Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Mengembalikan Angela


__ADS_3

🌹🌹🌹


" Sayang dimana Bella?" tanya Mammi Bulan pada Delan, yang sudah siap dimeja makan


" Bella masih dikamar." saut Delan melirik sekilas pada ayah dan ibunya


" Apa yang akan kamu lakukan pada Angela, bukankah mengembalikan secara baik-baik pada kedua orangtuanya itu lebih menghargai mereka?" tanya sang mammi sembari mendekat dan duduk disamping Delan


" Aku tidak mungkin punya dua istri, lebih tidak mungkin lagi aku meninggalkan Bella dan Jeslyn. Kuharap Mammi tidak ikut campur seperti yang kukatakan kemarin." Mendengar itu Mammi Bulan melirik sang suami, rasanya percuma bicara pada putra mereka, kini pria itu bertindak lebih egois dibanding dulu


" Kami hanya bisa memberi nasihat selebihnya kamu yang memutuskan-"


" Tentu aku akan menceraikan Angela." potong Delan melirik sang ayah, meskipun sudah memaafkan semua orang namun sepertinya Delan belum benar-benar berbesar hati, sikapnya kembali dingin sangat berbeda jika sedang bersama Bella


" Dimana putriku?" tanya Delan


" Dia bersama Pevita, dikolam renang."


" Pevita membawanya berenang?"


Delan tak menjawab, ia beranjak berdiri


" Aku kekamar sebentar." ucapnya lalu melenggang pergi begitu saja


" Sayang bagaimana ini? aku yakin orangtua Angela tak akan terima anaknya dibuang begitu saja." gerutu Mammi Bulan


" Aku yakin Delan akan menyelesaikan semuanya. Dia sudah dewasa, biarkan dia menyelesaikannya sendiri. Kita tidak perlu ikut campur lagi, sekarang kita punya Jelsyn, aku sangat bahagia karena ternyata kita punya seorang cucu, perempuan lagi." Gumam Dean dengan wajah sumringah


Dikamar Delan terkekeh melihat Bella yang masih berbaring diatas ranjang." Ayolah sayang, sampai kapan kamu malas-malasan seperti ini hmm?" Suara itu mengagetkan Bella, tubuhnya berjingkat kaget apalagi saat Delan sengaja melompat ketubuhnya


" Delan aku sangat lelah." Gerutu Bella


" Apa aku keterlaluan semalam huh?" Bella mengangguk lemah namun bukannya iba pria itu malah tertawa kencang


" Uhhhm sorry!" ucapnya lalu mengecup kening Bella, jemarinya menyentuh pipi Bella dengan begitu lembut


" I love you." Bisiknya dan kecupan dibibir Delan dapatkan


" Kamu belum makan."


" Aku tidak nafsu makan." Saut Bella menggelengkan kepalanya


" Sedikit saja, biar bibi membawanya kemari."


" Aku tidak mau, lidahku terasa pahit!" Dahi Delan berkerut dan jemari dipipi itu berpindah kekening Bella


" Tidak demam." Bella menarik nafasnya pelan


" Ah turunlah, kamu berat!" gerutunya


" Biasanya juga suka!"


" Itu berbeda sayang." gerutu Bella mencoba mendorong kedua bahu Delan


" Apa Jelsyn sudah makan?"


" Mami sudah memberinya makan."


" Dia belum minum susu."


" Sudah, dia sudah minum susu, papahnya yang belum." Saut Delan dengan senyum nakalnya


" Ah tidak-tidak ini masih pagi, jangan mesum dulu!" gerutu Bella membuat Delan kembali tertawa


" Kalau begitu bergegaslah, kita makan bersama." ujarnya menarik kedua tangan Bella hingga wanita itu bangun duduk diatas kasur. Pagi inj Bella sangat manja, mengacungkan kedua tangannya ingin dipangku Delan


Tidak merasa keberatan, pria itu malah senang dan segera memangku Bella yang masih polos tanpa sehela benangpun


" Tumben sekali mama Jeslyn sangat manja!" Ledek Delan


" Kenapa tidak boleh manja pada suami sendiri."


" Aku sangat senang malah!" saut Delan dengan senyum tak pudarnya, membawa Bella dengan kedua tangan memegang bokong bulat wanita itu menuju kamar mandi


" Aku lupa, kalau suamiku harus kubagi."


