Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Aku cemburu


__ADS_3

🌹🌹🌹


-


-


Bella dan Milan berpamitan setelah menghabiskan satu malam dirumah besar itu. Bella memegang kedua tangan Mammi Bulan dan tersenyum." Terima kasih tante untuk sarapan paginya."


" Lain kali kalau datang ke Paris mampirlah lagi kesini hmm?" Bella kembali tersenyum hingga lesung pipitnya terlihat membuat Delan ikut tersenyum


" Milan ajaklah lagi Bella kemari." perintah Bulan yang langsung diangguki Milan dengan senyum paksanya


" Ayolah Mam ini sudah siang, mereka akan ketinggalan pesawat!" ucap Delan dengan pandangan tak suka pada Milan apalagi dengan ucapan sang ibu yang terdengar mendekatkan Milan dan Bella. Delan sungguh tak menyukai itu


" Baiklah, baiklah. Sejak kapan priaku ini menjadi pria cerewet!" ucap Mammi mencubit pipi kanan Delan membuat Bella tertawa pelan


Cup


Delan mengecup kening wanita yang telah melahirkannya itu sebelum pergi meninggalkan Mammi dan Daddynya." Aku akan mengantar mereka ke hotel."


" Tidak usah, aku sudah memesan taxi." tolak Milan


" Tidak Milan, akhir-akhir ini taxi kurang aman. Jadi biarkan aku mengantar kalian." kekeh Delan


" Iya biarkan Delan mengantar kalian." timpal sang ibu dengan senyumannya


" Bukankah kamu harus bekerja sayang, bukankah ada meeting penting pagi ini?" suara Angela dibelakang kedua orangtua Delan menyaut dengan tampilan yang sudah rapi sangat ssksi dengan dress ketat warna goldnya, cantik dan sangat berkelas dimata Bella, ia hanya bisa menunduk, ia merasa rendah karena merasa jauh berbeda dengan Angela. Delan tak menyaut, ia mengabaikan Angela dengan melangkah menuju mobilnya. Terlihat sekali keduanya sedang tak baik-baik saja dimata semua orang membuat Milan merasa kasihan pada Angela, wajah itu sembab seperti habis menangis


" Delan .." panggil sang mammi menegur Delan, tidak biasanya anaknya bersikap seperti itu pada Angela


" Kenapa mam?" tanyanya dengan wajah tanpa dosa


Sang ibu terdiam sejenak merasa ada yang berbeda dengan putranya lalu menggelengkan kepala." Hati-hati." ucapnya


" Oke!"


Delan membuka pintu belakang mobil untuk keduanya sehingga Bella dan Milan masuk kedalam. Kemudian dirinya disamping Alvin sang pengemudi." Jalan sekarang." perintah Delan pada Alvin


Segera Alvin melajukan mobilnya menuju hotel yang ditempati Bella dan Milan. Tak sampai 20 menit keduanya sudah sampai dilobi hotel. Delan melirik Bella dari kaca spion, wanita itu keluar dari mobil bersama Milan tanpa mengatakan seucap kata lagi


Saat keduanya sudah masuk kedalam, Delan menoleh pada Alvin." Aku akan turun disini."


" Memangnya Tuan tidak pergi kekantor?" tanya Alvin


" Sejak kapan kau mencampuri urusanku? mau kupecat?" tanya Delan dengan tatapan tajamnya membuat Alvin menciut saat itu juga

__ADS_1


" Maaf Tuan!" Delan segera keluar membanting pintu mobil itu sedikit kencang hingga tertutup rapat. Tapi yang menjadi heran untuk Delan adalah ia tahu pria itu sudah menyentuh istrinya, berselingkuh dibelakangnya bahkan menghamili istrinya. Anehnya sampai detik ini Delan tak semarah itu, jika pria lain mungkin sudah membunuh Alvin memecat Alvin membuat Alvin sengsara namun tidak dengan Delan, ia seakan acuh tak perduli dengan apa yang dilakukan Alvin untuk istrinya. Delan jadi ragu, apa selama ini ia benar-benar mencintai Angela?


