
🌹🌹🌹
-
Delan segera berguling kesamping melepaskan penyatuannya dan Bella. Menatap langit-langit kamar dengan jemari tak henti mnegusap puncak kepala Bella." Bella kamu mengutukku ya?" pertanyaan itu membuat Bella beringus bangun mendekat, Bella meletakan kepalanya dibahu Delan dengan tangan hinggap didada Delan yang berkeringat
" Aku tidak mungkin melakukan itu, aku selalu mendoakan kesuksesan dan kesehatanmu. Kenapa bicara seperti itu?" gerutu Bella mengerucutkan bibirnya. Delan tak menjawab, ia hanya tersenyum dan mengecup puncak kepala Bella. Keduanya terdiam hingga kamar yang tadinya dipenuhi suara erotis itu kini hening tanpa suara, hanya nafas keduanya saja yang terdengar
Tak lama Delan menarik selimut saat udara malam ini kian dingin. Ia menyelimuti tubuhnya dan Bella lalu menarik wanita itu kedalam pelukan untuk memberinya kehangatan dengan jemari tak henti mengusap rambut Bella yang tergerai panjang. Bella tak memudarkan senyumnya, berduaan dalam kehangatan seperti ini membuat Bella senang dan merasa aman
Setelah lama sama-sama terdiam, Delan mencoba meraih tas Bella dan mengambil ponselnya. Delan yang berpikir Bella sudah tidur menghidupkan ponsel itu. Dapat terlihat dengan jelas dilayar ponselnya puluhan pesan dari Angela, sang istri pertama. Delan hanya membacanya satu persatu tak berniat membalasnya sampai tiba-tiba ponsel itu berbunyi membangunkan Bella namun Bella tak bergeming tetap nyaman dalam pelukan Delan
Delan tak berniat menjawab panggilan itu, ia hanya membiarkan Angela menghubunginya berkali-kali dengan wajah dingin pada layar ponsel." Angkatlah berisik sekali." Bella tiba-tiba membuka suara membuat Delan sedikit terkejut
Akhirnya Delan menuruti Bella, ia mengangkat panggilan itu. " Sayang kamu kemana saja sih." suara nyaring itu terdengar ditelinga Bella. Ia memejamkan mata, baru mendengar hal seperti itu saja Bella sudah mulai cemburu
" Aku benar-benar sibuk Angel." saut Delan
" Setidaknya berilah aku kabar, aku menunggumu seharian ini." gerutu Angela disebrang yang mana membuat hati kecil Bella merasa bersalah pada istri pertama Delan. Bella merasa jadi wanita yang sangat jahat saat ini karena malah mengeratkan pelukannya pada Delan
" Maaf aku benar- benar sibuk!"
" Sayang apa kamu sudah makan?"
" Disini sudah malam, aku baru saja mau tidur."
" Delan jangan terlalu lelah jagalah kesehatanmu. Sayang aku merindukanmu .. " ucapan terakhir Angela kian membuat Bella dirundung rasa bersalah tapi Bella juga tak mungkin melepaskan Delan bukan?. Delan segera mematikan ponsel itu dan melemparnya kesembarang tempat, ia menarik dagu Bella agar menengadah dan menatapnya
" Bella aku benar-benar menikmati malam ini." ucap Delan menatap lekat, meskipun riasan itu telah hancur karenanya namun wajah itu tetap saja cantik dimata Delan
__ADS_1
" Apa kamu puas?" goda Bella dengan senyum manis
" Belum." Saut Delan dengan bibir menyeringai, Bella tertawa dan tawa itu berhenti saat Delan kembali mendaratkan bibirnya. Delan bergerak kembali mengukung Bella dibawahnya, bergumul kembali namun kali ini didalam selimut sehingga keringat mereka benar-benar bercucuran
" Ahh ahh ahhh ahh uhmmmm .. " suara Bella kembali menggema
" Ya Bella keluarkan semua suaramu." bisik Delan parau
" Ouuuuuquh yes Bella .. " erang Delan dengan bibir menganga. Bella mulai pintar, wanita itu merengkuh Delan dan melingkarkan kedua kakinya dipinggang Delan, menekan tubuh suaminya agar kian dalam menyatu dengannya
Dan jeritan panjang Bella menghentikan olahraga panjang malam ini. Tubuh keduanya terkulai lemas dan masih saling menempel sempurna. Bella tak berdaya setelah puluhan kali mencapai klimak* karena durasi yang lebih lama dari sebelumnya
