Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Kejutan


__ADS_3

Sore itu suasana tampak ramai. Rumah baru minimalis yang cukup besar dengan desain unik itu kini dipenuhi banyak orang. Delan mengambil tema garden party untuk perayaan pestanya, karena dalam rumah masih kosong tanpa satupun futniture, Delan ingin Bella sendiri yang mengatur rumah mereka


Sedangkan Bella masih berdiam diri dikamar dengan gaun putih cantik yang pas bodi ditubuhnya yang mulai berisi. Seorang MUA merias wajahnya dengan begitu cantik dan anggun. Bella tak mengerti kenapa ia sendiri sementara yang lainnya sudah pergi termasuk Jeslyn yang dibawa Jiana, bayi mungil itu memakai gaun kecil yang berwarna senada dengannya dan Delan


Dalam hatinya Bella masih kesal pada suaminya, pria itu sama sekali tak peka dan bertanya mengenai perubahan sikap Bella padanya. Semalam saja Delan asyik tertidur, mengacuhkan Bella dan tak memikirkan perasaannya, Bella sedang hamil, setidaknya ia ingin diperhatikan oleh suaminya


Setelah selesai dirias. Bella langsung pergi diantar supir menuju tempat yang tak jauh dari rumah orangtua Delan. Sepanjang perjalanan ia hanya melamun memikirkan bagaimana sikapnya terhadap Delan, apa ia yang terlalu berlebihan berharap pernikahannya dan Delan didaftarkan secara hukum, tapi bukankah mereka punya Jeslyn yang semakin hari semakin tumbuh dan butuh pengakuan negara


Bella menarik nafasnya begitu tiba disebuah rumah asing. Setelah acara selesai Bella akan mencoba bicara dari hati ke hati pada suaminya itu. Bella turun dari mobil disambut Delan didepan rumah, pria itu tersenyum lebar dengan tampilan yang super tampan dimata Bella, rambutnya tertata rapi dengan kemeja putih, selain itu tampilan Delan juga lebih muda dari biasanya, pria itu memakai jeans biru muda sebagai setelannya hari ini


" Selamat datang dirumah baru kita." Bisik Delan ditelinga Bella seraya menggenggam kedua tangan Bella. Dahi wanita itu berkerut tanda tak mengerti dengan ucapan Delan


" Ini rumah baru untuk keluarga kecil kita." Bella tampak terpaku mengedarkan pandangan pada rumah, hatinya mengharu


" Sejak kapan?"Tanya Bella


" Aku sudah menyiapkan semuanya sejak lama." Saut Delan. Kedua mata Bella berkaca, keduanya saling menatap cukup lama


" Satu lagi." Delan melepaskan satu genggaman tangannya pada Bella lalu mengambil sesuatu dicelana belakangnya dan memberikan ke tangan Bella


" Apa ini?"


" Bacalah, itu sesuatu yang sangat penting." Bella melepaskan jemarinya dari Delan dan membuka sebuah kertas putih yang terlipat dua lipatan


" Itu yang membuatmu marah padaku tiga hari ini." Tambah Delan dengan senyum tak memudarnya. Bella tak tahu harus bicara apa, semua sangat mengejutkan untuk Bella, airmatanya sampai jatuh dan dengan sigap dihapus Delan dengan ibu jarinya. Pria itu menangkup wajah Bella dan mengecup keningnya dengan dalam dan sangat mesra


" Ayo kita masuk kedalam, semua orang sudah menunggu." Ajak Delan lalu menggandeng Bella


" Kapan kamu melakukan ini?" Tanya Bella sambil berjalan


" Saat aku sudah sah menjadi mantan suami Angela." saut Delan. Bella memukul dada itu


" Selama itu kamu menyembunyikannya dariku!" Delan terkekeh, mengusap lengan atas Bella yang ia gandeng


" Aku hanya ingin memberimu kejutan." Sautnya santai. Bella tersenyum, raut wajah jutek itu kini kembali sumringah, bahkan airmatanya tak henti mengalir sehingga tak henti diusap Delan dengan tangannya yang bebas

__ADS_1


Keduanya disambut meriah oleh semua orang. Hari ini wajah-wajah itu tampak sumringah memperhatikan Bella dan Delan yang sangat serasi. Bella sedikit terpaku ketika melihat orang yang berdiri disamping mertuanya dan sedang memangku putri kecilnya


" Delan, itu Dave?" Delan tersenyum


" Ya aku mengundangnya, memangnya kamu pikir, desain sebagus ini siapa lagi kalau bukan Dave yang membuatnya."