" Kasihan sekali kamu Angel .. " gumam Alvin dengan kikikan lucu memperhatikan Delan yang masuk kedalam hotel, tentu Alvin tahu Delan akan bersenang-senang bersama selingkuhannya


" Selama menikmati dua menit cantik, aaahh wanita asia benar-benar cantik, pantas saja suamimu tergila-gila Angel." gumam Alvin tertawa meledek bosnya itu lalu berlalu meninggalkan hotel. Tapi Alvin tidak tahu bahwa selama ini Delan menyewa seorang pengawal untuk membuntutinya dan Angela kemanapun keduanya pergi


Sementara Delan kini didepan pintu kamar Bella, tidak sulit untuk Delan mendapatkan kunci kamar Bella, dengan kekuasaannya itu tentu sangat mudah. Dengan seringai nakal dibibirnya, Delan masuk kedalam dengan mengendap-ngendap


" Woow seksi!" teriak Delan membuat Bella yang hendak membuka branya terkejut dan spontan memutar tubuhnya


" Delan apa yang kamu lakukan disini." gerutu Bella mengerutkan dahinya. Delan tersenyum lucu mendekati Bella yang kini berkacak pinggang, ia berdiri dihadapan Bella dan kedua tangan itu langsung menangkup buah dada Bella yang masih tertutupi branya


Bella menarik nafasnya pelan melihat tatapan nakal itu lalu ia mengulurkan jemarinya mengusap wajah Delan dan tertawa kecil." Mesum sekali." gerutunya


" Kamu yang selalu menggodaku sayang." Bella terkekeh dengan ucapan itu, kutub es itu benar-benar mencair


Dengan bibir tersenyum manis dan nakal, Delan menarik pinggang Bella dengan kedua tangannya. Lalu Delan mendorong tubuh itu pada kaca besar disamping ranjang hingga pipi Bella menempel pada kaca itu


" No .. no !" teriak Bella histeris dan was-was tapi Delan tak bergeming, ia mulai mendaratkan bibirnya dileher Bella dari belakang, mencumbu* leher itu begitu rakus sambil sesekali mencium pipi dan bibir Bella


" I want you!" bisiknya menggoda Bella. Diperlakukam seperti itu, Bella mana tahan, ia mulai mengikuti permainan suaminya meskipun terpaksa


Delan membasahi area sensitif yang sudah tanpa sehelai benangpun itu dengan ludah ditangannya dan tergesa-gesa menurunkan resleting celana, mengeluarkan kejantannya yang sudah tak sabar masuk dalam kehangatan tubuh Bella " Aaahh yeaaahh . " dessah Bella merasakan rasa sakit dan nikmat bersamaan saat pria yang dibelakang tubuhnya masuk dalam sekali hentakan kuat, ia melampiaskan rasa itu dengan mencengkaram kedua lengan Delan yang mengurung tubuhnya. Delan mulai bergerak liar hingga suara benturan tubuhnya dan Bella berisik dikamar itu


Alvin dan Angela tak tahu bahwa bersama Bella, Delan mampu bertahan selama setengah jam lamanya. Lihatlah pria itu mulai mengubah posisi berdirinya jadi duduk diatas ranjang setelah beberapa detik yang lalu membuat tubuh Bella bergetar. Delan melepas satu-satunya kain yang menutupi tubuh itu yaitu bra kuning Bella, ia lempar pelan kelantai lalu memainkan gunung kembarnya dengan kedua tangan dari belakang. Wanita itu sudah tak sadar tergelung nikmatnya surga dunia sehingga pasrah saja dengan apa yang dilakukan suaminya


" Delan .. " jerit Bella dengan tubuh menegang dan membaurlah kedua ****** ***** itu menjadi satu di rahim Bella ..


Delan langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Bella, kedua kakinya menyampai kebawah dengan jemari diperut Bella." Bella .." panggil Delan bergerak tidur menyamping


" Tinggalah beberapa hari lagi, aku masih merindukanmu." lirih Delan mengelus perut Bella dengan satu telapak tangannya


" Kamu tahu aku harus bekerja!"


" Sudah kubilang berhentilah bekerja hmm, aku masih bisa membiayai semua kebutuhanmu. Kamu mau apa katakan padaku!"


" Tidak, aku tidak mau, aku bukan wanita matrealistis yang akan menguras semua uangmu."


" Hey .. kenapa bicara seperti itu, kamu itu istriku. Aku berhak memberikan nafkah padamu, semua kebutuhanmu akan kupenuhi. Jadi berhentilah bekerja sayang. " bujuk Delan dengan suara lembut. Bella menoleh menatap lekat wajah Delan yang berkeringat


" Jangan memaksaku!"


" Kenapa kamu takut tidak bisa bertemu Milan lagi begitu?" Bella membuka mulutnya jengah, ia menepis tangan Delan yang berada diperut lalu beringus duduk


" Apa dimatamu aku wanita seperti itu? serendah itu?" bentak Bella berapi-api membuat Delan terkejut dan merutuki lidahnya yang salah bicara

__ADS_1


" Bella!"


" Dengar Delan, jikapun aku bisa berpaling aku sudah berpaling sejak dulu. Kamu pikir aku mau menikah dengan pria yang sudah beristri, bercinta dengan suami orang?"


