Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
B'day Delan part 1


__ADS_3

-


-


Delan menghela nafasnya di ujung tangga, memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang dirumah kedua orangtuanya. Malam ini Angela mengadakan pesta ulang tahun sang suami, sebenarnya Delan tidak mau namun wanita itu dan sang ibu memaksa Delan karena memang tahun kemarin Delan tak merayakan ulang tahunnya juga beberapa bulan yang lalu Angela pun tak merayakannya karena Delan yang beralasan sangat sibuk di Jakarta


" Sayang .. " panggil Angela menggelayuti lengan Delan dengan kedua tangannya. Wanita berbalut gaun warna mint itu menyeringai licik melihat suaminya yang tampak melamun. Dua bulan ini Angela sukses menahan Delan, sehingga untuk kerjasamanya dengan Milan Delan mengandalkan Jesy. Angela berusaha keras agar suaminya dan Bella menjauh, ia selalu beralasan sakit setiap kali Delan akan pergi dinas diluar negri. Jika dirumah mereka tentu Delan tak akan mendengarkan Angela namun ternyata wanita itu lebih licik dari yang Delan kira sehingga selalu membawa ibunya dalam hal apapun membuat Delan menurutinya begitu saja


" Ada apa hmm? ini hari jadimu sayang." ucap Angela meletakan kepalanya dengan manja dipundak Delan


" Ini terlalu berlebihan, aku tidak menyukainya."


" Sejak kapan kamu tidak suka dengan apa yang kubuat untukmu?" Delan menoleh, ia hanya menatap Angela tak menjawab pertanyaan istrinya. Delan mengalihkan pandangannya, tubuhnya menegang melihat Bella diambang pintu bersama Milan


" Ahh mereka datang, aku sudah menunggunya sejak tadi." ucap Angela membuat Delan kembali menoleh padanya


" Kamu mengundang mereka?." tanyanya dengan tatapan penuh selidik


" Ya tentu saja, mereka juga kan temanmu. Emmh teman kita." Delan menggertakan giginya, ia merasa kesal dengan wanita yang menempelinya itu lalu ia menatap Bella. Wajah cantik dan tubuh itu ia rindukan. Dua bulan ini ia tak bertemu Bella tak menyentuh Bella. Delan rindu, dan kehadiran wanita itu sekarang menambah rasa rindunya. Delan bahkan tak mengedip dengan Bella yang dalam balutan gaun hitam panjang yang menjuntai kebawah, meski tak seksi namun gaun itu terlihat sangat cocok untuk Bella


Angela segera menarik Delan mendekati keduanya. Wanita itu tersenyum manis pada Milan dan Bella lalu memeluk keduanya bergantian." Kapan kalian sampai?" tanya Angela ramah


" Dua jam yang lalu." saut Milan dan rangkulan tangan Milan pada pinggang Bella menjadi perhatian Delan. Merasa Delan memperhatikannya, Bella segera memberi jarak tubuhnya dan Milan


" Ada apa Bella?" tanya Milan mengerutkan dahinya


" Aku ingin minum." sautnya


" Kemarilah .. " Delan tiba-tiba membuka suaranya sambil memberi jalan untuk Bella mengajak Bella menuju hidangan pesta itu. Sebenarnya Angela ingin menahan Delan namun wanita itu tak mau membuat Milan curiga, sebisa mungkin ia akan merahasiakan perselingkuhan Delan dari siapapun. Ia akan malu sendiri bila semua orang tahu suaminya yang bergelar suami baik, setia dan cinta mati padanya itu bisa berpaling pada wanita lain


" Kamu cantik malam ini." bisik Delan sambil memperhatikan Angela yang berbincang bersama Milan

__ADS_1


" Thank you." saut Bella. Delan tersenyum, tentu saja Bella pasti akan marah padanya karena Delan terus mengulur waktu untuk menemuinya


" Temui aku dibelakang." ucap Delan dengan mata elang mengedar dan tertuju kembali pada Angela


Bella hanya terdiam, ia meminum orange jus ditangannya dengan tenang. " Ada istrimu."


" Hanya sebentar, please!" Delan memelaskan wajahnya pada Bella lalu menjauhi wanita itu. Delan memperhatikan istrinya, ia menunggu wanita itu lengah dan kedatangan Jerome dan kawan-kawannya membuat Angela sibuk menyambut mereka


Delan tak membuang waktu, ia melengos menuju dapur lebih dulu diikuti pandangan Bella. Setelah membasahi tenggorokannya lagi dengan orange jus, dengan pandangan was-was Bella mengikuti Delan ke arah dapur. Wanita itu tampak kebingungan dengan luasnya rumah itu. Bella terus mengitari lorong-lorong menuju kehalaman belakang mencoba mencari Delan


