Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Pergi bertiga


__ADS_3

🌹🌹🌹


Delan tersenyum saat keluar dari mobil hitam yang dikendaranya. Mobil yang sudah dua minggu ini menjadi kendaraan Delan yang juga sudah dua minggu ini pria itu bekerja bersama diperusahaan Erik. Tidak sulit untuk Delan sebenarnya mendapatkan pekerjaan, dengan otaknya dan pengalaman berbisnisnya tentu Erik akan memberikan posisi yang bukan sembarangan


Buktinya pria itu langsung diberi posisi sebagai manajer penjualan oleh Erik, ya meskipun Erik merasa itu tak sepadan dengan Delan yang notabennya seorang Ceo dulu. Selain itu juga Erik memberikan fasilitas pada Delan yaitu sebuah mobil kantor yang tak Erik berikan pada bawahannya yang lain, hanya Delan yang mendapat itu . Mungkin karena Erik sangat menghormati Delan meskipun kini pria itu tak memiliki apapun


Delan segera mendekat pada apa yang menjadi pujaannya yaitu Bella yang berdiri diambang pintu menunggunya bersama putri mereka, seperti kebiasaannya bayi selalu mengemut kepalan jemari kecilnya


Cup


Kecupan lembut mendarat dikening Bella seperti setiap harinya membuatnya tersenyum manis


" Uuuhh putriku." Ucap Delan seraya memangku Jeslyn dari Bella sementara Bella mengambil alih tas kerja ditangan suaminya sembari menggelayuti lengan Delan. Keduanya masuk kedalam, wajah mereka kian hari kian berseri, rasanya bahagia untuk Delan meskipun kini pria itu tak bergelimang barang-barang mewah, inilah yang selalu Delan impikan dalam pernikahannya. Saat ia lelah karena pekerjaan ada anak dan istri yang menyambutnya pulang, dan sungguh rasa lelah itu hilang seketika saat melihat senyuman Bella, wanita yang telah ia puja sejak lama. Mungkin disinilah Angela yang menjadi pelampiasan karena sejatinya perasaan Delan tak pernah berubah untuk Bella


" Emmmh Sayang." Tiba-tiba suara manja itu keluar dari bibir Bella. Delan terkekeh lucu lalu menggandeng Bella


" Kenapa hmm?" tanyanya tatkala lebih lembut


" Uangku habis." sautnya tampak malu-malu


" Semua kebutuhan juga habis, emmmh kebutuhan Jeslyn, kebutuhanku." Delan mengulum senyumnya, permintaan ini membuat Delan bahagia, yaa meskipun Delan sedikit pusing karena ia tak punya uang sebanyak itu. Ia hanya mengandalkan uang makannya selama dua minggu ini. Sebenarnya itu bukanlah uang makan yang seperti Delan pikir, itu pemberian Erik dan pria itu mengatasnamakan uang makan karena Erik tahu Delan akan menolak uang pemberiannya


" Baiklah, ayo kita beli apa yang kamu butuhkan." Saut Delan


" Kebutuhan kita." Gerutu Bella


" Iya, iya belilah apapun yang kamu mau?"


" Memangnya-"


" Uang makan perhariku cukup banyak sayang." Potong Delan membuat senyum Bella merekah


" Baiklah aku akan bersiap-siap." Ucapnya sambil melepaskan diri dan berlari menuju kamar mereka, terlihat sangat senang dimata Delan, ia sampai tertawa melihat tingkah istrinya


Nyamnyamnyam mamama


Delan kembali dibuat tertawa dengan celotehan putri kecilnya. Segera ia angkat Jeslyn keatas hingga bayi itu cekikikan." Emmmmh kesayangan Papa huh, kamu sekarang sudah biasa apa? apa sudah benar-benar bisa berdiri." Ucap Delan pada Jeslyn lalu mencium pipi bakpau itu dan membawa Jeslyn kekamar


Setelah mandi dan berpakaian rapi keduanya keluar rumah, saling bergandengan dengan Jeslyn yang Delan gendong menggunakan baby warp didadanya, bayi itu seperti anak kangguru yang dalam kantung ibunya. Kemudian mereka masuk kedalam mobil, Bella yang mengemudikan mobil itu seperti keinginannya karena melihat Delan tampak riweh, maklum Jeslyn sedang aktif-aktifnya, kedua tangannya tak diam selalu meraih apapun didepan matanya


