
Suara kicauan burung membangunkan Bella dari tidur panjangnya bersama Delan. Pelan-pelan ia membuka mata
" Morning." Sapaan itu membuat bibir Bella tersenyum begitu manis, setiap hari semenjak mereka kembali, pagi manis nan romantis Bella rasakan
Cup
Rasanya Bella tidak mau melewatkan hal manis ini sedetikpun, kecupan hangat dan dalam itu begitu terasa dikeningnya
" Tidurmu nyenyak sayang?" Tanya Delan seraya merapihkan rambut Bella. Pria itu telah bangun lebih dulu dari Bella, sedang berbaring menyamping menatapi sang istri entah sejak kapan
Bella hanya mengangguk tanpa memudarkan senyuman manisnya
" Jeslyn sudah bangun?" Tanya Bella
" Aku belum melihatnya."
" Delan, ayah macam apa kamu?" Delan terkekeh mencubit pelan pipi Bella
" Aku terlalu terkesima dengan kecantikanmu sayang."
" Gombal terus!" Gerutu Bella bangkit bangun
" Jangan kemana-mana dulu." Gerutu Delan mencubit pelan pinggang Bella
" Aku harus melihat Jeslyn."
" Dia tidak menangis, kalaupun iya mungkin Aunty sudah menggedor pintu kamar kita." Bella menoleh kebelakang yang mana lengannya langsung ditarik Delan sehingga berbaring lagi. Delan langsung meninndih tubuh itu mengurung dengan kedua tangannya
" Mau apa?" Tanya Bella namun pria itu malah tersenyum misterius
" Ingat kita sedang berada dimana!" Tegur Bella menaikan jari telunjuknya
" Tidak ada perjanjian seeperti itu." Saut Delan dengan seringai nakalnya
" Tidak, tidak, pokonya tidak!" Tolak Bella mencoba mendorong tubuh suaminya
" Tapi aku iya!"
" Delan please!"
" Emmmmh." Delan memelaskan wajahnya, bagai kucing rumahan minta makan pada sang majikan
" Nanti saja malam." Gerutu Bella, Delan tersenyum senang
" Janji?"
Bella mengangguk cepat
" Awas saja kalau tidur hmm?"
" Iya sayang, ayo cepat turun." Delan tersenyum kemudian turun dari tubuh Bella, membiarkan wanita itu pergi menuju kamar mandi
Untuk beberapa saat Delan terdiam sampai ia memikirkan sesuatu barulah menyusul Bella kedalam kamar mandi. Bella terlalu bodoh tak mengunci pintu kamar mandi sehingga Delan memperhatikan lekuk tubuhnya yang sedang dibawah guyuran shower
" Aaahhh." Bella menjerit ketika tiba-tiba dipeluk Delan dari belakang, dapat Bella rasakan sesuatu mengganjal di bokong atasnya
" Sayang." Gerutu Bella
" Sebentar saja Bella, kenapa kamu pelit sekali." Balas Delan menggerutu seraya menyusupkan wajahnya keleher Bella
__ADS_1
Dan yang tidak diinginkan Bella itu terjadi juga. Suara erotis memenuhi kamar mandi itu selama hampir satu jam. Delan bergegas melepaskan dirinya dari Bella ketika diambang puncak, cepat-cepat juga ia meraih jemari Bella dan ia tuntun untuk mengelus juniornya dengan gerakan cepat
" Aaahh." Begitulah suara Delan yang terdengar jelas ditelinga Bella disertai nafas memburu ketika kecebong-kecebong itu menyembur disekitar paha atas Bella
Delan mencium lembut pipi Bella dan tersenyum lebar." Terima kasih sayang, aku sangat puas, kamu ni!kmat sekali." Ucap Delan lalu bangkit dari tubuh Bella sembari membantu Bella yang terlihat lemas untuk berdiri dari lantai
Delan senyum-senyum sendiri berbeda dengan Bella yang tampak kesal. Wanita itu dibuat kesal karena Delan yang selalu lama saat sedang menggaulinya. Delan mengguyur tubuhnya dibawah shower membersihkan dirinya dari sisa-sisa percintaan mereka. Sementara Bella hanya diam menunggu Delan selesai, jika berdua dan berdekatan ia takut suaminya akan menerkamnya lagi
Delan terkikik sendiri menyadari itu, ia mematikan air lalu ia meraih bathrod dan membungkus seluruh tubuhnya. Delan mendekati Bella, tangannya spontan mencubit pelan perut Bella yang ternoda oleh beberapa kissmark dirinya. Bella mendelik sebal sambil menepis jemari nakal Delan membuat pria itu terbahak kencang
" Galak sekali." Ledeknya disela tawa lalu keluar meninggalkan Bella
Pukul 09:00, keduanya baru turun dari lantai tiga. Bella merasa sangat malu ketika melihat Jeslyn sudah rapi, sudah dimandikan oleh Jiana. Bayi itu terus cekikikan diasuh Chelsea dan Jiana diruang keluarga
Tapi saat melihat Bella, bayi mungil itu berteriak kencang dan melengking membuat semua orang tertawa tak terkecuali Delan. Pria itu bergegas menarik Bella duduk disofa dan mengambil alih Jeslyn, melihat Bella dan Delan, Jeslyn sangat riang. Bayi itu juga sudah hafal menarik-narik baju Bella disekitar dada. Bella segera memberikan asinya untuk Jeslyn, bayi itu tampak kehausan sehingga sesapannya sangat kuat
" Padahal dia sudah makan." Ucap Jiana
" Sebentar lagi pasti tidur." Saut Delan seraya mengelus kening Jeslyn
" Oh iya Aunty, bolehkah aku menitip Jeslyn sebentar?"
