
🍃🍃🍃🍃
Delan tak menghentikan tawanya, ia mendorong dada Delan menjauh hingga suaminya hampir terjungkal ke belakang." Uhhhm ganas sekali kamu Bella." Goda Delan mencekal kedua paha Bella
" Lepaskan aku, menjauh!" Gerutu Bella menutupi hidungnya. Delan mendekat mencium punggung jemari Bella yang sedang menutupi hidungnya
" Tapi kamu menikmatinya, dessahanmu begitu berisik!" Goda Delan lalu bangkit menjauh, merasa kasihan melihat wajah Bella yang memerah karena menahan nafas
" Aku mandi dulu!" Ucap Delan mengusap puncak kepala Bella lalu beringus menuju kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya
Sementara Bella masih lunglai, kepalanya pening karena bau badan Delan. Kehamilan sekarang lebih menyiksa Bella ketimbang saat hamil Jeslyn, mungkin karena ia dulu tak bersama Delan
Disaat Delan sudah rapi dengan tampilan baru pun Bella masih rebahan santai disofa tanpa pakaian satupun. Delan menggelengkan kepalanya lalu mengambil jasnya yang menyampai dikursi kebesarannya dan mendekati Bella. Ia menutupi tubuh yang tanpa sehelai benangpun itu dengan jasnya
Tapi belum juga dua detik jas itu menyentuh kulit Bella, wanita itu melemparnya lagi kelantai. Tidak marah, Delan malah tertawa cekikikan
" Ada apa?" Tanya Delan merremas lengan atas Bella dengan pelan
" Bau!" Saut Bella lalu membalikan tubuh membelakangi Delan. Delan mencondongkan tubuhnya lalu mengecupi lengan atas Bella
" Jangan mengarang, itu pakaian yang tadi pagi kamu siapkan sayang." Delan tidak tahu bahwa itu hanya alasan Bella saja yang masih kesal padanya
" Kamu lapar hmm?" Bujuk Delan dengan suara berbisik
" Memangnya kamu akan memberiku makan?" Delan mencubit pinggang Bella membuat tubuh itu menggeliyat pelan
" Kamu kan Bella, ibu dari anak-anakku." Rayu Delan mengulum senyumnya
" Kalau begitu, aku ingin makanan yang berbeda!"
" Baik-baik, katakan, katakan apa maummu sayang?" Delan menekankan panggilan sayangnya
Lalu Bella membisikan apa yang diinginkan oleh lidahnya saat ini
" Heh, sebanyak itu?" Bella mengangguk cepat untuk meyakinkan suaminya. Sejenak pria itu menatapi Bella, ibu hamil memang selalu banyak keinginan, itu yang Delan pelajari dari nasehat sang ibu
Delan menegapkan kembali tubuhnya lalu menghubungi seseorang untuk membeli apa yang istrinya inginkan
" Jangan terlalu lama."
Delan hanya mengangguk, Delan sangat tahu keinginan wanita hamil harus selalu dituruti. Setelah panggilan itu berakhir, Delan melempar ponselnya kebelakang lalu kembali mendekati Bella, menarik tubuh itu agar terlentang dan tanpa aba-aba mencium bibir Bella yang tak pernah bosan ia jamah dengan bibirnya
__ADS_1
Suara decapan setiap pagutan itu kembali memenuhi ruang kantor Delan
Ceklek
Ceklek
Ceklek
Spontan Delan melepaskan bibirnya dan meraih jas untuk menutupi tubuh telaanjang Bella. Lalu bergerak cepat membopong tubuh Bella
" Delan." Bella yang kaget tentu sangat kesal pada suaminya
" Dikamar pribadiku, aku belum selesai meeting bersama klient." Ucap Delan membawa Bella menuju kamar pribadinya
Membaringkan tubuh seksi itu diatas ranjang yang terasa dingin dikulit Bella. Terlihat sekali Delan jarang memakai kamar priabadi itu
" Mau kemana?" Rengek Bella manja tak melepaskan Delan, kedua tanganya melingkar manja dileher suaminya
" Aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu."
" Tapi pekerjaan bersamaku juga belum selesai." Gerutu Bella. Delan tersenyum nakal
" Memangnya kamu mau lagi?"
" Semua makananku!"
" Iya, aku akan menemanimu makan, tapi sekarang aku harus selesaikan dulu bersama Amar."
" Jadi aku dan bayi ini tidak penting?."
