Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Menyesal


__ADS_3

🌹🌹🌹


" Apa yang terjadi?" tanya Dean pada Bryan yang tampak melamun menatapi keponakannya yang terbaring koma tak sadarkan diri sejak dua hari lalu


Suara tangisan kencang mammi Bulan, Angela dan Pevita menguar diruangan ICU Delan. Mereka dihubungi Bryan tentang kecelakaan Delan dan langsung datang ke Jakarta saat itu juga


" Boy, apa yang terjadi? bagaimana bisa putraku terbaring koma seperti ini?" tanya Dean lagi dengan kedua mata berkaca


" Polisi yang mengusut kasus ini bilang .. Delan dan Milan berkelahi." saut Bryan dengan suara pelan


" Bagaimana bisa? mereka berteman baik." saut Mammi Bulan dengan tangisannya, wanita itu terus menggenggam jemari Delan yang tak mendapat infusan


" Kami juga tidak mengerti, kenapa mereka bisa bertengkar?"


" Lalu dimana Milan sekarang?"


" Milan juga belum sadar-" Bryan tampak khawatir melihat wajah pucat kakaknya


" Boy ada apa?"


" Milan mendapat luka yang lebih parah diperut karena Delan menusuknya dengan pisau. Dokter bilang untung saja luka itu tidak mengenai orang vitalnya." Keempat orang yang baru tahu itu tampak terkejut


" Tidak mungkin, Delan tidak akan berbuat seperti itu. Tidak, itu bukan karena anakku itu pasti ada orang ketiga kan?" Bryan menggelengkan kepalanya


" Sidik jari Delan terdeteksi pada pisau itu." Mammi Bulan menangis histeris, ia tidak tahu apa-apa dan tiba-tiba mendapat kabar mengejutkan seperti ini. Selama ini Delan tidak pernah aneh-aneh, anaknya adalah pria yang sangat baik, pendiam dan teramat patuh padanya. Karena hal itulah ia selalu bangga pada putranya itu, Delan adalah didikannya yang paling sempurna jadi bagaimana bisa anaknya melakukan hal sejahat itu?


" Tidak, anakku tidak akan berbuat hal semacam itu? pasti ada saksi yang melihat kejadian sebenarnya. Aku yakin Delan takkan melakukan itu, dia takkan setega itu. Anakku bukan seorang kriminal kan?" Dengan airmata menderai, Mammi Bulan terus menggelengkan kepalanya


" Tenangkan dirimu kak, kita dengar penjelasan mereka setelah mereka sadar." saut Bryan


" Iya kak, lebih baik kalian istirahat, kalian baru saja datang." Jiana ikut menyaut sembari menggandeng sang kakak ipar menuju sofa disana, bukan apa-apa, Bulan adalah orang yang mudah panik dan semua orang takut masalah ini akan mempengaruhi kesehatannya. Semua orang belum menceritakan pada orangtua Delan dan Angela bahwa Delan telah menikah lagi dengan perempuan lain. Malam itu seharusnya Delan membawa Bella menemui mereka


" Ini pasti karena wanita itu." ucap Angela tiba-tiba membuat perhatian semua orang tertuju padanya


" Angel, apa maksudmu?" tanya Mammi Bulan. Angela menampilkan raut wajah sedihnya lalu duduk disisi ranjang Delan sambil menggenggam erat jemarinya dan menatap wajah sang suami


" Delan punya seorang simpanan." Ucapan itu kian membuat mammi Bulan terkejut dan memegangi dadanya, airmata kian menderai dan wanita itu tak bisa berkata-kata lagi. Langsung dipeluk Dean


" Tidak, jangan diteruskan. Jangan mengarang." Ucap Dean membela putranya terlebih ia khawatir dengan sang istri


" Ceritakan semuanya pada Mammi, apa yang Mammi tidak ketahui." Bulan menyaut membuat semua orang khawatir


" Bul."


" Jangan menutupi semuanya dariku, atau aku akan lebih sedih lagi." saut Bulan dengan airmata menderai

__ADS_1


" Apa yang terjadi? apa hanya aku yang bodoh dan tidak tahu apapun disini?" bentak Bulan sambil menatapi semua orang bergantian


" Angela." Desak Mammi Bulan


" Delan berselingkuh Mam dibelakangku." saut Angela dengan wajah sendu, meskipun malu namun sepertinya juga kejadian ini akan menguntungkan Angela


" Mam tahu, wanita bernama Bella? wanita yang dibawa Milan ke acara ulang tahun Delan? wanita yang pingsan itu?"


