
🌹🌹🌹
Setelah makan malam Bella langsung meninggalkan meja makan. Wanita itu masih kesal pada Delan, marah, entah karena apa. Bella biasanya tidak seperti itu. Delan terus menatapi punggung Bella sambil mengunyah makanan yang terakhir dimulutnya
" Wanita hamil memang seperti itu." Mammi Bulan mengusap pundak putranya. Delan mengalihkan pandangannya
" Dia terus marah-marah dari tadi, bagaimana ya Mam?" Mammi Bulan tersenyum, terlihat sekali sangat menyayangi Bella karena baru seperti itu saja Delan sudah gelisah
" Coba, tanyakan pada Daddy, dia lebih pengalaman dalam merayu wanita." Delan menatap sang Daddy, pria paruh baya itu berdehem keras dan menegakan tubuhnya
" Hadiah, bunga, coklat mungkin!"
" Bella bukan anak gadis!" saut Delan jengah
" Tapi wanita suka sekali diberi hadiah meskipun itu sangat konyol." saut Daddy Dean sembari melirik sang istri, wanita itu tersenyum mengingat kenangan masa mudanya dulu bersama Dean, ia sangat senang diberi hadiah
Delan tampak berpikir." Aku sudah selesai, selamat malam Dad, Mam, Pevita."
" Selamat malam sayang." saut Mammi Bulan
Delan beranjak bangun, berjalan menaiki tangga menuju lantai dua dan memasuki kamarnya. Ketika membuka pintu ia melihat Bella sudah berbaring di ranjang menghadap bayi mereka yang juga sudah terlelap dengan bibir sedikit menganga. Delan mendekat, langsung merangkak naik disamping Bella. Delan mencoba mengatupkan bibir Jeslyn lalu menunduk menatapi Bella yang sudah memejamkan mata
" Good night sweety!" Bisiknya lalu mencium lengan atas Bella yang tertutupi piyama. Delan baringkan tubuhnya memiring menghadap Bella, melingkarkan satu tangannya diperut Bella sembari menyusupkan wajahnya dirambut Bella
Dengan gerakan pelan, ia mengusap perut Bella
" Dia seorang jagoan, atau seorang princes lagi." gumam Delan masih terdengar jelas ditelinga Bella yang sebenarnya pura-pura tidur
Beberapa detiknya Bella membuka mata saat merasakan jemari diperut ini naik kedada. Bella menepuk jemari itu dengan kencang membuat Delan tertawa dan mengangkat tubuhnya untuk menjangkau wajah Bella
" Ada apa?" tanyanya disela tawa. Bella memutar bola matanya malas lalu memejamkan mata lagi
Delan merasa gemas melihat itu, ia menarik Bella sehingga tubuh wanita itu menghadapnya. Delan langsung mengurungnya dengan pelukan erat
" Lepaskan aku." tegur Bella dengan suara pelan
" Berhenti marah huh?"
" Sayang." Panggil Delan karena wanita itu hanya diam
" Kamu tidak mau memaafkanku?" Delan menarik dagu runcing itu agar menatapnya
" Maafkan aku."
__ADS_1
" Aku sedang merasa buruk Delan, mungkin karena kehamilanku. Jadi tolong mengertilah." Delan mengangguk cepat lalu mencium kening Bella
" Tidurlah." Delan kembali membenamkan wajah Bella didadanya
" Delan, kenapa dulu kamu tidak pernah ke Jakarta?" Bella mendadak bertanya
" Aku sangat merasa bersalah, mencuri semuanya darimu!" aku Delan. Tangan Bella melingkar memeluk perut Delan
" Aku menunggumu, dan itu sungguh mengecewakan. Aku setiap hari berharap kamu kembali dan mempertanggung jawabkan semuanya."
" Maaf, itu semua kebodohanku!"
" Lalu apa yang terjadi?" tanya Delan
" Kata Paman kamu pergi begitu saja?"
" Melihat keluargamu, melihat adikmu, ibumu dan semua orang didekatmu. Aku merasa tidak pantas, aku pergi melanjutkan mimpiku, bekerja keras dan belajar, berharap aku menjadi orang sukses dan bisa menyamai kedudukanmu." Bella tersenyum kecut
" Tapi nyatanya aku hanya mampu menjadi seorang sekertaris." tambah Bella lagi
" Itu pencapaian hebat bila dibandingkan hidupmu yang dulu." Delan menunduk dan saat itu juga Bella menengadah hingga tatapan keduanya bertemu
" Baik Bella yang seorang Nany, ataupun seorang sekertaris. Semuanya sama Bella dimataku!" Bella tersenyum manis dan mendapat kecupan Delan dikeningnya
" Jangan selalu membuat Jeslyn menangis."
