
🌹🌹🌹
Nama : Isyabella
Umur : 27 tahun 6 bulan
Pekerjaan : Tour guide wisatawan asing dari Indonesia, China, Taiwan, Perancis dan Vietnam
Status : single parrent
Keluarga : anak perempuan bernama Jeslyn Qiana ( 7 bulan)
Mendengar informasi dari Erick Delan tersenyum dengan kedua mata yang berkaca." Dimana dia tinggal?"
" Dia tinggal tak jauh dari vila hanya berjarak 5 km."
" Apa yang sebenarnya terjadi? bukankah wanita ini pacarmu bos?"
" Dia istriku!"
" Hah lalu Angela?"
Delan terdiam lalu menoleh pada Erick yang duduk disampingnya, mulai menceritakan semua permasalahannya pada pria itu membuat Erick terkejut sampai menutup mulutnya." Kenapa mereka melakukannya?"
" Aku tidak tahu, apa mereka berusaha membuatku gila?"
" Tidak mungkin bos, bagaimanapun mereka orangtuamu." Delan dan Erick sama-sama terdiam
" Apa yang akan bos lakukan sekarang?"
" Tentu aku harus mendapatkan istriku kembali, selain itu .."
" Jeslyn anakmu?"
" Ya, dia darah dagingku."
" Aku harus mendapatkan mereka lagi." saut Delan lalu beranjak berdiri, ia memakai mantel hitamnya
" Aku akan mengantarmu bos." Delan hanya mengangguk, disaat seperti ini orang yang paling dipercayalah yang dibutuhkan Delan, Delan tahu Erick bisa dipercaya
Mereka keluar gedung kantor Erick, Delan berjalan lebih dulu. Saat itu kedua pasang matanya tak sengaja menangkap sesosok bayi mungil sedang merangkak dan menangis ditengah jalan dimana mobil berlalu lalang
" No .. no .. " Delan berteriak histeris lalu berlari
" Bos apa yang kau lakukan?" teriak Erick, ia tak sempat menahan Delan, pria itu nekad berlari ketengah jalan
Tittt
Titt
Suara klakson begitu ramai, semua orang dibuat kesal karena Delan yang tiba-tiba melintasi jalan. Pria itu seolah-olah punya nyawa sembilan
Delan segera membawa tubuh kecil itu dalam pelukannya, ia meloncat kesisi jalan menghindari sebuah truck besar yang akan menabrak sang bayi. Tubuh Delan bergetar, ia ketakutan sampai nafasnya tersengal. Delan tidak tahu apa yang akan terjadi pada bayi itu bila saja ia terlambat menyelamatkannya
Tapi berbeda dengan bayi dipelukan Delan, bayi itu malah cekikian senang hingga ludahnya yang hangat mengenai leher Delan yang tidur terlentang diatas rumput dipinggir jalan. Delan segera mengangkat tubuh yang telungkup diatasnya, ia memegang kedua bahu kecil bayi yang memakai baju merah muda dan bandana merah muda dikepalanya
Bayi itu tersenyum lebar hingga dua giginya yang baru tumbuh terlihat dikedua mata Delan yang terpaku melihatnya. Sungguh lucu dimata Delan apalagi dengan sisa-sisa airmata yang masih menggantung dipelupuk matanya, hingga tanpa sadar bibir Delan tersenyum penuh." Jeslyn pasti sudah sebesar bayi ini." gumam Delan dengan kedua mata berkaca-kaca dan hati yang terenyuh
__ADS_1
" Astaga Jeslyn huuuuu .." suara teriakan cempreng mengalihkan pandangan Delan, tampak seorang wanita bermata sipit menghampiri Delan sambil menangis histeris
" Tuan maafkan saya, Jeslyn pasti merepotkan anda." ucapnya
Delan segera bangkit dengan bayi itu belum ia lepaskan dari gendongannya." Jeslyn?" tanya Delan!
" Ya dia Jeslyn." ucap wanita itu tersenyum lebar dengan mata berbinar terang pada pria tampan didepan matanya. Delan menatap lekat bayi dengan nama Jeslyn yang ia pikir wajahnya sangat tak.asing untuknya dab anehnya bayi itu hanya diam, tampak nyaman dipangkuannya sambil mengemut jemarinya yang terkepal
" Kenapa kau sangat ceroboh membiarkan anak sekecil ini sendiri."
" Saya memang salah, saya tak sengaja melepaskan roda Jeslyn dan roda itu berjalan sendiri..Terima kasih Tuan saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Jeslyn jika tak ada Tuan." tuturnya dengan raut wajah merasa bersalah
" Lain kali berhati-hatilah dalam menjaganya." Wanita itu mengangguk cepat
" Sekali lagi terima kasih, Jeslyn memang bayi yang sangat aktif."
