Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Jangan takut


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹


Delan memalingkan wajahnya pada Bella, wanita itu mengangguk dan tersenyum akan kebesaran hati Delan yang mau memaafkan Alvin begitu saja


" Mammi tidak tahu harus bagaimana lagi Delan?" Suara serak menahan tangis itu membuat Delan mengalihkan pandangannya pada sang Mammi


Ia beranjak berdiri dan berlutut dihadapan sang Mammi. Ia pegang kedua jemari itu dan menengadah dengan bibir tersenyum." Aku hanya meminta satu hal pada Mammi." Saut Delan lalu melirik Bella untuk beberapa saat


" Perlakukan Bella sebaik mungkin, Mam aku tidak bisa hidup tanpa Bella. Aku sangat mencintai Bella, dia dan Jeslyn nafasku Mam." Mammi Bulan mengangguk cepat dengan airmata berderai


" Tanpa kamu meminta Mammi akan menyayangi Bella dan Jeslyn. Maafkan Mammi, Mammi meragukanmu!"


" It's oke, itu semua sudah berlalu!" saut Delan dengan senyum tak menyurut lalu dipeluk Mammi Bulan, wanita itu terisak dipelukan Delan


Tampak semua keluarga yang menyaksikan itu termenung menyadari kesalahan mereka karena meragukan ucapan Delan. Tapi terlepas dari itu semuanya sangat bersyukur karena kesalahn itu bukan dari Delan melainkan Angela yang mengawalinya


Setelah makan malam, Bella membawa Jeslyn yang sudah terlelap kekamar diekori Delan dibelakangnya. Pria itu tampak sangat bersemangat lalu berjalan tergesa untuk menggandeng pundak Bella


" Darimana saja kamu seharian ini?" Sejak tadi Bella menahan diri untuk tak menanyakan hal itu pada Delan meskipun mulutnya sangat gatal dan ingin mencerocosi Delan


" Aku kerumah Angela." Raut wajah Bella menunjukan ketidaksukaan akan jawaban Delan


" Mengembalikan Angela pada keluarganya." Tambah Delan lagi dengan senyum lucu, ia tahu istri yang akan menjadi istri satu-satunya itu cemburu


" Kenapa sampai seharian?" Bella menggerutu sambil menidurkan Jeslyn diatas ranjang danbikut duduk disana


" Aku mampir sebentar ketempat rekan kerjaku!" Delan tak mau jujur, ia sangat ingin memberi kejutan pada Bella mengenai rumah baru mereka


Kedua alis Bella menajam


" Aku bersungguh-sungguh sayang, memangnya apa yang kamu pikirkan!" Delan ikut duduk berhadapan dengan Bella lalu menyentuh sebelah pipi Bella dengan jemari besarnya


" Kamu masih belum mempercayaiku hmm?" Delan mengelus pelan sebelah pipi itu


Bella menggelengkan kepalanya, rasanya tak akan mudah untuk Bella percaya pada Delan lagi


" Aku akan membuktikan semuanya, waktu kebersamaan kita yang akan membuktikanya. Betapa tulusnya perasaanku padamu!" Senyuman tipis terbit dari bibir Bella, pria didepannya ini memang tak pernah bisa Bella lawan, ia selalu meleleh bila bersama Delan


Bella segera memeluk tubuh itu, membenamkan wajahnya didada Delan." Aku sangat bahagia, kumohon jangan ambil lagi semuanya dariku!"


" Jangan takut, itu tidak akan terjadi." Saut Delan membalas pelukan Bella dengan erat, menciumi puncak kepala Bella. Hatinya membuncah senang, ia dan Bella kini akan benar-benar bersatu layaknya pasangan yang sah pada umumnya, tidak ada lagi sembunyi-sembunyi. Ia dan Bella akan bebas melakukan apapun, menunjukan kasih sayang dihadapan siapapun tanpa merasa takut


" Ayo kita lakukan mimpi kita yang sempat tertunda!" Bella mengerutkan dahinya


" Mimpi?"

__ADS_1


" Iya, mimpi kita memiliki banyak anak." Saut Delan dengan senyum nakal membuat Bella terperangah dan membuka mulutnya


Delan terkekeh langsung menyambar bibir itu dan menerkam Bella hingga berbaring disamping Jelsyn


" Ah tidak."