" Bukankah kamu bilang dia sulit dihubungi."


" Tidak ada yang tidak bisa aku selesaikan Bella, selama ini aku dan Dave menjalin hubungan baik setelah bertemu lagi denganmu. Dave menceritakan semuanya, ia juga tidak tahu mengenai apa yang dilakukan Milan pada kita." Tambah Delan membuat Bella tersenyum dan merangkul pinggangnya


" Akhirnya aku bisa melihat kalian tampil didepan umum seperti ini." Delan tersenyum pada Bella yang juga tersenyum padanya


" Tante tahu, akulah saksi hubungan gelap mereka." Delan meninju lengan atas Dave dengan begitu kencang membuat Dave terbahak kencang, mengagetkan Jeslyn sehingga bayi itu menangis tiba-tiba


Dave dan yang lainnya tertawa begitupun Delan, pria itu mengambil alih Jeslyn dari tangan Dave dan menenangkannya


" Jangan sampai kamu main gelap lagi untuk yang kedua kalinya." Ancam Mammi Bulan membuat Dave terbahak kencang lagi, mentertawakan Delan yang sebenarnya acuh, pria itu sibuk menenangkan Jeslyn yang mengamuk tiba-tiba dan pergi melengos begitu saja


" Tidak Tante, aku percaya Delan sangat tergila-gila pada menantu Tante ini." Bella tersenyum mendengar ucapan Dave yang memang benar adanya


" Lihat, mereka tak bisa berjauhan." Canda Dave lagi membuat Mammi Bulan tersenyum memperhatikan Bella dan Delan dari jauh, Jelsyn sudah membuat keduanya repot dan super sibuk, menunggu beberapa bulan lagi bayi itu akan punya adik, tak bisa dibayangkan kehidupan keduanya, apalagi Bella tak mau memakai jasa baby sister


Semua orang tampak menikmati pesta kecil garden party yang hanya dihadiri keluarga tersebut. Semuanya menikmati makanan dan minuman yang tersedia bersama-sama, saling berbincang seperti yang selalu mereka lakukan jika berkumpul ketika melakukan reuni keluarga, keluarga yang sangat kompak dimata Bella.


Delan tertawa terbahak-bahak berbincang bersama Bella dan Dave. Pria yang punya kerja sebagai arsitek itu menceritakan pada Delan dan Bella pengalaman dirinya yang menguping percintaan Bella dan Delan dikamar mandi dulu. Delan tak habis pikir mengapa ada pria sekonyol Dave yang mau saja mendengar suara-suara erotis dirinya dan Bella


Namun tawa itu terhenti ketika tak sengaja melihat sang adik yang tampak murung ditengah kerumunan banyak orang. Delan menoleh lagi pada Bella." Aku pergi sebentar sayang." Bella mengangguk dan melanjutkan lagi perbincangannya bersama Dave


Sementara Delan bergegas berjalan menuju Pevita. Ketika tinggal dua langkah lagi mendekat, sang Mammi mencegat Delan." Sayang, bukankah ini saatnya?" Delan melirik sang Mammi memikurkan ucapannya lalu menuruti sang Mammi, lupa sudah Delan pada tujuan awalnya


Ia mengikuti sang Mammi dan memulai acara syukuran itu dengan berdoa bersama. Selain untuk kebahagiaan keluarga kecil mereka juga mendoakan calon buah hati mereka yang masih diperut Bella. Dave terbahak lagi mengingat Delan yang sangat tancap gas dalam menghamili istrinya


Delan mengecup kening Bella begitu mereka selesai." I love you." Bisiknya lembut lalu mempersilahkan lagi semua orang menikmati jamuan mereka


Acara yang menyenangkan itu selesai ketika malam hari. Delan menggandeng Bella memasuki rumah baru mereka yang masih kosong tanpa ada satu barangpun. Semua orang sudah kembali ke rumah orangtua Delan, Dave juga kembali ke hotel dimana ia menginap