" Kau tahu suamimu berselingkuh dan kenapa kau diam saja?" tanya Bryan


" Aku bisa apa? aku hanya seorang wanita yang teramat mencintai suamiku." balas Angela seraya mengelus kening Delan dengan punggung jemarinya, bibirnya tersenyum hangat menatap Delan


" Meskipun hatiku sangat sakit, tapi aku masih menunggu dengan setia disamping suamiku karena aku yakin Delan hanya main-main, dia takkan serius karena Delan tahu Bella berpacaran dengan Milan." Kali ini semua orang terkejut, untuk hal yang satu ini mereka baru mendengarnya. Tapi mereka juga tidak bisa mempercayai omongan Angela ataupun Delan saat ini


Tidak ada suara lagi, semuanya larut dalam pikiran masing-masing sampai ada yang datang dan memberitahu Bryan bahwa Milan sudah sadar dan dipindahkan keruang rawat


Lalu Bryan dan yang lainnya memutuskan untuk menemui Milan, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua. Bersama kedua orangtua Delan, Pevita, istrinya dan Angela, mereka menuju kamar Milan


Wajah pucat itu memandang semua orang bergantian dan bibir itu masih saja tersenyum pada semua orang." Tante." panggil Milan dengan hidung yang masih diselangi oksigen


Lalu dua orang polisi datang untuk menanyai Milan atas kasus perkelahian keduanya


" Aku tidak akan menuntut Delan." ucap Milan membuat airmata Mammi Bulan, Dean dan Pevita kembali jatuh


" Bagaimana pun Delan adalah temanku, aku tidak akan menuntutnya. Itu hanya kesalahpahaman saja." Ucap Milan lagi pada dua polisi disana


Milan tersenyum kecut." Malam itu Delan menabrak mobilku dari belakang, dia juga menarikku keluar dari mobil. Dia benar-benar marah, dia menghajarku habis-habisan." saut Milan lalu menyentuh perutnya sendiri


" Jangan berbohong." saut Bryan menatap lekat wajah Milan mencoba mencari kebohongan disana. Milan tersenyum dengan sautan Paman Bryan


" Aku bukan orang gila Paman, aku belum menikah dan ingin melanjutkan karirku. Aku ingin mempunyai sebuah keluarga, jadi apa masuk akal bila aku melukai diriku sendiri?" tanya Milan membuat Bryan membungkam


" Dari hasil penyidikan kami, mobil Tuan Milan memang rusak dibagian belakang dan Mobil Tuan Delan juga rusak dibagian depan dan saat itu posisi kedua mobil itu memang benar seperti apa yang diceritakan Tuan Milan." Semua orang membungkam lagi, raut wajah-wajah itu tampak kecewa, tentu takkan menyangka Delan yang notabennya bukan pria yang suka neko-neko bisa melakukan hal sekejam itu bahkan menusuk temannya sendiri


" Tapi kakaku juga terluka? bisa saja kan yang memulai perkelahian bukan kakakku? Apalagi tidak ada saksi saat itu kan?" tanya Pevita sementara Angela hanya diam mendengarkan, entah apa yang wanita itu pikirkan saat ini


" Maafkan kak Milan Pev, mungkin kamu akan kecewa, tapi orang yang berusaha mau hidup bukankah harus membela diri? aku mencoba menyelamatkan hidupku. Disatu sisi akupun salah, aku membalas Delan, kuakui kami berkelahi habis-habisan malam itu." Mammi Bulan menutup mulut dan terus menggelengkan kepalanya, ini benar-benar seperti mimpi baginya. Pevita sendiri membungkam saat ini, gadis itu kalah telak dengan jawaban Milan tapi Pevita juga tak percaya kakaknya akan melakukan hal ini


" Bagaimana keadaan Delan? dia baik-baik saja kan?" tidak ada yang menjawab pertanyaan Milan, semuanya larut dalam pikiran masing-masing sambil menatap Milan


" Tuan Milan, bisa jelaskan lebih detail untuk penyidikan kami. Apa masalah yang terjadi diantara kalian?" tanya salah satu polisi disana


" Delan marah dan membenciku saat tahu bayi yang ada diperut Bella adalah bayi hasil hubunganku dan Bella, Delan marah karena merasa dipermainkan olehku dan Bell-"


" Tidak, kau bohong!" potong Pevita dengan suara membentak

__ADS_1


" Kakakku dan Bella, mereka sudah menikah!"


