
🌹🌹🌹
-
-
" Seperti ini?" tanya Bella
" Oh yeah sweety .. " saut Delan meracau dengan mata merem melek tatkala Bella mulai lincah
" Lebih cepat sweety .. " racau Delan dengan suara parau
Merasa sudah tak tahan, Delan menarik tubuh indah itu jadi telungkup diatasnya lalu kini ia yang mengambil alih bergerak cepat dengan kedua tangan memegang pinggang Bella
" Aah Delan .. " rintihnya mengangkat tubuh untuk menjangkau wajah Delan. Menumpu kedua sikutnya didada Delan
" Sayang .. " panggil Bella mengecup bibir itu lalu merapihkan rambutnya kebelakang karena menghalangi pandangannya pada Delan yang bibirnya menganga menikmati permainan mereka. Detik itu juga pria itu mengerang panjang melepaskan kenikmatannya, memuntahkan lahar panas itu dirahim Bella
Delan menekan tengkuk itu lalu mengangkat kepala untuk mencium bibir Bella. Nafas keduanya terengah dengan kedua mata saling bersitatap. Bella mengecup bibir itu lembut." Aku akan merindukanmu!" bisiknya lalu bangkit dari tubuh Delan
Saat akan menuruni ranjang Delan menahan tubuh itu dengan mendekapnya dari belakang." Tunggu aku .. dua minggu lagi aku akan menemuimu!" Bella memegang kedua lengan itu lalu mengangguk
" Aku selalu menunggumu!" sautnya merapihkan kembali bra dan gaun tidurnya lalu meraih cdnya yang tergeletak dilantai dan memakainya didepan Delan. Bella memutar tubuhnya menghadap Delan yang masih terlentang diatas kasur memperhatikannya
.
" Aku pergi. " pamitnya berjalan menuju pintu keluar dipandangi Delan. Pria itu beringus bangun mengejar Bella lalu memeluk tubuh itu dari belakang
" Delan Aulia akan mencariku."
" Sebentar, hanya sepuluh menit." sautnya lalu memutar tubuh Bella. Memeluk tubuh itu lagi dengan erat. Bella merasa heran tidak biasanya Delan seperti ini
" Jangan bersama Milan."
" Aku tidak berdua aku bersama Aulia."
" Jangan menatap Milan, jangan melihatnya."
" Meskipun aku menatap Milan aku tidak akan tergoda." saut Bella dengan senyum. Delan mengurai pelukan itu
__ADS_1
" Apapun itu jangan, kamu sudah bersuami jangan biarkan pria lain menyentuhmu. Aku sangat tidak suka, Milan menyukaimu dia pasti-"
Cup
Bella menghentikan ucapan panjang yang tak biasanya itu dengan kecupan." Aku tidak akan mencintai siapapun, didunia ini hanya pria dengan nama Delan yang aku cintai."
" Jadi kamu akan mencintai setiap pria yang bernama Delan begitu?" Bella tertawa menangkup wajah Delan lalu mencubitnya pelan, ia merasa gemas dengan tingkah suaminya ini
" Tidak, hanya Delan sebastian saja!" Senyuman Delan melebar sempurna
" I love you Bella .. " bisik Delan dan kecupan Delan dapatkan lagi
" Pergilah." ucap Delan, kali ini ia benar-benar melepaskan Bella, membiarkan wanita itu keluar dan masuk kekamarnya
" Bella kamu kemana saja?" gerutu Aulia dengan kesal begitupun Milan
" Aku .. berjalan-jalan keatap."
" Dengan pakaian seperti itu?" tanya Milan heran
" Ya, ternyata Paris cukup dingin ya." saut Bella menutupi dadanya dengan bersedekap dada lalu berjalan menuju kamar mandi meninggalkan keduanya yang masih heran terutama Aulia yang mencium sesuatu yang tak biasa dari Bella, apalagi tadi ia tak sengaja melihat tanda merah lagi dileher kanan wanita itu
Saat itu Delan disambut Angela didepan pintu, wajah itu tampak marah dan tubuh itu bersandar pada sisi pintu dengan tangan bersedekap dada. Sejak dulu meskipun ada acara besar Delan tak pernah sampai tak pulang kerumah
" Kenapa tidak pulang? kemana saja kamu semalam?"
" Aku pesta bersama teman-temanku." saut Delan melenggang masuk kedalam rumahnya diikuti Angela
" Bersama Bella?" Delan berhenti bergerak, lalu memutar tubuhnya menghadap Angela
" Bersama Milan, Monceli, Dave, Aulia.. perlu aku sebutkan semua orang." sautnya datar tapi dalam hatinya mulai khawatir karena Angela tampak mencurigainya
" Seharusnya kamu berpikir lebih dewasa, Delan kamu berbeda dengan mereka. Kamu pria yang sudah beristri-"
" Kamu juga wanita yang sudah bersuami. Apa aku pernah melarangmu bersenang-senang dengan semua teman sosialitamu itu?"
