Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Merasa sensitif


__ADS_3

🌹🌹🌹


-


-


Delan situan menyebalkan


🌹🌹🌹



-


-


Delan menampar pelan bokong padat dan bulat itu dengan pelan setelah semenit yang lalu ia melepaskan kenikmatannya dirahim Bella. Delan mendekati Bella memeluk perut itu erat." Maaf sweety aku benar-benar tidak tahan, jangan marah hmm?" bisik Delan dengan suara manjanya tapi Bella hanya diam, wajah itu ditekuk dengan sebelah pipi menempel pada dingding tembok


" Sweety jangan marah."


" Aku tidak bisa marah padamu karena aku terlalu bodoh." saut Bella mengalihkan kepalanya membelakangi Delan. Delan terkekeh lucu lalu bergerak kebelah yang lain untuk menjangkau wajah Bella, ia beri dua kecupan lembut pipi Bella saat itu


" Sebagai permintaan maafku, bagaimana kalau kita kencan malam ini?" Bella tampak tertarik, ia melirik Delan. Luluh sudah Bella hanya diimingi hal sekecil itu


" Kencan dimana?"


" Kamu mau dimana? pantai? hotel mewah?kapal pesiar?"


" Aku mau pergi menonton."


" Bella itu tidak mungkin, bagaimana kalau ada yang melihat kita." Bella tampak menghela nafasnya dan memejamkan mata, bibirnya mulai mengerucut pada Delan


" Baiklah, kita pergi menonton." saut Delan mengalah membuat bibir Bella tersenyum. Delan senang melihat senyum itu lalu berjongkok, ia menciumi bokong itu beberapa saat sebelum menaikan kembali cd Bella. Delan juga rapihkan rok span wanita itu kemudian membalikan tubuh Bella menghadapnya


Delan menurunkan kembali bra orange itu kebawah lalu mengancingkan kancing kemeja Bella. Pria itu tersenyum manis pada Bella sebelum meninggalkan Bella, wajah itu kembali masam. Sejujurnya Bella sangat takut, Delan bersamanya selama ini karena memanfaatkan tubuhnya saja karena setiap kali bertemu Delan tak pernah absen menyentuhnya


Satu persatu dari keduanya keluar dari toilet sambil meneliti sekitar mereka. Bella terlebih dulu sampai diruangan Milan." Bella kamu kenapa?" tanya Milan melihat kedua kaki Bella yang gemetar


" Aku sedikit pusing." saut Bella memijat pelipisnya yang terasa pusing membuat seorang pria berparas melayu dengan jambang tipis dirahang dan dagu itu ingin sekali tertawa melihatnya


" Istrirahat saja, jangan ikut meeting." betapa baiknya Milan namun kebaikan itu tak pernah dilihat Bella. Wanita itu menuruti Milan, memutar tubuh berjalan menuju pintu. Saat didepan pintu ia berpapasan dengan Delan, pria itu kembali menampilkan wajah acuhnya jika dihadapan semua orang


Delan masuk kedalam dan duduk kembali disamping Moncelli." Delan kau bermain solo?" Delan tersedak ludahnya sendiri dengan perkataan Dave, pria itu mengambil gelas berisi air susu diatas meja


" Kau terburu-buru ya sampai lupa menutup resletingmu." tambah Dave dan tawa kencang memenuhi ruangan Milan itu


" Jangan seperti itu Dave, kasihan Delan sedang jauh bersama istri cantiknya." saut Milan masih dengan tawanya. Tapi Delan hanya datar, pria itu menaikan resletingnya kembali hingga tertutup


" Emmh Delan bukankah istrimu sedang hamil?" tanya Dave, pria itu merasa puas mengerjai Delan. Pasalnya ia sangat tahu, Delan adalah tipe pria setia tapi bagaiman bisa pria itu tergoda Bella? Bella memang cantik tapi secantik apapun wanita sejak dulu Delan bahkan tak pernah tergoda meski banyak wanita yang mendambanya


" Ya Angela sedang hamil." saut Delan lalu menghabiskan segela susu ditangannya sampai tandas. Pandangannya tampak mengedar mencari Bella yang sudah terlalu lama keluar dari ruangan Milan


" Kita lanjutkan lagi." ucap Milan

__ADS_1


" Kemana Bella?" Delan tak bisa menahannya mulutnya gatal ingin menanyakan itu pada semua orang


