
🌹🌹🌹
" Aeri, apa Bella tak pernah menceritakanku padamu?" tanya Delan, kini keduanya berada diperjalanan menuju rumah
" Bella hanya bilang, kalau dia dibuang oleh semua orang." Delan terdiam memikirkan perkataan Aeri
" Lalu apa lagi?" Aeri menggeleng pelan
" Hanya itu yang kutahu, Bella selalu tertutup. " Delan menarik nafasnya pelan lalu menciumi kepala Jeslyn seakan tak bosan. Bayinya kini sedang tertidur dengan nyaman setelah Aeri dan Delan meminumkannya obat di rumah sakit tadi
Keduanya masuk kedalam rumah. Delan segera menidurkan Jeslyn diatas ranjang lalu mengelilingi Jeslyn dengan bantal. Setelahnya ia keluar dan duduk diatas sofa dimana Aeri berada, wanita itu tampak gugup berduaan dengan Delan
" Tuan, kau benar ayah Jeslyn?" Delan tampak kesal dengan pertanyaan konyol itu
" Memangnya kau tidak punya mata, lihatlah aku dan Jeslyn sangat mirip." gerutu Delan menyandarkan kepalanya pada sofa menatap kesal Aeri
" Aeri, apa Bella mempunyai pacar?" tanya Delan
" Aku tidak tahu, itu pacar atau bukan. Tapi setahuku dia selalu diantar Jun?"
" Jun?" Delan menyipitkan kedua matanya dan hal itu kian membuat Aeri gugup, wanita penyuka pria tampan itu memang masih polos dan tak pernah berpacaran sekalipun
" Ya, dia atasan Bella dikantor, kulihat Jun sangat menyukai Bella. Pria itu sering sekali mengantar Bella pulang dan minum kopi bersama."
" Dirumah ini? hanya berdua?" Delan tiba-tiba berteriak kesal membuat Aeri terkejut sekaligus merasa lucu
" Tidak, Bella tidak pernah mau berduaan bersama Jun. Dia selalu mengajakku!" saut Aeri dengan senyuman lucunya
Delan mengusap dadanya, ia benar-benar akan marah bila Bella berduaan bersama pria. Karena ia tahu, Bella bisa membuat aliran darah menderas dan burung bangun hanya dalam sekali pandang
" Apa Jun tidak tahu kalau Bella sudah menikah?" gerutu Delan
" Bella bilang kalian sudah bercerai?"
" Tidak jangan mempercayai Bella."
" Lalu, kemana Tuan selama ini?" pertanyaan itu membuat Delan membungkam, pria itu hanya diam menampilkan wajah dinginnya pada Aeri. Dan tiba-tiba Aeri merasakan udara disekitarnya mulai dingin, membeku membuatnya menciut. Buru-buru Aeri kabur dengan alasan ingin kekamar mandi
Malamnya, Delan tampak menunggu Bella didepan rumah. Meskipun hujan lebat dan suasana terasa dingin namun ia ingin melihat seperti apa pria yang selalu mengantar Bella itu. Delan terus mengusap kedua lengan atasnya itu sambil memandang kedepan
Tak lama sebuah mobil putih datang dan berhenti didepan rumah Bella. Delan segera membuka payung yang ia letakan disisi pintu dan berlari menuju mobil putih itu. Ia berdiri lama disamping pintu menatap Bella yang nampak enggan keluar dari mobil. Delan memperhatikan pria yang duduk disamping Bella, pria korea yang cukup tampan namun dalam hati Delan merasa pria itu tak ada apa-apanya dibanding dengan dirinya
" Bella ada apa?" Jun tampak memegangi kedua jemari Bella yang saling menggenggam dan hal itu membuat Delan kesal. Ia mengetuk kaca jendela mobil Jun
" Bella siapa pria itu?" tanya Jun menatapi Delan
" Dia hanya orang gila."
" Kalau begitu aku akan mengusirnya!"
" Tidak Jun."
" Bella ada apa? kamu aneh."
" Tidak, jangan melakukan apapun. Biarkan saja." Tapi Jun tampak khawatir, wajah tampan Delan membuatnya khawatir dan menatap penuh selidik pada Bella yang tampak tak mau menatap Delan
" Bella keluarlah." begitulah suara Delan yang terdengar ditelinga Bella dan Jun
__ADS_1
" Bella, what happened?" Jun menarik dagu runcing itu dan kian membuat Delan bak kebakaran jenggot. Pria itu memaksa membuka pintu mobil milik Jun hingga terbuka lalu memaksa menarik Bella
" Kau sudah gila?" bentak Bella
" Diam." ancam Delan menaikan jari telunjuknya tepat didepan wajah Bella
" Jangan kurang ajar!" kini Jun keluar dari mobil, pria itu basah-basahan dan berlari memutari mobilnya
" Kau yang jangan ikut campur disini." tunjuk Delan pada Jun dengan wajah sangarnya, Bella baru melihat wajah itu dan itu membuat Bella menciut. Ia hanya menundukan wajah menatap jemarinya sendiri
" Memangnya kau siapa?"
