Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Angela pergi


__ADS_3

🌹🌹🌹


Delan tersenyum saat masuk kekamar dan melihat Bella sedang berdiri didepan jendela sambil memangku Jeslyn. Wanita itu tampak melamun menatap luar dimana taman dengan keadaan gelap


Dengan langkah pelan ia mendekat dan langsung mendekap Bella dari belakang." Delan, aku sangat jahat bukan?"


" Kenapa bicara begitu?"


" Aku seorang wanita, jika aku berada diposisi Angela aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku tentu akan membenci wanita yang berusaha merebut suamiku."


" Bella, kamu tidak mendengarkan ucapanku ya?" Gerutu Delan


Bella menghembuskan nafasnya kasar


" Aku merasa berdosa."


" Tidak, tidak. Sudah kubilang Angela yang bermain curang duluan." DengΓ n wajah yang tampak gelisah, Bella menoleh pada Delan yang mana kecupan bibir ia dapatkan


" Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh yang bisa merusak kebahagiaan kita sekarang. Ada kamu dan Jeslyn, aku merasa sangat tenang, aku tidak mau memikirkan apa-apa lagi." Delan mengambil alih Jeslyn yang sudah terlelap lagi lalu membawanya menuju ranjang, menidurkannya disana sedangkan Bella masih tak bergeming, masih melamun menatap keluar jendela


Delan kembali mendekat setelah mengelilingi tubuh bayi itu dengan bantal dan guling. Ia kembali mendekati Bella dan tanpa aba-aba membopong tubuh itu hingga Bella memekik karena terkejut


Delan tertawa melihat Bella seraya berjalan menuju sofa dan mendudukan Bella disana. " Aku rindu belaianmu." Bisik Delan nakal mendudukan dirinya disamping Bella


"Jangan sekarang." Saut Bella menekan dada bidang sang suami namun bukan menjauh, Delan malah kian merengkuh tubuh itu


" Ayolah." Rayu Delan menyusupkan wajahnya dileher Bella


" Ahh jangan-jangan." Bella meronta namun tak diperdulikan Delan, pria itu malah kian menjadi


" Delan, jangan disitu. Aku akan benar-benar malu." Gerutu Bella


" Aahh ayolah sayang, kita buat pertunjukan yang menarik." Bisik Delan dileher Bella


" Apa maksudmu?" Delan menyeringai ia tahu seseorang menaruh kamera dikamarnya dan Bella, ia tahu siapa pelakunya kalau bukan Angela. Delan tahu Angela sangat licik, wanita itu berusaha membuat malu Delan dan Bella, mencoba membalas dendam atas rasa sakit hatinya


Saat berhasil melepas kemeja blus warna peach Bella, Delan mendorong tubuh itu terlentang disofa lalu memaksa menarik celana bahan Bella. Sebenarnya Bella sangat menyukai sentuhan itu, hanya saja ia takut suaranya akan terdengar mengingat pergumulannya dan Delan selalu panas dan bising


Seperti Bella yang sudah polos tanpa busana, Delan pun melakukannya, ia membuka semua pakaiannya dihadapan Bella, wanita itu masih terengah akibat serangan Delan yang membuatnya mencapai puncak kenikmatan


Dengan Delan yang mengurung Bella, keduanya menyatu menimbulkan suara dessahan dan erangan dikamar itu. Seperti malam lainnya pergumulan yang menghasilkan keringat itu membuat Bella tak berdaya dibawah kukungan suaminya


" Aaah nikmat sekali Bella, terima kasih sayang." Ucapnya seraya mengangkat wajah menatap wajah Bella yang berkeringat, satu kata dari mulutnya yaitu cantik. Delan segera mengecup kening itu lalu segera bangkit dari tubuh Bella

__ADS_1


Ia membopong tubuh itu lagi dan membawa Bella kekamar mandi." Delan." wajah Bella waspada tapi pria itu malah tertawa


" Eyy ayolah, sekali mana cukup. Aku belum puas." Ucapnya dengan senyum menggoda


" Aku lelah." Saut Bella meletakan kepalanya dipundak Delan. Besok ia akan benar-benar malu bila keluar, pasalnya Bella yakin lehernya dipenuhi bekas kecupan Delan


Delan membawa Bella kekamar mandi, meninggalkan kamar yang berantakan dengan pakaiannya dan Bella yang berserakan dilantai. Seperti biasanya, Delan kembali menggumuli tubuh itu dikamar mandi memenuhi kamar mandi itu dengan suara erotis


Terdengar diponsel Angela yang sudah tersalur dengan kamera pengintai dikamar Bella, entah kapan wanita itu meletakannya disana. Bagaimana suara-suara itu begitu saling menikmati. Dengan airmata berurai, Angela menggenggam ponselnya dengan erat." Bukankah kau sangat jahat Delan, kau bahkan tak pernah memyentuhku lebih dari sekali, kau sangat jahat. Kenapa aku yang harus menderita sendiri, lihat saja Delan. Aku sudah berkali-kali memberikan kesempatan padamu tapi sepertinya kau memilih jalan yang buruk. Tidak hanya aku yang akan hancur, dengan rekaman ini kupastikan pelakor itu akan benar-benar merasa tak punya wajah lagi. Bahkan untuk sekedar keluar kamarpun jallang itu akan malu." Gumamnya dengan tatapan menyalang tajam


" Selain itu .." Angela tersenyum licik menatapi dirinya dicermin, wajahnya sembab dengan make up meluntur disegala sisi