Tak sampai 1 jam keduanya kini telah sampai disebuah pusat perbelanjaan terlengkap dipulau Jeju. Bella tampak senang, ini pertama kalinya mereka bersama dikhalayak umum, tak perlu sembunyi-sembunyi lagi seperti dulu bahkan genggaman tangannya sampai menguat pada lengan Delan yang ia gelayuti


Sementara Delan hanya tersenyum memperhatikan gerak-gerik Bella, kepala wanita itu tak diam terus mengedar memperhatikan apa yang menarik untuknya." Belilah, jangan hanya melihatnya." Perintah Delan


" Delan, itu pasti sangat mahal." Saut Bella mengadah menatap suaminya


" Tidak apa-apa, belilah, uangku masih cukup sayang untuk membelikanmu dan Jeslyn pakaian baru" Saut Delan berbisik lalu menarik Bella menuju sebuah toko pakaian wanita, sejak tadi Delan tahu pandangan Bella menuju kesana

__ADS_1


" Selamat siang, apa yang bisa saya bantu." Sapa seorang pelayang wanita pada keduanya


" Pakaian itu yang ada dimanekin." Tunjuk Delan pada sebuah dress hitam berenda didaerah dadanya


" Bella itu yang kamu mau?" tanya Delan


Bella hanya mengangguk, tampak malu-malu kucing membuat Delan tersenyum lalu mengusap puncak kepalanya


Dan pelayan itu melakukan perintah Delan mengambil yang ada dimanekin, setelahnya kembali pada Delan dan Bella


" Cobalah." Perintah Delan


" Bella." Perintah Delan lagi karena Bella hanya diam, wanita itu terpaku saat melihat harganya. Ia merasa kasihan pada suaminya karena kini pria itu bukan lagi pria yang banyak uang seperti dulu. Mereka harus menghemat untuk masa depan Jeslyn


" Emmmh tidak, aku berubah pikiran." Saut Bella


" Bukankah kamu sangat menginginkannya?"


" Tidak Delan, kebutuhan kita lebih banyak daripada pakaian ini. Nanti saja jika banyak sisanya." Saut Bella sambil menarik lengan Delan menjauhi toko membuat Delan menghela nafasnya, Bella membuatnya malu kali ini sampai-sampai pelayan itu terlihat kesal karena berpikir mereka mempermainkannya


Diikuti Delan yang kedua tangannya asyik memainkan kedua jemari Jeslyn, Bella menuju tempat makanan dan kebutuhan pokok untuk dapur. Mengenai Jeslyn, bayi itu hanya celingukan kesana kemari, mungkin merasa asing dengan tempat ramai


Keadaan ini membuat Delan senang, merasa luar biasa, ini pertama kalinya ia berbelanja kebutuhan dapur. Jika dulu saat bersama Angela, Delan tak pernah melakukannya. Wanita itu mana mau menyentuh bahan-bahan makanan seperti Bella. Yang dipikirkan wanita itu hanya belanja barang-barang mewah


" Delan." Panggil Bella


" Kamu mau makan apa nanti malam?"


" Apapun Bella, aku akan memakannya."


" Kalau begitu bagaimana dengan steak wagyu?" Delan mengangguk dengan senyum dibibirnya


" Tidak apa-apakan sedikit mahal?"


" Kenapa selalu membahasnya, sayang uangku cukup. Sungguh." Padahal sebenarnya Delan tak tahu uang makannya sebanyak apa, ia tak terlalu hafal mata uang won


" Baiklah, kita makan mahal hari ini." Saut Bella


Troli itu mulai dipenuhi Bella dengan kebutuhan dapur serta makanan cemilan untuk Jeslyn. Delan hanya ikut dan memperhatikan dengan pikiran berlalu lalang, cukup apa tidak uang dengan uang yang berada didompetnya. Tapi Delan juga tak mau mengecewakan Delan, istrinya terlihat sangat senang