" Dia sakit, kasihan sekali. Dia terlihat lelah makanya Milan menyuruhnya istrirahat diklinik." wajah Delan berubah, ia merasa bersalah. Tapi keadaan memaksa Delan untuk propesional, ia kembali fokus membicarakan pekerjaan bersama yang lainnya


Sorenya Delan menunggu Bella disebuah perapatan jalan seperti janji keduanya. Bibir itu tersenyum memandangi Bella yang berjalan kearah mobilnya. Delan segera membuka pintu mobil itu saat Bella mendekat, wanita itu tersenyum dan masuk kedalam mobil, meskipun kesal karena sempat dipaksa Delan namun Bella tak bisa berlama-lama marah pada suaminya itu


Sesuai keinginan Bella, Delan menjalankan mobilnya menuju mall besar dikawasan Jakarta utara. Keduanya keluar saat Delan memarkirkan mobilnya dibasement mall tersebut. Tapi Bella mendadak heran saat tak melihat seorangpun yqng datang kedalam mall itu. Mall itu benar-benar sepi tanpa siapapun hanya dia dan Delan saja disana


" Delan kemana semua orang?" tanya Bella


" Aku menyuruh mereka keluar."


" Jangan bercanda." saut Bella namun Delan hanya mengedikan bahunya acuh, pria itu menarik Bella menuju sebuah ruang bioskop. Delan juga mengambil popcorn dan minuman yang telah sengaja dipersiapkan disebuah kasir dimana biasanya semua orang mengantri tiket


" Ayo kita masuk!" ajak Delan menunjuk sebuah pintu dengan dagunya


Keduanya masuk kedalam. Saat itu Bella menghembuskan nafas kasarnya, ia mulai kesal terhadap Delan. Ini benar-benar tak seperti yang Bella bayangkan, yang diinginkan wanita itu." Sweety ayo duduk." ajak Delan karena Bella malah terus berdiri mematung dan Bella malah melipat kedua tangannya didada


" Hey ada apa?"


" Ayo duduk, kamu bilang mau menonton. Filmnya akan segera dimulai."


" Bukan seperti ini yang kuinginkan Delan."


" Lalu kamu mau yang seperti apa hmm? aku sudah menuruti kemauanmu sayang.."


Bella menggelengkan kepalanya


" Bercinta? maksudmu kita bisa bercinta ditempat seperti ini?" Nada suara Bella setengah berteriak


" Aku tidak bilang seperti itu." saut Delan pelan dan menciut, ini pertama kalinya lagi ia melihat Bella marah padanya


" Kenapa? bukankah itu yang selalu kamu inginkan? bukannya itu tujuanmu menikah denganku? kamu hanya ingin tubuhku." Delan membungkam, ia beranjak berdiri mencoba meraih jemari Bella dan segera ditepis wanita itu


" Aku mau pulang." ucap Bella dengan kedua mata berair ia meninggalkan Delan yang mematung menatapnya


Saat sadar Delan segera berlari, ia mengejar Bella yang sudah keluar. Cukup cepat juga jalan wanita itu untuk Delan. Ia bahkan tak bisa mengejar Bella, wanita itu menghilang mengharuskan Delan berlari menuju basement dan segera masuk kedalam mobil


" Dimana dia?" gumam Delan memijat pelipisnya. Ia melajukan mobilnya pelan untuk mencari Bella, rasanya Delan kesal, malam ini demi menyenangkan Bella Delan menghabiskan uang senilai harga mobil yang kini ia kendarai tapi wanita itu malah marah seperti ini. Tapi disatu sisi Delan juga merasa lucu ternyata wanita pemuja Delan itu bisa juga marah


Delan bernafas lega tatkala melihat Bella sedang berusaha mencegat taksi diperempatan jalan. Delan tersenyum lalu meminggirkan mobilnya tepat disamping Bella, ia membuka jendela kaca mobil itu." Sweety ayo masuk." ajak Delan tapi Bella hanya mematung menatap sembarang arah memaksa Delan untuk turun dari mobilnya dan membuat jalanan disana mulai macet karena ulahnya


" Maafkan aku, ayo masuk."


" Aku mau pulang sendiri."


