Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Berkenalan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹


-


-


" Kukira kau tidur dikamar mandi." gerutu Aulia menepuk pundak Bella yang polos sambil menatap lekat belahan dada Bella yang terlihat sebagian, Aulia mengamati setitik warna merah kecil disana membuat Bella tiba-tiba menutupinya dengan telapak tangan


" Apa yang kau lihat? kau sudah tidak normal ya?" canda Bella berusaha mengecoh Aulia, ia menaikan gaunnya sedikit keatas menutupi kissmark kecil Delan disana


" Tentu saja aku masih normal, kau tahu aku sedang mengamati pria paling tampan disini." Bella tertawa pelan menutup mulutnya


" Itu yang sedang bicara, sayangnya sudah beristri. Pak Delan benar-benar tipeku, sikapnya selalu terlihat tenang namun penuh kharisma!" ucap Aulia. Bella tak menjawab, ia hanya diam lalu mengambil desert dengan toping strawberry diatas meja dimana semua hidangan ada. Ia mendengarkan suara Delan namun tak mau melihat kebelakang, itu membuatnya sakit mendadak


" Kemana pak Milan?"


" Aku tidak tahu." saut Bella dengan mulut mengunyah pelan dessert dengan lelehan coklat itu. Bella memberanikan diri menoleh kebelakang saat tak mendengar lagi suara Delan. Tapi Delan sudah tak ada di panggung membuat pandangan Bella mengedar kesana kemari


" Aku akan mencari pak Milan dulu." Bella hanya mengangguk membiarkan Aulia meninggalkannya seorang diri


Dan tiba-tiba tubuh Bella tersentak saat merasa sebuah jemari menyentuh pinggang rampingnya dari belakang. Bella tahu siapa pemilik tangan itu dari aroma maskulin yang dikenalinya. Bella menggeram kesal dengan Delan, bagaimana jika semua orang melihat tangan nakal itu. Gerutu Bella memasukan lagi sesendok penuh dessert kedalam mulutnya


" Apa kamu selapar itu?" tanya Delan bergerak kesamping Bella


" Aku benar-benar tak nyaman." saut Bella melirik kearah pangkal pahanya. Delan tersenyum lucu karena itu


" Mau bagaimana lagi, aku tadi benar-benar tidak tahan. Maaf aku mengeluarkannya didalam." saut Delan dengan tawa kecil


" Shut up, jangan bicara sembarangan ditempat terbuka seperti ini." gerutu Bella memelototkan kedua matanya


Senyuman kembali terbit dibibir Delan dan itu tak sengaja terlihat oleh Angela yang mencarinya. Wanita itu memperhatikan interaksi Delan dan Bella beberapa saat sebelum mendekati keduanya


Ehem


Deheman itu membuat senyum Delan menyurut. Saat itu Bella berbalik pada seorang wanita cantik yang berjalan dengan tubuh melenggak lenggok bak dipanggung acara peragaan busana, terlihat berkelas dimata Bella" Sayang .. " bahkan suaranya pun sangat merdu ditelinga Bella membuatnya iri dan hatinya memanas

__ADS_1


Melihat Angela yang memandangi Bella Delan segera memperkenalkan sosok cantik dan anggun dimatanya itu." Eemh Angela dia Isyabella .. " Delan berhenti sejenak


" Dia sekertaris Milan." tambahnya membuat Angela tersenyum, mengamati wajah Bella yang dimatanya lumayan cantik


" Hay aku Angela, istri Delan. Aku juga mengenal Milan. Kami bersekolah disekolah yang sama." ucap Angela memperkenalkan dirinya dengan ramah sembari mengulurkan tangan


Bella memaksakan senyumnya pada wanita dengan mata biru yang sangat indah itu. Bahkan Bella yang seorang wanita pun terpana melihat mata itu apalagi pria? pikir Bella melirik Delan sebelum menjabat tangan Angela


" Panggil saya Bella." Sementara Delan tampak datar, pria itu mengambil gelas berisi wine diatas nampan yang disodotkan pelayan padanya


" Apa kalian sudah lama saling mengenal?"


" Saya mengenal pak Delan sejak beliau menjalin kerjasama bersama pak Milan." saut Bella tak memudarkan senyuman itu meskipun hatinya memanas, selain cantik Angela juga terlihat baik. Bella pikir wanita itu tampak sempurna tak kekurangan apapun


Bella jadi gugup dengan pandangan Angela padanya. Wanita itu jadi tak tahu apa yang harus dilakukan dan ia merasa terselamatkan saat Milan datang menyapa wanita cantik itu. " Hay cantik." sapa Milan pada Angela


" Milan sekarang kau sudah dewasa ya." saut Angela dengan senyum manis, keduanya bercipika cipiki dihadapan Delan dan Bella membuat Bella merasa heran, apa Delan tak cemburu melihat istrinya bersama Milan? apa orang kaya memang terbiasa seperti itu? pikir Bella melirik sejenak Delan yang menatapnya


" Hey kau pikir aku masih bocah culun yang selalu kau buli?"


