
🌹🌹🌹
" Aaah Bella pindahlah, jangan ditempat umum seperti ini." Bella mendelik sebal dengan suara parau mesum itu, ia beringus pindah terpaksa duduk disamping Delan memalingkan wajahnya ke arah jendela bus
Tak lama Bella menoleh, ia terpaku ketika Delan terus menatapnya." Jangan menatapku!" perintahnya dengan ketus
" Kamu sangat cantik!" pujinya membuat para lansia yang duduk bersebrangan dengan mereka tertawa lagi memperhatikan keduanya sejak tadi
Bella mendengus kesal lalu memalingkan wajahnya lagi
" Bella aku ingin bicara!" Bella tak menanggapi Delan
" Sweety!" Bella mendengus kesal lagi lalu menoleh pada Delan menatapnya dengan garang dan terlihat tak menyukai ucapan Delan
" Aku merindukanmu!" Bella berdecih lalu kembali memalingkan wajahnya dari Delan membuat Delan menyerah. Pria itu menyandarkan tubuhnya pada kursi tanpa mengalihkan pandangannya pada Bella
Seharian ini Delan terus mengikuti Bella kemanapun wanita itu pergi tanpa tahu malu mengekori Bella yang sedang bekerja. Bella juga terus meminta maaf pada semua anggota para wisatawan yang mungkin saja terganggu padahal para wisatawan itu malah merasa senang dengan kehadiran Delan, pria itu terus memanjakan semua orang, menyokong mereka dengan makanan dan minuman mahal
Delan juga mengekori Bella hingga tiba dirumahnya menggunakan angkutan umum yang baru kali ini ia naiki. Membuat kepalanya sedikit pusing hingga terus memijat pelipisnya
Bella memutar tubuhnya menghadap Delan saat tiba disebuah rumah minimalis sederhana." Apa yang kau inginkan?" tanya Bella melipat kedua tangannya didada dengan wajah ketus
" Kamu, kamu yang kuinginkan dan Jeslyn." Bella terdiam, jelas Delan tahu nama bayinya karena Delan lah yang memberi nama itu saat Jeslyn masih dalam perut Bella
" Kau gila!" umpatnya lalu membuka pintu rumah. Bella langsung masuk kedalam membanting pintu dengan kencang menguncinya membiarkan Delan sendiri diluar
Bella memejamkan mata memegangi jantungnya yang berdebar kencang. Susah payah selama ini Bella mencoba melupakan Delan ditengah rasa sakitnya tapi kenapa pria itu hadir lagi? bukankah Delan sudah bahagia bersama Angela? bukankah mereka akan memiliki anak lagi? bukankah Angela bilang Delan sudah tak membutuhkan Bella lagi?
Airmata Bella menetes mengingat betapa kejamnya semua orang padanya. Semua orang menganggap Bella sampah, perebut suami orang, wanita matrealistis, mengandalkan perut buncit karena pria lain dan menjadi parasit untuk Delan. Semua orang tidak ada yang percaya bahwa Bella mengandung anak Delan, semua orang menganggap Bella rendah bahkan keluarganya sekalipun
Bella mengusap kedua pipinya yang basah, lalu masuk kedalam kamarnya. Bibirnya mendadak tersenyum melihat Jeslyn yang sedang meringkuk bersama pengasuhnya dikasur. Bella mendudukan dirinya disamping Jeslyn, buah cintanya bersama Delan
" Bella .." panggil pengasuh yang bernama kim Aeri itu terbangun dari tidurnya
" Kau sudah pulang?"
" Bagaimana Jeslyn? apa dia menangis saat disuntik?"
" Dia bayi yang kuat!" " sautnya dengan wajah murung menatap Jeslyn
" Ada apa?"
" Bella maafkan aku, aku lalai menjaga Jeslyn."
" Tapi Jeslin baik-baik saja kan?" tanya Bella dengan wajah panik, Jeslyn adalah dunia Bella, bayi mungil itu hadir ditengah kesakitannya karena Delan, menjadi pengobatnya saat merindukan Delan karena wajahnya yang hampir sama, yang membedakan adalah rambut dan bulu matanya mirip Bella
Wanita bernama Aeri itu menceritakan kejadian tadi siang pada Bella membuat Bella terkejut, wajahnya terlihat marah pada Aeri
" Bella maafkan aku."
__ADS_1
" Aeri, Jeslyn anak yang sangat aktif, jangan sesekali mengabaikan Jeslyn." gerutunya kesal
" Maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi." saut Aeri memegang satu jemari Bella dengan wajah memelas
Bella menghela nafas." Kau boleh pulang."
