Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Hamil lagi


__ADS_3

🌹🌹🌹


" Delan, kita mau kemana?" tanya Bella menoleh menatap Delan yang fokus mengemudi. Delan melirik sejenak lalu meraih jemari Bella, ia mengangkat dan memberi kecupan dengan lembut


" Ke suatu tempat!" sautnya


" Kemana?" tanya Bella


" Surprise!"


" Ini bukan hari ulangtahunku!" saut Bella lalu ia menoleh kebelakang pada Jeslyn yang sedang dalam pangkuan salah satu pelayan dirumahnya yang Delan tunjuk untuk membantu Bella menjaga Jeslyn sementara waktu


" Ulangtahun Jeslyn juga masih lama."


" Sayang, memangnya kejutan harus hari yang special?" Bella menggelengkan kepala dengan wajah polosnya


" Nanti kamu akan tahu!"


" Kenapa tidak beritahu aku sekarang." Gerutu Bella


" Kalau diberitahu namanya bukan kejutan." Saut Delan menggerutu, ia jadi gemas sendiri dengan Bella yang selalu cerewet. Delan mencubit bibir Bella


" Delan bahaya!" Delan terkekeh lucu lalu mengusap puncak kepala Bella


Setibanya disuatu tempat yang dituju Delan, Pria itu segera memarkirkan mobilnya diparkiran. Bella.mengerutkan dahi melihat bangunan rumah sakit didepan matanya


" Delan."


" Delan, Delan." Gerutu Delan membuat Bella terkekeh lucu, memanggil nama seperti sebuah kebiasaan untuk Bella. Bella berpikir sejenak


" Emmh sayang."


" Itu baru benar." saut Delan mengulum senyumnya lalu keluar dari mobil, pria itu memutari mobil untuk Bella begitupun pintu mobil bagian belakang. Delan memangku Jeslyn yang anteng mengemut kepalan jarinya


Menggandeng Bella, Delan masuk kedalam rumah sakit. Ia sudah membuat janji dengan dokter obegyn disana untuk memeriksa Bella. Sehingga saat masuk keduanya langsung dipersilahkan masuk ruangan. Bella hanya menuruti Delan tanpa banyak bertanya


" Baiklah ibu, silahkan berbaring." Bella tampak protes


" Lakukan saja apa yang dokter katakan!" perintah Delan. Bella mendengus kecil lalu membaringkan tubuhnya pada brangkar, ia menengadah pada layar monitor. Demi Tuhan Bella tak merasa sedang mengandung bahkan siang tadi tamu bulanannya datang


Lalu Bella menatap Delan, wajah pria itu tampak sumringah menatap monitor


Deg Deg Deg

__ADS_1


Bella terkejut luar biasa, ia menengadah menatap layar monitor dimana disitu terdapat titik kecil


" Usia kandunganya enam minggu. Masih sangat muda-"


" Bagaimana bisa?" Dokter itu tersenyum pada Bella


" Itu bisa terjadi ibu, sepasang suami-"


" Saya sedang datang bulan dok, bagaimana bisa?" tanya Bella masih terpaku


" Bukan hal yang aneh bu, beberapa ibu hamil mengalami kondisi seperti ibu. Coba ibu pastikan itu darah mentruasi atau cuma flek." Bella tak bisa berkata-kata, tatapannya terus tertuju pada layar monitor


Sementara Delan tampak sangat senang, kedua mata pria itu sampai berkaca-kaca. Sambil sesekali bibirnya menciummi pipi Jeslyn


" Saya resepkan vitamin penambah darah. Saya sarankan ibu cek rutin kandungan setiap minggu."


" Tentu saja dok!" bukan Bella malah Delan menyaut dengan penuh semangat membuat Bella dan Dokter wanita itu tertawa


" Jeslyn .. sayang akhirnya kamu punya adik!" Delan mengaming Jeslyn dan berputar membuat bayi itu cekikikan. Bella pikir sejak kapan Delan punya sikap berlebihan seperti itu, ia menggelengkan kepala melihat kelakuan Delan


" Uhhhm anakku sayang, Jeslyn." Delan menciummi pipi dan leher itu, cekikikan Jeslyn kian melengking memenuhi ruangan dokter obegyn itu. Merasa gemas, Delan menggigit dagu Jeslyn dan akhirnya bayi mungil itu merengek lalu menangis


" Delan, kamu selalu membuatnya menangis. Kamu tahu tidak kalau melahirkan Jeslyn itu sangat susah." Bella menggerutu, ia selalu kesal, suaminya ini sering sekali membuat Jeslyn menangis


" Awwww.." Delan berteriak sakit sekaligus terkejut saat cubitan ia rasakan dipinggangnya. Pelakunya siapa lagi jika bukan sang istri


" Sudah kubilang jangan membuatnya menangis." Gerutu Bella, Delan menciut ia salah tingkah dan mengaming-ngaming Jeslyn


" Mamamama." Dalam tangisnya Jeslyn memanggil Bella. Bella memberikan delikan sebalnya pada Delan lalu mengambil alih Jeslyn. Dengan wajah kesal, Bella meninggalkan Delan


" Bella." panggil Delan berteriak berlari mengikuti Bella


" Bella."


