
🌹🌹🌹
Milan si sad boy
-
-
Diperjalanan menuju pulang, Angela terus menghubungi Delan namun sialnya suaminya itu tak mengangkat panggilan Angela sama sekali. Angela tak tahu bahwa suaminya kini tengah bersenang-senang bersama istri mudanya
Aahh ahhh
Ahh ahh
Suara keduanya memenuhi kamar itu. Keduanya benar-benar menikmati percintaan mereka. Rasanya mereka tak ingin berhenti dari rasa nikmat surga duniawi ini. Delan kembali mengubah posisinya, ia membuat tubuh molek itu telungkup diatas kasur
" Delan .. " dessah Bella tatakala Delan memasuki kewanitaan itu dalam sekali hentakan. Delan memegang kedua pinggang Bella sehingga Bella harus menahan tubuhnya dengan kedua telapak tangan. Sementara Delan dibelakang, pria itu mempercepat permainannya membuat bokong Bella bergetar hal itu menjadi pemandangan indah dan menggairahkan untuk Delan
Bella yang sudah tak mampu menahan beban tubuhnya akhirnya ambruk telungkup kembali diatas kasur membuat Delan tersenyum lucu. Pria itu mendekati Bella tanpa menghentikan gerakannya, ia menangkup gunung kembar itu dari belakang dan mencium pipi Bella lalu menumpu dagunya dipuncak kepala Bella dengan tubuh kian berpacu
" Sayang .. " racau Bella
" Hmm?" saut Delan
" Aku lelah." Delan tersenyum lucu, jelas lelah ini sudah mau ketiga kalinya mereka main panas-panasan
" Akan kuselesaikan secepatnya sweety." saut Delan parau kembali mencium pipi Bella. Merasa gemas Delan menarik dagu Bella lalu meluma* bibir menganga itu beberapa saat
" Sayang .. " racau Bella lagi
" Hmm?"
" Pelan-pelan sakit .. " seketika itu juga Delan berhenti bergerak
" Kenapa bisa sakit?" tanya Delan memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Bella, wanita itu menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam. Merasa tak tega, Delan melepaskan penyatuan mereka kemudian membalikan tubuh itu
" Dimana sakitnya hmm?" Delan menyentuh kewanitaaan Bella, mengelusnya pelan
" Lanjutkan saja, tapi pelan-pelan."
__ADS_1
" Ah tidak aku berhenti saja." saut Delan membuat Bella membuka matanya
" Aku tidak apa-apa, lanjutkan saja." tapi Delan tak bergeming, pria itu malah bangkit dan duduk didepan Bella
" Kalau begitu aku akan membantumu!" Bella beringus duduk mendorong tubuh Delan hingga Delan yang belum siap terjerembab kebelakang. Bella memegang adik Delan yang berdiri tegak itu, ia memanjakan suaminya membantu si Jack mengeluarkan cairannya karena Bella tahu suaminya akan tersiksa bila berhenti ditengah jalan seperti ini
Tapi Delan benar-benar tak tahu diri, pria itu dibantu Bella tapi malah membuat Bella muntah dikasur. Delan tertawa, pasalnya ia tak sengaja menumpahkan sper*anya dimulut Bella." Emmhh sorry sweety itu diluar kendaliku." ucap Delan dengan tawa kecilnya
Bella menampar pipi itu dengan pelan membuat Delan terkejut dengan kedua mata membulat sempurna." Bella .. " panggilnya tapi Bella malah tertawa dan kembali menampar Delan
" Nakal !" ucap Delan lalu mendorong Bella berbaring terlentang. Delan menind*h tubuh itu dan menggelitik perut Bella
" Delan .. " teriak Bella menggema dikamar itu
" Iya ampun sayang berhenti .. " Delan tersenyum mendengar tawa cekikikan Bella
" Delan stop it" teriak Bella. Delan segera mendekap tubuh itu membawanya dalam pelukan dan berhenti. Jemarinya berpindah pada bibir Bella yang masih basah
" I love you. " bisik Delan dengan tatapan penuh damba pada wajah Bella yang dipenuhi keringat
Bella menangkap jemari itu menautkan dengan jemarinya. Membawanya keatas lalu menatap Delan." Bisakah kita melakukan ini saat kita berkencan nanti?"
" Bella kamu tahu posisi kita seperti apa."
" Tunggu aku, bulan depan aku akan mengajakmu kencan. Seperti keinginanmu, aku akan selalu menggenggam tanganmu kemanapun kita pergi." Bella tampak senang ia mencium bibir Delan
" Aku akan menunggumu, sampai kapanpun." Delan menyelipkan anak rambut itu kebelakang telinga Bella. Lalu ia mencium bibir yang masih basah itu seolah tanpa jijik sedikitpun
" Ponselmu terus berbunyi."