" Bella, aku akan menceraikan Angela. Bersabarlah." Bella tak menjawab ia meletakan kepalanya dipundak Delan


" Bersabarlah sayang." Delan kembali bersuara dengan begitu lembut lalu menurunkan Bella dibak mandi


Bella hanya diam, menatapi Delan yang sibuk mengisi bak mandi menuangkan sabun untuk mandinya. Dalam hatinya ia merasa sangat dipuja, pria itu kini benar-benar takluk, seperti apa katanya Bella akan mencoba bersabar menunggu saat itu tiba saat dimana ia menjadi satu-satunya


" Delan, apa aku sudah seperti seorang jal*ng?" Kedua mata Delan menyipit mendengar pertanyaan itu, pagi ini Bella terasa aneh


" Ya kau bit*ch yang sukses selalu membuatku terbang" ledek Delan

__ADS_1


" Aku serius!" Bella mencipratkan air kewajah Delan. Pria itu merasa gemas pada Bella hingga kedua tanganya mulai pindah mencengkram kedua paha Bella. Delan berjongkok disisi bathup dimana Bella berselonjor santai dalam bathup tersebut


" Kenapa bertanya seperti itu?"


" Hanya saja-" Seolah mengerti perasaan Bella, Delan memegang kedua bahu Bella


" Dengar sayang, kamu tidak merebutku dari siapapun!" Delan menegaskan sekali lagi


" Ini terakhir kalinya kita membahas ini." Tambahnya lagi


Bella mengangguk dan memberikan senyuman manisnya


Cup


Delan mengecup bibir itu sekilas


" Mandilah, aku menunggumu dibawah."


" Hmm." Delan melepaskan Bella lalu mencuci tangannya yang dipenuhi busa diwastapel sambil memandangi Bella dari pantulan cermin didepannya, mama Jeslyn itu masih terdiam melamun dengan kedua jemari mengusap-usap


lkedua pundaknya


Akhirnya Delan kembali mendekat berjongkok dibelakang tubuh Bella." Mau aku mandikan juga?" bisiknya membuat Bella tersenyum dan menoleh kebelakang


" No!" sautnya membuat Delan terkekeh lucu dan mengusap puncak kepalanya dengan begitu penuh kasih sayang


" Mandilah sendiri, jika berdua aku yakin kita bukan hanya mandi." Bisiknya lagi sebelum benar-benar pergi meninggalkan Bella


" Sejujurnya aku takut Delan, aku takut semua orang menganggapku jahat karena membuat rumah tanggamu hancur." Gumam Bella menyandarkan kepalanya pada sisi bathup


Sambil menuruni tangga dengan langkah tergesa, Delan melihat ponselnya yang berdering kencang dan berdecak kesal, ia berniat tak mengangkat panggilan itu tapi sebuah pesan masuk membuat Delan berhenti bergerak


" Dimana Bella?" tanya sang mammi ketika putranya itu hanya diam diujung tangga


" Delan." panggilnya lagi


" Mam aku pergi sebentar, jika Bella sudah turun bilang saja aku ada urusan dikantor." saut Delan dengan terburu-buru keluar dari rumah


" Anak itu!" gerutu Mammi Bulan menatapi punggung putranya


Papapapapapa


Pevita tertawa lucu mendengar celotehan Jeslyn saat melihat ayahnya melewati kolam renang, bayi itu sangat lincah main air bersama sang Aunthy dan yang lainnya. Karena terus dipanggil oleh sang buah hati, Delan mendekat. Ia berjongkok disisi kolam didekat Jeslyn


" Berikan dia pada Bella, sepertinya dia kehausan."


" Kakak, Jeslyn baru tadi minum susu."


" Bayi memang seperti itu Pev, berikan pada Bella setelah dia mandi dan berpakaian." Saut Delan sambil tak henti memandangi Jeslyn


" Sayang, papa pergi sebentar hmm?"


Sautan Jeslyn hanya celotehannya yang membuat Delan tersenyum


" Kau mau kemana?" tanya Bryan yang sedang berbincang bersama Erik dibangku kolam renang


" Aku ada urusan sebentar!" saut Delan lalu bangkit berdiri dan pergi begitu saja


Dan setelah satu jam berkutat dengan jalanan, disinilah Delan berdiri disebuah rumah megah bernuansa putih serba putih bahkan bunga-bunga ditamannya sekalipun. Delan memberanikan diri masuk setelah hampir dua tahun lamanya ia tak pernah menginjakan kakinya lagi dirumah kedua orantua Angela


