Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Apa yang salah dariku


__ADS_3

🌹🌹🌹


-


Paginya terjadi perang dingin antara Angela dan Delan. Angela benar-benar marah pada suaminya ini, semalan Delan bahkan tak berusaha menenangkan Angela, tak membujuk ataupun merayu Angela untuk berhenti menangis. Pria itu asiyk saja tertidur pulas mengabaikan Angela


Angela mulai mencurigai Delan, selama ini meskipun dingin, pada Angela Delan sangat hangat dan penuh perhatian. Pria itu tak pernah membuat Angela menangis seperti semalam malah selalu membuat Angela senang. Sejujurnya Angela sangat mencintai Delan, ia merindukan kelembutan itu tapi Delan mulai berubah, entah apa yang merubah suamiya. Apa Delan berselingkuh dan mencari wanita lain? Angela menggelengkan kepalanya lemah, tidak mungkin. Pikirnya dalam hati karena merasa Delan sudah cinta mati padanya


Angela memperhatikan Delan dalam diam sambil mengelus perutnya yang masih rata. Mereka kini berada dimeja makan dengan berbagai makanan mengisi meja makan panjang itu padahal mereka hanya berdua, dan Angela lah yang berlebihan karena terlahir dari keluarga kaya selalu ingin mewah dalam hal apapun


Meskipun begitu Delan hanya mengambil dua roti panggang, satu telor mata sapi dan alpukat ia oleskan diatas roti panggang itu. Delan tidak terlalu berselera makan, semeja dengan Angela membuatnya tak memiliki nafsu makan sedikitpun. Delan juga tak mengerti kenapa perasaannya pada Angela bisa berubah secepat ini? apa karena sekarang ia memiliki Bella?


Tiba-tiba Delan mengingat Bella, semalam karena lelah ia tak sempat melihat wajah cantik istri keduanya itu. Baru seminggu tidak bertemu, Delan merindukan Bella lebih tepatnya sang adik yang merindukan sarangnya. Delan jadi tergesa-gesa menghabiskan sarapannya


Saat selesai ia segera bangkit berdiri sambil meraih tasnya dan hendak melangkah." Apa kau akan terus seperti itu?" tanya Angela membentak Delan tapi Delan hanya berdecak kesal dan melanjutkan langkahnya lagi


" Delan aku sedang mengandung, tidakah kamu berpikir untuk memperhatikanku seperti suami-suami lain?" teriak Angela lalu berlari mengejar Delan, ia menahan lengan Delan hingga pria itu berhenti memutar tubuhnya menghadap Angela


" Aku juga sama seorang wanita, aku juga seorang istri, meskipun selama ini aku bukan istri yang baik. Tapi Delan beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Jangan dingin dan terus mengabaikanku. Bicaralah .. apa yang salah dariku. " Delan hanya menunjukan wajah datarnya, sebenarnya hatinya sedikit kasihan melihat airmata Angela tapi Delan telah benar-venar sakit apalagi bayi dalam kandungan Angela bukan bayinya rasanya Delan ingin menendang perut itu jika ingat suara Angela dan Alvin malam itu. Jika Angela sampai hamil, itu artinya hubungan keduanya sudah berlangsung lama. Dan Angela bukan hanya khilaf tapi wanita itu sengaja memang berselingkuh dari Delan


" Kamu tidak salah, aku yang salah. Aku sangat payah dalam hal apapun ." saut Delan lalu benar-benar meninggalkan Angela yang membeku ditempatnya


Delan segera masuk kedalam mobil yang dikendarai Alvin. Pria itu bahkan menyuruh Alvin mengemudikan mobil secepat mungkin. Hingga biasanya ia sampai dalam 30 menit kini menyusut menjadi 20 menit. Delan langsung keluar begitu mobil berhenti dilobi depan. Pria itu disambut beberapa bawahan yang berpapasan dengannya


Delan hanya mengangguk dan berjalan masuk kedalam ruangannya. Ia langsung mendudukan diri dikursi kebesarannya dan segera menghubungi Bella. Dalam hitungan detik wanita itu mengangkap panggilan videonya


Delan tersenyum menatapi Bella yang merengut dalam layar ponselnya." I' m sorry swety .. " ucap Delan dan tak lama bibir Bella tersenyum dengan suara manja Delan


" Aku sampai tak tidur menunggumu." gerutu Bella disebrang


" Semalam aku ketiduran, pekerjaan kemarin benar-benar membuatku lelah." Lagi-lagi Bella tersenyum pada Delan


" Apa kamu sudah makan siang?" Bella mengangguk pelan dengan senyum tak pudarnya hingga senyuman itu menyalur pada Delan, Bella selalu bisa membuatnya senang seperti ini hanya karena tingkahnya


" Bella .. " panggil Delan manja


" Ada apa?"


" Buka sedikit bajumu, aku ingin melihatnya." bisik Delan dan bodohnya wanita itu menuruti Delan membuka dua kancing dan menyingkap kemejanya hingga bra merah dan belahan dadanya terlihat


" Ah seksinya." gumam Delan membuat Bella tertawa disana


" Mesum!" umpat Bella

__ADS_1


" Kamu sedang berada dimana?"


" Aku sedang diatap."