" Bella .. " panggil Milan namun tak didengar Bella. Ia merasa heran melihat Bella yang tampak kebingungan dan berpikir sedang mencari kamar mandi. Ia terus mengikuti Bella melewati lorong itu. Ia sudah tersenyum melihat punggung mulus Bella yang terbuka namun senyum itu tampak memudar ketika ia melangkah lebih masuk kelorong itu dan melihat Bella yang berpelukan bersama Delan. Milan merasa heran dengan keduanya yang tampak dekat dan mesra lalu segera mengikuti keduanya dengan langkah pelan, keduanya tampak masuk kesebuah gudang kosong rumah orangtua Delan


Didalam gudang itu Delan mendorong Bella lalu memangku tubuh itu duduk diatas meja yang dipenuhi debu. Delan segera menyerbu bibir merah itu karena rasa rindunya dengan penuh naf*u, ia merengkuh tubuh Bella dan mencoba menurunkan resleting gaun itu kebawah. Seketika itu juga Bella mendorong dada Delan dengan kedua tangannya hingga bibir mereka saling terlepas


" Aku tidak mau bercinta ditempat seperti ini." ucap Bella menggelengkan kepalanya membuat Delan tersenyum


" Baiklah, kalau begitu biarkan aku memelukmu." Tanpa mendapatkan jawaban Delan memeluk tubuh itu


" Aku merindukanmu sweety, sangat merindukanmu sayang .. " Bella hanya diam bahkan tak membalas pelukan itu membuat Delan mengurai pelukannya, ia tahu Bella masih marah padanya


" Bella .. aku minta maaf." Delan tak bisa menahan senyumnya melihat wajah merengut Bella. Ia memiringkan kepala berniat mencium bibir itu lagi namun Bella menahan dengan jari telunjuknya


" Aku tidak mau bercinta." kekeh Bella


" Kamu menginap dimana? aku akan menemuimu nanti setelah acaranya selesai." Bella kembali diam hanya menatap Delan


" Jangan marah kumohon. Sayang mengertilah." Bella menghela nafasnya lalu mengambil sebuah tespeck dalam tasnya. Ia berikan pada Delan yang tampak terkejut melihat garis merah dua


" Bella .. " panggil Delan terbata. Bella mulai menundukan wajahnya kebawah


" Bella kamu .. "

__ADS_1


" Aku tidak mencegahnya, aku tidak melakukan perintahmu." Delan membuka mulutnya lebar, ia mengusap wajahnya kasar dan itu membuat kedua mata Bella berair, rasanya sedih melihat ekpresi Delan yang tampak tak senang


" Bella .. "


" Aku hamil 3 bulan." saut Bella mulai terisak. Delan terkejut, pria itu sampai melepaskan pelukannya pada Bella


" Kamu tidak senang?" tanyanya sembari mengangkat wajah dengan airmata yang berjatuhan


" Tidak .. bukan seperti itu sayang." Delan memegang kedua bahu Bella, ia membungkuk mencoba mensejajarkan wajahnya dengan Bella


" Ini bukan waktu yang tepat untuk kita punya bayi." tambah Delan, ia bahkan belum menyelesaikan urusannya bersama Angela


" Lalu aku harus bagaimana? apa aku harus membunuhnya?" tanya Bella dengan nada membentak


" Tidak .. tidak kenapa bicara seperti itu." Delan merengkuh tubuh itu kedalam pelukannya, memeluknya sangat erat


" Kamu terlihat tidak senang."


" Aku senang aku sangat senang sayang." Delan mengecupi puncak kepala itu sembari mengelus rambut belakang Bella, saat itu Bella menangis kencang


" Aku sangat senang, kita rawat dan besarkan bersama-sama hmm?"


" Aku takut! jangan meninggalkanku." ucap Bella


" Itu tidak akan terjadi sayang." Delan kian merekatkan pelukannya sembari tak henti mengelus rambut Bella


Milan yang sejak tadi mendengarkan keduanya benar-benar terkejut. Tubuhnya serasa disambar petir. Ia tak menyangka dengan keduanya, keduanya benar-benar pintar menyembunyikan hubungan mereka. Bila Bella sudah hamil 3 bulan itu artinya hubungan keduanya sudah berlangsung lama. Milan sangat kecewa, saking kecewanya kedua matanya sampai berair. Milan tak menyangka Bella yang ia kenal selama 4 tahun itu ternyata seorang wanita rendahan. Apa selama ini Bella palsu dan menyembunyikan semuanya dibalik parasnya yang cantik?


Milan segera meninggalkan halaman belakang saat mendengar lagi suara decap mesum bibir yang saling bertaut, ia tidak kuat dan Milan ingin sekali masuk kedalam menghabisi Delan mematahkan semua tulang pria itu. Tapi ia tak mungkin melakukannya dihadapan Bella, meskipun kecewa namun Milan rasanya tak akan sanggup bila Bella membencinya. Milan tak habis pikir pada Delan kemarin-kemarin pria itu mendorongnya pada Bella mendukung Milan bersama Bella tapi tak disangka Delan malah menusuknya dari belakang padahal Delan sangat tahu seberapa besar ia memuja Bella


" Munafik!" gumam Milan dengan kedua mata menyala

__ADS_1


-


-


__ADS_2