" Syuuuuutttt, jangan berisik. Kamar ini belum dilengkapi peredam suara!" bisik Delan


" Jangan sekarang." Gerutu Bella tapi jika sudah begitu Delan takkan mendengarkan Bella, jemari pria itu asyik menyusup pada kain segitiga Bella dan bibirnya main dileher


" Delan." Bella meronta mendorong dada itu


" Aahh diamlah sayang." Jawab Delan, jemarinya mulai lincah mencoba membuka pakaian Bella


Bella mulai pasrah membiarkan Delan menelanjjangi dan menjamah tubuhnya. Membuat sesuatu dibawah sana basah, yang artinya Bella sudah sangat terangsang. Delan terkikik lalu mengangkat wajahnya dari buah dada Bella


" Uuuhhhm kamu basah sayang." Ledeknya lalu mengangkat jemari kanannya tepat dihadapan Bella, seketika wajah Bella merona akan kemesuman itu apalagi saat Delan menjilati jemarinya sendiri, rasanya Bella sangat malu


Delan menyeringai lalu menurunkan resleting celananya, ia memang tak pernah berbasa-basi jika sudah ingin menyatu bersatu bersama Bella karena bagi Delan melihat tubuh Bella tanpa busana saja gairahnya sudah sangat liar


" Delan aaaaahhh." Bella menjerit kecil dengan hentakan sedikit kasar itu, jemarinya mencengkram kuat kaos hitam Delan. Bella memejamkan mata dengan kepala mendongkak keatas, ia merasa melayang kali ini atas orgasm* yang kedua kalinya


" Oh ****!" Delan merremas sprei putih itu, merasakan rasa nikmat yang selalu luar bisa saat tubuhnya menyatu dengan Bella sementara tangan yang lain ia pakai untuk menumpu tubuhnya agar tak meninddih Bella


" Bella .." Bella membuka mata dan disajikan tubuh sempurna suaminya, wanita itu tersenyum manis membuat Delan tak tahan dan kembali mendekat, ia merengkuh tubuh itu sambil menyatukan bibir mereka dan mulai bergerak pelan


Cap


Bella memaksa melepaskan bibir Delan hingga menimbulkan suara decap


" Uuuh ganas." Ledek Delan namun Bella malah mendorong dadanya membuat Delan heran dan segera mengusap keringat didahi Bella. Bella memggelengkan kepalanya


" Ada apa?"


" Kepalaku pusing. Bisakah kamu turun."


" Bella itu tidak mungkin." Bella memejamkan mata dengan nafas naik turun


Sedangkan Delan kembali acuh, ia meraup dua bukit kembar Bella dan kembali bergerak. Hal itu tentu membuat Bella kembali meronta dan mendorong perut Delan


" Sayang ada apa sih?" Delan mulai menggerutu karena merasa diganggu


" Kumohon, kepalaku sangat pus-"


Oekk

__ADS_1


Sekuat tenaga Bella mendorong suaminya


" Astaga." Delan merasa kesal saat ini ia mengacak-ngacak rambutnya dan bangkit dari tubuh Bella. Saat itu Bella bangkit menutup mulut dan hidungnya


" Sayang." Bujuk Delan mencoba memegang bahu Bella namun ditepis Bella


" Delan kamu bau, mandi dulu baru setelah itu kita lanjutkan." Delan membuka mulutnya


" Bella kamu aneh, ini sudah setengah jalan." Delan menggerutu sambil menunjuk adiknya yang masih tegang dan basah oleh cairan Bella


" Kalau begitu aku tidak mau, aku benar-benar mual, bau keringatmu aneh malam ini." Delan mencium kedua ketiaknya bergantian, tapi ia tak mencium bau apapun malahan tubuhnya masih wangi parfum yang ia pakai tadi siang


" Tidak, aku tidak mau!" Bella menjauhkan jemari Delan yang akan merangkul tubuhnya


" Ya Tuhan." Delan menggerutu dan menarik nafasnya dalam. Dengan suasana hati yang kesal Delan berjingkat menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sesuai keinginan Bella


Dalam 10 menit pria itu sudah kembali dengan handuk putih melingkar diperutnya. Ia mendekati Bella yang terlentang masih belum memakai apapun. Pemandangan indah untuk Delan, ia langsung menerkam Bella tanpa aba-aba


" Bagaimana?"


" Tubuhmu harum." Puji Bella


Mereka kembali bergumul mesra melanjukan permainan mereka tadi hingga kamar itu dipenuhi suara erotis keduanya


" Sayang berhenti." Seketika itu juga Delan berhenti , menurunkan kedua kaki Bella dari pundaknya


" Kenapa? apa terlalu kencang?" tanya Delan sambil mendekati Bella hingga bibir mereka hampir beradu. Bella kembali menutup mulut dan hidungnya


" Kamu bau lagi."


" Bau apanya, aku sudah mandi." Gerutu Delan


" Aku mual, lepaskan aku!" Delan mengusap wajahnya kasar dan turun dari tubuh Bella. Giginya gemelutuk menahan geram dan menghempaskan tubunya terlentang disamping Bella


" Shiiit!" umpatnya kesal membuat Bella menampar pipinya pelan


" Kenapa menamparku!" Tapi Bella tak menjawab, malah berbalik membelakangi Delan dan berbalik pada Jeslyn yang tampak bangun karena terganggu dengan suara ayahnya


" Cup cup sayang, Papamu memang keterlaluan." Delan menghela nafasnya, Bella seperti mengibarkan bendera perang untuknya. Kepalanya mulai pening karena hasratnya yang tak tersalurkan pada Bella


" Kasihan sekali!" gumam Delan meratapi adiknya yang masih tegak bagai tiang bendera


-


-

__ADS_1


__ADS_2