Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Mami dan Angela berbohong


__ADS_3

🌹🌹🌹


Delan menghela nafasnya saat pesawat yang ia tumpangi tiba di bandara. Delan merasa tak tega meninggalkan Bella dimalam special mereka tapi mau bagaimana lagi Delan tak mungkin mengabaikan Angela, wanita itu masih istrinya juga Delan masih mencintai Angela meskipun wanita itu telah melukai hatinya


Delan kembali memakai mobilnya yang sudah berhari-hari terparkir diparkiran bandara. Delan segera melajukan mobil itu menuju rumah sang ibu yang hanya 40 menit dari sana. Saat tiba Delan segera keluar dan mengambil koper hitamnya dibagasi. Pria itu masuk tergesa-gesa kedalam rumah sang ibu dengan menggeret kopernya


Tapi langkah Delan tiba-tiba memelan saat mendengar suara tawa renyah dari dalam rumah. Ia masuk kedalam dan ruang tamu itu dipenuhi orang yang sedang tertawa, tampak bahagia tidak seperti yang Delan dengar dari ponselnya malam kemarin


" Nah ini dia calon ayah baru datang." ucap sang Ayah mertua Delan. Delan hanya terdiam dengan wajah marah pada sang ibu dan Angela yang tersenyum senang mendekatinya


" Sayang .. " panggil Angela lalu menarik Delan yang mematung menuju ruang tamu


" Kamu baik-baik saja, bukankah kamu kecelakaan?" seketika ruangan itu kembali dengan gelak tawa


" Ini akibatnya karena kamu gila kerja. Mami dan Angel berbohong agar kamu cepat pulang." Delan mengepalkan kedua tangannya geram, ia akan membuka mulutnya dan hendak marah


" Sayang .. aku hamil .. " teriak Angela senang berhambur memeluk Delan dan tanpa malu mengujani bibir Delan dengan ciuman didepan semua orang


" Ha .. mil?" tanya Delan dengan wajah tak percaya


" Iya, aku hamil, kita sebentar lagi menjadi Daddy dan Mammi." seketika itu wajah yang marah itu berubah menjadi wajah senang. Delan memeluk Angela dengan kedua mata berkaca


" Ini sungguh nyata kan?"


" Iya Delan, aku hamil .. kita akan menjadi orangtua." mendengar suara serak Delan, Angela pun menjadi sedih. Keduanya saling memeluk erat dan bersyukur atas keajaiban yang terjadi pada rumah tangga mereka


Delan mengurai pelukannya dan menghujani wajah Angela dengan kecupan lembut. Terlihat sekali dimata semua orang bahwa Delan sangat menyayangi Angela." Aku sangat senang, terima kasih sayang. " ucap Delan, dalam sekejap Delan melupakan penghianatan istrinya, pria itu seolah tak punya hati dan tak punya rasa sakit. Bagi Delan ini berita yang sangat bahagia karena selama dua tahun ia dan Angela menanti kehadiran buah hati ditengah-tengah mereka


" Angel ajak suamimu kekamarnya, Delan terlihat lelah." perintah sang ibu yaitu mertua perempuan Delan


" Iya mam." saut Angel lalu menarik Delan menuju lamtai dua dimana kamar Delan berada disana. Delan masih tak percaya ia akan menjadi seorang ayah, ia kembali memeluk Angela saat tiba dikamar mereka. " Sayang kamu sangat bahagia?" tanya Angela balas memeluk Delan


" Aku sangat bahagia, terima kasih sayang. Mulai sekarang aku akan menjagamu, aku akan membatasi pekerjaanku dan sering dirumah."


" Itu yang kuinginkan Delan." Angela mengurai pelukannya lalu menangkup wajah Delan. Wanita itu berjingjrit untuk mencium bibir Delan, memagutnya dengan begitu lembut membuat Delan terhanyut dan membalasnya

__ADS_1


" Aku sangat merindukanmu, sentuhanmu." Kali ini Delan tampak mematung dan ia terkejut saat Angela mendorongnya menuju ranjang


" Angel." panggil Delan


" Kenapa?" tanya Angela merangkak naik ketubuh Delan


" Aku lelah." Angela menghela nafasnya dan wajah itu mendadak cemberut. Angela turun dan duduk diatas ranjang melipat kedua tangannya didada


" Kamu selalu dingin, bagaimana anakku nantinya bila kamu sedingin ini."


