
-
-
" Angel .. Angel .." teriak sang Mama histeris memenuhi seluruh ruangan rumah yang bak istana membuat seluruh penghuni rumah yang tak lain seorang pria paruh baya, Jessy sang adik dan Angela sendiri yang sudah seminggu ini memutuskan tinggal disana saat tahu Delan kabur meninggalkan rumah mertuanya
" Ada apa mah? kenapa ribut sekali pagi-pagi begini?" gerutu Angela dengan wajah bantalnya
" Lihat!" Angela segera mengambil selembar kertas ditangan sang ibu, sedetiknya ia tercengang
" Tidak, tidak bisa. Delan benar-benar!" Wajah Angela menunjukan kemarahan dan kesedihan saat ini
" Ini pasti karena kelakuanmu akhir-akhir ini." gerutu sang mama sambil memukul bahu Angela
" Tidak mungkin mah, lagipula Delan kabur dari rumah mammi."
" Apa?" kedua orangtua Angela terkejut bukan main
" Apa suamimu benar-benar sudah gila karena selingkuhannya itu!"
" Stop!" Angela membentak dengan wajah yang semakin marah
" Delan tidak selingkuh, wanita itu yang menggodanya." Angela masih saja membela Delan dihadapan semua orang karena rasa malunya, Angela benar-benar malu pada semua keluarganya saat dulu semua keluarganya tahu bahwa menantu yang selama ini mereka puja, mereka banggakan ternyata mengkhianatinya, menduakan putri mereka
" Sudahlah kak, memangnya apa yang kakak harapkan lagi dari kak Delan. Kalian tidak punya anak, Kak Delan juga sudah berubah bukan?"
" Jessy!" Bentak Angela
" Oke, oke kau memang keras kepala. Kau memangnya tidak ingin pernikahan yang bahagia seperti pernikahan lainnya. Kenapa tidak terima saja perceraian dengan harta gono gini saham perusahaan, daripada terus tersiksa seperti ini!" gerutu Jessy lalu berlalu menaiki tangga
" Kau tidak akan pernah mengerti artinya mencintai Jessy!" saut Angela membentak dan menengadahkan wajahny
" Kau itu terobsesi memiliki Delan, sudah tahu pria itu tak mencintaimu!"
" Kenapa? apa kau berniat menjadi penggantiku huh?" Saat itu juga Jessy berhenti melangkah, wanita itu brrbalik lagi menghadap semua orang dengan wajah heran
" Kau pikir aku tidak tahu kau diam-diam memuja suamiku!"
" Angela .. dia adikmu!" tegur sang ibu
" Iya dia memang adikku, dan dia berusaha merebut Delan."
" Kau gila!" umpat Jessy
"Ya aku memang sudah gila, semuanya terasa gila untukku!" teriak Angela menggelegar lalu menangis histeris
" Kau pasti tahu kan dimana Delan? dimana dia dimana kau sembunyikan suamiku!"
" Mah bawa dia rumah sakit jiwa, Angela sudah gila!" umpat Jesy lagi
" Dimana?" teriak Angela tampak frustasi
__ADS_1
" Aku tidak tahu, sudah kubilang dia tidak pernah masuk bekerja!" saut Jesy ikut berteriak membuat kedua orangtua mereka tambah pusing
Angela histeris, ia mendudukan dirinya dilantai lalu merobek surat gugatan cerai dari pengadilan yang sudah ditandatangani Delan untuknya. Sia-sia perjuangan Angela selama setahun ini, jika pada akhirnya ia dan Delan tetap berpisah
" Ma apa harus kulakukan?" tanya Angel menangis tersedu
" Angel .. "
" Ma, aku sangat mencintai Delan."
" Dasar gila, kau mengaku mencintai Delan tapi setiap malam kau klubing bersama pria muda!"
" Jessy kembali kekamarmu!" kini sang papa membentak Jesy yang bukannya merasa kasihan pada sang kakak malah semakin membuat Angela menangis
" Aku juga seorang wanita normal yang butuh kasih sayang, aku juga butuh tempat bersandar apa itu salah." ucap Angela sembari menangis tersedu yang mana langsung dipeluk sang ibu
" Kalau begitu mulailah cari orang yang mencintaimu Angel." ucapnya dengan suara lembut
" Delan juga dulu sangat mencintaiku mam, aku yakin Delan akan kembali. Ma bantu aku, aku tidak mau berpisah dari Delan." ucap Angela memeluk erat sang ibu, wanita itu dan suaminya tampak bingung menghadapi masalah rumah tangga yang menimpa Angela dan Delan selama setahun kebelakang ini dan mereka pikir itu semua karena wanita bernama Bella
" Berhentilah menangis."
" Bantu aku." ucapnya pilu
Bersama juga Jessy mereka memutuskan berkunjung kerumah Daddy Dean. Saat itu suasana rumah tampak sepi hanya ada Pevita dan Daddy Dean saja yang kebetulan sedang duduk diruang tamu. Keduanya tampak terkejut dengan kehadiran Angela bersmaa Jesy dan kedua orangtuanya
" Apa Daddy belum menemukan Delan?" tanya Angela
" Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Delan bisa kabur?" tanya mama Rose
" Delan tahu semuanya, dia tahu kita semua membohonginya." saut Dean
" Dia tahu darimana?" Daddy Dean menggelengkan kepala lagi, wajahnya diliputi kebingungan dan rasa sedih
" Daddy benar-benar pusing Angel, Delan bahkan tak pernah memakai semua kartunya sehingga sangat sulit mencari keberadaan Delan." saut Dean menyandarkan tubuhnya pada kepala sofa
" Delan tidak mungkinkan hidup tanpa uang. Lalu bagaimana dengan polisi?"