" Angela kau sudah berkenalan dengan sekertaris cantikku?" tanya Milan sembari menggandeng pundak Bella yang terbuka dan Delan benar-benar tak menyukai itu. Pandangannya menajam pada tangan Milan, ingin sekali ia mematahkan tangan itu


" Kutebak, dia pasti bukan hanya sekedar sekertaris bukan?" canda Angela dengan tawanya


" Kau tahu aku sudah melamarnya berkali-kali tapi Bella selalu menolakku!" saut Milan dengan wajah pura-pura sedih


Uhuk


Uhuk


Mendengar ucapan Milan Delan terbatuk tiba-tiba, pria itu meletakan gelas dengan cairan merah itu diatas meja." Sayang .. berhentilah minum." gerutu Angela mengusap-usap dada Delan, pria itu menepisnya pelan karena merasa tak enak dengan Bella, entah kenapa ia tak mau melihat wanita itu sedih


" Aku kekamar mandi sebentar!" ucap Delan memutar tubuhnya dan menjauhi semua orang


" Huft .. " suara Angela dengan pandangan pada Delan sembari mengusap perutnya membuat Milan merasa heran, kini keduanya tampak tak semesra dulu

__ADS_1


" Jadi sekarang Delan calon ayah?" Angela dibuat tersenyum dengan tebakan Milan


" Dan aku calon ibu." saut Angela tersenyum senang dan seketika itu juga hati Bella terasa patah. Bella juga merasa bersalah terhadap wanita didepannya ini, Bella menatap lekat, rasa tidak tega mendadak muncul apalagi wanita itu sedang mengandung darah daging Delan


" Congratulation .. akhirnya penantian kalian selama dua tahun ini berujung manis."


" Ya aku dan Delan benar-benar bahagia." saut Angela lalu beralih pada Bella yang tampak memaksakan senyumnya


" Bella terimalah Milan, kau tahu dia adalah pria yang baik. Dia sebelas dua belas dengan suamiku. Pendiam, pemalu apalagi ya .. "


" Setia .. " saut Milan dengan tawa


" Ya, kau tidak akan menyesal menikah dengan pria setia seperti Milan." ucap Angela menepuk pundak Bella . Sekali lagi Bella memaksakan senyumnya pada Angela


" Nikmatilah pestanya."


" Hey mau kemana?kita masih belum banyak bercerita."


" Aku harus menemui mertuaku, mereka baru saja datang." tunjuk Angela pada ayah dan ibu Delan bersama putri mereka yang cantik, siimut Pevita kini sudah beranjak dewasa


Bella tersenyum melihat keluarga Delan. Dulu saat masih menjadi pengasuh sikembar, ia cukup dekat dengan mereka. Tapi saat Mammy Bulan melihat kearahnya, Bella memutar tubuh, ia takut wanita itu mengenalinya dan akan membuat Angela curiga padanya dan Delan bila tahu ia mengenali Delan sejak dulu


Kedua jemari Bella saling merema*, sebenarnya ia ingin sekali menyapa ibu Delan tapi keadaan memaksa Bella untuk menyembunyikan dirinya. Hal itu terlihat dimata Delan, pria itu mematung beberapa meter darinya. Delan merasa tak tega melihat Bella, ia tahu dalam hatinya Bella merasa sakit melihatnya dan Angela. Dan Delan merasa menyesal mengundang wanita itu hanya karena kepentingan dirinya yang butuh kehangatan Bella


" Angel, bukankah ini sudah terlalu malam. Sebaiknya kamu pulang duluan. Kasihan bayimu." suara itu lembut ditelinga Bella. Terlihat sekali Bulan sangat menyayangi menantu wanitanya itu


Lalu Delan mendekat, ia ingin sekali memeluk Bella menenangkan wanita itu." Delan, bawa istrimu pulang. Tidak baik ibu hamil tidur terlalu malam." perintah Bulan


" Biar supir yang mengantar Angel, lagupula acaranya belum selesai." saut Delan


" Lebih penting mana acara ini dan Angela. Ada apa denganmu?"


" Baiklah-baiklah aku akan mengantarnya." gerutu Delan membuat Angela tersenyum, Delan tak pernah bisa menolak sang ibu makanya Angela lebih dekat dengan Bulan karena melalui wanita itulah Delan bisa takluk padanya. Didepan sang ibu Delan kembali merubah sikapnya pada Angela seolah tidak ada yang terjadi. Padahal selama seminggu ini keduanya masih perang dingin. Lalu Delan menggandeng wanita itu meninggalkan pesta untuk sesaat dan Bella yang membelakangi mereka


-

__ADS_1


-


__ADS_2