Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Selalu menolak


__ADS_3

🌹🌹🌹


-


-


" Darimana saja kamu?" pertanyaan itu membuat Delan yang akan berjalan menuju kamar mandi berhenti ditempat, ia berpikir istrinya itu sudah tidur mengingat malam sudah semakin larut


" Merokok!" saut Delan lalu kembali melanjutkan langkah menuju kamar mandi yang saat itu juga diikuti Angela. Wanita itu berlari mengejar Delan dan langsung memeluk tubuh kekar dan tinggi itu


" Angela ini sudah malam, biarkan aku mandi." saut Delan mencoba melepaskan dirinya dari Angela namun wanita itu malah semakin mengeratkan pelukan dengan kedua mata menajam ke sembarang tempat. Malam ini udara sangat dingin tapi kenapa kemeja yang dikenakan suaminya basah dan Angela bisa mencium bau keringat dan bau parfum suaminya yang bercampur jadi satu, tentu Angela sangat tahu apa yang telah dilakukan suaminya itu


" Sayang bagaimana kalau kita melakukan honeymoon kedua kita?" Delan hanya terdiam, jangankan menyentuh Angela, dipeluk seperti inipun rasanya sekarang ia merasa asing dengan Angela


" Kamu tahu akhir-akhir ini aku cukup sibuk!"


" Aku sangat ingin memiliki seorang bayi Delan, seperti kata mama bagaimana kalau kita melakukan program bayi tabung?"


" Aku akan memikirkannya!" saut Delan, kini ia berhasil melepaskan dirinya dari Angela. Delan segera membuka pakaian itu dihadapan Angela


Angela kembali dibuat sakit melihat luka cakaran kuku itu lagi dipunggung Delan, bahkan selama pernikahannya bersama Delan ia tak pernah melakukan hal itu pada suaminya tapi mengapa wanita lain melakukan hal itu? sudah jelas Angela sangat tahu bahwa Delan tak sehebat itu dalam hal ranjang. Lalu ia segera mendekati suaminya dan


Cup

__ADS_1


Kecupan lembut bibir Angela mendarat dipunggung Delan dengan begitu lembut meski diabaikan Delan. Pria itu sibuk mengisi air hangat kedalam bathup


" Tidurlah ini sudah malam." perintah Delan


" Aku sangat merindukanmu." sautnya kembali memeluk tubuh Delan dari belakang


" Akhir-akhir ini kamu seperti bukan dirimu.." Delan membeku nyatanya kini perasaan Delan memang telah berubah pada Angela. Bukan hanya karena Bella namun itu semua karena penghianatan Angela sendiri


" Tunggulah sebentar, aku akan mandi dulu." perintah Delan dan sekali lagi Angela mencium punggung kekar itu sebelum pergi meninggalkan Delan


Sambil menghela nafasnya Delan masuk kedalam bathup. Merebahkan tubuhnya dalam hangatnya rendaman sabun dan aroma therapi. Tiba-tiba otaknya mengingat Bella." Sweety apa yang harus kulakukan?" gumam Delan lalu memejamkan mata


Sekitar 1 jam Delan merendam tubuhnya, ia sengaja berlama-lama dikamar mandi berharap saat ke kamar Angela sudah tidur dan ia tak akan diganggu lagi wanita itu. Delan kembali menghela nafasnya, entah sampai kapan ia bersandiwara dan berbohong pada semua orang bahwa pernikahan yang kini ia jalani sudah tak sehat. Angela selingkuh begitupun dengan dirinya, yaa meskipun Delan punya alasan kenapa ia bisa berselingkuh dibelakang Angela


Angela sudah menampilkan senyum manisnya pada Delan. Ia beringus turun dari ranjang dan mendekati suaminya. Dengan manja Angela memeluk tubuh yang hanya terbalut handuk dipinggang itu dan Angela segera menarik handuk putih itu hingga terjuntai kelantai." Kenapa menutupinya hmm? bukankah kebiasaanmu selalu telanjang didepanku." goda Angela


" Udara malam ini cukup dingin." saut Delan hendak melangkah namun segera ditahan Angela


