
🌹🌹🌹
Malamnya setelah makan malam, Delan memutuskan kembali rebahan disofa. Kebetulan disana ada Erik, pria itu terlihat merasa kasihan pada Delan. Ia mendengar dan melihat keributan tadi saat Angela dan dirinya bertengkar. Padahal menurut Erik yang pertama kali salah adalah Angela, wanita itu jelas menghianati Delan. Sampai hamil jelas perselingkuhan itu dilakukan Angela secara sadar bukan karena tak disengaja ataupun karena kesalahan
" Kenapa tidak tidur dikamar?"
" Disini lebih baik, Angela pasti akan mengikutiku." saut Delan sembari memejamkan mata
Erik terkikik lucu dan saat semua orang datang pria itu berhenti membungkam dan menundukan pandangannya. Sampai saat ini Erik belum mengerti dengan keluarga Delan, kenapa Erik pikir keluarga Delan sangat kejam membiarkan Delan menjadi seperti orang gila
" Nak Erik tinggal saja disini, ini sudah malam." perintah Mammi Bulan yang mana langsung diangguki Erik. Pria itu menatapi mami Bulan yang menatap putranya lalu mencium kening sang putra sebelum naik kelantai dua untuk istrirahat. Terlihat sangat menyayangi Delan, lalu mengapa sampai tega membohongi putranya?
" Aku ingin sekali menemui Jeslyn."
" Kalau begitu temui saja." Seketika Delan membuka kedua matanya menatap Erik
Pria itu menaikan satu alisnya pada Delan
" Oke!" saut Delan lalu beranjak bangun, ia menuju lantai dua dimana sang mami dan Daddy berada
" Sayang ada apa?" tanya sang ibu saat melihat sang putra membuka pintu kamar mereka
" Aku akan pergi bersama Erik sebentar."
" Kemana?"
" Kami hanya mencari udara segar."
" Baiklah, hati-hati."
Delan mengangguk lalu menutup pintu kamar itu lagi. Ia berlari menuruni tangga dan keluar vila bersama Erik. Keduanya memutuskan kembali kerumah Bella
Mobil melaju membelah hujan yang mulai menitik malam ini. Saat itu Erik mengerutkan dahinya." Bukankah itu Angela?" tanya Erik pada Delan
Spontan Delan melihat pada spion dan benar saja, Angela mengikuti dibelakang mobil mereka
__ADS_1
" Ah benar-benar." gerutu Delan
" Alihkan dulu Angela." perintah Delan menyandarkan tubuhnya pada kursi
Erik mengambil belokan kanan melajukan mobilnya sekencang mungkin. Tapi wanita itu terlihat tak menyerah ikut menampah kecepatan mobilnya." Sial, aku lupa Angela pengemudi yang cukup handal." gerutu Delan membuat Erik terkikik lucu lalu mengerem mobilnya mendadak
" Kenapa berhenti." Erik menyeringai, ia menunjuk sebuah klub malam dengan dagunya
Delan menggelengkan kepala." Not good!"
" Jangan bilang."
" Ya aku tidak pernah." teriak Delan dalam mobil itu membuat Erik terbahak kencang
" Okey." Erik kembali menjalankan mobilnya
Setengah jam lamanya mereka berhenti disebuah restauran seafood. Keduanya keluar karena akan mengecoh Angela lalu duduk dikursi yang dekat jendela. Erik memesan minuman begitupun Delan, keduanya minum sambil menikmati seafood. Dan itu diperhatikan Angela dari dalam mobil
Setelah lama diam dan tak menemukan keanehan karena kedua pria itu hanya minum dan makan. Angela memutuskan kembali ke vila ditengah hujan lebat dan petir malam ini membuat kedua pria itu senang
Keduanya memutuskan keluar dari restaurant dan Erik melajukan mobilnya menuju rumah Bella yang lumayan jauh dari tempat mereka. Menghabiskan waktu sekitar 1 jam, Erik mengerem mobilnya tepat dirumah Bella. Keduanya keluar dan berlari ditengah hujan menuju pintu yang sialnya dikunci Bella
Delan tersenyum melihat Bella yang sedang meringkuk diranjang dengan gaun tidur putih yang cukup seksi menampilkan kedua paha putih mulusnya. Delan yang haus akan sek* tentu tergoda hingga jakunnya naik turun
Namun mencoba menghindari nafs* liarnya dengan mendekati box bayi dimana Jeslyn berada. Lucunya bayi itu sedang membuka mata seolah sedang menunggu Delan
" Uhh sayang, kenapa belum tidur?" Delan memangku tubuh mungil itu, menggendongnya ala bayi. Hal itu tentu saja membuat Jeslyn meronta, bayinya menangis
" Hey .. " Delan mencium bibir yang sedang terbuka lebar itu gemas yang mana langsung disambar Jeslyn, bayi itu mengemut bibir Delan