" Sayang."


" Kenapa kamu marah sih?" Delan menahan lengan itu hingga Bella berhenti melangkah


" Sudah tahu aku tidak suka kalau kamu membuat Jeslyn menangis."


" Aku tidak sengaja, Jelsyn terlalu menggemaskan." Delan menyentuh pipi Jeslyn


" Iya kan Jeslyn, memangnya Papa menyakitimu huh?" Lucunya Jeslyn berhenti menangis, bibirnya terbuka tersenyum pada sang ayah. Delan mencondongkan tubuhnya dan mencium pipi Jeslyn

__ADS_1


Seperti mempermainkan sang ayah, Jeslyn menangis kencang lagi


" Delan." bentak Bella menoleh memelototkan kedua matanya


" Iya maaf, aku hanya menciumnya sedikit." Saut Delan pelan. Bella menggeram kesal dan kembali meninggalkan Delan. Pria itu mengacak rambutnya kasar


Akhirnya Delan tak berkata-kata apalagi, sama seperti Bella Delan terdiam. Ia membukakan pintu untuk Bella. Kemudian berlari memutari mobil dan duduk didepan kemudi


" Nyonya, nona Jeslyn-" pelayan yang sedari tadi menunggu mereka mencoba akan mengambil alih Jeslyn


" Tidak perlu, dia kehausan." saut Bella lalu menghela nafas


" Bella, pakai sabuk pengamanmu!" perintah Delan dengan suara pelan namun diabaikan Bella


Delan menghela nafas lalu membantu Bella, memasangkan sabuk pengaman untunya dan Jeslyn. Saat akan kembali ke posisinya semula, Delan terdiam dengan jarak wajah hanya beberapa centi dari Bella


" Maaf." Ucapnya dengan wajah memelas lalu mengecup bibir Bella


Pembantu dibelakang tampak malu melihat Delan yang mencium bibir sang istri didepannya. Jika dulu bersama Angela, pria itu mana pernah ssmesra ini, kening sebatas kemesraan keduanya dan itupun jarang Delan lakukan didepan oranglain. Tapi bersama Bella, Delan selalu tak bisa menahan dirinya


Delan kembali ke posisinya dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali menatapi Bella yang sedang menyusui Jeslyn dengan sesekali bibir wanita itu mendarat dikening Jeslyn


" Sayang, bagaimana kalau kita memperkerjakan seorang Nany?"


" Nany?" tanya Bella


" Seorang baby sister untuk membantumu menjaga Jeslyn." Bella tampak terdiam memikirkan ucapan Delan. Ia jadi mengingat dirinya yang dulu pernah menjadi perawat sikembar


" Aku masih sanggup menjaga Jeslyn."


" Sayang." Delan melirik Bella lalu meraih jemarinya


" Perutmu akan semakin membesar."


" Aku masih sanggup, aku tidak mau anakku mengenal wanita lain kecuali ibunya."


" Dia tetap akan mengenalimu, kenapa kamu berpikir-" Delan tak melanjutkan ucapannya, ia mengerti perasaan Bella. Wanita itu tentu sangat takut ada wanita lain dalam rumah tangganya, Delan tahu Bella belum sepercaya itu padanya


" Kenapa kamu bersikeras, kamu takut terganggu? kamu takut Jeslyn atau aku mengganggu pekerjaanmu!" Delan mengerem mobilnya mendadak


" Kenapa kamu semakin melantur? aku hanya tidak mau kamu lelah." Delan mengulurkan jemari untuk mengusap pipi Bella


" Semakin besar Jeslyn akan semakin aktif, aku hanya takut kamu kewalahan." Bella terdiam tak menjawab lagi, dari wajahnya terlihat wanita itu mulai marah pada Delan

__ADS_1


Membuat Delan mengurungkan niatnya. Tadinya ia ingin memberi dua kejutan sekaligus namun melihat Bella yang sedang dalam mood tak baik seperti ini, rasanya ini bukan waktu yang tepat


__ADS_2