Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Apa yang terjadi


__ADS_3

🌹🌹🌹


Disuatu tempat dipinggiran kota yang cukup kumuh, seorang pria tampak melamun disebuah atap menikmati pemandangan malam hari dengan wajah lusuh dan pakaian seadanya. Kaos yang bukan bermerek seperti biasanya, celana yang robek dilutut bukan karena robekan dari sebuah butik terkenal tapi karena robek bekas terseret aspal


" Jeslyn, anak papa .. kamu sedang apa?" gumam pria itu yang tak lain adalah Delan


Lalu meniupi lututnya yang berdarah-darah. Tadi saat turun dari bus Delan terjungkal keaspal karena kepalanya yang terasa pusing. Dua minggu meninggalkan rumah dengan tangan kosong dan hanya beberapa lembaran uang dolar yang habis untuk ia belikan tiket menuju Jeju dan menyewa sebuah rumah kecil yang ditempatinya sekarang


Selama dua minggu pula Delan bekerja untuk mendapatkan uang, pria itu bekerja menjadi seorang kuli. Sangat berbanding terbalik dengan gelarnya yang seorang penguasa bisnis. Tapi apakah Delan menyesal? jawabannya adalah tidak, ia akan lebih muak lagi bila terus memakai uang hasil perusahaan keluarganya, keluarga yang menurutnya munafik karena malah membohonginya, menghancurkan pernikahannya dan menghancurkan mimpi Delan untuk hidup bahagia bersama Bella dan buah hati mereka


Sambil memandangi kota malam, sambil memikirkan Jeslyn, memikirkan Bella, ia memakan roti isi coklat ditangannya. Pekerjaanya hari ini hanya bisa untuk makan malam dan pagi, Delan yang biasanya tak mengandalkan tenaganya itu kini menghabiskan banyak tenaga untuk mengisi perutnya. Seharian diluar tanpa merawat diri membuat kulitnya menjadi eksotis, menghitam tap meskipun begitu tak membuat ketampanannya memudar, pria itu tetap menjadi pujaan para wanita dipasar tradisional dipulau Jeju namun Delan tetaplah pria berhati dingin, tak berperasaan apalagi untuk mengagumi wanita lain, rasanya Delan enggan. Didalam hatinya, Bella takan pernah terganti


Memikirkan Bella, jakun Delan mulai naik turun. Ia sangat merindukan wanita yang telah melahirkan putrinya itu meski sesekali ia sering berkunjung secara sembunyi-sembunyi untuk melihat keduanya dan terus mendapat luka dihatinya karena Jun sepertinya sangat berambisi menjadikan Bella miliknya


Saat udara semakin dingin, Delan memutuskan untuk masuk kekamarnya yang benar-benar sempit. Hanya ada ranjang kecil dengan selimut, bantal dan guling yang menemani Delan selama dua minggu ini


Krek


Delan menjatuhkan tubuhnya pada ranjang kecil itu, ia langsung memeluk guling seolah itu adalah Bella. Lalu Delan memejamkan matanya yang terasa mengantuk dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa pegal semua


Menjelang subuh Delan terbangun dari tidurnya dan memutuskam untuk segera membersihkan diri. Pekerjaan kuli membuat Delan harus ekstra pagi berada ditempat. Jika pagi hari Delan tak menaiki bus untuk menghemat uangnya, ia akan berlari sejauh 3 km untuk mencapai pasar tradisional yang berada didekat pantai


Disana beberapa orang seperti Delan sudah siap bekerja, begitupun dirinya. Mereka mengangkut beberapa box ikan segar yang diambil nelayan semalam menuju pelabuhan untuk diangkut menggunakan kapal dan dikirim keluar negri


Baru 10 box mengangkut ke pelabuhan, kini tubuh Delan sudah bercucuran keringat. Pria itu kini merasakan bagaimana menjadi orang susah dan hidup pas-pasan. Jika keluarga mereka tahu bukan tidak mungkin semuanya akan menangisi Delan


" Udang kecil, cumi kering lalu apa lagi ya .." Samar-samar Delan mendengar suara lembut itu membuatnya berhenti bergerak untuk beberapa saat. Ia mencoba menoleh


" Hey .. " Tapi suara atasan Delan membuat Delan kembali melanjutkan pekerjaannya dan mengabaikan suara lembut yang Delan pikir tidak mungkin itu Bella. Jika mungkin pun Bella, wanita itu takkan mengenalinya karena Delan memakai masker dan topi hitam. Dan apakah Bella akan perduli padanya? jelas-jelas kini wanita itu sangat membencinya dan Delan pikir itu karena semua orang yang membohonginya. Andai saja semua orang tak membohongi Delan, mungkin saat ini ia akan menjadi pria paling bahagia karena bisa bersama sang pujaan dan buah hatinya. Bahkan dulu, saat kembali ke Paris Delan berniat menceraikan Angela meskipun ia tak punya bukti perselingkuhan wanita itu. Delan tak perduli semua orang akan mencaci maki, menghina Delan yang tak setia. Tapi sekali lagi, perut buncit Bella tak bisa menahan Delan untuk tak berterus terang pada keluarnganya. Ia akan jujur dan memceritakan semuanya tapi yang terjadi malah hal gila. Keluarganya benar-benar menyakiti Bella


Tapi sepertinya Delan lupa bahwa Bella sangat mengenalinya dengan baik. Wanita itu kini mematung ditempat memperhatikan pria yang memiliki perawakan seperti suaminya. Bella yang sedang mencari abalone untuk melengkapi bubur seafoodnya itu kini mendekati Delan yang sedang memanggul sebuah box besar menuju pelabuhan dipundaknya


" Ah sepertinya tidak mungkin." gumam Bella dengan dahi berkerut memperhatikan punggung Delan