__ADS_1


Tinggal mereka berdua karena Jeslyn sudah tertidur dan dibawa pulang Mammi Bulan. Delan hanya ingin berduaan bersama istrinya saat ini, ia mengajak Bella melihat kesekitar rumah mereka


" Disinilah Bella, kita akan memulai semuanya. Anak-anak kita akan tumbuh besar disini, kamu dan aku akan menua disini bersama-sama." Bella menoleh pada suaminya dengan tatapan penuh cinta


" Aku tidak tahu harus mengatakan apa sayang, aku sungguh bahagia." Delan tersenyum begitupun Bella


" Itu tujuan sejak awal Bella, membuatmu dan anak-anak bahagia."


" Terima kasih Delan, sebisa mungkin aku akan menjadi istri yang baik untukmu." Delan menjedugkan dahinya dengan pelan kedahi Bella, keduanya tertawa bersama


Lalu menaiki lantai dua, membuka satu persatu ruang kamar, ruang keluarga dan balkon lantai dua yang cukup luas, ada kolam renang juga disana, taman yang cukup luas sudah ditanami berbagai tanaman bunga dan buah, Bella cukup terpana dengan balkon itu


" Ini tempat kita melepas lelah, berkumpul bersama anak-anak kita. Jeslyn dan adiknya nanti akan berenang disana." Bella tersenyum lebar dengan khayalan suaminya itu, ia merangkul pinggang Delan dan menempelkan kepalanya dilengan atas Delan


Keduanya diam dalam posisi yang cukup mesra itu lama. Sampai akhirnya Delan membaw Bella ke ruang kamar yang diyakini akan menjadi kamar utama mereka. Kamar yang paling luas diantara kamar yang lainnya


" Kita akan bercin*a disini setiap hari." Bella tertawa akan candaan itu lalu melepaskan dirinya dari Delan, ia berjalan lebih dulu


Bella cukup terkejut ketika listrik tiba-tiba mati. " Delan." Teriaknya, tapi Bella tak tahu bahwa Delanlah yang mematikan lampu tersebut. Mereka gelap-gelapan dan hanya tercahayai lampu luar saja


" Delan." Bella memekik kaget ketika tubuhnya ditarik Delan hingga berputar dan jatuh kepangkuan pria itu


" Kamu membuat kaget saja." Gerutu Bella menatapi wajah suaminya dikegelapan. Delan tersenyum menangkup wajah Bella dan mencium bibirnya, memagutnya begitu lembut


Delan mendorong tubuh itu kedingding tembok, bibirnya mulai menguasai bibir Bella dengan rakus dan menuntut, kedua jemarinya juga tak diam merremas kedua buah dada Bella dari balik gaun putihnya. sepertinya malam ini akan menggelora untuk mereka berdua


Delan menggulung gaun putih itu keatas dengan buru-buru, menaikan satu kaki Bella keatas kakinya. Lalu tangannya naik menurunkan resleting gaun Bella kebawah, gerakan cepat itu tak bisa Bella cegah, karena bibirnya masih terus dikuasai Delan


Satu jemarinya nakal menyusup kebalik cd Bella yang berwarna putih, memainkan pangkal paha itu begitu nakal, jemari yang lain mencoba membuka pengait bra Bella. Ketika bisa, Delan melepaskan bibir itu dan beralih pada buah dada, mengulum puncak buah dada Bella membuat wanita itu pasrah dan tak mampu menolak


Delan membuka kancing celana jeansnya tanpa melepaskan buah dada Bella, lalu membuka underware abu-abunya sampai lutut menyusul celana jeansnya. Delan kembali menaikan satu kaki Bella keatas kakinya setelah berhasil merobek kain segitiga berwarna putih milik Bella


" I love you Isyabella." Bisiknya tepat dibibir Bella, jawaban Bella adalah sebuah desaaahan panjang ketika Delan membelah kewanitaannyaa dengan sang adik, memasuki wanita itu dengan sekali dorongan. Rumah yang masih sepi tanpa apapun itu kini dipenuhi suara mesum keduanya


-

__ADS_1


-


__ADS_2