Saat dikasir Delan tampak sedikit gelisah, wajah pria itu memucat memperhatikan setiap angka nol yang kian bertambah didepan matanya. Delan meneguk ludahnya susah payah, uang memang sangat berpengaruh dalam kehidupan. Dengan keringat merenung didahi ia mengambil dompetnya dan mengeluarkan semua lembar uang dalam dompetnya


" Tuan, ini terlalu banyak." Ucap pelayan itu mengembalikan lagi lima lembar uang pada Delan membuatnya menghela nafas dan senyum-senyum sendiri yang Bella pikir Delan tersenyum pada pelayan disana


Lalu Delan menoleh pada Bella, wajah itu merenggut dengan pandangan tajam pada kasir wanita didepan Delan


" Bella." Panggil Delan karena wanita itu malah diam

__ADS_1


" Bell .." Tanpa melihat Delan, Bella berjingkat pergi meninggalkan Delan yang riweh dengan dua kantung besar dikedua tangannya, belum lagi Jeslyn yang didadanya. Untuk saja kini bayi itu hanya diam tak aktif seperti biasanya


" Sayang." Panggil Delan setengah berteriak namun Bella tak memperdulikan Delan, wanita itu berjalan tergesa-gesa menuju keluar


" Jeslyn, ada apa dengan mamamu." Gerutu Delan lalu mengikuti Bella


Namun saat akan dekat sesuatu menarik perhatian Delan hingga pria itu berhenti dan tak mengejar Bella


Sementara Bella benar-benar kesal, ia cemburu dengan suaminya yang senyum-senyum pada wanita lain


" Benar-benar mengesalkan, lihat saja nanti malam aku tidak akan memberikannya." Gerutu Bella mengepalkan kedua tangannya didada. Ia berhenti saat tiba dibasement dan didepan sebuah mobil hitam


" Kemana dia? bukannya mengejarku. Tidak, apa jangan-jangan." Bella menggelengkan kepalanya, baru seperti ini saja Bella sudah cemburu, sejenak ia memikirkan Angela, bagaimana perasaan Angela dulu saat tahu Bella mengandung anak Delan. Mungkin wanita itu sangat marah, lebih cemburu dari apa yang Bella rasakan


" Mungkin itu sebabnya Angela berbohong." Gumam Bella melipat kedua tangannya didada


Tak berselang lama sang pria tampak terlihat, sangkat ringkih dengan dua plastik belanjaan Bella. Bella hanya diam dengan wajah cemberutnya lagi tanpa berniat membantu Delan, rasanya sangat kesal bagi Bella, ia terlalu takut kehilangan Delan dan kebahagiaan mereka


Delan hanya tersenyum, ia sangat tidak tahu kenapa Bella seperti ini. Delan tak menyapa Bella hanya berputar menuju bakasi mobil, meletakan semua kantung-kantung kresek besar yang menggantung dikedua tangannya. Kemudian mendekati Bella dan langsung menyentuh kedua bahunya


" Kenapa hmm?" tanyanya lembut namun Bella malah memalingkan wajah


" Bella." Panggil Delan menarik dagu runcing itu, ia menatap Bella yang menampilkan wajah muramnya


" Aku mau pulang." Saut Bella. Delan tersenyum lagi lalu mengangguk. Ia membuka pintu mobil untuk Bella membuat wanita itu masuk kedalam


Hal itu menjadi pandangan seseorang yang mengintip keduanya dibalik tembok. Mengepalkan kedua tangannya dengan pandangan kedua mata menyala


" Brengsek, sampah." Gumamnya mengumpat lalu berniat mendekati mobil yang hanya beberapa meter darinya


Namun, belum juga dua langkah seseorang menariknya lagi dan berkata." Hentikan, Angela. Jangan mengganggu mereka."


" Hentikan, bagaimana bisa? itu suamiku." Bentak Angela


" Delan juga suami Bella." Sautnya membuat Angela jengah dan menarik nafasnya dalam


" Kalian sama saja, sejak dulu kalian memang terlihat tak menyukaiku!" gerutu Angela lalu meninggalkan keduanya dengan wajah kesal


" Bagaimana bisa wanita itu tahu aku menemukan Delan?" Tanya pria itu pada Erik, yaitu Bryan


" Mungkin dia mengikutimu Tuan." Saut Erik sambil memandangi mobil Delan yang kian menjauhi basement


-


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2