" Tapi diluar hujan."
" Hujan?"
" Iya, kamu tidak mendengarnya?" Bella tampak terdiam lalu bangkit, wanita itu setengah berlari lalu mendekati jendela disisi pintu rumah. Bella terpaku melihat Delan yang masih diluar, berdiri ditengah hujan lebat, menatap ke pintu rumahnya
" Apa yang dilakukan pria itu?" gerutu Bella mendengus kesal lalu kembali kedalam dengan perasaan bimbang, nyatanya hati kecil Bella masih memperdulikan Delan
" Ada apa? kau aneh."
Bella hanya terdiam, bersedekap dada sambil berjalan menuju kamar mandi." Ah dia tidak sekuat itu, aku sangat kenal Delan. Dia pria yang tidak pernah mau berjuang. Pengecut, brengsek!" gumam Bella lalu membersihkan dirinya dikamar mandi
Selang 20 menit ia keluar dengan rambut basah dan pakaian tidurnya. Bella merasa penasaran lalu berjalan lagi keluar rumah, ia menyingkap sedikit tirai dan terkejut ternyata Delan masih ada disana dengan tubuh yang tampak sudah gemetar
" Dasar gila!" umpat Bella lalu dengan terpaksa membuka pintu
Seketika Delan tersenyum melihat Bella dengan wajah memucat karena kedinginan
" Masuklah!" perintah Bella. Dengan langkah pelan Delan mendekati Bella
Brukk
Membuat Bella kembali terpaku, keduanya bersitatap cukup lama. Delan mencoba bangkit berdiri, tanpa disangka pria itu berhambur memeluk Bella
" Aku sangat merindukanmu!" bisiknya
" Brengsek, sembarangan menyentuhku." Bella memukul perut Delan dengan kencang
" Delan .." teriak Bella
" Kau berat." Delan tak bergeming dengan teriakan Bella, pria itu terlihat lemah dipelukan Bella
" Kau .." pekik Bella
" Aeri .." teriak Bella
" Aeri .."
" Bella ada ap-"
" Tolong bantu aku."
" Siapa dia?"
__ADS_1
" Jangan banyak bertanya, cepat bantu aku. Si brengsek ini malah pingsan." gerutunya
Aeri segera membantu Bella, menggandeng tubuh besar Delan menuju kamarnya. Mereka membaringkan tubuh Delan yang basah diatas ranjang
" Bella .." teriak Aeri histeris
" Kau membuatku kaget!" bentak Bella memegangi dadanya
" Dia .."
" Apa?"
" Yang menyelamatkan Jeslyn." Bella terkejut lalu menatap Delan
" Apa dia sudah tahu Jeslyn adalah anaknya?"
" Anak?" Aeri tampak terkejut
" Dia ayah Jeslyn?"
" Sungguh?" tanyanya terbata menatapi wajah Delan
Bella hanya mengangguk sembari memperhatikan Delan
" Apa yang akan kau lakukan padanya?" tanya Aeri
" Aku tidak tahu." Bella mengalihkan pandangannya pada Aeri
" Bisakah kau keluar sebentar?"
" Kau mau apa dengan pria tampan ini?" kikik Aeri menutup mulutnya
" Aku harus mengganti bajunya. Jangan berpikir yang macam-macam."
" Baiklah." saut Aeri mengalah melenggang keluar dari kamar Delan
Bella menghembuskan nafasnya kasar, ia juga bingung karena tak punya pakaian pria. Dengan perasaan canggung, Bella mulai membuka satu persatu kancing kemeja itu
" Astaga sangat menyebalkan." gerutu Bella, jemarinya berhenti sejenak saat akan membuka celana Delan
Dengan mata terpejam Bella menurunkan celana panjang basah itu, nafasnya tersengal dan mendadak aliran darahnya menderas. Ia mengingat kembali rasa itu, jantannya bagian tubuh bawah itu selalu membuat Bella terkulai lemas
" Sialan." gerutu Bella lalu terpaksa menurunkan underware Delan kebawah. Setelah melepaskan semuanya Bella menutupi tubuh itu dengan selimut tebalnya lalu menyalakan penghangat ruangan
Ia membuka matanya saat tubuh Delan telah terbungkus selimut tebal. Untuk sesaat ia memandangi wajah itu, masih tampan dan semakin berkharisma dengan jambang tipis dan kumis disekitar rahang dan dagu
" Seharusnya kau tak kembali ke Jeju Delan, seharusnya kau tetap saja di Paris karena aku dan Jeslyn baik-baik saja tanpamu!" gumam Bella dengan wajah sendu dan memegangi dadanya
-
__ADS_1
-