
🌹🌹🌹
-
-
🙎♂️ dikamar nomer berapa?
Delan yang baru saja tiba hotel bersama keluarganya itu mencuri-curi mengirimkan pesan singkat pada Bella. Niatnya ingin menghabiskan waktu bersama Bella namun yang terjadi semua keluarga Delan ikut ke acara peresmian hotel di NTB tersebut
" Ini benar-benar mewah." puji sang ibu tapi Delan hanya sibuk dengan ponselnya, ia menanti balasan pesan dari Bella
" Come on Delan stop!" Mami Bulan mulai kesal dengan putranya itu. Kini mereka sedang makan malam di sebuah restaurant yang menyajikan segala macam makanan khas Indonesia dan luar negri. Delan dan kawan-kawannya mempekerjakan koki terbaik dari Somalia demi kelancaran hotel mereka yang rencananya akan dibuka besok sore
Delan menghela nafas lalu meletakan ponselnya diatas meja disamping Angela sehingga Angela bisa melihat pesan yang baru saja masuk pada ponselnya
🙍♀️ 13, suite room
Angela meremas jemarinya kuat dibawah meja sambil menghela nafasnya yang terasa sesak. Lalu ia melirik Delan yang tampak datar memakan makan malamnya. Meskipun seorang pria, Delan adalah anak yang penurut bagi kedua orangtuanya sejak pria itu masih kecil sampai sekarang Delan tak pernah membantah terlebih pada sang ibu, Delan tak pernah menolak apapun keinginan wanita yang telah melahirkannya itu
" Delan, berapa yang kamu keluarkan untuk semua ini?" tanya mama Rose pada menantunya, lihatlah Delan benar-benar memboyong semua orang ke hotel itu atas perintah siapa lagi jika bukan sang ibu dan Angela
" Cukup besar ma, aku menghabiskan uang perusahaan untuk membangun ini." saut Delan
" Hah sungguh? kamu berani bertaruh seperti ini, itu artinya keuntungan yang kamu dapat lebih besar."
Delan hanya mengangguk membuat mama Rose tersenyum bangga pada menantunya itu. Ia tak menyesal menikahkan anaknya dengan pria seperti Delan, selain tampan, pria itu sangat baik dan memiliki banyak uang
"Delan, karirmu sudah bagus. Bukankah ini saatnya kamu memiliki seorang keturunan?"
" Aku akan memikirkannya!" saut Delan datar
" Sayang sekali, andai saja Angela tidak jatuh. Mungkin sebentar lagi kita akan menimang seorang cucu." Mama Rose menampilkan wajah sedih, Angela memeluk tubuh itu mengusap-usap bahunya lembut
" Bukankah kita kesini untuk bersenang-senang, kalau mama seperti ini aku akan ikut bersedih dan tak menikmati liburan kita." Angela mencoba menenangkan sang ibu dengan suara lembutnya
" Aku ada urusan sebentar."
" Urusan apa semalam ini sayang?" kini Angela beralih pada Delan, menyentuh jemari Delan diatas meja makan
__ADS_1
" Rencana untuk besok, aku akan meeting bersama Milan, Dave dan Monceli." Angela hanya mengangguk pura-purq percaya dengan wajah serius itu padahal dalam hati memanas, kobaran api terasa menggebu disana
" Pelayan akan membawa kalian ke kamar presidential nomer satu dikamar ini." ucap Delan sebelum benar-benar pergi meninggalkan semua orang
" Aku kekamar mandi sebentar." pamit Angela beralasan. Bukan kekamar mandi wanita itu malah mengikuti suaminya menuju lantai 35
Delan terlihat berdiri disebuah pintu kamar dan Angela yakin itu adalah kamar Bella. Angela tak menyangka, selama hidupnya ia tak pernah menjadi penguntit, tapi sekarang wanita itu menyembunyikan dirinya di dingding tembok
" Jalan* sialan." umpat Angela memegangi dadanya yang terasa sakit tatkala melihat Bella membuka pintu dan menghamburkan tubuh yang hanya terbalut gaun tidur seksi pada suaminya. Angela merasa menjadi wanita bodoh karena terus dibohongi suaminya. Angela memalingkan wajah tak kuasa melihat keduanya berciuman mesra lalu berlalu pergi ketika keduanya masuk kedalam kamar hotel yang ditempati Bella
Didalam kamar, keduanya saling melepaskan rindu mereka. Berciuman begitu mesra hingga mengeluarkan suara decap. Sambil berjalan, Delan mulai melepaskan satu persatu pakaian yang melekat ditubuh Bella kemudian miliknya sehingga semua pakaian itu berserakan dilantai ruang tamu menuju kamar
Tiba dikamar, Delan segera memangku tubuh itu melingkarkan kedua kaki Bella kepinggang. Tanpa melepaskan tautan bibirnya, Delan membawa tubuh itu naik keatas ranjang. Dan dalam sekali dorongan kuat kedua tubuh itu menyatu membuat Bella menjerit antara sakit dan nikmat bersamaan
" Maaf, aku benar-benar tidak tahan sweety." ucap Delan lalu menautkan bibir mereka lagi
Peluh membanjir membaur menjadi satu tubuh-tubuh panas mendidih itu. Saking rindunya Delan tak menjauhkan tubuhnya, ia juga tak melepaskan bibir wanita itu kali ini dan terus mencumbu penuh naf*u, mengambil jeda untuk bernafas sambil sesekali menyusu pada siputi*g merah muda milik Bella. Kamar suite hotel yang tadinya hening itu kini gaduh karena suara yang lolos dari bibir keduanya
" Isyabella .. aku merindukanmu." racau Delan sebelum menuntaskan hasratnya, memenuhi rahim yang ditumbuhi benihnya itu dengan cairan cintanya. Delan mengecup bibir itu lalu menghempaskan tubuhnya kesamping Bella yang seketika itu bergerak membelakanginya menghadap kaca besar untuk melihat pemandangan gemerlap lampu ditengah kegelapan
" Indah bukan?"