" Nona, tolong jangan mengganggu kami dulu!" perintah sang polisi. Milan tampak menghela nafas


" Bella memang pandai, dia memang wanita high class yang pintar. Aku dan Bella menjalin hubungan yang baik sejak lama, aku berniat melamar Bella karena kupikir aku harus mempertanggung jawabkan perbuatanku pada Bella. Ya .. meskipun saat itu Bella bukan wanita yang masih virgin lagi." Pevita jadi bingung, kepalanya terasa pusing, entah siapa yang harus ia dengar. Sang kakak atau Milan yang tampak serius dengan ucapannya


" Tapi Delan datang. Kerjasama kami, itulah awal semuanya dimulai. Awalnya aku tidak tahu bahwa Bella dan Delan pernah berhubungan dimasa lalu-"


" Milan apa maksudmu?" tanya Angela tampak terkejut


" Delan tidak jujur padamu?"


" Jujur?"


" Bella adalah mantan kekasih Delan." Angela tertegun lalu menggelengkan kepala


" Mungkin mereka masih saling mencinta-"


" Tidak, Delan hanya bersenang-senang. Aku dan Delan bahkan masih berhubungan baik sampai detik ini. Delan masih lembut seperti biasanya, kami juga masih berusaha untuk mendapatkan keturunan seperti apa yang diinginkan Delan." Angela memotong ucapan Milan


" Itu sebabnya aku tak mau melepaskan Bella untu k Delan karena aku tahu mereka berdua hanya bersenang-senang." Mammi Bulan semakin tak tahan, ia memegangi dadanya yang mulai dag dig dug. Nafasnya mulai terasa tercekat lalu pandangan itu menjadi gelap gulita


Kemudian


" Putraku!" teriakan histeris itu membangunkan Dean dari tidurnya malam ini. Pria itu bergegas bangun dan mengguncang bahu sang istri


" Bul .."


" Delan huuuu .." Mammi Bulan menangis histeris dengan mata terpejam membuat sang suami panik


" Bul bangun Bul .." Dan semakin mengguncang tubuh itu hingga kedua mata yang mengeluarkan airmata itu terbuka


" Dean .. putraku!" Dean segera memeluk tubuh yang rapuh itu


" Dean, aku menyesal." gumamnya membuat sang suami semakin sedih. Setiap hari selama berminggu-minggu ini itulah yang selalu diucapkan istrinya, wanita itu menyesal membohongi anaknya tentang Bella


" Dean, ayo kita cari Delan. Kita bilang kita bersama-sama mencari Bella, aku tidak perduli lagi wanita seperti apa Bella. Dean aku hanya ingin putra kita kembali." Ucapnya dan mulai menangis tersedu-sedu memenuhi kamar mereka. Setiap malam wanita itu selalu melamun memikirkan putranya, memikirkan kejadian dulu saat putranya mengalami koma dan akhirnya menangis seperti ini


" Iya, kita akan secepatnya menemukan putra kita!" saut Delan mengusap-usap punggung sang istri mencoba menenangkannya, ia juga merasa tak tahan dan menitikan airmatanya lagi seolah tak bosan. Kesedihan karena perginya Delan benar-benar menyelimuti keluarga itu terutama sang ibu yang tampak benar-benar menyesal


" Jika saja kita tak membohongi Delan, mungkin semua ini takkan terjadikan? Dean, aku merasa menjadi ibu yang gagal, aku sangat jahat pada putaku sendiri" ucap Bulan pada sang suami


" Dulu kita melakukan itu demi kebaikan Delan, jangan terus menyalahkan dirimu hmm?" Bukan berhenti menangis perempuan itu malah semakin tersedu-sedu dengan kedua tangan mencengkram baju piyama Dean


-

__ADS_1


-


__ADS_2