" Jangan pernah bertanya kamu dan anak-anak penting atau tidak. Kamu sudah tahu jawabannya." Hati Bella menghangat dengan pengakuan itu, perlahan ia melepaskan Delan
" Kiss dulu!" Perintah Delan mengerucutkan bibirnya
Bella tersenyum lalu melakuannya, ia mencium mesra bibir suaminya. Delan tersenyum senang, jahilnya pria itu kini menekan bibir Bella dan memagut bibirnya. Ciuman singkat itu berakhir ketika ketukan kembali terdengar dipintu
" Jangan lama-lama." Ucap Bella manja
" Iya sayang." saut Delan dengan suara lembut. Delan tahu, tingkat kemanjaan wanita akan lebih meningkat saat mereka hamil. Diam-diam Delan mempelajari semuanya, apa yang harus dilakukan suami ketika istrinya sedang hamil
Dengan segera Delan keluar dari kamar pribadinya dan menuju pintu. Delan membukanya
__ADS_1
" Bos, Tuan Amar sudah menunggu sejak tadi." ucap Jesy sambil kedua matanya celingukan kedalam seperti mencari sesuatu lalu menatap atasannya yang sudah berganti pakaian. Bahkan selama pernikahan bersama kakaknya, Delan tak pernah berlaku seperti itu, berhubungan intim di kantor, rasanya Jesy tak pernah melihat hal seperti itu
Berbeda dengan sekarang, meskipun jaraknya jauh tapi Jesy bisa melihat pakaian wanita berserakan dilantai dan diatas meja dekat sofa dimana memang tadi Bella dan Delan bercinta
" Sebentar bos." Jessy berniat menerobos Delan namun ditahan pria itu. Ia berniat merapihkan segala kekacauan keduanya didalam, ia masih menghargai Delan sebagai atasannya dan tak mau pria malu karena kelakuannya
" Aku tidak menyuruhmu, jadi jangan ikut campur."
" Tapi-"
" Keluar, aku yang akan membereskannya." Delan mendorong pelan Jesy lalu masuk lebih dulu, ia membereskan sendiri kekacauan didalam ruangannya, membawanya kekamar pribadinya menuju kamar pribadinya. Hal itu tak luput dari perhatian Bella. Belum sempat Bella membuka mulutnya sang suami bergegas keluar lagi
Lalu menyuruh Amar sang klient masuk
" Maaf, kau pasti menunggu lama."
" Ah jangan sungkan, di cuaca panas begini, mandi bersama wanita lebih baik." Canda Amar ketika melihat tampilan Delan yang berbeda, juga rambut pria itu yang sedikit basah
Delan tersenyum kikuk, mengusap tengkuknya yang tak gatal, ia bukanlah pria yang suka terbuka mengenai urusan ranjangnya
" Silahkan duduk." Perintah Delan salah tingkah lalu menunjuk sofa dimana tadi ia dan Bella bercinta dengan sangat panas dan menggelora
Amar tertawa pelan lalu mendudukan dirinya disofa sebrang yang tak ditunjuk Delan. Pria itu kini yang malah menunjuk sisa-sisa tisue dibawah disekitaran sofa
" Aku pasti sangat mengganggumu Tuan Delan." Delan tampak semakin malu, lalu ia mengambil ponselnya yang berada disaku celana
" Keruanganku sekarang." Perintah Delan pada seseorang di sebrang sana
" Maaf, sepertinya petugas kebersihan melupakan pekerjaan mereka hari ini. Ruangan ini benar-benar kotor." Gerutu Delan berpura-pura membodohi Amar, padahal pria itu sudah tahu tisu-tisu itu bekas apa
" Itu bukan masalah besar!" Saut Amar berpura-pura bodoh agar Delan tak semakin canggung padanya
" Dimana istri anda Tuan, saya tidak melihatnya?"
Delan merasa heran." Kenapa anda menanyakan istri saya?"
" Saya hanya heran, kenapa berbeda dengan wanita yang terakhir saya lihat? apa dia-"
" Dia benar-benar istriku, ibu dari anak-anakku!" Saut Delan cepat dengan suara pelan
Lalu ia mengambil beberapa berkas-berkas yang masih tersaji diatas meja. Delan mencoba mengalihkan perhatian klientnya tersebut. Ia sama sekali tak ingin membahas bahkan memberi tahu perihal pernikahannya dan Angela yang sudah kandas. Hal itu sangat sensitif untuk dibahas menurut Delan, terlebih ia takut Bella yang didalam kamar pribadi mendengar percakapan mereka
__ADS_1
-
-