" Delan kamu sudah berjanji padaku."
" Iya, setelah acara besok kita pergi bersama." saut Delan lalu mengelus lembut perut Bella, saat itu Delan menyadari sesuatu. Ia mengangkat wajahnya dari lengan atas Bella menatap Bella yang juga menatapnya dengan senyum manis
" Perutmu!" Bella bangkit berlutut dihadapan Delan menunjukan perutnya yang mulai membuncit
" Sebentar lagi tubuhku tidak seksi lagi." Delan beranjak duduk untuk menciumi perut Bella
" Bukan masalah untukku!" saut Delan menengadah dengan senyum manis hingga menyalur pada Bella. Pelan-pelan wanita itu mematikan lampu dengan sebuah remote dan menggantinya dengan lampu tidur kemudian mereka membaringkan kembali tubuhnya dengan Bella yang membelakangi Delan
Keheningan sejenak melanda mereka. Bella menempelkan telapak tangannya dikaca dengan senyum dibibir kemudian diikuti Delan, pria itu menggenggam tangan Bella dikaca besar didepan mata mereka
Cup cup cup cup
Delan mulai mencecapi lengan atas itu dengan bibirnya." Bukankah keluargamu ikut?" tanya Bella
" Hmm .. " hanya itu yang keluar dari bibir Delan, lelaki itu sibuk mencumbu* leher Bella
__ADS_1
" Eemmhh .. " lenguh Bella saat bibir itu naik ketelinganya menggoda Bella dan jemari yang mneggenggam tangan Bella dikaca pun mulai turun kebawah menelusuri kulit halus Bella, hinggap dibuah dada memainkannya lembut
" Aku mau lagi." bisik Delan. Tanpa mendapat jawaban Bella ia menyatukan lagi adiknya pada kewanitaan Bella dari belakang
" Aaaahh .. " Bella mulai merintih dengan guncangan pelan dan terasa lembut itu
" Aku selalu menyukai suaramu!" bisiknya dengan jemari turun kebawah pada perut dan berhenti di kewanitaan Bella, menekan benda kecil diantara gundukan daging mungil itu
" Aaah Delan .. " suara dessahan itu kian kencang
" Enak hmm?" Bella memegang tangan yang sedang nakal memainkan kewanitaannya itu
" Jangan berhenti." racau Bella dengan mata terpejam
" Aah kau seksi sweety." racau Delan lalu meraup bibir Bella mempercepat permainan tubuh dan jemarinya dibawah sana. Delan merasa puas, kini ia tahu kelemahan istrinya
Aah
Aah
Aah
Suara keduanya memenuhi kamar hotel itu untuk yang kedua kalinya." Aaaaaaaaaah shiiiiiit." terakhir suara Delan menghentikan aksi mereka. Tubuh keduanya menegang, bergelinj*ng menikmati pelepasan bersama itu. Delan menurunkan kedua kaki Bella dipundaknya dengan pelan lalu membaringkan lagi tubuhnya disamping Bella. Menatap Bella yang masih terengah sembari mengusap pelipis Bella yang dipenuhi keringat
" Kembalilah kekamarmu, ini sudah terlalu lama."
" Kenapa selalu mengusirku?" Delan bergerak mengikir jarak yang mana membuat Bella kembali membelakanginya
" Angela menunggumu, keluargamu menunggu."
" Aku akan tidur disini memelukmu!" saut Delan mendekap dada Bella dengan satu tangannya
" Delan ... " panggil Bella namun tak digubris Delan, pria itu malah mengambil selimut dilantai, menyelimuti tubuhnya dan Bella
" Tidurlah, jam tidurmu pasti berkurang karena aku dan aku tidak mau sesuatu terjadi pada bayi kita " ucap Delan melingkarkan satu tangannya diperut Bella yang tertegun dan merasa senang dengan perhatian Delan padanya. Bella merasa menjadi wanita egois dan tak punya perasaan karena malah membalikan tubuh dan membalas pelukan Delan
-
-
__ADS_1