" Biarkan saja, aku akan istirahat sebentar." saut Delan memejamkan mata
Keduanya tertidur sampai Matahari tenggelam berganti dengan rembulan
Saat itu Delan terlonjak kaget melihat hari sudah malam. Ia terbangun dari tidurnya dan mencoba melepaskan kedua tangan Bella dari tubuhnya. Delan bergegas menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya dari keringat dan sisa-sisa percintaannya bersama Bella
Telah rapi dengan setelah santai dan mantel hitamnya, Delan segera mendekati Bella dan duduk disisi ranjang. Bella masih memejamkan mata, Bella masih terlihat cantik meskipun sedang tidur dengan rambut yang berantakan. Delan membelai pipi itu dengan jemarinya, saat itu Bella membuka matanya." Kamu akan pergi sekarang?" tanya Bella beringus duduk sambil menarik selimut bulunya untuk menutupi tubuhnya dari Delan
" Apa lagi yang mau kamu tutupi?" tanya Delan dengan senyum lucunyu dan Bella membalas senyuman itu. Ia menghambur memeluk Delan, sebenarnya Bella masih merindukan suaminya itu tapi sekali lagi Bella selalu sadar akan posisinya
" Aku akan merindukanmu."
__ADS_1
" Love you, love you, love you .. " bisik Delan
" Love you some much .. pergilah dan hati-hati." saut Bella melepaskan pelukannya
" Jangan mengantarku .. tidurlah .. " ucap Delan membaringkan Bella lagi kekasur
" Hubungi aku setelah sampai."
" Of course." saut Delan. Dengan berat hati Delan meninggalkan Bella, pria itu meninggalkan Apartement Bella dengan koper hitam yang tak ia buka sama sekali sejak awal ia datang sampai ia akan kembali lagi sekarang
Angela menatap nanar halaman rumahnya yang sangat luas. Ia bersedekap dada didepan pintu menunggu kepulangan Delan pagi ini. Rasanya Angela ingin menangis berteriak didepan Delan betapa jahatnya pria itu pada Angela. Bahkan Delan menjual kenangan manisnya dan Angela, Delan menjual vila dimana saat itu saat indahnya bersama Angela. Saat Angela menyerahkan semuanya pada Delan, kesucian dan hatinya untuk Delan
Kedua mata Angela mulai berkaca lagi, kemarin ia pergi ke Turki setelah tahu kenyataan pahit bahwa suaminya memiliki wanita idaman lain, ia ingin menenangkan diri disana dan berharap Delan menyusulnya namun apa daya vila itu ternyata telah jatuh ketangan orang lain. Angela tak habis pikir pada Delan, semalaman ia memikirkan Delan, siapa wanita yang menjadi duri dalam rumah tangganya dan Delan? apakah Bella? wanita itu memang cantik namun seberani itukah Delan mengundang Bella sang selingkuhan ke acara perusahaannyaa tempo lalu?
Yang ditunggu Angela akhirnya tiba. Delan datang dengan mobil yang dikendarai Alvin. Dari jauh Delan memberikan senyumnya pada Angela, pria itu berjalan mendekati Angela dan hendak memeluk tubuh itu namun segera didorong Angela
Plak
Angela menampar pipi Delan." Kau jahat!" ucapnya membuat Delan terkejut begitupun Alvin yang melihat keduanya
" Angel .. " panggil Delan
" Kenapa menjual kenangan kita, vila itu." Delan bernafas lega, ia pikir Angela tahu hubungannya dan Bella. Yang dikhawatirkan Delan adalah Bella Delan tahu istrinya tak akan tinggal diam
" Aku sedang kekurangan uang Angel, aku butuh dana untuk kerjasamaku di NTB."
" Bukan karena uangmu kau berikan pada pela*ur? " ingin sekali Angela berteriak seperti itu pada Delan namun ia tentu tak ingin membuat Delan semakin membencinya. Angela takut Delan lebih memilih selingkuhannya, Angela tak mau hal itu terjadi, ia tak mau dipermalukan semua orang. Ia akan mencari tahu secara diam-diam
" Lalu kenapa harus Vila itu? itu kenangan kita. Vilamu masih banyak!"
" Aku benar-benar minta maaf, hanya Vila itu yang harga jualnya lebih tinggi." saut Delan menampilkan wajah sedihnya. Angela memeluk Delan, ia menangis tersedu. Delan mengelus rambut itu berusaha menenangkan Angela tapi tatapan itu menajam ke sembarang arah dan bibirnya menyeringai licik seolah hatinya tak terusik sedikitpun melihat airmata Angela
Kemudian keduanya masuk kedalam. Tiba dikamar Angela duduk disisi ranjang mengambil alih koper hitam Delan sedangkan Delan membuka pakaiannya untuk pergi mandi. Hal itu tak luput dari pandangan Angela, ia melihat dengan jelas luka cakaran kecil dipunggung Delan. kedua tangannya terkepal, rasanya dadanya sesak kembali namun Angela menyembunyikan rasa sakit itu dengan membuka koper Delan. Ia merasa heran koper itu masih tertata rapi seperti saat ia menatanya beberapa hari yang lalu
Angela mendengar suara ponsel Delan yang berdering, ia segera mengambilnya dimeja nakas. Darahnya mendidih melihat sang pemanggil yang ternyata adalah Bella. Tatapan Angela menajam, entah sejak kapan Delan mengganti kode ponselnya yang pasti Angela kini tak bisa melihat ponsel Delan
Saat deringan kedua Angela mengangkat panggilan itu. " Delan kamu sudah sampai?" tanya Bella namun wanita itu tak mendapatkan jawaban
" Sayang jam tanganmu tertinggal, kunci mobilmu juga. Lalu kamu naik apa ke Airport." Angela langsung menutup panggilan Bella, kini ia langsung tahu siapa wanita jalaang itu
-
__ADS_1
-