Dengan langkah tegapnya ia memencet Bell rumah yang mana seketika terbuka, sepertinya sang pemilik memang sengaja menunggu Delan. Delan menatap siapa yang membuka pintu untuknya, meskipun tidak menyukai putrinya namun untuk wanita didepannya ini Delan mencoba hormat, ia mencoba meraih satu tangan itu namun timbal balik pada Delan malah sebuah tamparan keras dan tangan Delan mengapung begitu saja


Tamparan keras itu terdengar kedalam oleh beberapa orang yang memang menunggu Delan


" Brengsek, bisa-bisanya kau menyakiti putriku terus menerus!" ucapnya dengan tatapan kecewa, sebenarnya mama Rose sudah sangat kecewa saat tahu Delan berselingkuh namun kali ini lebih kecewa lagi setelah tadi pagi putrinya pulang ke rumah dengan koper besar, menangis dan mengadu padanya dan sang suami


" Tidak cukupkah dengan pengkhianatanmu?" bentaknya berapi-api lalu memukuli bahu dan dada Delan yang hanya diam membiarkan wanita itu, nyatanya ia pun salah


" Aku menikahkan putriku denganmu bukan untuk kau sakiti!" teriaknya berapi-api


" Ma, hentikan, kita bicarakan semuanya baik-baik!" ucap Ayah Angela melerai sang istri dan menggandengnya kedalam. Sejenak ia menoleh pada Delan


" Masuklah, bukankah tujuanmu kemari untuk menyelesaikan semuanya?"


Delan mengangguk dan mengikuti kedalam rumah. Ia mendudukan dirinya didepan Angela yang berada ditengah-tengah kedua orangtuanya. Delan mengangkat wajah dan menatap Angela, wajah itu sembab dengan kedua mata menyipit


Delan menarik nafasnya pelan lalu menatap ayah Angela." Pah, aku mengembalikan putrimu!"


" Delan, aku tidak mau. Kalaupun kamu mau bersama Bella, aku mengijinkan aku rela dimadu!" saut Angela dengan suara serak


" Jangan gila, apalagi yang kau harapkan dengan pria brengsek ini." Gerutu mama Rose dengan tatapan tajam pada Delan


" Maaf Angela, sampai kapanpun aku tidak akan bisa adil. Jadi untuk kebaikanmu adalah perpisahan kita."


" Ma, Pah tolong aku!" Angela memelaskan wajahnya membuat kedua orantuanya semakin sedih, sebenarnya apa yang putri mereka harapkan dari Delan

__ADS_1


" Baik, kalau begitu serahkan perusahanmu pada kami!" tantang ayah Angela membuat Delan sedikit menegang


" Untuk harta gono-gini, saya akan berikan setengah saham pe-"


" Semuanya, bagaimana kalau aku minta semuanya." Kini Angela ikutan menyahut dan berpikir Delan tak mungkin menyetujuinya. Tapi sepertinya semua orang lupa bahwa tanpa perusahaan pun Delan tetaplah pria kaya, bisnis keluarganya tak hanya dari cabang perusahaan A & D saja


" Baik." Saut Delan mantap membuat Angela terkejut dan mengepalkan kedua tangannya


" Delan kau yakin?"


" Iya, perusahaan itu milikmu. Mulailah hidup bahagia." Saut Delan dengan wajah sangat serius


Airmata Angela mulai tak tertahan lagi, merembes keluar. Nyatanya Angela hanya menguji Delan agar tak menceraikannya


" Kita bertemu dipengadilan dua minggu lagi dan untuk pengalihan kepemilikan perusahaan, pengacaraku akan mengurusnya." Ucap Delan lalu menatap kedua orangtua Angela bergantian, keduanya tampak terkejut dengan kesetujuan Delan, bagaimana tidak? perusahaan yang sedang maju pesat, kliennya dimana-mana dan cabangnya pun tak terhitung itu diserahkan Delan begitu saja


" Ma, pah, saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena telah menghianati putri kalian. Itu kesalahan saya, anggap saja perusahaan itu sebagai permintaan maaf saya terhadap Angela, mama dan Papah." Delan bangkit berdiri, untuk terakhir kalinya ia membungkuk menghormati kedua orantua Angela


" Delan." panggil Angela saat pria itu memutar tubuh


" Angela, sudahlah. Jika pria sudah tidak mencintaimu jangan dikejar lagi. Lagipula kamu mendapatkan banyak!" gerutu Mama Rose


" Tidak ma, aku tidak butuh uang." Bentak Angela tergesa-gesa bangkit berdiri untuk mengejar Delan, ia meraih jemari Delan dan menggenggamnya erat, airmatanya berderai rasanya tidak rela melepaskan Delan bersama wanita lain


" Bisa kita bicara!"


