
🌹🌹🌹
Seharian ini Delan tak menjauh sedikitpun dari Jeslyn, pria itu mengurus Jeslyn mengambil alih semua pekerjaan Bella membuat sang wanita kesal. Entah kenapa ia tidak suka jika Jeslyn menempel pada Delan meskipun Delan adalah ayah kandungnya. Bella sangat takut Delan membawa Jeslyn pergi jauh dan apakah tujuan Delan memang seperti itu? bukankah Delan juga punya bayi lagi bersama Angela? lalu mengapa sekarang Delan menginginkan Jeslyn yang dulu ia abaikan?
Bella sampai mengabaikan pekerjaannya hari ini karena terus mengawasi Delan. Dan lihatlah, baru setengah hari bersama sang ayah bayi mungilnya sudah menempel pada Delan hingga tak henti beeceloteh memanggilnya
Pa pa pa pa .. Karena terus diajari ayahnya
Pria itu tertawa dengan suara Jeslyn hingga kedua matanya menyipit. Sambil mengusap ludah Jeslyn yang melebar kemana-mana
" Anak pintar .." suara itu sangat lembut ditelinga Bella yang kini berkacak pinggang di ambang pintu
" Kenapa memakaikannya baju seperti itu, ini musim hujan." gerutuan itu membuat Delan tersenyum lucu, sejak pagi Bella terus cerewet dengan wajah jutek padanya. Delan memaklumi itu, bayangkan dulu Delan hilang tanpa kabar tentu istrinya akan marah dan membencinya
" Ini benar-benar lucu sayang." Bella mencebik dengan panggilan sayang Delan padanya. Delan kembali tersenyum saat tak mendengar suara Bella. Ia mengambil ponselnya dan memotret Jeslyn yang seharian ini ia potret hingga memori ponselnya yang tadinya kosong itu penuh dengan potret Jeslyn dengan berbagai gaya
" Jeslyn kenapa kamu menggemaskan sekali." Delan menatap ponselnya dimana disitu hasil jepretannya terhadap Jeslyn. Lalu ia kembali pada Jeslyn memeluk gemas putrinya yang diatas kasur sementara dirinya berlutut dilantai
" Bayiku Jeslyn." ucap Delan
Delan mengujani pipi bulat itu dengan kecupan gemasnya. Sebenarnya itu pemandangan indah untuk Bella, bibir wanita itu tersenyum meski sangat tipis. Ia memimpikan keluarga yang lengkap untuk Jeslyn sang buah hati, namun itu dulu sebelum luka yang ia dapat dari Delan. Dua kali ia mendapatkan luka itu dan untuk kali ini Bella rasanya merasa enggan untuk memaafkan Delan
" Aku akan mengajaknya jalan-jalan ditaman." ucap Delan sembari menoleh pada Bella
" Dengan pakaian seperti itu? apa kau sudah gila? kau akan membuat putriku sakit. Sebenarnya apa rencanamu?" Delan menarik nafasnya pelan, ia tak menanggapi Bella. Pria itu beranjak bangun mendekati lemari pakaian Jeslyn untuk mengambil jaket
Delan kembali lalu memakaikan jaket itu ditubuh mungil Jeslyn. Ia tersenyum, didekatnya bayi aktif itu lebih penurut dan banyak diam." Bella dimana baby warp(gendongan bayi)?"