" Aku akan membuatmu hangat sayang .. " sautnya sambil menarik suaminya menuju ranjang. Delan berdecak kesal dalam hati saat Angela dengan posesif mendorongnya terlentang keranjang. Delan membiarkan Angela, pria itu hanya menatap Angela yang melepaskan lingerinya dari bawah rasanya sehingga tubuh putih nan mulus itu terlihat dikedua mata Delan


Lagi-lagi Delan hanya membiarkan Angela menjamah tubuhnya, menciumi setiap inci demi inci tubuhnya. Tubuh Delan bahkan tak bereaksi dengan sentuhan itu, ia hanya berpikir keras cara apa yang bisa ia lakukan untuk menghentikan Angela


Saat bibir itu mulai turun ke area bawah saat itu jugalah Delan memejamkan mata sembari menutupi wajahnya dengan satu tangan. Grrrrrrrr grrr grrrrr grrrrr

__ADS_1


" Delan .." panggil Angela dengan kesal mengangkat wajahnya. Wanita itu mendekati Delan lalu menarik lengan yang menutupi wajahnya


" Sayang kamu tidur?" Angela sungguh jengah padahal ini kesempatan Angela untuk menarik lagi perhatian suaminya tapi pria itu malah tertidur bahkan dengkurannya semakin keras ditelinga Angela


" Menyebalkan!" umpat Angela dengan kesal sambil memukul kasur empuk itu. Tapi Angela tak menyerah, membungkukan badannya kembali untuk meraih leher Delan. Setidaknya ia harus membuat sang pelakor cemburu padanya


" Kuharap kau sadar diri Bella, Delan hanya mencintaiku. Kau hanya pelacu* sementaranya saja." batin Angela, ia hendak mendaratkan bibirnya dileher Delan namun pria itu malah membalikan tubuhnya menyamping. Untuk kedua kalinya Angela tak mau menyerah lagi, ia akan menyusupkan wajahnya diceruk leher Delan tapi sekali lagi Delan membuatnya berhenti


" Angel .. aku benar-benar mengantuk, bisakah kita melakukannya lain kali." gumam Delan sambil meraih selimut dengan kaki tanpa membuka matanya


Seketika itu pandangan Angela berubah sedih, kedua matanya berair dengan penolakan itu. " Apa aku benar-benar sudah tak menarik lagi dimatamu?" tanya Angela lirih dan mulai terisak


Pria dingin itu mana perduli dengan tangisan Angela, ia malah meraih selimut dan memyelimuti tubuhnya sampai batas dagu. Delan tak mau menambah masalah dan mengambil resiko benihnya tumbuh dirahim Angela karena jika itu terjadi semua rencana yang sudah ia susun akan gagal berantakan. Delan bahkan tak memikirkan lagi masa depan pernikahannya bersama Angela, rasa kecewa membuat Delan kian kejam terhadap wanita yang telah dua tahun ini membina rumah tangga dengannya


Setelah tidur selama 4 jam lamanya, kini Delan membuka mata. Ia menoleh kebelakang melihat Angela sejenak, wanita itu tidur membelakangi Delan. Merasa Angela masih terlelap, Delan segera bangun dan menuju lemari untuk memakai piyama tidurnya


Lalu ia mengendap-ngendap keluar dari kamar menuju ruang kerja sang dady dimana disitu terdapat semua kunci cadangan rumah mereka. Setelah Delan segera menuju kamar Bella, ia tak tahu bahwa Angela tak tidur semalaman karenanya, wanita itu mengikuti suaminya dan masuk kekamar tamu disebelah kamar Bella


Merasa tak mendengar apapun dari sana, Angela menuju balkon. Ia tampak berpikir sejenak dan tak disangka wanita anggun itu berubah liar dengan memanjat pagar balkon rumah berlantai tiga tersebut. Angela meloncat dan sampai dibalkon kamar yang ditempati Bella


Kebetulan tirai kamar pintu balkon itu tak ditutup memudahkan Angela untuk melihat kedalam kamar. Ia berdiri disana mendekatkan dirinya pada pintu untuk mendengar percakapan keduanya. Meski hatinya terasa sakit namun Angela sangat penasaran dengan sikap Delan pada Bella, apakah selembut padanya? atau biasa saja dan menganggap Bella hanya teman tidur saja


-

__ADS_1


-


__ADS_2