" Kamu tidak marah bila orang lain yang membuatnya menangis?"
" Mana mungkin aku berani memarahi orang lain, sejujurnya aku sangat kesal setiap kali putriku dibuat menangis. Aku mempertaruhkan nyawaku untuk melahirkannya kamu tahu?" Bella menggerutu lagi
Delan terkekeh lucu." Aku tahu, terima kasih sayang." Bella tersenyum lagi kemudian membenamkan lagi wajahnya di dada Delan
Setelah saling mengucapkan selamat tidur, keduanya memejamkan mata mengistirahatkan tubuh yang lelah karena hari ini
Paginya Bella terbangun lebih dulu ketika merasakan perutnya bergejolak. Ia beringus turun dari kasur dan berlari menuju kamar mandi. Mendengar suara Bella, Delan pun ikut membuka mata dan menyusulnya
Delan merasa kasihan melihat Bella yang terus memuntahkan makan malamnya tadi, ia mendekat berjongkok didepan Bella dan memijat tengkuknya dengan pelan. Bella mengusap bibirnya yang basah dan terasa pahit, semua yang ada diperut Bella keluar hingga cairan kuning yang rasanya pahit
" Mau lagi?" tanya Delan saat melihat Bella hanya diam
Bella menggelengkan kepalanya
" Aku mau mandi." Delan mengangguk pelan lalu bangkit sambil membantu Bella berdiri. Ia berniat meninggalkan Bella namun wanita itu menahan dengan mencubit pinggangnya
__ADS_1
" Ada apa? apa ada yang sakit?" tanya Delan
Bella menggelengkan kepalanya lagi, wajah itu merona membuat Delan merasa heran. Sejujurnya Bella menyadari dirinya yang jahat pada Delan. Sudah lama ia tak melayani kebutuhan batin pria itu
" Kamu bekerja hari ini?" tanya Bella menarik piyama Delan hingga pria itu mendekat
" Ada apa? mau aku membelikan sesuatu?"
" Aku .."
" Sayang kamu aneh sekali pagi ini" Delan memegang kedua bahu itu sembari mencondongkan tubuhnya agar bersejajar dengan Bella
" Ada apa, katakan. Aku janji akan menuruti semuanya. Kamu ratu dirumahku!" Bella tersipu dengan rayuan gombal itu. Lalu ia memberanikan diri, mengalungkan kedua tangannya dileher Delan dan lebih dulu mencium bibir itu
Tentu Delan tak menyiakan kesempatan, didorongnya Bella menuju bawah shower lalu dengan sengaja melepaskan bibirnya
" Bilang saja mau mandi bersama suamimu, kenapa berputar-putar hmm?" goda Delan kemudian membuka satu persatu kancing kemejanya, wajah Bella kian merona dengan godaan itu
" Kamu merindukan sentuhanku Bella?" goda Delan lagi, kali ini ia membuka satu persatu celananya hingga polos didepan Bella
Wanita itu meneguk ludahnya kasar melihat tubuh sempurna suaminya membuat Delan tersenyum naka. Delan meraih jemari Bella dan menuntun untuk menyentuh dadanya yang liat
" Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan bukan?" goda Delan lagi. Malu-malu Bella mendekat, ia mencium dada Delan membuat pria itu mendesis
Apalagi saat lidah Bella menari-nari didadanya, rasanya Delan tak tahan. Tubuhnya harus ia topang dengan tangan bertumpu kedingding kaca. Delan memperhatikan setiap gerakan Bella dengan bibir sedikit menganga dan mengeluarkan suara desisan
" Bella." Dengarlah, suara pria itu sudah parah dan pinggulnya mulai bergerak pelan ketika Bella mulai memainkan adiknya dibawah sana
" Buka mulutmu sayang." perintah Delan. Bella memberikan senyuman manisnya lalu membuka mulut, melahap habis junior jumbo Delan yang memenuhi rongga mulutnya
" Oooh shiiiiiiitttt." racau Delan dengan kedua tangan terkepal kuat
" Bella." Delan menengadah keatas dengan kedua mata menyisakan putingnya saja
Oeeeeeeeee mamama
Suara tangisan lucu itu membuat Delan maupun Bella berhenti. Keduanya sampai melupakan Jeslyn yang masih tertidur diatas kasur. Bella beringus melepaskan adik Delan dimulutnya dan berlari keluar kamar mandi meninggalkan Delan yang menggerutu
" Jeslyn, kenapa harus bangun dulu!"
-
-
__ADS_1