Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Curiga menjadi nyata


__ADS_3

🌹🌹🌹


Angela Willhelmia



-


-


Bau harum masakan membangunkan Delan dari tidurnya. Hari ini hari sabtu, meskipun nanti sore pulang tapi Delan akan bebas seharian bersama Bella. Delan beranjak turun dengan hanya boxer hitam ditubuhnya. Pria itu tersenyum menatap Bella dari jauh. Wanita itu sedang memasak dan dari harumnya seperti masakan Indonesia yang digemari Delan yaitu rendang daging


Sambil berjalan mendekat, Delan melirik jam, sialnya ia bangun terlalu siang dan melewatkan waktunya yang sangat penting bersama Bella." Sweety." panggil Delan lembut memeluk tubuh Bella dari belakang. Selama ini Delan sangat memimpikan pernikahan seperti ini meskipun kini wanitanya bukan Angela namun Bella, tapi terlepas dari itu ia sangat bahagia. Dimata Delan seorang wanita akan semakin cantik saat memasak


Delan memiringkan kepalanya untuk menjangkau wajah Bella dari samping lalu memberi kecupan lembut dipipi kiri Bella, wanita itu tersenyum, wajahnya sumringah sangat berbeda dengan semalam." Sweety apa kamu sedang menstruasi?" tanya Delan membuat Bella mematung beberapa saat


" Kenapa kamu menanyakan hal itu?"


" Emmh karena semalam kamu marah-marah tidak jelas, kupikir kamu sedang mentruasi." saut Delan kembali ia mengecup pipi itu


" Tidak aku sedang tidak mentruasi." Delan tampak senang lalu ia menciumi leher itu


" Aku masih memasak, bisakah kamu tunggu sebentar disana." tunjuk Bella dengan spatula pada meja makan


" Aku tidak bisa, aku tidak mau berjauhan denganmu sweety!"


" Bukankah nanti sore kamu pulang?"


" Makanya aku tidak mau melewatkan semenitpun tanpamu." Bella terkekeh menoleh menatap Delan


" Ada apa denganmu?"


" Kenapa?"


" Apa kutub es itu sudah mencair?" Delan tertawa kecil


" Ya karenamu sayang." rayuan Delan sukses membuat Bella tersenyum manis


Masih ditempeli Delan, Bella membawa sepiring penuh rendang daging itu kemeja makan. Lalu ia membuka penanak nasi, mengambil nasi itu untuk sang suami sebelum dirinya.Tapi tiba-tiba Delan menarik tubuh itu duduk dipangkuannya


" Suapi aku." pintanya dengan manja


" Iya bayi besarku!" saut Bella mencubit kedua pipi Delan, rasanya bahagia untuk Delan, Bella, Bella, Bella, wanitanya ini selalu membuat senang dengan apapun yang ia lakukan hingga jantungnya selalu berdebar ketika berada didekat Bella

__ADS_1


Mereka makan dengan saling menyuapi." Enak?" tanya Bella mengusap sudut bibir Delan


" Masakanmu selalu cocok dilidahku." Bella tersenyum manis


" Thank you hubby!"


" Emm manis sekali kamu sweety!" saut Delan lalu kembali menyuapi Bella


" Setelah ini apa mau kencan?" Bella menggelengkan kepalanya pelan dengan senyum manisnya


" Tidak, aku hanya ingin berdua denganmu."


" Bercinta?" tawar Delan dengan senyum nakalnya


" Ya sampai puas!" Delan tertawa mencubit hidung Bella


Setelah mengisi perut sampai kenyang. Delan membopong Bella menuju kamar mandi. Ia mengisi bak mandi dengan air hangat dan sabun cair." Bella kamu punya wine?" tanya Delan menoleh pada Bella yang hanya diam memperhatikan Delan


" No, aku hanya punya soft drink."


" oh no, lebih baik jangan." tolak Delan kemudian berdiri menjulang didepan Bella. Ia membuka kancing piyama Bella dan menelanjangi wanita itu. Delan menatap tubuh itu beberapa saat sebelum melepaskan semua pakaiannya


Delan menarik tubuh itu masuk kedalam bathup, membawanya duduk berhadapan dengan Delan. Keduanya saling tersenyum, saling mencium pipi bibir dan kening. Bella mengalungkan kedua tangannya di leher Delan, menaikan kedua kakinya kepaha Delan dan bibirnya nakal terus mencium bibir dan pipi Delan, wanita itu sangat memujanya. Bersama Bella Delan merasa disayang, kelembutan dan perhatian wanita itu mampu meluluhkan hatinya. Delan yang awalnya hanya ingin bersenang-senang saja itu kini perlahan berubah haluan, ia jadi ingin melindungi Bella tak mau sampai airmata wanita itu jatuh menetes karenanya dan Delan mulai menikmati perannya sebagai suami Bella


" Delan aku mencintaimu." racau Bella yang mana langsung mendapat ciuman lembut Delan. Untuk percintaan kali ini Delan tak melepaskan bibir itu sedikitpun hanya mengambil jeda untuk mengambil nafas


Sementara ditempat lain Angela mengisi kekosongan harinya tanpa Delan dengan datang ke acara yang diadakan Jerome. Jerome adalah seorang desighner terkenal perhiasan, tas dan barang-barang mewah yang langka. Wanita dengan busana elegan bak seorang bangsawan itu menjadi pusat perhatian semua wanita yang datang kesana


Wanita itu disambut antusias oleh Jerome karena setia menjadi pelanggan tetapnya selama dua tahun ini." Hay miss Sebastian!" sapa pria dengan busana dan riasan wanita itu


