Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Kau yang memulai semuanya


__ADS_3

🌹🌹🌹


" Ceritakan!" Desak Bryan


" Apa?" bentak Delan pelan. Kini keduanya berada dibalkon kamar Delan, menatap indahnya malam ini dengan langit berbintang. Delan merasa lega, hanya tinggal satu masalah Delan yaitu menjadikan Bella satu-satunya seperti yang dulu ia impikan


" Tentang si kriting, bagaimana awalnya bisa jatuh cinta padanya?" Gerutu Bryan lalu menyesap secangkir kopi ditangannya sambil menatap Delan


" Tidak ada yang tahu hati kita akan jatuh pada siapa." Saut Delan tak mengalihkan pandangannya dari langit malam, bibirnya tersenyum manis


" Malam itu Bella benar-benar cantik." Tambah Delan tak memudarkan senyumnya


" Jadi burungmu bangun malam itu?" Goda Bryan menyenggol bahu Delan


" Karena aku pria normal." Bryan tergelak sembari memukul bahu Delan


" Lalu kamu menikahinya?" Delan tersenyum lucu


" Itu dulu sebelum aku kembali bertemu dengan Bella." Dahi Bryan berkerut


" Delan kau!"


" Kenapa?"


" Ternyata kau brengsek juga." Bryan memukul kepala itu dengan telapak tangannya


" Itu karena Paman yang mengajariku!"


" Kapan aku mengajarimu sialan?" Gerutu Bryan


" Jangan pura-pura lupa, semua film pornomu aku tahu!" Bryan terkikik karena benar adanya yang dikatakan Delan. Bryan membawa virus mesum tak hanya pada Dean sang ayah namun sang anak pun ikut menjadi korbannya


Kemudian Delan beranjak bangun saat mendengar Jeslyn merengek, bayi itu sedang diasuh oleh sang ayah dan sang adik. Keduanya langsung menyukai bayi mungil itu


" Maaf." Ucap Bryan membuat Delan berhenti, ia memutar tubuh berdiri dihadapan Bryan


" Paman dan Aunty Jia sudah mencoba bicara pada Bella malam itu tapi Bella menghilang begitu saja."


" Lalu apa Paman mencarinya?"


" Kami mencarinya, kami pergi ke rumah Paman Aldi, beliau bilang Bella sudah pergi jauh."


" Kenapa Bella pergi?"


" Karena Angela bilang dia sedang mengandung anakmu, awalnya kami juga percaya itu tapi ternyata istrimu berbohong." Saut Bryan


" Dia memang sangat licik sejak awal."

__ADS_1


" Jadi Angela sudah lama tahu kamu dan Bella menikah?"


" Dimana Alvin? kenapa aku tidak pernah melihatnya?"


" Jangan mengaco, Alvin ditanyakan. Seriuslah sedikit!" Gerutu Bryan


" Disitulah masalahnya. Dimana Alvin?"


" Bukankah Angela memecatnya?" Delan tersenyum sinis


" Ada apa? Paman benar-benar tak mengerti." Gerutu Bryan tapi Delan malah menyeringai


" Lihat saja nanti!" saut Delan lalu meninggalkan Bryan


" Delan ayolah." Teriak Bryan


Delan tak memperdulikan teriakan itu, ia segera menghampiri Jelsyn yang mulai menangis tak bisa ditenangkan oleh Daddy Dean dan Pevita." Kenapa membuatnya menangis." Gerutu Delan lalu mengambil alih Jeslyn dari pangkuan sang ayah


" Tidak, kami tidak melakukan apapun." Pevita menjawab dengan gerutuannya


" Uuuh sayang, siapa .. siapa yang membuatmu menangis hmm?" Tanya Delan mencium pipi Jeslyn sambil berjalan lagi menuju balkon dimana Bryan masih disana. Delan terkekeh lucu saat Jeslyn berhenti menangis, sepertinya Jeslyn sangat mengenali bau tubuh ayahnya


Kemudian membawa Jeslyn duduk, bayi itu langsung menyusupkan wajahnya diketiak Delan


" Apa dia selalu seperti ini?" tanya Bryan menyentuh pipi Jeslyn dari arah belakang tubuh Delan


" Bagaimana rasanya?" Delan menoleh pada Bryan dengan jemari mulai menepuk-nepuk pantat Jeslyn


" Bagaimana apa?"


" Punya seorang putri."


" Sangat menyenangkan, dia mengalihkan duniaku. Aku merasa jadi pria paling bahagia didunia." Saut Delan dengan senyum membuat Bryan merasa heran, pria itu kini sering sekali tersenyum


" Ya, seperti itulah rasanya menjadi seorang ayah, ada perasaan tak percaya, bangga. Semua bercampur, itu kurasakan saat tahu Kya adalah putriku." Bryan tersenyum lalu menepuk bahu Delan


" Kau harus menjaganya dengan ketat Delan, seorang putri akan tumbuh dengan cepat tanpa kau sadari."


