Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Sandwich


__ADS_3

🌹🌹🌹


Bella tak habis pikir, kenapa ada pria sekejam dan sejahat Delan. Bahkan pria itu mengatakan hal yang semakin membuat Bella bertambah sakit. Tanpa pria itupun menyuruhnya Bella tentu akan mencoba melupakan semuanya, tidak mungkin kan ia mengejar pria yang sudah menikah


Perkataan Delan menyadarkan Bella bahwa selama ini ia telah buta dan salah menilai Delan. Ia pikir Delan masih sama seperti dulu, meskipun bersikap dingin tapi pria itu sangat baik. Tapi nyatanya disini Bella yang bodoh dan terlalu naif, Bella bahkan tak pernah berpikir sampai sejauh itu, Bella tak pernah brrpikir bahwa bisa saja Delan jatuh cinta pada wanita lain


Kedua mata Bella menggenang airmata mendengar perkataan itu membuat Delan merasa tak tega dan memutar tubuhnya membelakangi Bella. Delan yang akan menuju kamar mandi itu mengurungkan niatnya lalu melangkah menjauh


Namun hal yang tiba-tiba terjadi, tak disangka sebuah sepatu berhak 5 cm mendarat kencang dikepala Delan membuat Delan meringis kesakitan dan ingin sekali berteriak marah pada sang pelaku yang tak lain adalah Bella


" Brengsek .. pengecut!!!" Delan menghela nafasnya akan umpatan kasar Bella, ini pertama kalinya ia mendengar kata kasar dari mulut mungil itu. Delan kembali memutar tubuhnya pada Bella dengan menampilkan wajah cool ditengah rasa sakit akibat lemparan sepatu itu


Tapi tiba-tiba tubuh Delan menegang melihat Bella yang menangis. Delan semakin tak tega melihatnya, lalu ia mengambil sepatu dilantai yang tak jauh dari tempatnya berdiri dan memutuskan kembali mendekat pada Bella


Tanpa memandang wajah Bella, Delan berjongkok dan memakaikan kembali sepatu itu disalah satu kaki Bella. Bella mengusap wajahnya kasar, mengeringkan kembali pipinya yang basah lalu melangkah meninggalkan Delan sehingga tangan yang masih memegang kakinya itu terapung diudara. Delan menoleh dan menatap punggung wanita itu dengan wajah sendu


Sementara Bella kini kembali memaksakan senyumnya pada semua orang, wanita itu berjalan kembali menuju kursinya. " Bella ada apa? wajahmu sangat pucat?" tanya Milan khawatir begitupun Aulia dan semua orang yang menatap Bella


" Aku hanya sedikit pusing." saut Bella sambil memegangi kepalanya yang memang terasa pening sambil memaksakan senyumnya pada Milan


Jalan wanita itu juga terlihat sempoyongan dan saat akan menarik kursi Bella tiba-tiba oleng


Bruk


Bella tak sadarkan diri, wanita itu akan jatuh kelantai jika saja kedua tangan seseorang tak menangkapnya." Bella .. " panggil Milan khawatir beringus bangun berdiri


" Dimana klinik?" tanya Delan sambil bergerak memangku Bella yang berada dipelukannya


Milan segera berjalan keluar dari ruangan pertemuan itu diikuti Aulia dan Delan dengan Bella yang dalam pangkuannya. Saat sampai diklinik kantor, Delan segera membaringkan Bella diatas brangkar, wajah itu kian terasa pucat dimata Delan


" Dia pingsan." ucap Delan pada perawat disana. Perawat itu segera memeriksa seluruh tubuh Bella

__ADS_1


" Apa dia sudah sarapan?"


" Aku tidak tahu." jawab Milan lalu duduk disisi tubuh Bella menggeser Delan yang berdiri disisinya


Tak lama kedua kelopak mata Bella tampak bergerak membuat Milan beringus menggenggam jemari lentik diatas perut Bella. Sementara Delan hanya diam memperhatikan Bella dan Milan bergantian


" Bella kamu sudah sadar?" tanya Milan saat kelopak mata itu bergerak keatas menampilkan manik hitam Bella. Wanita itu meringis memegangi kepalanya yang terasa pusing membuat Delan merasa heran, Delan yang dilempar sepatu oleh wanita itu tapi kini malah Bella yang merasa kesakitan dan pingsan


" Kamu belum sarapan makanya pingsan seperti ini."