Bella hanya diam menatap dengan wajah tak sukanya
" Bella .." panggil Delan lagi dengan suara lembut sambil menoleh kebelakang
__ADS_1
Mau tak mau Bella melangkah masuk, ia mengambil baby warp didalam lemari Jeslyan lalu ia lempar pada Delan dengan tak sopannya. Delan sebenarnya kesal namun mau bagaimana lagi, ia tak mungkin mengkasari Bella. Delan akan mencoba mengerti dan memahami Bella
" Pakaikan untukku, aku tidak bisa." perintah Delan
" Kenapa ada pria sepertimu!" gerutu Bella mendekati Delan, ia merampas baby warp itu ditangan Delan dan memasangkannya pada Delan. Kini Jeslyn berada digendongan pria itu seperti anak kangguru yang menemplok pada sang induk
Delan tampak senang, ia terus memperhatikan Jeslyn yang terlihat nyaman sambil mengemut kepalan jemarinya. Delan menciumi kepala Jeslyn dengan begitu lembut sembari menghirup aroma sampo dengan harum jeruk dirambut Jeslyn
Bella ingin sekali tertawa melihat tubuh kekar dan gagah itu benar-benar tak pantas mengais Jeslyn. Tapi ia hanya bisa terkikik dalam hati, ia tak mau membuat pria itu besar kepala
Akhirnya Bella hanya bisa mengekori Delan, bagaimana pun Bella tak percaya pada Delan. Sejak dulu pria itu sering sekali membohongi dan membodohi Bella. Ia benar-benar akan gila bila Jeslyn dibawa lari oleh Delan
" Jangan terlalu jauh, ini musim hujan." gerutu Bella
" Kalau kamu tidak percaya padaku, ikutlah." perintah Delan sembari menoleh. Bella tampak berpikir dan itu kesempatan Delan mengulurkan jemarinya menyentuh pipi Bella
" Aku tidak akan membawa Jeslyn Bella, aku tidak mungkin membuatmu menangis." Jika dulu rayuan itu membuat Bella tersenyum, tapi sekarang sangat berbeda. Wanita itu malah memelototinya sambil menepis kasar jemari Delan
Bella mendahului Delan keluar dari rumahnya dengan berjingkat, bukan marah Delan malah merasa lucu pada Bella. Bokong penuh dan bulat itu menjadi perhatian Delan
" Bos." suara panggilan itu membuat Delan menghela nafas dan spontan membalikan tubuhnya. Dibelakang ada Erik, pria itu terkekeh lucu melihat Delan yang mengais Jeslyn. Benar-benar tidak pantas untuk pemilik tubuh kekar dan tinggi seperti Delan
" Kau mengikutiku ya?" bentaknya pelan dan mendelik sebal
" Bos sudah lama tidak pulang ke vila!"
" Aku tidak akan kembali, aku akan stay disini."
" Apa?" tiba-tiba Bella berteriak dengan kencang membuat perhatian semua orang tertuju padanya
" Bawa barang-barangku kemari." Delan mengabaikan Bella malah berbicara seperti itu pada Erik
" Jangan gila!" Erik ingin sekali tertawa mendengar bentakan Bella, wanita itu terlihat berani pada Delan
__ADS_1
" Kenapa harus gila, suami istri harus tinggal bersama. Apalagi kita punya Jeslyn."
" Benar-benar-"
" Dimana anak istriku berada disitulah rumahku." potong Delan lalu kembali pada Erik mengabaikan wajah garang Bella
" Bawa barang-barangku secepatnya!" ucapnya sembari mengibaskan tangan mengusir Erik, tidak di vila tidak disana pria itu selalu mengganggu Delan
" Tapi ada orangtuamu bos." Delan hanya terdiam memikirkan bisikan Erik
" Setelah aku mengajak Jeslyn berputar ditaman ini, kita ke vila." ucap Delan lalu memaksa meraih satu tangan Bella untuk ia genggam. Delan menarik Bella untuk mengitari taman dimana disitu terdapat angsa-angsa putih yang sedang berenang dikolam air mancur
" Sayang lihat mereka." ucap Delan pada Jeslyn. Bayi mungil itu tampak melongo memperhatikan angsa-angsa putih yang dimatanya terasa asing
Membuat Delan tersenyum lalu kembali menciumi kepala Jeslyn, rasanya bahagia melihat sang buah hati yang nyaman dalam pangkuannya. Delan berjongkok begitupun Bella yang ikut berjongkok karena Delan tak melepaskan tangannya
Saat satu angsa putih mendekat padanya dan Bella saat itu jugalah Jeslyn tampak ketakutan, wajahnya memerah seperti akan menangis. Bukan merasa kasihan Delan malah tertawa, ia merasa lucu melihat wajah putrinya
" Delan dia ketakutan." tegur Bella hendak meraih Jeslyn yang menyembunyikan wajahnya didada sang ayah tapi bayi mungil itu tak mau pada Bella malah semakin menempel pada Delan membuat Delan kembali tertawa
" Baiklah Jeslyn kita jauhi Angsa." Delan kembali berdiri menjauhi kolam air mancur itu
" Ini karena kamu tidak pernah mengajak Jeslyn mengenali dunia luar." Bella hanya terdiam mengabaikan Delan dengan wajah angkuhnya
" Dia jadi penakut Bella .."
" Wajar saja dia kan masih bayi." gerutu Bella memaksa menarik tangannya. Lihatlah baru seperti itu saja Bella sudah marah, wanita itu berjingkat lagi mendahului Delan dengan jalan tak tentu arah
Delan hanya tersenyum sembari mengusap satu pipi Jeslyn dengan ibu jarinya lalu menunduk menatap Jeslyn, kedua matanya berkaca lagi, rasanya Delan ingin sekali menangis bila memperhatikan Jeslyn. Delan merasa bersalah tak menemani Bella didetik-detik Jeslyn akan lahir kedunia
" Maafkan aku Bella, maafkan papa Jeslyn." gumam Delan sendu
-
__ADS_1
-