" Memangnya kalian mau kemana?"
" Aku dan Bella ada urusan sebentar, tak akan sampai dua jam."
" Tentu saja jangan khawatir, ada Chelsea juga yang setia mengasuh Jeslyn." Saut Jiana seraya menggandeng Chelsea yang lucunya giginya saat ini sedang ompong
" Chelsea, jangan buat Jeslyn menangis ok?"
" Chelsea kan sayang Jeslyn, mana mungkin membuatnya menangis." Elaknya membuat Delan tersenyum dan mengacungkan jempol pada Chelsea
" Memangnya kamu, selalu membuat anak kita menangis." Gerutu Bella mendelik sebal, kali ini Delan tertawa sambil memiringkan wajahnya menatap Bella hingga kedua matanya menyipit karena terus tertawa, Jiana tersenyum senang melihat keponakannya itu, pasalnya Delan adalah orang yang jarang sekali tertawa tapi didekat wanita pujaannya pria itu sering sekali tertawa dan tersenyum
Setengah jam perjalanan mereka tiba. Keduanya terdiam sesaat menatap gedung kantor Milan yang kini telah berubah, menjadi bangunan yang lebih tinggi dan besar dari sebelumnya. Satu tahun tak mendengar kabar Milan, keduanya tentu terkejut dengan pencapaian secepat ini
Delan tak menyiakan waktu, ia menuntun Bella keluar dari mobil. Awalnya istrinya tampak ragu namun diyakinkan Delan bahwa wanita itu tak perlu takut. Keduanya langsung menuju lobi dan meja reseptionis
" Ada yang bisa kami bantu?"
" Saya ingin bertemu Milan." Saut Delan
" Apa anda sudah membuat janji?"
Delan dan Bella terdiam, keduanya saling melirik karena nampak dari mereka semua tak mengenali Bella sama sekali." Apa kalian karyawan baru?" Tanya Delan
" Kami karyawan lama dari cabang perusahaan di Beijing."
" Pantas saja tidak ada yang mengenalimu sayang." Bisik Delan
" Biarkan saya bertemu Milan, beritahu dia, ada tamu yang bernama Delan dan Bella."
" Mohon maaf, tapi Tuan Milan sedang tidak ada ditempat saat ini."
" Kalian berbohong? mau saya melakukan hal nekad yang akan merugikan kalian. Atau begini saja, panggil Milan kemari!" Bentak Delan membuat Bella terkejut sampai memegang lengannya yang berotot
" Maaf Pak, tapi Pak Milan memang sedang tidak ada ditempat untuk sekarang. Baru tadi pagi dia pergi."
" Pergi kemana?"
__ADS_1
" Maaf itu hal yang pribadi, saya tidak bisa memberitahu anda." Saut yang berdebat bersama Delan
Delan terdiam sejenak begitupun Bella, lalu pria itu menggandeng Bella kembali keluar dari perusahaan Delan." Kemana dia?" Guman Delan masih terdengar jelas
" Mungkin dia sangat sibuk sayang." Saut Bella
" Kamu benar, tapi .."
" Besok kita kembali." Saut Bella memotong ucapan Delan
" Aku hanya penasaran Bella, apa dia menyesali perbuatannya?" Ucap Delan sembari menggandeng Bella
" Apa mau aku menghubungi Aulia?"
" Kamu masih punya nomer Aulia?"Bella mengangguk cepat lalu mengambil ponselnya yang berada ditas kecil
Untuk beberapa saat ia dan Delan menunggu sampai panggilan itu diangkat Aulia
" Hallo, Bella?"
" Hallo Ul apa kabarmu?"
" Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?"
" I'm fine." Saut Bella lalu melirik Delan yang setia menunggunya
" Ul, aku sedang dikantor pak Milan tapi dia tidak ada ditempat. Kamu tahu dia pergi kemana?"
" Pak Milan ke Paris menemui orangtuanya tadi pagi baru berangkat." Saut Aulia
" Bella bukannya kamu tidak mau menemuinya lagi?" Tanya Aulia karena Bella malah diam
" Delan yang mau menemuinya."
" Kamu kembali padanya?" Bella tersenyum
" Jeslyn butuh papanya." saut Bella
" Baiklah Ul, aku akan menghubungimu lagi, aku merindukanmu nanti kita bertemu."
" Iya Bella, aku juga. Jaga dirimu baik-baik. Salam untuk Pak Delan." Bella tersenyum lalu mematikan panggilan itu
" Kamu tidak bilang kamu masih berhubungan dengan Aulia." Bella mengelus lengan Delan dengan jemarinya
" Aulia selama ini banyak membantuku." Delan mengusap dahi Bella yang berkeringat
" Dia tahu kemana Milan?"
" Dia bilang Milan pergi ke Paris, menemui orangtuanya."
" Orangtua?"
Bella mengangguk cepat
" Setahuku orangtua Milan berada di Kanada bukan di Paris." saut Delan menatap Bella yang juga menatapnya
" Tapi Aulia bilang dia Paris." Delan mengedarkan pandangannya ke sembarang arah dengan dahi berkerut
" Paris?" Gumamnya
__ADS_1
-
-