" Tidurlah." bisik Delan mengangkat tubuhnya dan berguling kesamping sambil merengkuh tubuh Bella, membawanya kembali dalam tubuhnya yang bercucuran keringat
" I love you Delan, goodnight!" ucap Bella lalu benar-benar memejamkan matanya
Delan masih membuka matanya, mendadak bibirnya tersenyum penuh. Bella membuatnya puas malam ini, Delan sangat menikmati persetubuhannya kali ini. Delan tak mengerti kenapa Bella begitu berbeda dengan Angela, wanita dipelukannya ini benar-benar membuatnya puas dan ketagihan untuk menikmati tubuhnya
" Bella .. Isyabella .. " gumam Delan mengurai pelukannya, ia menarik dagu Bella, wanita itu sudah tak berdaya dan tertidur pulas. Delan memberikan kecupan dalamnya pada Bella sebelum ia menyusul Bella untuk tidur
🌹🌹
Suara kicauan burung dan suara debur ombak membangunkan Bella dati tidur panjangnya. Bella menggeliyatkan tubuhnya yang terasa remuk dengan bibir tersenyum lebar. Pagi ini terasa berbeda untuk Bella, ia bahagia berada dipelukan Delan hingga semalaman penuh, karena pria itu tak menjauhkan bahkan melepaskan Bella sedetikpun
Meskipun beberapa bagian tubuhnya masih terasa sakit, Bella mencoba untuk bangun. Ia duduk dengan pandangan mengedar keluar pada balkon saat itu hari terlihat sudah sangat siang. Lalu Bella mencoba turun dari ranjang namun tiba-tiba kedua tangan Delan melingkar diperutnya dan benda hangat nan kenyal itu Bella rasakan menyentuh pinggangnya. " Mau kemana hmm?" suara itu kian melebarkan senyuman Bella. Ia segera menoleh kebelakang pada Delan yang asyik menciumi pinggangnya. Bella membelai rambut yang awut-awutan itu penuh kasih sayang
" Ini sudah siang sayang. " saut Bella lembut, panggilan itu membuat bibir Delan tersenyum
" Kita sedang liburan, tidak akan bekerja." Bella tampak memikirkan ucapan Delan lalu membungkuk untuk mencium kening Delan. Delan merasa senang, istri keduanya ini teramat lembut dan sangat perhatian padanya, Delan merasa disayang. Jika rasa cintanya tak diragukan lagi, wanita itu tergila-gila pada Delan hingga mau diduakan olehnya
__ADS_1
" Aku akan membuatkan sarapan untukmu."
" Hey .. " Delan tampak tak suka dengan ucapan itu, ia beringus duduk
" Siapa yang mengijinkanmu, kita sedang honeymoon. Dibawah ada seorang pelayan, jangan merepotkan diri sendiri."
" Tapi aku ingin memasak untuk suamiku." Delan mencubit pipi itu dengan gemas lalu memberi kecupan lembutnya
" Lain kali saja." saut Delan
" Lalu apa yang harus kulakukan, apa aku harus tidur lagi?" Delan tersenyum penuh arti dan semakin mendekatkan tubuhnya pada Bella. Ia mencium telinga wanita itu membuat aliran darah Bella berdesir lagi
" Bercinta, itu tujuan kita datang kemari." bisik Delan. Bella tertawa sembari menoleh pada Delan. Bibir itu langsung diserbu Delan dengan rakus
Pria itu kembali mendorong Bella terlentang dikasur dan membuka kedua paha Bella hingga kewanitaan itu terlihat jelas dimata Delan, entah kenapa Delan sangat suka melihatnya berbeda dengan Bella yang sangat malu
" Morning sek*. " bisik Delan nakal lalu membelai daging lembut itu dengan ibu jarinya. Bella mengigit bibir bawahnya, ia mulai tak tahan dengan sentuhan sang suami
" Emmmh .. " lenguh Bella
" Ahh .. " Bella mulai menjerit
" Enak?"
" Ya jangan berhenti sayang." saut Bella menggenggam erat sprei putih yang sudah tak berbentuk itu dengan kedua tangannya. Jawaban Bella membuat Delan kian antusias, Ia mulai bergerak penuh semangat lalu menaikan kedua kaki itu kepundaknya
-
-
__ADS_1