" Mereka bahkan memasukan Delan dalam pencarian orang hilang. Kami juga sudah mengimingi dengan uang 2 M tapi-" Daddy Dean benar-benar enggan, wajahnya tampak diliputi kesedihan yang mendalam atas kaburnya sang putra
Lalu pria paruh baya itu memanggil pelayan, kesedihan membuatnya lupa sampai tak menyuruh pelayan untuk menjamu sang besan." Dimana Mami?" tanya Angela
" Dia sedang beristirahat dikamar, sejak Delan pergi kesehatannya mulai menurun lagi." Angela tampak ikut sedih lalu melirik pada Pevita yang sejak tadi menampilkan wajah juteknya pada Angela
" Aku ingin melihat mammi." Dean mengangguk membuat Angela segera pergi menaiki lantai dua
Ia hendak meraih handle pintu namun suara Pevita membuatnya berhenti dan memutar tubuhnya." Bukankah semua ini tanggung jawab kak Angel?"
" Apa maksudmu?"
" Jika saja kak Angel tak menyuruh semua orang untuk berbohong, kak Delan tak akan kabur dari rum-"
__ADS_1
" Oh, jadi kau menyalahkanku? begitu?"
"Iya!" saut Pevita cepat
" Kau, sejak awal kau tahu kakakmu selingkuh dan itulah kesalahanmu Pevita! kau tahu kakakmu salah dan kau terus membelanya, menyembunyikan semua kesalahannya bukankah seharusnya kau bilang padaku atau pada kedua orangtuamu agar menyadarkan Delan? bukankah sejak awal kau yang salah?"
" Kenapa kau tidak menyadari kesalahanmu, kau hamil anak Alvin lalu kau pikir-"
" Dan kau percaya ucapan Delan? kau percaya ucapan pria yang sedang berselingkuh? Pevita, asal kau tahu, kau itu terlalu polos. Kakakmu berselingkuh, pria manapun akan membela dirinya saat sang istri muda tahu, pria akan terus mencari-cari kesalahan istrinya, karena apa? karena kakakmu itu seorang pengecut, pecundang, dia tidak mau kedua orangtuamu tahu bahwa dia itu seorang pengkhiana-"
Plak
Tamparan keras mendarat di pipi Angela
" Cukup! kakakku tidak serendah itu, aku yang paling tahu sifat kakakku!" Angela tertawa seperti orang gila
" Kalau kau merasa kakakmu itu adalah pria yang paling benar, lalu kenapa kau ikut berbohong hmm?" tanya Angela, ia melangkah lebih dekat dan mencengkram kedua pipi Pevita yang membungkam
" Kenapa kau ikut berbohong?" desak Angela membuat kedua mata Pevita berkaca-kaca
" Karena kau tidak mempercayai kakakmu, iyakan?" Angela menyeringai puas lalu menghempas pelan dagu runcing Pevita dan menghadang tubuh Pevita yang mematung untuk masuk kedalam kamar mertuanya
Angela kembali menampilkan wajah manisnya, ia duduk disampimg sang mertua wanita dan menggenggam satu tangannya." Apa kabarmu mam?" tanyanya dengan senyum manis, bagaimana pun wanita itu yang paling baik untuk Angela selama pernikahannya bersama Delan, wanita itu selalu membelanya, selalu menyayangi Angela dengan tulus
Tapi hari ini Angela melihat wajah lain dari sang ibu mertua, yaitu wajah yang tampak tak merasa bangga dan lembut seperti biasanya. Wanita itu benar-benar sedih dan tampak menyesali semuanya bahkan tak menjawab sapaan Angela. Wajahnya memucat, sebelah tangannya terpasang infus dan tubuhnya terlihat lemah
" Mam."
" Angel, sudah cukup untukmu Angel. Lepaskan Delan."
"Mam." Kedua mata Angela mulai berkaca-kaca
" Pergilah, dan cari kebahagiaanmu. Delan takkan pernah kembali kesisimu, mam menyayangiku Angel jadi pergilah .."
" Tidak mam .. aku tidak akan pergi. Aku tak hanya menyayangi putramu tapi aku juga menyayangimu."
" Bersama Delan atau tidak, Mam tetap akan menyayangimu!" Angela terus menggelengkan kepalanya dengan cairan bening berjatuhan, entah apa yang Angela pertahankan dengan rumah tangganya yang semu itu, semua orang benar-benar heran pada wanita yang punya harga diri tinggi itu
" Delan sudah tahu semuanya."
" Jadi maksud Mam, Mam dan Daddy akan setuju Delan bersama Bella? bersama pelacu* itu? bukankah Mammi sangat tahu Bella membawa pengaruh buruk untuk suamiku?"
" Tapi Mam juga seorang ibu Angel, Delan selama ini sangat tersiksa Mam tahu. Meskipun Bella seperti itu-"
" Kita cari solusinya bersama Mam? tapi bukan berarti Mam menyerah dan menerima wanita murahan itu bukan? lagipula, bukankah Bella sudah tidak ada?" Mammi Bulan menggelengkan kepala dengan airmata berjatuhan
" Delan satu-satunya putraku Angela, aku yang mengandungnya, aku melahirkannya tapi hanya karena wanita itu dia melupakan ibunya." Mammi Bulan semakin terisak dan itu membuat Angela bergerak memeluknya
" Aku bahkan tidak pernah melihat putraku bahagia." ucapnya sesegukan dan itu membuat Angela membatu, kedua tangan yang memeluk sang mertua pun perlahan melonggar
-
__ADS_1
-