" Bos kau berniat bunuh diri ya." Erick datang dengan nafas tersengalnya tapi Delan tak bergeming, pria itu malah tersenyum menatap bayi yang sangat lucu dipangkuannya, saat bayi itu menengadah menatapnya saat itu juga jantung Delan berdetak cepat, ada sesuatu dalam hatinya yang tak bisa Delan jelaskan apalagi ..
Saat bayi mungil itu menangis, rasanya sesuatu menjalari hatinya yaitu sakit." Uuuh tidak!" Delan mengaming bayi mungil itu lalu membawanya duduk dikursi panjang yang tak jauh dari sana. Hal itu membuat sang pengasuh merasa heran dan mengikuti Delan
Delan menyingkap celana pink bayi mungil yang tampak koter disekitar kedua lutut kebawah." Uuhh sayang, ini pasti sakit." ucap Delan dengan suara lembut lalu meniupi kedua lutut Jeslyn yang lecet dan memerah akibat bergesekan dengan aspal secara bergantian membuat tangisan itu sedikit mereda. Delan segera mengambil dompet dalam saku celana belakangnya dan mengambil dua lembar uang yang sudah ia tukar menjadi mata uang korea
" Belilah antiseptik dan plester!" perintah Delan sambil memberikan uang itu pada Aeri
" Tuan, biar saya saj-"
" Aku hanya ingin menolong Jeslyn, lukanya akan parah jika tidak diobati."
" Nona, tidak apa-apa, kami bukan orang jahat. Aku bekerja dikantor itu." saut Erick seraya menunjuk kantornya yang berada disebrang
Tapi Aeri masih tak percaya, wanita itu terdiam dengan wajah bingungnya membuat Erick menghela nafas lalu memberikan kartu namanya pada Aeri
Sesuai perintah Delan, Aeri membeli antiseptik dan plester. Tak berselang lama, ia kembali pada kedua pria yang lucunya tampak sedang berusaha menenangkan Jeslyn yang merengek dan menangis. Melihat Aeri Delan segera mengambil bungkusan ditangan Aeri. Dengan cekatan ia mengusapkan Antiseptik pada kedua lutut Jeslyn, tentu saja bayi mungil itu kembali menangis kencang
" Ssssshhhhh ." Hanya itu yang keluar dari bibir Delan sembari menempelkan plester dikedua lutut Jeslyn
Seketika bayi mungil itu berhenti menangis dan menengadah pada Delan. Pria itu tampak meneliti wajah cantik nan mungil Jeslyn, bibirnya mendadak tersenyum manis." Cantiknya .." gumam Delan mengusap pipi Jeslyn yang basah bergantian dengan ibu jarinya
" Emmh maaf tuan, aku dan Jeslyn sudah terlambat." ucap wanita itu tiba-tiba mengambil alih Jeslyn dari pangkuan Delan
Delan hanya mengangguk dengan raut wajah tampak sedih mendadak, entah kenapa ia merasa sesuatu hilang dari dirinya saat Jeslyn diambil Aeri. " Dia putrimu?"
" Ah tidak saya belum menikah, saya hanya pengasuhnya." saut wanita itu dengan senyum merekah, terlihat senang sambil menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga
" Percaya diri sekali." gumam Erick terkikik menatap betapa genitnya wanita didepan Delan itu
" Kalau begitu saya permisi." ucap wanita itu membungkukan badan yang mana langsung diangguki Delan
Delan maupun Erick menatap punggung itu lebih tepatnya menatap bayi Jeslyn, lucunya bayi mungil itu melambaikan tangan pada Delan membuat jantung Delan berdebar kencang lag8, Delan memegangi jantungnya, kenapa rasanya sama saat bertemu dengan Bella
" Bayi itu juga bernama Jeslyn." ucap Delan
" Aku akan menyelidikinya bos."
" Tidak perlu." saut Delan
" Kenapa? mungkin saja bayi itu bayi Bella."
__ADS_1
" Aku akan menemui Bella dan Jeslyn sekarang." sautnya lalu bergeges memutar tubuh
Keduanya kembali ke kantor Erick lebih tepatnya ke basement kantor dimana mobil mereka berada." Bos yakin?"