" Delan aku tidak mau bertengkar." Delan tak menjawab ia melenggang lagi naik kelantai dua dan Angela kembali mengikuti Delan lagi menahan lengan pria itu
" Kamu tidur dimana? dihotel? sendiri atau bersama teman-temanmu?" tanya Angela dengan kedua mata berair, ia sangat sedih Delan terus mengabaikannya. Sikap Delan yang mendadak berubah seperti ini membuat Angela takut
__ADS_1
" Dihotel." saut Delan
" Bersama siapa?"
" Sejak kapan kamu bertanya sedetail ini huh?" tanya Delan melipat kedua tangannya didada
" Delan aku istrimu, aku berhak tahu apapun yang dilakukan suamiku?" Delan menghela nafasnya, rasanya lama-lama Delan geram jika harus terus membohongi Angela. Kenapa harus merasa bersalah? toh Angela juga menghianatinya bukan?
" Aku tidur sendiri." saut Delan membelai pipi yang basah itu, sepertinya Delan harus menahan sikapnya terhadap Angela. Ia tidak mau Angela curiga, wanita itu pasti tak akan diam dan Delan tidak mau Angela menyakiti Bella. Bella terlalu baik untuknya, wanita itu tak pantas disakiti, pikir Delan
" Aku sangat takut, kumohon jangan terus mendiamkanku seperti ini." saut Angela terisak, hatinya sedikit melega dengan kelembutan jemari itu dipipinya
" Maaf, pekerjaan akhir-akhir ini membuatku pusing. Maafkan aku mengabaikanmu sayang .. " Angela tersenyum lebar lalu memeluk Delan, erat seakan tak ingin melepaskan tubuh kekar itu
Tapi senyum Angela memudar tatkala ia mencium parfum yang tak ia kenali dikemeja suaminya, parfum itu terasa lembut dihidung Angela beraroma khas bunga mawar segar." Semalam Bella mabuk, aku terpaksa menggendong kekamarnya." bohong Delan, semalam ia bersama Bella tentu harum tubuh wanita itu akan menempel padanya. Bibir Delan menyeringai tahu Angela pasti akan mencurigainya melalui itu
" Bukankah ada Milan?"
" Ah sibrengsek itu .. mereka mabuk. Pria-pria gila .. " Angela tertawa mendengar itu lalu mengurai pelukan untuk menatap wajah Delan
" Mandilah, kamu terlihat lusuh sayang .. " bagaimana tidak lusuh Delan habis menikmati tubuh Bella, lihatlah rambut pria itu acak-acakan tak berbentuk karena kedua tangan Bella. Delan tersenyum lalu mencium kening Angela membuat sang pemilik kembali tersenyum
" Maaf aku meragukanmu." Delan mengangguk lalu meninggalkan Angela dan masuk kekamarnya
Pria itu merendam tubuhnya yang terasa lelah dalam hangatnya air dalam jaguzzi dikamarnya dan Angela. Delan memejamkan mata, memikirkan Bella. Senyum itu .. tubuh indah itu, perlakuan manis Bella dan kelembutannya menjadi pusat pikirannya saat ini. Apa Delan mulai jatuh cinta lagi pada Bella? kenapa harus secepat ini?
Bibir Delan tersenyum, ia sampai tidak sadar Angela masuk kedalam jaguzzi. Dan sentuhan pada pundaknya barulah Delan sadar dan membuka mata." Angel .. " panggilnya sedikit terkejut Angela tiba-tiba masuk kesana
" Kita sudah lama tidak mandi bersama honey." sautnya lalu naik kepangkuan Delan, mengusap bahu kekar itu dengan kedua jemarinya. Sementara Delan hanya terdiam menatap Angela, rasanya Delan tak bernafsu sedikitpun meskipun tubuh itu tanpa busana. Berbeda saat bersama Bella, wanita itu tak perlu membuka pakaiannya tapi didekat Bella, hasrat kelelakiannya selalu bangkit, Delan selalu ingin menerkam Bella dalam kondisi apapun
" Sayang hari ini jadwal aku kedokter kandungan, maukah kamu menemaniku?" Meskipun malas, Delan terpaksa mengangguk membuat Angela senang dan berhambur memeluk tubuh itu
" I love you Darl .. "
" Love you more .." saut Delan mengusap punggung polos Angela dengan tatapan tajam kesembarang arah
-
-
__ADS_1