" Aku suami Bella." balas Delan membentak
Jedaarrr
Petir menggelegar disaat bersamaan, mematahkan hati Jun pada Bella
" Bella." lirih Jun
" Pulanglah Jun." perintah Bella tanpa mau memandang Jun. Wanita itu memutuskan pergi meninggalkan keduanya sehingga tubuhnya basah oleh air hujan
Melihat itu Delan segera mengejar Bella mengabaikan Jun yang patah hati, ia berlari dan mencoba memayungi Bella lagi namun ditepis kasar wanita itu sehingga kini tubuhnya dan Bella basah kuyup
Delan membuang payung itu kesembarang arah lalu mengikuti Bella masuk kedalam rumah. Wanita itu tampak kesal pada Delan hingga membanting kedua sepatunya kelantai." Kenapa hah? kamu marah karena pria itu sekarang tahu kamu sudah menikah?" Delan menahan lengan Bella
" Diamlah aku lelah, tolong jangan menambah rasa lelahku." saut Bella menepis pelan lengan Delan lalu hendak melangkah pergi namun terhenti karena pelukan Delan dari belakang
" Jangan .."
" Jangan membenciku, kumohon." Bella hanya diam membatu
" Seberapa tak berdaya dirimu, hingga mengabaikanku dan Jeslyn?" tanya Bella dengan suara serak menahan tangis
" Aku-"
" Kau tak bisa menjawabnya kan?" Delan memutar tubuh itu menangkup wajah Bella
" Aku terbaring koma selama sebulan dirumah sakit karena-"
" Karena Angela hamil dan itu cukup untukmu. Kamu tidak membutuhkanku lagi dan membuangku." potong Bella membuat Delan tak bisa berkata-kata, ia memikirkan ucapan Bella
" Aku bahkan tidak pernah menyentuh Angela lagi semenjak menikah denganmu, lalu bagaimana bisa Angela hamil?" Bella tak habis pikir dan habis kata-kata. Dengan kedua tangannya ia mendorong Delan menjauh, ia tak mempercayai Delan begitu saja pria itu seringkali berbohong padanya
Tapi belum juga menjauh, Delan sudah menariknya lagi. Pria itu membawa Bella duduk disofa berhadapan dengannya." Dengarkan aku." Delan mencoba menarik dagu runcing itu agar menatapnya
" Kamu pasti tidak akan percaya, aku tahu." Delan mengusap pipi itu dengan ibu jarinya, sentuhan lembut itu membuat Bella rindu apalagi wajah tampan dengan rambut basah itu. Rasanya Bella terkesima, ia tak mendengarkan Delan hanya menatap jakun pria itu yang seksi dimatanya
" Angela tidak hamil dan aku tidak meninggalkanmu." ucap Delan menyadarkan Bella. Ia hanya diam menatap lurus kedua bola mata Delan yang punya netra coklat seperti ayahnya dan Jeslyn pun mempunyai hal yang sama
" Bella aku sangat mencintaimu." Bella semakin terkesima, ia tak bisa berkata-kata. Kedua matanya berkaca-kaca
" Aku mencintaimu, sejak dulu sampai detik ini." Delan membelai bibir mungil dengan bentuk love itu dengan ibu jarinya
Cup
Delan beri kecupan lembut, beruntungnya Bella tak menolak bahkan wanita itu tak mengedip sedikitpun membuat Delan kian berani. Ia kembali menyatukan bibirnya dan Bella, menggerakan bibirnya dengan begitu lembut penuh penghayatan hingga Bella terbuai dan membalasnya
__ADS_1
Ditambah cuaca yang mendukung, hujan lebat dan suhu yang dingin membuat keduanya butuh kehangatan. Delan mendekap tubuh itu mendekat dan menepel padanya. Kedua dadanya sampai beradu dengan buah dada Bella. Delan terus mencumbuui bibir itu dengan lihainya, menggoda Bella, mencoba merangsang wanita itu lalu mendorong Bella. Mengurung tubuh itu dibawahnya tanpa melepaskan bibir yang mengeluarkan suara decap mesum itu
Cap
Cap
Cap
Cap
Cap
Memecah keheningan ditengah derasnya hujan
Dan saat ciuman itu kian memanas, Bella segera tersadar. Tidak, Bella tidak boleh memberikan tubuhnya malam ini, ia belum mempercayai Delan. Pria itu tak pernah menepati janjinya dan pandai bersandiwara. Bella mencoba mendorong dada Delan namun pria itu tak membiarkan Bella malah kian menghimpit tubuh Bella dengan satu tangan yang sengaja nakal dipaha
Bella terus meronta sampai ia kehabisan nafas barulah Delan melepaskan bibirnya dan pindah keleher." Delan." tegur Bella terus mendorong dada Delan agar menjauh tapi Delan tak mendengarkan Bella malah jemari dipaha itu menyusup masuk kerok span Bella dan secepat kilat masuk kedalam dua celana Bella
