Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Kedatangan Angela


__ADS_3

🌹🌹🌹


-


-


Ting tong


Ting tong


Ting tong


Suara bell yang kerap mengganggu kenyamanan tidur Bella. Sepasang matanya mengerjap dan terbuka. Hal yang pertama ia lihat adalah Delan, sang suami yang masih terlelap. Bella tersenyum menatap betapa tampan suaminya ini lalu mengecup bibir itu dalam


" Eeeuuunng .. Bella stop jangan menggodaku, aku benar-benar mengantuk." racau Delan tanpa membuka mata membuat Bella tersenyum lebar


Ting tong


Ting tong


Suara bell itu terus mengganggu Bella memaksanya untuk bangun menuruni ranjang dan memakai pakaiannya yang masih berada dikoper." Astaga tidak sabaran sekali!" gerutu Bella sambil berjalan keluar kamar, melewati ruang tamu dan


Brak


Bella membuka pintu itu, seketika tubuhnya menegang melihat Angela diluar pintu. Wajah Bella memucat, ketakutan, tapi ia berusaha menyembunyikan rasa takutnya dengan tersenyum


" Bella, kau tidak mau menyuruhku masuk?"


" Aahh ya silahkan masuk!" saut Bella gelagapan lalu memberi jalan untuk Angela masuk. Bella meneguk ludahnya susah payah menatap punggung Angela sembari mengikuti langkah wanita itu. Bella membulatkan kedua matanya, ia lupa akan sesuatu didepan mata mereka yang kini ditatap Angela


Dengan jantung dag dig dug takut Angela curiga, Bella memunguti satu persatu bajunya dan Delan yang berserakan dilantai dengan gerakan cepat." Maaf tunggu sebentar." ucap Bella berjalan tergesa-gesa menuju kekamarnya. Bella menutup pintu memegangi dadanya yang dag dig dug lalu menyimpan pakaiannya dan Delan kekeranjang pakaian kotor


Bella merasa keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuhnya. Bella takut, ia takut dijambak, dipukul dan dipermalukan seperti dalam sinetron yang sering ia tonton. Bella menarik nafasnya panjang lalu berlari pelan mendekati Delan


" Delan .. " bisik Bella sembari mengguncang bahu Delan


" Sayang biarkan aku tidur sebentar lagi." saut Delan tanpa membuka matanya


" Kumohon bangun sebentar, ini danger!"


" Aku akan memuaskanmu lagi tapi jangan sekarang Bella, aku benar-benar mengantuk!" Delan membuat Bella kesal, saat itu juga Bella mencubit hidung mancung Delan dengan kencang


Delan membuka matanya dan secepat kilat merengkuh tubuh Bella hingga berada diatasnya." Beraninya kamu .. " ucap Delan lalu mencium bibir Bella dengan gemas


" Ada Angela .. " bisik Bella mendorong wajah itu menjauh menggunakan jari telunjuk dengan kedua mata melotot


" Kenapa bisa?" tanya Delan santai


" Aku tidak tahu, aku takut!"


" Biarkan dia tahu!"


" Tidak! jangan gila!"


" Biarkan dia tahu, lagipula aku lelah bila harus terus membohonginya."


" Tidak, jangan sekarang. Jangan dalam posisi seperti ini kumohon .. " Bella memelaskan wajahnya lalu beringus duduk disisi ranjang

__ADS_1


Ceklek


Keduanya tampak terkejut mendengar suara pintu terbuka." Bella .. " panggil suara lembut itu


" Sembunyi .. "


" Aku harus bersembunyi dimana?" gerutu Delan


Suara langkah sepatu yang berbenturan dengan tembok itu kian membuat Bella panik. Segera ia mendorong tubuh yang tanpa busana itu terlungkup dan menyelimutinya hingga tubuhnya tertelan dibalik selimut putih dan hanya menyisakan sedikit rambutnya


" Emm maaf kukira kau sendiri." suara dibelakang Bella membuat Bella meneguk ludahnya susah payah. Bella berusaha menyembunyikan wajah tegangnya lalu menoleh kebelakang


" Dia temanku, dia sedang sakit." saut Bella dengan senyuman


" Aku pikir itu Milan, ternyata kalian tak sedekat itu" jawab Angela dengan pandangan mengedar keseluruh penjuru kamar


" Maaf aku lancang, sebenarnya aku datang kemari hanya ingin tahu seberapa mewah hotel yang dibangun suamiku .. " Angela tersenyum manis pada Bella


" Siapa arsitek hotel ini?" tanyanya sambil melangkah masuk kedalam


" Oh itu Tuan Dave."