" Jeslyn kamu mau minum susu hmm?" Delan menjauhkan bibirnya dan tangisan Jeslyn kembali mengencang
Lalu ia mendekati Bella duduk disamping Bella. Ia menyentuh pundak yang terbuka itu mengguncangnya pelan." Sayang." panggil Delan dengan begitu lembut
" Eemmmh." Hanya itu yang keluar dari bibir Bella
__ADS_1
Delan tersenyum lucu mendengar lenguhan Bella
" Jeslyn kehausan." Bella menepuk tempat disebelahnya tanpa membuka mata. Delan terkekeh lalu meletakan Jeslyn disamping Bella. Seketika Bella mengeluarkan satu buah dadanya untuk Jeslyn. Lucunya bayi itu sudah hapal dan langsung melahap putting sang ibu dengan kuat hingga Bella meringis
Delan mengusap pelipis Bella dengan ibu jarinya lalu mengurung Bella dan Jeslyn dengan kedua tangannya. Menatapi Jeslyn yang perlahan memejamkan matanya, Delan tersenyum melihat sang putri lalu ia memperhatikan Bella. Wajah cantik, kulit leher yang putih menjadi perhatian Delan. Ia merindukan itu, menyentuh Bella, mencummbui bibir dan seluruh tubuh Bella menggumuli wanita itu dan membuatnya tak berhenti mendesahh. Delan sungguh merindukan Bella, kelembutan wanita itu padanya, tatapan kedua mata yang terus memujanya, Delan sangat rindu
Cukup lama Delan menatap Bella dan Jeslyn sampai bayi itu melepaskan putting ibunya dan terlelap. Delan tersenyum manis melihat sang putri yang terasa lucu untuknya lalu memberanikan diri memasukan buah dada Bella kedalam gaun tidurnya lagi meskipun tubuhnya memanas dan juga adiknya terbangun dibawah sana
Saat itu Bella tampak terkejut mendapat sentuhan Delan, ia membuka matanya lebar dan merubah posisinya menjadi terlentang. Tatapan keduanya terpaut, nyatanya rasa cinta masih begitu dalam dihati keduanya
Perlahan Delan mendekatkan wajahnya pada wajah Bella. Keterpakuan membuat Bella tak sadar dan membiarkan bibir Delan menyentuh bibirnya dengan begitu lembut. Dan saat tersadar Bella mencoba mendorong kedua pundak Delan namun bukannya berhenti Delan malah kian menghimpitnya, bibirnya mulai bergerak memagut bibir Bella dan tubuhnya menaiki tubuh Bella menindihh tubuh mungil dibawahnya sembari menyusupkan jemarinya pada tengkuk Bella
Jantung Delan berpacu, nafasnya mulai memburu, dan ciuman panas mulai Delan berikan untuk Bella hingga kepala pria itu tak diam terus berputar kekiri dan kanan. Sementara Bella terus meronta, antara mau dan tak mau dengan ciuman memabukan itu apalagi bibir Delan yang menyentuh bibirnya itu sampai mengeluarkan suara yang terdengar seksi membakar gairah Bella yang sudah setahun lebih ini tak tersalurkan
Rontaan kedua tangan itu mulai melemah dan berganti dengan cekraman didada Delan. Pria itu tahu Bella sudah terbuai, ia senang dan semakin memperdalam ciumannya pada Bella. Suara decap itu memenuhi kamar Bella ditengah hujan lebat diluar sana
Namun saat jemari kekar Delan mulai turun pada pahanya, mengelus lembut mencengkramnya kemudian naik kepangkal paha mengelusnya pelan. Saat itu jugalah Bella tersadar, dengan sekuat tenaga ia mendorong dada Delan hingga bibir Delan terlepas darinya dan
Plak
Tamparan keras Delan dapatkan, pria itu maupun Bella sama-sama terengah dan saling menatap. Delan menghembuskan nafasnya lalu bangkit dari tubuh Bella. Delan beranjak dari ranjang meninggalkan Bella yang terlihat marah karena Delan yang mencuri-curi kesempatan padanya
" Sial." gumam Delan sambil menatapi celananya yang mengembung
Delan menghempaskan tubuhnya disofa disamping Erik sembari memegangi pipinya yang panas akibat tamparan Bella." Kenapa?" tanya Erik mengulum senyumnya melihat wajah muram Delan
" Bella menamparku, aahh wanita itu berani sekali dia." gerutu Delan
" Hah, bagaimana bisa?"
" Aku menciumnya." aku Delan dan itu membuat Erik tertawa kencang, tawa itu sampai menyalur pada Delan
" Dia jadi galak sekali." gumam Delan melipat satu kaki menghimpit sang adik yang telah bangun berdiri dan itu semakin membuat tawa Erik mengencang
" Dasar pria-pria gila. Lihat saja apa yang akan kulakukan." gerutu Bella yang mendengar tawa keduanya
__ADS_1
-
-