Paginya Delan tampak bersemangat. Ia sudah bugar dengan wajah freshnya mendekati Bella yang masih bermalas-malasan diatas ranjang. Semalam Delan sangat liar membuat Bella terkulai lemas, setelah sama-sama mandi ternyata burung Delan kembali bangun hanya karena tak sengaja tersentuh oleh jemari Bella, alhasil Delan melakukannya lagi disamping Jeslyn


" Ayolah, kenapa malas seperti ini?" Delan mendudukan dirinya disamping Bella, membelai rambut Bella yang sudah tak berbentuk. Sedanhkan Jeslyn, sejak bangun ia dibawa orangtua Delan kebawah


" Tubuhku sakit semua." Gerutu Bella menepis jemari Delan dirambutnya


" Uuuhhhmmm sorry, salah siapa punya wajah cantik. Aku kan-"


" Stop, berhenti merayu!" potong Bella lalu beringus bangun seraya menaikan selimut untuk menutupi tubuhnya


" Baiklah sayang!" Saut Delan dengan suara yang dibuat manja, lagi ia membelai rambut Bella dengan kedua mata jelalatan pada buah dada Bella yang menyembul dari balik selimut


" Lepaskan." Gerutu Bella tapi Delan malah menggeleng dengan senyuman nakalnya


" Delan uuhhh." Gerutu Bella meronta


" Kenapa tidak bisa diam, aku hanya ingin menciummu!" Rayunya


" Tidak, tidak. Kamu selalu berbohong. Nanti berlanjut dan membuatku lemas lagi." Gerutu Bella, sekali lagi pria itu tergelak sambil memiringkan wajahnya


" Hanya sekali cium saja."


" Kalau begitu lepaskan."


" Cium dulu." Bella mendengus kecil dan akhirnya menyerah, ia mencium bibir itu dengan lembut


" Thank you sweety!" bisiknya dan benar-benar melepaskan Bella


" Mandilah sayang, kamu bau!" Delan menutup hidungnya menggoda Bella lalu bangkit menjauh


" Delan." Panggil Bella pada sang suami yang akan beranjak pergi hingga pria itu menoleh lagi

__ADS_1


" Kamu akan keluar dengan rambut basah begitu?"


" Memangnya kenapa?"


" Keringkan dulu dengan hairdryer." Gerutu Bella


" Memangnya kenapa sih?" Kini Delan yang menggerutu


" Keringkan saja, nanti semua orang menganggap kita yang tidak-tidak." Delan menyipitkan kedua matanya, ia tak memahami maksud perkataan Bella. Tapi ketika melihat wajah Bella yang memerah ia langsung tahu


" Kita suami istri yang sah, biarkan saja." Sautnya lalu melenggang meninggalkan Bella


" Delan."


" Delan." Teriakan Bella membuat Delan tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya


" Bella, Bella." Gumam Delan senang


Namun kesenangan itu berhenti tatkala ia berpapasan dengan Angel diujung tangga. Wanita itu tak menatap Delan dan melewatinya begitu saja dengan koper hitam ditangannya. Delan tersenyum sinis dibelakang tubuh Angela dan mengikuti wanita itu menuruni tangga menuju lantai satu


Kebetulan disana ada Mammi Bulan dan Daddy Delan, wajah keduanya tampak mengiba pada menantu yang sudah 3 tahun ini menemani putra mereka


" Angel." Panggil Mammi Bulan mencoba mendekati Angela dan meraih satu tangannya. Angela menghela nafas, kedua matanya berkaca-kaca


" Aku akan pergi seperti keinginan kalian. Apa kalian senang?"


" Kami tidak bisa berbuat apa-apa Angela, Delan yang memegang semuanya, ini hidupnya. Delan yang memutuskan semuanya. Tapi percayalah Angel, meskipun begitu Mammi masih tetap menyayangimu." Angela menarik nafasnya berat, airmatanya mulai bercucuran. Bahkan menjawab ucapan Mammi Bulan pun rasanya ia sudah tak sanggup terlebih melihat rambut Delan yang basah, pria itu seperti sengaja memanasi Angela. Dulu rambut Delan basah seperti itu karena setelah menghabiskan malam bersamanya tapi sekarang .. Angela sangat sakit, hatinya jangan ditanya lagi hancur berkeping


" Angela, maafkan Delan." Lirih Mammi Bulan


Wanita itu mengabaikan Mammi Bulan dan hanya melenggang pergi meninggalkan rumah, ditatapi kedua orangtua Delan diambang pintu. Sementara Delan tampak tak perduli, sikap dinginnya sudah mendarah daging untuk Angela apalagi setelah tahu Angela penyebab Bella pergi, jika tidak berdosa Delan ingin sekali melenyapkan Angela


-


-


**Hallo para readers setiaku, salam hangat untuk kalian. Semoga puasa kita selalu diberi kelancaran oleh Allah SWT dan menjadi ladang pahala untuk kita kelak


Mengenai update dua novel Author, Hanya untuk Bella dan Stuck with mr Bryan, Author bakal rajin up lagi setelah lebaran ya. Sepuluh hari kedepan Author bakalan sibuk banget nyiapin buat mudik dan gak punya waktu buat bikin novel. Jadi mohon maaf yang sebesar-besarnya buat readers yang selalu nunggu up nya author


Minalaidzin walfaidzin, mohon maaf lahir batin. Selamat lebaran bagi yang menjalankan πŸ™πŸ™πŸ™**


-

__ADS_1


-


__ADS_2