" Sayang bukan itu maksud-"


" Kamu pikir aku tidak mau melihatmu setiap hari, memelukmu, menciummu. Kamu pikir aku tidak mau?" potong Bella semakin berapi-api


" Kenapa jadi marah-"


" Aku juga sama sepertimu, aku .. ingin melihatmu saat aku bangun tidur, saat membuka mataku, aku ingin menyiapkan semua kebutuhanmu, melayanimu dengan baik. Aku ingin memasak sarapan pagi, malam setiap hari untukmu. Kamu pikir selama ini aku tidak pernah memikirkan hal itu?" Delan membungkam dengan perkataan itu lalu ia duduk mengulurkan tangannya untuk memeluk Bella, Delan tak ingin bertengkar dengan wanita itu, ia mengalah tak menanggapi lagi cerocosan Bella


Bella mendorong tubuh itu menjauh." Selama ini kamu selalu mengulur-ngulur waktu untuk menemuiku, kamu tidak tahu selama dua bulan ini aku sangat merindukanmu. Kamu pikir aku senang berjauhan denganmu disaat hamil seperti ini?" Kedua mata Bella mulai berair membuat Delan segera menangkup wajahnya


" Bersabarlah sayang, beberapa bulan lagi aku akan mewujudkan semua keinginanmu. Kita akan selalu bersama-sama setiap hari, membesarkan bayi kita."


" Dan membuat semua orang berpikir aku menjadi perebut suami orang begitu." bentak Bella


" Berhenti memikirkan penilaian orang lain, kamu pikir kebahagiaan kita diukur dari itu semua? bukankah sejak awal kamu mau menikahiku karena kamu sudah menerima semuanya?" Delan mulai tak sabar, hingga suaranya sedikit membentak Bella


" Kamu tidak mengerti, karena yang kamu pikirkan selama menikah denganku hanya sek*, nafs*mu, dan hanya tubuhku saja." kini Delan yang merasa jengah apalagi saat Bella menepis pelan kedua tangan Delan yang menangkup wajahnya. Tidak sadarkah Bella bahwa selama ini Delan memperlakukannya seperti seorang ratu? meskipun disembunyikan dari semua orang. Delan bahkan tak pernah menyayangkan uangnya untuk Bella, waktu dan tenaganya yang sebenarnya harus Delan pakai untuk beristirahat. Selama menikah dengan Bella, dalam seminggu Delan tak pernah seharipun libur bekerja, pria itu akan mengambil jadwal liburnya berturut-turut hanya demi ingin bersama Bella


" Berhenti membicarakan omong kosong ini. Aku benar-benar tak mau bertengkar." Delan melunak karena tak mau membuat Bella menangis, ia mencoba meraih tangan Bella namun Bella segera beranjak pergi meninggalkan Delan menuju kamar mandi


Delan mengusap wajahnya kasar dengan kedua tangannya. Ia berniat menyusul Bella kekamar mandi namun ternyata wanita itu malah menguncinya. Delan yang kesal menghempaskan tubuhnya keatas kasur." Apa aku egois?" gumam Delan


Ia bahkan mengabaikan pekerjaan pentingnya hari ini hanya karena menunggu Bella, mengabaikan semua panggilan dari kantornya. Sudah hampir satu jam wanita itu mengurung dirinya dikamar mandi membuat Delan beringus bangkit mendekati pintu kamar mandi


" Bella buka pintunya, apa yang kamu lakukan didalam sana hmm?" Delan mengetuk pintu itu dengan kencang dan dengan suara lembut


" Bella .. "


" Sweety .."


" Sayang .. "


" Bella maafkan aku .. " seketika pintu kamar mandi itu terbuka menampilkan Bella yang memakai batrod putihnya


" Hey .. " Delan menangkup wajah yang terasa dingin untuknya


" Maafkan aku, aku salah. Aku tahu kamu bukan wanita seperti itu. Isyabella .. aku .. aku .. aku hanya tidak suka melihatmu bersama Milan. Aku .. cemburu .. " aku Delan dengan suara pelan dan terlihat malu untuk mengakuinya


Bella mengangkat wajahnya dan tiba-tiba tersenyum pada Delan, rasanya senang mendengar itu dari suaminya karena selama ini Bella pikir Delan hanya menginginkan tubuh dan kehangatan ranjang saja." Aku menyayangimu dan bayi kita." akunya lagi dan kali ini kedua mata Bella berkaca dengan senyum mengembang


" I love you." bisik Delan dengan pandangan begitu tulus pada Bella

__ADS_1


-


-


__ADS_2