Delan mengangguk dan lagi-lagi menepiskan senyumnya. Malam ini terasa berbeda untuk Delan , rasanya bahagia bersama Jeslyn dan Bella, dan berada ditengah-tengah keluarganya


" Makan malam sudah siap, kakak kak Bella menyuruhmu turun." Kedua pria itu menoleh dengan teriakan Pevita dan segera bangkit


Sesuai ucapan Pevita, Delan maupun Bryan menuruni tangga menuju lantai satu. Ketika itu Bella mendekat berniat mengambil alih Jeslyn, bayi itu masih menyembunyikan wajahnya dibalik ketiak Delan


" Uuuh Jeslyn mengantuk ya." Ucap Bella namun Jeslyn tak mau, bayi itu menempel pada sang ayah membuat Mami Bulan tersenyum dan ikut mendekat. wanita itu juga berniat memangku Jeslyn tapi lagi-lagi pegangan Jeslyn pada ayahnya kian menguat


" Dia memang sangat dekat dan menempel pada Delan." Ucap Bella tersenyum manis memandang Jeslyn

__ADS_1


Hal itu membuat seorang wanita merasa kian muak, sejak tadi semua orang mengabaikan Angela bahkan wanita itu seperti tak ada disana. Jelas saja semua orang masih kesal pada wanita itu, dulu Angela berbohong hamil lagi anak kedua dan membuat semuanya makin runyam


" Ayo kita makan malam, nanti makanannya dingin." Ucap Mammi Bulan, lagi-lagi ia menggandeng Bella. Rasa bersalah pada wanita itu membuat Mammi Bulan janji pada dirinya sendiri, akan memperlakukan Bella sebaik mungkin. Sebenarnya jika dulu Delan bilang bahwa Delan punya hubungan bersama Bella pun, ia tak akan melarang, sejak dulu keluarganya tak pernah membeda-bedakan dengan siapa putranya akan menjalin hubungan


Makan malam yang berbeda dari biasanya karena kini ada Bella dan Jeslyn. Meskipun bayi itu tak berceloteh karena mengantuk namun kehadirannya cukup membuat riuh meja makan dengan kedua jemari kecilnya yang tak diam, mencoba meraih apa yang didepannya dan sang ayah. Itu membuat semuanya tertawa kecuali Angela, wajah itu masam dan terlihat dipenuhi rasa cemburu


Setelah mengisi perut dengan makanan yang lezat. Menggandeng Bella, Delan memutuskan bangkit terlebih dulu karena Jelsyn sudah terlelap dipangkuan Bella, masih dengan bibir menyusu pada buah satu dadanya


Mereka masuk kedalam kamar yang ditempati Bella saat pertama datang. Delan tampak senang sesekali bibirnya menyentuh kening dan pipi Bella dengan begitu lembut


" Hentikan." Gerutu Bella mendorong wajah Delan yang akan kembali menciumi pipinya. Delan terkekeh dan malah memaksa Bella


" Delan." Gerutu Bella


Delan terkikik lucu dan kikikan itu terhenti mendadak saat tangannya ditarik seseorang dari belakang dengan begitu kencang hingga gandengannya pada Bella terlepas


" Tidur dikamar kita malam ini." Ucap Angela lalu melirik Bella dengan senyum sinisnya


" Nona Bella, bukankah selama sebulan ini kamu sudah cukup bersama suamiku. Biarkan suamiku berlaku adil." Bella membalas tatapan Angela, keduanya saling menatap. Ada rasa kesal dihati Bella mendengar ucapan Angela


" Silahkan." Saut Bella lalu memutar tubuh membawa bayi tersayangnya menuju ranjang, menidurkannya disana. Mendengar ucapan dingin Bella membuat Delan kalut, ia menghempaskan tangannya yang dipegang Angela dengan kasar


" Sudah berulang kali aku mengatakannya bukan?" Angela tersenyum kecut, kini membalas tatapan tajam suaminya


" Tidakkah kamu sedikit punya hati nurani pada istri pertamamu Delan. Aku yang lebih dulu bersamamu, dia .. dia yang menghancurkan semuan-"


" Kau yang menghancurkan semuanya, pergi dari kamarku dan Bella sebelum- "


" Sebelum apa?" teriak Angela histeris membuat tubuh mungil yang sedang tertidur itu berjingkat kaget dan langsung menangis kencang. Bella langsung menggendong lagi Jeslyn, mencoba menenangkannya


Delan yang mulai naik pitam menarik Angela keluar dari kamar Bella menuju kamarnya dan Angela dulu


" Aku menceraikanmu, aku menceraikanmu Angela, apa kau tuli atau bodoh hah?" Bentak Delan menggelegar dikamar itu sampai terdnegar keluar, kini tubuh Angela yang berjingkat kaget sampai kedua matanya berkaca-kaca


" Selama ini aku masih berusaha bersikap baik,kau menghianatiku, tapi lihatlah aku bahkan tak melakukan apapun bukan. Kau bahkan tak pernah melayaniku sebagai seorang istri yang baik, aku memaklumi itu karena mungkin kau terlahir dari keluarga berada, kau biasa dimanja aku mengerti-"


" Lalu kau mendapatkan semuanya dari Bella?" potong Angela, airmata mulai mengalir deras


" Kau mendapatkan, kau mencari apa yang tidak kuberikan dari Bella."


" Kau tidak mengerti, aku mencintai Bella. Sejak dulu aku masih mencintai Bella."


" Lalu kenapa kau menikahiku brengsek!" bentak Angela memukuli dada Delan, pria itu menghindar mundur beberapa langkah kebelakang. Rasanya sangat sakit hingga airmatanya tak berhenti mengalir


" Ketahuilah, meskipun tak melupakan Bella aku adalah pria setia. Aku selalu berusaha menjaga komitmen bersamamu, aku bahkan tak pernah melirik wanita manapun ketika kita menikah tapi cobalah berkaca, bukankah kau yang yang memulai semuanya, kau yang mendorongku untuk kembali dan mengejar cintaku pada Bella." Saut Delan lalu meninggalkan Angela, sebenarnya ia masih belum puas, rasanya Delan ingin menampar memukul Angela melampiaskan rasa kesalnya namun Delan bukanlah pria yang suka berlaku kasar pada wanita


-

__ADS_1


-


__ADS_2