" Angel." Delan beringus bangun dan hendak memeluk Angel tapi segera didorong wanita itu


" Delan .. seorang istri itu bukan hanya pajangan dirumah, bukan hanya nafkah lahirnya saja yang kamu penuhi tapi batinnya juga. Kamu selalu dingin, kamu tertutup. Selama ini aku bahkan tak tahu apapun tentangmu. Kita menikah tapi kamu selalu pergi meninggalkanku." Angela mulai menangis mengeluarkan keluhannya terhadap sikap Delan selama ini membuat Delan menghela nafasnya panjang, ini yang paling tidak Delan sukai dari Angela, wanita itu pemaksa dan tak pernah mau mengerti Delan


Meskipun tak bernafsu akhirnya Delan menarik dagu Angela hingga tangisan itu berhenti. Delan mencium bibir Angela, memagutnya lembut dengan tangan melepaskan kancing kemeja navi wanita itu. Angela tampak senang, wanita itu menangkup wajah Delan dan menyeruakan lidahnya masuk kedalam mulut Delan


Delan mendorong tubuh itu terlentang setelah melepaskan semuanya pada Angela. Tapi Delan hanya menurunkan resleting celananya dan memulai pergumulan itu sambil membayangkan Bella membuatnya sedikit bernafsu hingga Angela merintih tanpa henti


Angela tersenyum, malam ini ia merasa puas dengan permainan Delan yang lebih lama dari biasanya bahkan lebih lama membuat Angela sedikit lelah lalu membalikan tubuh menghadap Delan yang terlentang." Sayang kamu hebat malam ini." puji Angela mengusap dada Delan yang berkeringat


Angela beringus mengambil cetakan usg diatas meja nakas, memberikannya pada Delan lalu kembali memeluk Delan. Pria itu tersenyum memandangi titik kecil dalam cetakan usg


" Dokter bilang dia baru 6 minggu." seketika itu juga senyuman Delan memudar, tatapan itu menajam pada cetakan usg, ingin sekali merobeknya hingga berkeping


" Dia masih terlalu kecil bukan." Angela benar-benar menganggap Delan bodoh, bahkan Delan masih ingat dengan jelas kapan ia dan Angela berhubungan badan, itu tiga minggu yang lalu. Dan sebulan kebelakang, Delan masih berada di Belanda sibuk dengan pekerjaannya hingga mengharuskan Delan berada disana hampir dua lamanya sehingga ia dan Angela tak saling menyentuh dalam waktu tiga bulan. Lalu bagaimana bisa wanita itu mengandung bayinya?


Rasa kecewa itu bertambah parah, detik ini juga rasa cinta itu berubah menjadi rasa benci. Bahkan Delan akan merubah sikapnya, Delan akan kembali pada Angela dan meninggalkan Bella lagi, bila perlu ia akan membatalkan kerjasamanya dengan Milan agar tak bertemu Bella lagi. Delan juga akan lebih sering dirumah dan membatasi pekerjaannya diluar negri. Delan sangat menginginkan bayi didalam pernikahan mereka tapi Angela begitu jahat, wanita itu malah hamil anak pria lain, wanita itu sengaja menghianatinya dan Delan sangat yakin bayi itu adalah bayi Alvin supir mereka


Delan ingin sekali mencekik Angela hingga wanita itu berhenti bernafas, tapi Delan tak mau membuat kedua orangtuanya kecewa. Delan akan diam dan merencanakan semuanya secara perlahan. Tatapan Delan tak henti menajam pada cetakan hasil usg itu, tangannya membelai lembut rambut Angela yang tergerai indah. Tentu ia harus bermain cantik bukan untuk menyingkirkan Angela dan Alvin tanpa mengotori tangannya?


Saat mendengar nafas teratur Angela Delan segera mengambil ponselnya. Sambil melepaskan diri dari Angela Delan menghubungi Bella, ia menaikan resleting kembali lalu keluar dari kamar


" Delan, kamu baik-baik saja?" suara Bella terdengar khawatir disebrang sana


" Aku tiba dengan selamat, Bella apa kamu masih menangis?" tanya Delan seraya membuka pintu ruang olahraga dan masuk kedalam

__ADS_1


" Aku akan menangis lagi jika kamu tidak kembali."


" Aku akan kembali." saut Delan cepat


" Bagaimana kalau kita pergi honeymoon?"tanya Delan


" Aku mau honeymoon yang sangat romantis."


" Katakan kamu mau pergi kemana?"


" Maldives."


" Ah tidak jangan."


" Kenapa?"


" Banyak tempat yang romantis selain Madives."


" Kemana? aku tidak tahu." Delan tersenyum lalu membaringkan tubuhnya diatas ring tinju tempat ia dan sang ayah biasanya menghabiskan waktu untuk mengadu tinju mereka


" Kamu tahu pulau Jeju?"


" Korea selatan?"


" Ya, kudengar disana sangat indah dan romantis."


" Baiklah." sautnya terdengar senang ditelinga Delan


" Kalau begitu selamat tidur hmm, kita bertemu dua minggu lagi." ucap Delan


" I love you Delan .. " suara itu kembali membuat Delan tersenyum namun tak membalasnya. Delan mematikan panggilan Bella dan menatap langit-langit ruangan itu. Delan tak perlu khawatir bukan? ia mempunyai Bella, wanita itu akan setia dan selalu ada untuknya. Bella tak akan menghianatinya seperti Angela, wanita itu sangat mencintai dan memuja Delan. Bella juga penurut dan selalu memberikan apa yang Delan inginkan. Ya .. Delan punya Bella, ia tak perlu khawatir akan kekuranga cinta karena Bella akan selalu memberikan cintanya untuk Delan


'


-

__ADS_1


__ADS_2