Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Pengakuan


__ADS_3

🌹🌹🌹


-


-


Malam ini Bella baru saja pulang bekerja, ia membuka sepasang sepatu dan melemparnya kesudut kamar. Rasanya lelah untuk Bella dengan perutnya yang mulai membuncit. Semakin hari Bella semakin tak bisa menyembunyikan perutnya lagi, semua orang selalu menatapnya curiga terutama Aulia, sang sahabat


Besok pagi Bella akan mengirimkan surat pengunduran dirinya dan malam ini ia akan pergi ke rumah sang Paman yang berada di bogor. Bella ingin menenangkan diri, selama dua minggu ini ia dan Delan masih perang dingin, pria itu menghilang sejak malam itu, tak pernah menghubunginya lagi


Setelah menyelesaikan mandi Bella memakai pakaian dengan hoodie hitam melengkapinya malam ini. Bella juga memasukan beberapa pakaian untuk tinggal disana dalam koper


3 jam ia menempuh perjalanan menaiki taxi online. Tiba disana Bella langsung disambut sang Paman dan sang Tante. Keduanya sedikit heran melihat Bella yang hanya sendiri tak bersama suaminya


" Dimana suamimu?" tanya Tante Merry


" Dia sedang dinas ke LN." saut Bella dengan senyum yang terlihat dipaksakan


" Ada apa?" tanya Mery menatap curiga raut wajah muram Bella


" Aku hanya merindukan paman dan Tante."


"Ayo kita masuk" ajak tante Mery menggandeng lengan Bella masuk kedalam sembari mengusap perut buncit Bella


" Berapa usianya?"


" 18 minggu." Tante Merry tampak berpikir lalu tersenyum


" Itu artinya kamu dan Delan sangat subur, kalian tak perlu menunggu lama dan tante akan segera menimang cucu dalam waktu dekat ini." Bella tersenyum menampilkan lesung pipitnya melihat Tante Merry yang terlihat senang


" Istirahatlah kamu pasti lelah." perintahnya kembali mengelus perut Bella sebelum wanita itu masuk kedalam kamarnya


Bella merapihkan pakaiannya dalam koper kedalam lemari pakaian lalu menghempaskan tubuhnya kekasur dengan ranjang kecil, setiap malam ia selalu memikirkan Delan. Ia juga menangis karena kemarahan Delan yang kunjung berhenti


Selang 2 jam ia tidur, ketukan pintu mengganggu Bella memaksanya untuk beranjak dari kasur dan berjalan menuju pintu, Bella membukanya dan ia terkejut


" Delan .. " Delan tersenyum lalu mendorong Bella masuk kedalam, pria itu mendahului Bella menuju kasur sambil melepaskan mantel hitam ditubuhnya


" Bella suruh suamimu makan malam, dia pasti lelah setelah perjalanan jauh." Bella menoleh kebelakang


"Tidak tante saya hanya butuh tidur." saut Delan


" Bersama Bella." tambahnya dalam hati


" Baiklah, tante pergi dulu." Bella mengangguk dan menutup pintu. Ia memutar tubuhnya dan mendekati Delan, duduk dengan ragu diatas kasur. Keduanya tampak canggung untuk sementara waktu sampai akhirnya Delan mengalah, pria itu bergeser mendekati Bella lebih dulu


Bibirnya langsung nakal mencium telinga Bella." Maaf .. " ucap Bella membuat Delan menghentikan aksinya


Delan menarik dagu itu agar menatapnya." Jangan ulangi lagi .. "

__ADS_1


Bella mengangguk cepat membuat Delan tersenyum. Delan mengulurkan kedua tangannya untuk melepas hoodie hitam Bella hingga wanita itu hanya mengenakan tanktop. Lalu menyibak rambut Bella kesamping, bibirnya langsung menyerbu leher Bella, mencium, mengendus aroma tubuh Bella


" Harum.. " bisik Delan


Bella tersenyum lalu memejamkan mata menikmati lidah dan bibir itu merayap dilehernya. Gelenyar aneh yang selalu datang setiap Delan menyentuhnya kini Bella rasakan lagi


" Euung .. "


" Aku merindukanmu!" bisik Delan lalu mendorong Bella hingga tubuhnya setengah menyandar pada kepala ranjang


" Delan .. "


Dessahan tertahan itu lolos dari bibir Bella, membuat Delan kian gencar melucuti semua pakaian Bella. Bibirnya ia tautkan dengan bibir Bella sembari kedua tangannya tak diam melepaskan semua kain yang melekat ditubuhnya


" Aaah .. " jeritnya tertahan telapak tangan ketika dinginnya bibir Delan menyentuh puncak buah dadanya


Delan tersenyum lucu, baginya ini belum seberapa tapi Bella sudah sangat berisik membuatnya mengangkat wajah menatap Bella yang memejamkan mata dengan bibir sedikit menganga, Delan mengecup lembut bibir itu