" Sepertinya Dave melupakan satu hal?" Bella hanya terdiam menatap Angela yang celingukan dikamarnya, entah apa yang wanita itu cari. Kemudian Angela mengalihkan wajahnya pada puncak kepala Delan yang menyembul dari balik selimut, Bella meneguk ludahnya susah payah lagi karena itu


" Kulihat suite room tak berbeda jauh dari presidential." Jantung Bella berdebar kencang, tentu saja kamar yang ditempatinya sama dengan yang ditempati Angela. Karena kamar Bella adalah kamar presidential yang diubah Dave dengan nama suite room atas perintah Delan yang sengaja menjadikan kamar itu khusus kamarnya dan Bella tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Bella


Bella memaksakan senyumnya." Pastinya kamar presidential lebih istimewa dari ini, saya sendiri yang melihat desainnya dan kamar itu hanya ada satu berbeda dengan kamar lain."


" Benarkah?" tanya Angela


Bella menganggukan kepalanya." Hanya satu dan paling mewah."


" Apa kau mau kopi?" tanya Bella sembari mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu


" Aku tidak suka kopi, aku lebih suka susu." Bella tersenyum kecut lalu menghubungi pelayan hotel disana. Bahkan Bella pikir Delan dan Angela memiliki banyak kesamaan


" Americano dan susu!" ucap Bella sembari menatapi Angela yang sedang berdiri memperhatikan kolam renang dibalkon kamar


" Bella berapa usiamu?"


" Aku 26 tahun"


" Kau ternyata dua tahun lebih muda dariku!" Angela memutar tubuh, bersedekap dada memandang Bella yang tampak gugup


" Berapa lama kau kerja sama bersama Milan?"


" Sudah lama mungkin sekitar 4 tahun." Angela melangkah mendudukan dirinya disebrang Bella dan melipat satu kakinya ke kaki yang lain


" Kau tahu aku mengenal Milan sudah lama, dia pria baik dan setia. Awalnya kupikir hubungan kalian spesial tapi .. " Angela melirik pintu kamar


" Ah tidak, itu tidak seperti yang kau bayangkan." saut Bella menggelengkan kepala, tapi Angela bisa melihat wajah khawatir Bella


" Milan akan patah hati bila tahu dikamarmu ada seorang pria." tambah Angela dengan kekehan kecil lalu wanita itu bangkit


" Aku akan kembali kekamarku!"


" Tapi minum-"

__ADS_1


" Untuk temanmu saja, bukankah dia sedang sakit? susu sangat baik untuk orang sakit." potong Angela


" Ya .. " saut Bella memaksakan senyumnya lalu mengantar Angela ke pintu utama


" Terima kasih sudah mengijinkanku melihat-lihat kamarmu." ucap Angela sebelum meninggalkan tempat itu dengan seringai liciknya


" Brengsek!" umpat Angela setelah beberapa meter menjauh dari pintu kamar Bella


" Hufft." Bella mengusap dadanya menatap punggung Angela yang kian menjauh


Cup


Benda kenyal dan hangat itu mendarap dipuncak kepala Bella membuat Bella memutar tubuhnya dan


Cup


Bibir Delan kembali mendarat dikening Bella


" Aku akan kekamarku." ucapnya mengelus pipi Bella lalu menundukan kepala dan memiring untuk meraih bibir Bella. Mereka berciuman mesra untuk beberapa saat


" Jaga dirimu."


" Hmm .. "


" Kuncilah pintu!"


" Iya .. "


" Mandilah dan berdandan yang cantik." Delan mengulum senyumnya


" Untuk apa berdandan?"


" Tentu saja untukku!" saut Delan lebih mendekati Bella


" Percuma saja karena kita tidak akan bertemu sampai nanti malam."


" Siapa bilang?" Delan menyeringai nakal


" Tidak jangan menghabiskan waktu denganku!"


" Bella .. " Delan menyentuh pipi itu, mencubitnya pelan


" Delan aku benar-benar takut, Angela datang kesini aku benar-benar takut."


" Apa yang membuatmu takut hmm?"


" Aku .. aku takut Angela menjambak rambutku, memukulku mencakarku." Delan tergelak akan ucapan itu


" Tidak, dia tidak akan seperti itu. Dia wanita dengan harga diri yang tinggi. Dia tidak akan seberani itu. Berhentilah menonton sinetron lebay itu." Bella hanya terdiam menatap wajah dengan rambut yang berantakan


" Hmm?"


" Ya, tapi."


" Sssuuttt aku tidak mau mendengar hal seperti ini lagi." Delan mendekat lagi mengikis jarak, memegang kedua bahu Bella


" Dengar Bella, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitimu termasuk Angela. Aku akan melindungimu dan bayi kita." Bella mengangkat wajahnya dan tersenyum hangat pada Delan, sebelum Delan pergi Bella memeluk tubuh itu untuk beberapa saat

__ADS_1


-


-


__ADS_2