana melihat kedalam kamar, ia tersenyum melihat Bella yang sedang menyusui Jeslyn
" Baiklah, nanti Aunty kembali." Delan mengangguk, setelah Jiana pergi Delan menutup lagi pintu kamarnya
Ia mendekati Bella dan duduk disamping Jeslyn. Bella melirik apa yang ada dipangkuan Delan sejenak lalu kembali lagi pada Jeslyn tanpa bertanya
" Bella setelah selesai cobalah ini."
" Memangnya itu apa?" Tanya Bella ketus tanpa melihat Delan
" Ini gaun untuk acara besok." Bella tampak tak bersemangat, wanita itu acuh bahkan tak menyuruh Delan untuk memperlihatkan padanya
Delan mengusap pipi itu ia hendak mencium pipi Bella." Aku tidak mau, jangan menyentuhku." Jawab Bella membuat Delan terperangah dan mengurungkan niatnya, wanita hamil memang sangat menakutkan. Pikir Delan
-
__ADS_1