" Aku-"


" Tunggu sebentar aku akan membelikan sarapan untukmu."


" Tidak perlu! ini makanlah." Delan memotong dan menghentikan Milan yang akan beranjak berdiri, pria itu memberikan kotak bekal yang tadi sengaja ia ambil dari tasnya yang berada diruangan Milan saat mendengar kata perawat


Delan memutari brangkar itu menuju kesisi yang lain saat Bella maupun Milan hanya diam menatapnya. Delan segera membuka kotak bekal yang ternyata berisi sandwich yang diberikan sang grandma padanya. Selama dinas di Jakarta Delan memang tinggal dirumah kakek dan neneknya


" Aulia, belilah makanan untuk Bella." perintah Milan pada Aulia


" Baik pak." saut Aulia meninggalkan semuanya


" Tunggulah sebentar, aku akan mengambil air untukmu." ucap Milan, sama seperti Aulia iapun meninggalkan keduanya


" Makanlah, bukannya kamu sangat suka sandwich buatan grandmaku?" tanya Delan, kembali menyodorkan bekal sandwich itu pada Bella. Wanita itu hanya melirik sekilas lalu bergerak membelakangi Delan


Delan menghela nafas, ia bergerak duduk disisi tubuh Bella menatap punggung Bella. Bella terus mengusik Delan, isak tangisnya mengusik Delan, perasaan aneh yang Delan rasakan, hati Delan serasa dicubit mendengar tangisan Bella. Memaksa Delan untuk pergi, ia keluar dari klinik dan pergi meninggalkan Bella bersama kotak bekalnya disisi tubuh Bella begitu saja


Saat merasa tak ada siapapun, Bella bergerak bangun duduk. Dengan wajah sembab ia menatap sandwich dalam kotak bekal itu beberapa saat sebelum mengambilnya. Bella tersenyum, ia merindukan buatan grandma Delan itu, airmatanya menetes lagi mengingat dulu ia sangat senang dan sering sekali memakannya


Bella mulai membuka dan menggigit sandwich roti dengan irisan tomat, selada, telur goreng tak lupa mayonaise dan saos tomat itu kedalam mulutnya. Ia mengunyah pelan dan kembali terisak hingga punggungnya bergetar

__ADS_1


" Ini sangat enak." gumamnya


Bella tak tahu bahwa Delan kini mengintipnya dari balik pintu, pria itu tersenyum meskipun senyuman itu sangat tipis. Tak mau melihat Bella menangis, Delan kembali melanjutkan langkahnya dan benar-benar pergi meninggalkan Bella


Sementara kini Milan tampak kembali. Pria itu tersenyum melihat Bella sedang duduk dan melamun dengan tatapan kesembarang arah. Aulia pun baru saja datang dan mendekat pada keduanya


" Lho Bel, katanya tidak suka sandwich itu kok habis?" goda Aulia


" Ini kan klient kita yang memakannya. Aku memang tidak menyukai sandwich."


" Lalu pagi kemarin apa? bukankah kita sarapan sandwich bersama?" tanya Aulia dengan wajah herannya. Bella membungkam dengan wajah merengut


" Bukankah ini mayonaise?" tanya Milan ikut menggoda Bella seraya mengusap sudut bibir Bella dengan ibu jarinya. Seketika ruangan klinik itu pecah dengan tawa Aulia dan Milan, keduanya mentertawakan Bella yang berbohong dan malah menghabiskan sandwich yang diberikan Delan


" Kamu harus mengganti dan meminta maaf pada pak Delan karena telah menghabiskan makan siangnya." goda Aulia


" Seharusnya dia yang meminta maaf padaku." gumam Bella dalam hati, wajah itu kembali sendu jika mengingat Delan


" Haruskah aku melakukan itu?"


" Tidak usah, Delan orang yang sangat baik. Dia salah satu teman kuliahku sewaktu diharvard." saut Milan dengan senyum manisnya


" Kalian satu sekolah."


" Ya .. dan Delan adalah seorang siswa yang populer karena kepintarannya. Orang bilang itu menurun dari ayahnya, ayah Delan dulu juga orang yang sangat pintar "


-


Ada yang mau nebak siapa Bella? kenapa si Bella bisa kenal sama Delan? 👌


-

__ADS_1


__ADS_2