" Ya jangan mengekoriku terus, bekerjalah atau kau akan miskin bila mengabaikan pekerjaanmu." Erick tertawa lucu lalu menutup pintu mobil itu
" Hati-hati." ucapnya
Delan segera melajukan mobil itu keluar dari basement kantor Erick, ia menuju tempat dimana kini Bella berada. Delan merasa beban didadanya hilang saat menemukan Bella lagi, keyakinannya selama ini akan Bella akhirnya terjawab. Istri mudanya itu masih hidup dalam keadaan sehat bersama dengan buah hati mereka
Sementara saat ini Bella sedang menikmati makan siangnya disisi pantai bersama para wisatawan. Wanita itu tampak melamun sambil menatap laut yang terbentang biru didepan matanya, sangat indah dan menyejukan mata setiap kali Bella memandangnya
Bella menghembuskan nafasnya kasar lalu menoleh saat tiba-tiba seorang gadis kecil menarik baju lengan atasnya." Ada apa gadis manis?" tanya Bella dengan suara lembut mengelus pipi gadis kecil bermata sipit itu
" Miss, ini bunga cantik untuk Miss."
" Hmm untukku?" tanyanya sambil mengambil buket bunga ditangan sang gadis
" Yes, untukmu Miss, dia bilang untuk wanita cantik berambut pendek." Bella tersenyum manis menatap bunga mawar merah dan putih ditangannya lalu ia mengikuti telunjuk gadis kecil disampingnya
Kedua matanya membulat melihat seorang pemuda dengan setelan hitam melambaikan tangan padanya. Seketika itu Bella membuang sebuket bunga itu kesembarang arah, ia mengalihkan pandangan lagi pada laut biru dengan raut wajah berubah masam
Delan hanya tersenyum, ia tak tahu apa yang terjadi, semuanya tampak berubah termasuk Bella. Tapi Delan takkan menyerah, ia akan mengejar lagi Bella, mengejar wanita yang dulu memujanya tanpa henti
Mungkin Bella marah karena saat itu Delan hilang tanpa kabar. Setelah lama menatap Bella, Delan memutuskan mendekat, ia melangkah dengan langkah pelan namun sepertinya Bella tak mau didekati
Wanita itu memutuskan pergi menjauh menuju bus para wisatawan. Delan lagi-lagi tersenyum melihat Bella, ia mengejar Bella dan ia kini berdiri disamping wanita yang mengacuhkannya
Bella sibuk mengabsen semua para wisatawan yang akan menaiki bus, mereka akan pindah tempat menuju tempat wisata sesuai tujuan mereka
" Bella please .." Delan memelaskan wajah menahan lengan Bella yang akan ikut menaiki bus
" Maaf Tuan, saya harus bekerja!"
" Bella aku ingin bicara!" Delan memohon tak melepaskan pegangannya pada Bella, keduanya saling menatap cukup lama. Delan mencoba menyentuh pipi Bella namun langsung ditepis wanita itu
" Jangan kurang ajar!" ucapnya dengan membentak
Bella juga meronta sehingga pegangan Delan terlepas. Dengan cepat Bella menaiki bus dan mencoba menutup pintu bus. Sayangnya tenaganya tak sekuat Delan, pria itu mendorong pintu terbuka lagi lalu ikut masuk kedalam bus. Delan melenggang masuk duduk ditempat yang kosong
Bella mendengus kesal, karena tak mau bicara pada Delan, terpaksa ia menutup pintu bus membiarkan Delan ikut rombongan para wisatawan. Bella bergerak membelakangi Delan yang duduk menghadapnya, ia tak duduk berpegangan pada tiang bus saat sopir bus mulai melajukan kecepatannya
Ckiitttttt
" Aahh .. " Bella berteriak saat pegangannya terlepas ia hampir terjatuh jika saja Delan tak menahan tubuhnya
" Tuan .. apa kau bisa mengendarai dengan benar?" gerutu Bella memarahi sang sopir
" Sorry miss, ada kecelakaan mendadak didepan." sautnya dengan wajah takut melihat wajah galak Bella
Bella tak sadar kini bokongnya duduk dikedua paha Delan membuat para lansia yang ikut dalam rombongan itu tertawa cekikikan mentertawakan Bella sang tour guide terutama sang pria yang tampak mencuri-curi kesempatan pada Bella dengan memegang kedua pinggang ramping yang tertutupi blush pink
Bella menarik nafas memegangi dadanya yang dag dig dug karena rerkejut. Mendadak wajahnya memerah saat sadar dengan apa yang ia duduki, terasa mengganjal dibokongnya. Bella mencoba menoleh kebelakang dan terkejut karena ternyata Delanlah yang menangkap tubuhnya
" Kau .." ucap Bella
-
__ADS_1
-