" Hay Jerome, apa ada yang baru?" tanya Angela menaikan dagunya keatas, angkuh dan elegan itulah ciri khas Angela


" Kemarilah." ajak Jerome menggandeng lengan Angela. Bersama semua temannya Angela mengikuti Jerome kesebuah ruangan luas seperti sebuah museum. Kedua mata Angela berbinar terang menatapi satu persatu perhiasan dalam sebuah kaca, gemerlap dan mewah


Dan tiba-tiba langkah itu terhenti disebuah kaca besar tapi dahi Angela berkerut melihatnya." Angel kamu pasti belum tahu, perhiasan dengan mata hati merah ini hanya ada satu didunia." ucap Jerome ikut memperhatikan kedalam kaca dimana itu hanya sebuah satu set gambar perhiasan


" Satu?"


" Ya tidak ada yang bisa menyamainya bahkan untuk tiruannya pun tidak akan sama persis." saut Jerome antusias


" Lalu kemana perhiasan ini?" tanya Angela, ia sangat tertarik dan ingin memilikinya, tentu untuk ia pamerkan pada teman-teman sosialitanya. Seketika itu Jerome tertawa menepuk pundak Angela ketika mendengar pertanyaan Angela yang ia rasa konyol


" Kau lupa atau Amnesia?" tanya Jerome disela tawanya tapi Angela hanya menatapnya tak mengerti

__ADS_1


" Delan sudah membelinya dia bilang untuk hadiah. Aku pikir-" Jerome tak melanjutkan perkataannya saat melihat raut wajah kebingungan Angela. Tiba-tiba ia mengerti dan memukul bibirnya sendiri dengan gerutuan tak dimengerti Angela


" Oh ya, aku ingat Delan memberikan hadiah itu dihari ulangctahunku bulan lalu." saut Angela memaksakan senyum didepan teman-temannya, hati Angela memanas saat ini, seperti ada api yang berkobar disana


" Ah Angel, kamu selalu selangkah didepan kami." gerutu teman-teman Angela menatap iri Angela yang beruntungnya memiliki suami seperti Delan yang selalu menuruti kemauannya


" Kalau begitu kita lihat yang lainnya lagi, masih banyak koleksiku yang lebih bagus dari spechles love itu!" ajak Jerome mengalihkan Angela dan teman-temannya


" Jadi namanya spechles love?" Jerome hanya mengangguk menggandeng lengan Angela lagi, memaksa wanita itu menjauh dari sana


Mereka mengelilingi museum itu tanpa terlihat lelah sedikitpun. Saat semua orang istrirahat disebuah gazebo ditaman, Angela malah menarik Jerome kesebuah ruangan sepi tanpa ada seorangpun


" Kapan Delan membeli kalung itu?" desak Angela mencengkram lengan Jerome dengan kuat, raut wajahnya memerah seperti kepiting rebus


" Angel .. " panggil Jerome, ia merasa kasihan melihat wajah muram Angela. Jelas kalung itu tak Delan berikan pada istrinya


" Sekitar 6 minggu yang lalu, saat itu Delan menelpon dan memesan satu set perhiasan paling cantik. Dia bilang untuk hadiah jadi kuberi saja spechles love. Aku pikir itu untukmu." saut Jerome. Angela menarik nafasnya pelan, rasanya dadanya sesak mendadak


" Angel mungkin saja itu untuk rekan bisnisnya." tambah Jerome mencoba menenangkan Angela agar tak berprasangka buruk pada Delan dan membuat pernikahannya dan Delan memburuk


" Berapa harga satu set perhiasan itu?" desak Angela lagi mencengkram lengan Jerome


" Eemmmmhh."


" Berapa?" bentak Angela


" Setengah T."


" Apa?" Angela membuka mulutnya lebar, bahkan Delan tak pernah memberikan Angela hadiah semahal itu. Selama ini Angela membeli semua yang ia inginkan sendiri tanpa diberi Delan. Saat itu Jerome bisa melihat kedua mata Angela yang berkaca jelas sudah kecurigaan Angela selama ini. Rasanya dada Angela sesak hingga ia kesulitan bernafas


" Tidak, jangan berpikir yang macam-macam dulu, mungkin saja itu untuk Pevita, mamii Bulan atau saudara Delan yang lain." Tapi Angela malah menggelengkan kepalanya pelan, ia memegangi dadanya yang terasa sakit. Rasanya seperti tertusuk ribuan paku. Angela tak dapat menahannya didepan Jerome ia menangis. Apa yang ia takutkan selama ini terjadi, Angela tak mengelak, sekarang ia sangat yakin suaminya tengah berselingkuh


" Tidak Jer, Delan sangat dingin, pria itu kurang peka jika bukan aku yang memintanya. Mami Bulan tak menyukai perhiasan, Pevita juga." saut Angela dengan suara serak


" Angel maaf .. "


" Tidak aku berterima kasih padamu. Jika kamu tak memberitahuku sampai sekarang mungkin aku akan menjadi wanita yang bodoh." saut Angela, merasa tak tega dengan Angela Jerome menarik wanita itu dalam pelukannya


" Tidak, aku yakin Delan hanya bersenang-senang saja. Rasa bosan adalah yang wajar untuk seorang pria Angel."


" Kau benar." saut Angel tapi wanita itu tak berhenti menangis, ketakutan mulai menghampiri Angela, selama ini Delan tak pernah mengeluarkan uang sebanyak itu untuk dirinya


-

__ADS_1


-


__ADS_2