" Emmmh." Bella memekik menggigit bibir bawahnya. Godaan itu terasa mengikis iman Bella
" Delan kumohon jangan." ucap Bella setengah berteriak
" Aku suamimu Bella." saut Delan dileher wanita itu dengan suara parau
" No, aku tidak mau!" Bella mencoba mendorong dada Delan tapi sentuhan bak listrik sejuta volt ia dapatkan lagi. Delan menggigit kecil lehernya sambil membelah kewanitaan itu dengan jari tengah dan ibu jarinya menekan kelemahan Bella yaitu benda kecil diarea kewanitaan Bella
Tubuh Bella mulai tak diam, gairah membakar tubuhnya sehingga pikirannya kalah. Kedua tangannya melemah tak berontak lagi seakan tanpa tulang saat Delan menyentuh area kelemahannya
" Delan." dessahnya begitu indah ditelinga Delan. Dalam sekali tarikan kemeja itu terbuka dengan kancing terlepas berjatuhan kelantai karena tangan Delan. Pria itu menarik Bella duduk melepaskan kain yang melekat dibagian tubuh atasnya lalu dengan cepat kembali menghimpit Bella dibawahnya
Sasaran Delan kali ini adalah buah dada Bella yang menyembul. Ia mainkan, ia cengkram dengan kedua tangannya. Ia hisap air susu untuk Jeslyn itu, ia teguk sampai membuat Bella menjerit kencang. Wanita itu tampak tak tahan, tubuhnya berrgelinjang nikmat dibawah Delan
Tak ingin Bella berubah pikiran, Delan segera menarik kedua celana Bella tanpa melepaskan rok span wanita itu lalu menurunkan kedua celananya sampai lutut. Ia kembali mensejajarkan wajahnya dengan Bella dan memberi kecupan lembutnya dibibir Bella yang menganga lebar sambil menggulung rok span Bella keatas
" I love you." bisik Delan
" Aahhhh." balasan Delan adalah sebuah jeritan kencang Bella, kedua mata Bella terbuka lebar terkejut dengan burung Delan yang tiba-tiba masuk miliknya. Bella tampak meringis sembari memukuli kedua pundak Delan dengan kedua kepalan tangannya
Delan menyusupkan satu tangannya merengkuh tubuh Bella dan menyatukan kembali bibir mereka sambil bergerak pelan, menghujam pelan dengan satu tangan lagi main disatu buah dada Bella. Bella tak mampu menolak, sentuhan yang ia rindukan itu terlalu nikmat hingga bibirnya tak punya malu lagi terus mengerang, menndesah dan menjerit tak karuan
" That so good baby!" racau Delan tepat didepan bibir Bella sambil mengambil oksigen sebanyak-banyaknya sebelum ia kembali mencium bibir Bella, membaurkan lagi ludah mereka, membungkam lagi mulut Bella yang tak henti bersuara
Jeritan-jeritan selama hampir 40 menit itu membuat seseorang merasa terganggu yaitu Aeri yang sedang tidur bersama Jeslyn dikamar Bella. Wanita itu merasa heran mendengar suara histeris Bella dan memutuskan untuk melihat
Betapa kagetnya ia saat berada diambang pintu melihat Bella yang sedang digagahi pria tampan dengan wajah cool yaitu Delan. Aeri menutup mulutnya saat melihat kepala Bella yang meyampai kebawah, dan leher wanita itu dicumbbui Delan. Gerakan pria itu tampak cepat membuat Bella tak henti bersuara
Merasa canggung, Aeri memutuskan kembali kekamar. Ia tak ingin mengganggu percocokan tanam keduanya yang sepertinya kian memanas
Delan menarik tubuh itu kebawah sehingga kepala Bella kini kembali kesofa dan kembali menggoyang tubuh Bella. Selama 40 menit ini Delan telah memakai berbagai gaya, dan sepertinya gaya merengkuh, menhimpit tubuh Bella lagi akan menjadi yang terakhir. Ia sudah diambang batas dan tak lama, dalam sekali guncangan hebat ia memuntahkan spremanya dirahim Bella. Saat itu Bella menjerit lagi merasakan hal yang luar biasa begitupun Delan, mulutnya sampai menganga lebar
Plaakk
Plaaakk
Tamparan keras Delan dapatkan, ia membuka mata dan melihat Bella yang menangis dibawahnya. Delan merasa bersalah karena tak bisa menahan hasratnya pada Bella dan sedikit memaksa wanita itu meladeninya. Tapi kenapa Bella sangat marah, bukankah ia juga sangat menikmatinya?
Segera Delan bangkit dari tubuh Bella, menaikan kedua celananya lagi keatas. Ia mengusap wajahnya kasar lalu menatapi Bella yang juga bangkit meninggalkan Delan dengan tubuh tanpa busana dan dipenuhi noda merah bekas kecupan Delan
__ADS_1
-
-