Saat pria itu kembali tubuhnya menegang berhadapan dengan Delan, lihatlah kedua mata dengan netra coklat itu tentu sangat dikenalinya, namun pria itu tampak menghindari Bella, menundukan pandangannya dan melenggang melewati Bella." Delan."Bella sengaja memanggil nama itu, ia tak perduli jikapun semua orang menganggapnya gila, tapi Bella sangat yakin bahwa itu adalah suaminya

__ADS_1


Pria yang ia panggil itu tak menyaut ataupun bergeming membuat Bella bergerak mengejarnya. Bella berlari mengejar Delan. Pria itu kembali memanggul box dipundaknya dan langkahnya terhenti lagi karena dijegat Bella


" Delan .. kamu Delan?" Bella meneliti wajah yang menunduk itu hingga tubuhnya ia bungkukan lalu ia meneliti kedua mata itu


" Delan." Delan tak menjawab Bella, pria itu malah mencoba menerobos Bella yang terus menghalangi jalannya hingga


Brukkk


Delan terjatuh dengan box itu terjungkal ke Pasir sehingga ikan segar itu berjatuhan, berceceran dipasir


" Dasar bodoh!" umpatan itu begitu kencang disertai dengan sang bos yang mendekat padanya


Plaakk


Pria berkepala plontos yang memperkejakan Delan itu memukul kepala Delan yang sedang memunguti ikan-ikan itu dengan kencang sehingga topi yang dikenakan Delan melayang begitu saja


Bella terkejut, kedua matanya membulat hingga membatu, ia sangat heran kenapa bisa Delan berada ditempat seperti ini. Delan yang gagah dengan jasnya itu kini menjelma menjadi pria tukang kuli dan apa .. kini ia dipukuli karena menjatuhkan ikan-ikan yang bahkan bagi Delan tak seberapa


" Cukup!" Bella yang merasa tak tahan melihat Delan terus dipukuli itu membuka suaranya


Tapi Bella tak bergeming, ia malah membantu Delan bangun


" Beraninya kau!" teriak pria itu marah dan mencoba mendorong Bella. Melihat itu Delan yang tadinya diam akhirnya mencekal tangan pria itu


" Hentikan!" ucap Delan menatap tajam pria yang menurut Delan sangat berani menyentuh Bella


" Aah kau mau berlagak hebat didepan seorang perempuan rupanya. Kau, mau kupecat?" bentaknya menggelegar


" Aku tidak perduli!" saut Delan menghempas pergelangan tangan itu lalu menendang box ikan itu dengan sekuat tenaga hingga kembali terjungkal jauh dan segera menarik Bella menjauh dari sana


" Dasar pria tidak tahu diri!" teriak pria itu marah-marah karena ikan-ikannya kabur ikut bersama ombak yang menerjang pantai


Sementara Delan terus menarik Bella menjauh dari pelabuhan. Saat ditempat sepi, Delan melepaskan Bella." Apa yang kamu lakukan, kenapa ikut campur?" tanya Delan menggerutu


" Delan kenapa kamu?" Bella menatapi Delan dari ujung rambut hingga kaki, merasa aneh dan sangat heran. Tidak mungkinkan perusahaan Delan bangkrut dalam waktu sesingkat ini?

__ADS_1


" Pulanglah, Jeslyn pasti menunggumu!" ucap Delan lalu cepat-cepat meninggalkan Bella, menghindari wanita itu, sejujurnya Delan saat ini sangat malu pada Bella karena dirinya tak sehebat dulu


Delan tak tahu bahwa Bella mengikutinya kemanapun Delan pergi. Bella benar-benar tak percaya bagaimana bisa Delan menjadi pria melarat? Bella terus mengikuti Delan hingga pria itu tiba dirumahnya


" Apa yang terjadi?" gumam Bella menatapi rumah Delan yang dua kali lipat lebih kecil dari rumahnya


Tak berselang lama, Delan kembali keluar. Pria itu tampak terkejut melihat Bella yang sedang berdiri dirumahnya dengan tentengan plastik ditangan kanannya. Delan menghela nafas lalu mendekati Bella." Bella, memangnya Jeslyn bersama siapa hmm?" tanya Delan mendekat dan berdiri didepan Bella


" Dia bersama Aeri." saut Bella tanpa mengedip melihat Delan, sangat berbeda, rambut yang biasa tertata rapih itu kini acak-acakan bak berandalan dan kulit Delan tak lagi putih bersih tapi kini lebih ke sawo matang


" Pulanglah, bukankah harusnya membuat sarapan untuk Jeslyn?"


" Apa yang terjadi?" Bella malah balik bertanya


" Seperti yang kamu lihat!" saut Delan


" Aku serius Delan!"


" Aku juga serius." saut Delan membuat Bella menghela nafas


" Kamu tidak mau menyuruhku masuk kerumah barumu itu?" tunjuk Bella pada pintu


" Bella kamu sedang mengejekku?"


Bella tersenyum dan itu terlihat sangat cantik dimata Delan. Setelah sekian lama ia tak melihat hal itu. Delan terpaku membuat keduanya saling bersitatap." Apa yang terjadi?" tanya Bella lagi


" Apa kau sudah bosan menjadi orang kaya?" tanyanya lagi dengan sangat cerewet


" Menjadi orang kaya tak membuatku bahagia." sautnya dengan senyum tipis


Bella tertawa mendengar itu membuat Delan merasa heran. Beberapa minggu kebelakang wajah itu selalu ketus padanya tapi sekarang wajah itu tampak sumringah, sebahagia itukah Bella bersama Jun? pikir Delan dengan wajah sendu


-


-

__ADS_1


__ADS_2