" Pelankan suaramu .. " seketika kedua mata Bella terbuka, ia tersipu malu


Cup


Delan kembali mengecup bibir itu sebelum kepalanya turun kebawah memanjakan Bella. Pria itu menyusupkan wajahnya di antara kedua paha Bella


" Ouuh Delan .. " Bella segera menutup bibirnya rapat, ia sungguh tak tahan jika Delan sudah menyentuhnya diarea bawah


" Eemmmh .. emmmhh .. emmmh .. "


" Tumpahkan sayang .. " bisik Delan, detik itu juga tubuh yang meliuk itu menegang, cairan hangat itu tumpah melebar yang langsung disesap Delan


" Aku menyukainya," Delan berbisik sambil merangkak naik mensejajarkan wajahnya dengan Bella


Wanita itu tersenyum melihat bibir basah Delan lalu mengangkat kepala, hal yang tak terduga, Bella menyesap bibir itu kuat merasakan cairannya dibibir Delan." Emmmh." Delan mendesah pelan


Bella segera melepaskan bibir itu dan tersenyum manis, ia mendorong Delan terlentang kebelakang hingga ranjang kecil itu mengeluarkan suara." Sweety kamu nakal." bisik Delan dengan seringai nakal


" Ladies first!" balas Bella lalu merangkah naik ketubuh Delan, wanita itu memberikan senyum menggodanya sambil memegang adik Delan yang sudah berdiri tegak siap masuk membelah kewanita.anya


" Shut up baby .. " bisik Bella dengan seringai nakal mulai meliukan tubuhnya diatas Delan


" Damn it .. " Bella terkikik lucu dengan umpatan itu, Delan takluk dibawahnya, menatap Bella dengan bibir menganga lebar


Sesekali kedua jemari itu nakal mencengkram gunung kembar Bella." Emmmh .. "


" Faster baby .. " goda Delan dengan senyum nakal


" Are you sure huh?" Delan tersenyum lucu lalu bangkit langsung mencium bibir Bella


" Ahh Damt it .. aah baby .. " desa.h Delan menggoda Bella. Seperkian detiknya Delan mengubah poisi mereka menjadi Bella dibawahnya

__ADS_1


" Giliranku .. " bisiknya mencium kening Bella seraya mempercepat permainan membuat ranjang kayu itu berderit kencang


Aaah


" Shuuutt!"


" Aah Bella kenapa kamu menangis." ledek Delan dengan senyum lucu


" Aah Delan please .. aku .."


" Lakukan!" perintah Delan mendorong tubuhnya hingga sang adik terbenam sempurna


Bella menjerit


" Aaah .. " Delan mengecup bibir yang menganga dengan nafas memburu itu kemudian membalikan posisi mereka lagi menjadi Bella yang berada diatasnya. Pria itu menyandarkan tubuhnya hingga setengah berbaring pada kepala ranjang sambil menatap sang wanita yang mulai meliukan tubuh diatasnya


Bella menyentuh dada bidang itu, menumpu kedua jemarinya berpegangan disana sementara tubuhnya menggoyang tubuh Delan dengan liar


" Ouuh Bella .. " erang Delan mencengkram bokong bulat padat itu dengan kedua jemarinya


Bella berhenti bergerak, bibirnya tersenyum lebar lalu menangkup wajah Delan, ia kecup kening itu dengan lembut." Aku mencintaimu .. " bisiknya


" Bolehkan aku meminta sesuatu padamu?"


" Lanjutkan sweety aku tidak tahan." saut Delan parau


Bella tersenyum." Ash you wish!" bisiknya lalu mempercepat permainan


" Ouuh shiiit .. "


" Bella ini aaahh .. " Delan menarik tubuh itu mendekat, ia melum.at habis bibir Bella seperkian detiknya tubuh keduanya menegang, membaurkan rasa nikmat mereka


" Bella .. " suara parau Delan begitu seksi untuk Bella. Delan merengkuh tubuh itu, nafasnya terengah. Ia merasakan perasaan lega yang luar biasa setelah cairn cinta itu memenuhi rahim Bella sedetik yang lalu


Bella mengangkat tubuhnya menjauhi Delan yang masih mengatur nafasnya, menyentuh dada bidang lalu membelainya dengan gerakan memutar


Bella menyentuh dada kiri Delan, detak jantungnya terasa ditelapak tangannya. Ia tersenyum menatap wajah Delan yang bercucuran keringat." Buka hatimu untukku-"


" Aku mencintaimu!" potong Delan, detik itu juga Bella mematung


Sentuhan lembut jemari Bella rasakan dipipinya, Bella memejamkan mata menutupi kedua matanya yang berkaca-kaca karena pengakuan tulus Delan


" Aku mencintaimu Isyabella .. "


" Entah dulu ataupun sekarang, aku sangat mencintaimu!"


" Aku memilihmu karena aku mencintaimu!" aku Delan lagi membuat airmata berjauhan dari kedua sudut mata Bella


-

__ADS_1


-


__ADS_2