" Tutup lagi bajumu!" perintah Delan. Bella menurut lagi, wanita itu mengancingkan kemejanya lagi


" love-" Delan tak melanjutkan ucapannya, ia langsung mematikan panggilan itu begitu melihat pintu terbuka. Delan tak mau menggagalkan rencana yang sudah ia susun sejak awal untuk Angela


" Ada apa?"


" Mengenai ulang tahun perusahaan, bos mau mengundang siapa saja?" tanya Jessy diambang pintu dan seketika itu Delan mendapatkan ide cemerlang untuk bertemu Bella


" Aku akan mengundang semua teman bisnisku. Emm kau tahu Milan?"


" Ya dari Jakarta."


" Ya .. undanglah dia bersama sekertarisnya." saat itu dahi Jessy berkerut merasa aneh dengan perintah Delan


" Selama ini sekartaris Delan banyak membantuku di Jakarta."


.


" Oh iya akan segera saya lakukan!" saut Jessy lalu menutup pintu lagi. Delan menyandarkan tubuhnya pada kepala sofa dengan seringai nakal dibibirnya


Sementara Bella tampak menggerutu, ini sering terjadi pada Bella saat Delan selalu mematikan panggilannya tiba-tiba. Bella menarik nafasnya berkali-kali lalu meninggalkan atap kantor untuk bekerja kembali. Ia langsung menuju ruangan sang bos


" Kebetulan sekali Bella." ucap Milan yang sedang duduk dikursinya. Bella kian mendekat dengan gadget ditangan kirinya berdiri didepan Milan


" Delan mengundang kita untuk acara ulang tahun perusahaannya." Bella hanya terdiam mematung


" Dia juga mengundangmu, jadi kamu harus ikut." tambah Milan


" Emmmh bagaimana ya pak .. "


" Ayolah Bella, kapan lagi kamu pergi keluar negri." canda Milan namun Bella terlihat masih enggan, tentunya karena Bella pasti akan pergi berdua. Bella tak mau membuat Delan salah paham meskipun pria itu yang mengundangnya


" Kau boleh mengajak Aulia."


" Sungguh?" tiba-tiba kedua mata Bella berbinar terang


" Aku tahu kau pasti tidak mau sendiri, ajaklah Aulia."


" Baiklah." saut Bella tersenyum senang menampilkan lesung pipitnya membuat Milan merasa sejuk memandangnya. Merasa dipandang akhirnya Bella mengutarakan niatnya masuk keruangan Milan. Jika saat bekerja keduanya tampak propesional apalagi Milan, pria itu selalu fokus

__ADS_1


Setelah jam kantor usai, Bella segera menarik Aulia yang bahkan belum siap membuat wanita itu menggerutu tanpa henti sepanjang jalan." Kita mau kemana?"


" Kebutik."


" Pesta dimana?"


" Diparis."


" Jangan bercanda." tepuk telapak tangan Aulia pada pipi Bella. wanita itu kini sedang mengemudikan mobil yang telah menjadi mobil Aulia


Bella tak menjawab, ia segera keluar diikuti Aulia. Kali in Bella masuk kesebuah butik kalangan atas membuat Aulia merasa enggan masuk kesana." Ayolah, aku akan mentraktirmu!"


" Kau punya uang darimana? inikan akhir bulan."


" Jangan banyak bertanya ayo cepatlah masuk." perintah Bella


Keduanya terkesima untuk beberapa saat. Sebagai wanita tentu mereka kagum dengan berbagai gaun mewah dengan rancangan bermerek itu." Bella, nanti kita malu." gerutu Aulia


" Diamlah, kulakban juga bibirmu." gerutu Bella lalu melepaskan tangan Aulia


" Pilihlah yang kamu suka." perintahnya lagi membuat Aulia merasa heran. Keduanya memang suka saling berbagi namun Aulia sangat tahu bahwa Bella adalah orang yang pandai menghemat uang. Aulia hanya memperhatikan Bella yang sedang mengamati gaun cantik dengan warna gold dimanekin


" Ah benar-benar cantik." gumamnya


Lalu Bella menyuruh pelayan membawa gaun itu menuju ruang ganti. Bella tampak bersemangat mencoba gaun dengan warna emas yang kontras dengan kulit putihnya." Ini benar-benar cantik, Delan pasti akan menyanjungku." gumamnya menatap lekuk tubuh itu dicermin besar


" Tapi dadanya agak sedikit seksi." memang benar apa yang dikatakan Bella, gaun panjang semata kaki dan pas body itu memang menampilkan dada dan punggung Bella karena tanpa bagian leher hanya tali spagheti kecil saja yang jadi penahannya. Tapi Bella yang menyukai hal berbau seksi tak mengambil pusing, ia membuka gaun itu lagi dan langsung menuju kasir


" Aulia pilihanmu yang mana."


" Aku tidak tahu, mana disini yang paling murah."


" Astaga kau ini, aku yang akan membayarnya." gerutu Bella kesal


" Memangnya berapa banyak uang tabunganmu, lagipula aku tidak akan kepesta untuk apa membeli gaun."


" Kita akan pergi, pak Milan menyuruh kita ikut ke Paris."


" Sungguh?" Bella mengangguk pelan yang mana langsung membuat Aulia beringus lari menuju gaun-gaun yang terpajang dimanekin


" Dasar gadis gila!" umpat Bella


-

__ADS_1


-


__ADS_2