" Bicara saja disini."


" Hanya berdua dan empat mata!" saut Angela dengan wajah memohon


Delan menyetujui Angela, wanita itu menbawanya kebelakang rumah dimana ada taman disana. Keduanya duduk dibangku menatap pada air mancur didepan mata mereka, sedikit pemandangan indah untuk Delan


Berbeda Angela yang malah terisak


" Aku tidak menyangka, pernikahan kita akan jadi seperti ini." Delan tersenyum dan hanya mengangguk-nganggukan kepalanya


" Sejujurnya aku punya bukti perselingkuhanmu!" Angela terkejut lalu menoleh pada Delan


" Dan Alvin!" saut Delan lalu ikut memandang Angela


" Aku tidak pernah mengatakan itu semua pada orantuaku, keluargaku. Sejujurnya akupun sangat salah. Kita sama-sama saling menghianati." Angela semaki terisak, beruntung Bella bisa bersama Delan. Meskipun begitu Delan tetap baik, menjaga harga diri Angela didepan semuanya


" Maafkan aku!" Angela semakin tersedu


" Aku benar-benar wanita bodoh, aku menghianatimu karena kebodohanku dan aku orang yang tidak bersyukur. Tuhan sudah sangat baik mempersatukan aku dengan pria baik tapi aku malah melanggar janjiku pada Tuhan. Maafkan aku." Aku Angela menutup wajahnya dan menangis kencang. Delan tampak tenang, ia menatap lagi air mancur didepan matanya, bahkan Delan sangat dingin tak berniat menenangkan Angela yang menangis


" Kau tahu Angel, saat aku bertemu lagi dengan Bella. Saat itu Bella sangat mempesona, dia cantik sama seperti dulu. Aku ingin sekali memeluk Bella, mencium lagi bibirnya, dia wanita pertamaku dan aku sangat ingin kembali pada Bella, merajut lagi hubungan kami yang sempat terhenti. Sejenak aku tergoda, tapi aku sangat sadar posisiku seperti apa. Aku pria beristri, aku mempunyai wanita yang telah kujanjikan kebahagiaannya. Sedikitpun aku tak berniat untuk menghianati pernikahan kita, aku menahan semuanya, keinginanku pada Bella." Delan tersenyum hangat mengingat pertemuannya kembali bersama Bella, ia ingat betul lemparan sepatu hak tinggi milik Bella mendarat dikepalanya


" Tapi semuanya berubah saat aku mendengarmu dan Alvin malam itu." Angela semakin tersedu bahkan ia malu menampakan wajahnya dihadapan Delan, beribu-ribu penyesalan yang ia dapatkan


" Ketahuilah, kau yang mendorongku pada Bella. Kau yang membuatku kembali mengejar cintakh pada Bella." tambah Delan


" Aku menyesal Delan, andai aku bisa memutar waktu. Aku tidak akan melakukannya." seru Angela ditengah tangisannya


" Tidak usah disesali, mulai sekarang berbahagialah." saut Delan lalu beranjak berdiri


" Aku harus segera pergi." Ketika itu Angela melepaskan kedua tangannya, ia mendongkak menatap Delan dengan airmata berjatuhan


" Aku tidak membutuhkan uangmu!" Ucapnya lalu mengambil ponsel didalam tas kecilnya


" Aku menghapus rekaman semalam." Tambah Angela


" Kenapa? bukankah kamu ingin memberatkanku dipengadilan?"


" Aku sangat membenci Bella, tapi aku tidak bisa membencimu. Aku sadar disini bukan hanya aku yang terluka, kamu juga pasti terluka karenaku!" Angela menggenggam jemari Delan dengan wajah penuh harap


" Bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya?" Tanya Angela


Delan sedikit berbaik hati ia kembali duduk dan memeluk Angela. Wanita itu kembali tersedu-sedu, pelukan hangat ini sangat ia rindukan


" Aku menyesal Delan, sangat menyesal."


" Aku melepaskanmu!" Ucapnya lagi dengan suara serak


" Aku tidak akan menuntut apapun darimu, kamu menjaga harga diriku pun itu sudah cukup!" tambahnya lagi semakin memeluk erat Delan


Angela tak tahu bahwa kini bibir Delan tersenyum puas, wajahnya berubah licik


" Angela, ternyata kau sangat bodoh." Batin Delan dengan telapak tangan menepuk-nepuk punggung Angela


-


Aku bingung, namatin Delan dulu apa Bryan dulu ya?


-

__ADS_1


__ADS_2