" Tidak aku tidak mengijinkanmu." saut Delan lalu memaksa menarik tangan Bella


Tiiiiittttt


Tiiiiittt


Mobil-mobil dibelakang itu mulai tak sabar karena Delan membuat Delan memaksa Bella untuk masuk kedalam mobil." Sudah kubilang aku tidak mau."

__ADS_1


" Jangan keras kepala!" bentak Delan membuat Bella takut dan mau tak mau masuk kedalam mobil. Delan meminta maaf pada semua orang dengan sopan lalu masuk kedalam mobilnya. Ia melajukan mobilnya menuju Apartement Bella


Sesampainya disana Bella segera keluar begitupun Delan. Ia menyesal telah membentak Bella lalu ia mengejar Bella, ia menarik tangan itu dan menggenggamnya erat." Aku hanya ingin seperti ini, berpegangan tangan seperti ini apa itu salah?" tanya Bella dengan kedua mata memerah


" Bella kamu menangis?" tanya Delan sedikit membungkukan badannya untuk melihat wajah Bella yang menunduk. Bella menghela nafasnya menarik paksa tangannya lalu berjalan lagi menuju lift


" Bella maafkan aku hmm? aku tidak bermaksud membentakmu!" Delan memelaskan wajahnya dibelakang tubuh Bella, entah kenapa Bella kali ini benar-benar sensitif pada Delan, dari pagi Pria itu terasa menyebalkan untuknya


Dengan tergesa Bella keluar dari lift diikuti dengan Delan dibelakangnya." Bella .. " panggil Delan lembut meraih tangan Bella, wajah cemberut itu lucu dimata Delan, ia mengulurkan satu tangannya lagi menarik dagu Bella keatas


" Tak bisakah kita seperti ini?" Bella menaikan tangannya yang digenggam Delan keatas, saat itu juga Delan mengerti


" Seperti ini?" tanya Delan malah mencium jemari Bella membuat Bella semakin kesal, ia jengah. Semakin lama Bella pikir sikap Delan semakin menyebalkan untuknya


Ehem


Keduanya berjingkat kaget mendengar suara yang mereka kenali." Dave." gumam keduanya dengan mata membulat, Dave tertawa melihat keduanya


" Jangan terkejut seperti itu santai saja." saut Dave dan seketika itu juga Bella menarik tangannya dari Delan


" Kalian tidak mau menyuruhku mampir? atau kalian mau melanjutkan kemesraan kalian?" Delan menghembuskan nafasnya kasar lalu membuka pintu untuk Dave


" Masuklah!" perintah Delan. Dave tersenyum manis sembari melenggang masuk kedalam Apartement itu, pria itu tak tahu bahwa itu Apartement Bella yang dibelikan Delan


Dave langsung duduk disofa diikuti Delan dan Bella yang duduk berdampingan. Keduanya hanya diam menatapi Dave yang mereka rasa sangat menyebalkan karena terus mentertawakan keduanya." Apa yang kau mau?"


" Santai bos .. kita pelan-pelan atau kau sudah tak tahan untuk main." sautnya dengan tawa kencang. Bella mengepalkan tangannya geram karena itu


" Kalau aku bilang aku mau Bella bagaimana? kita bisa bergantian memakainya. Tidak mungkin kan Bella tidak pintar diatas ranjang?" Bella ingin sekali menampar wajah itu namun dihentikan Delan, pria itu menggenggam tangannya dengan kuat


" Jaga bicaramu, dia bukan wanita penghibur."


" Eeyy ayolah tapi dia menghibur diranjangmu."


" Jangan melunjak selagi aku masih diam. Kau tahu jika aku membatalkan kerjasama kita kau akan melewatkan uang ratusan miliyar dan kau akan merugi puluhan miliyar." saut Delan dengan seringai licik dibibirnya. Dave terkekeh lucu


" Aku tidak akan memberitahu siapapun, aku akan merahasiakan ini tapi .. " Dave menyeringai licik


" Aku ingin vilamu yang berada di Turki." tambah Dave sembari menyandarkan tubuhnya pada kepala sofa lalu mengambil rokok dan menyalakannya. Ia menyesap rokok itu dengan tatapan pada Delan yang tampak memikirkan ucapannya. Sebenarnya vila di Turki itu ada kenangan manisnya dan Angela, dulu ia dan Angela berbulan madu disana tapi untuk sekarang apa semua itu berarti lagi? rasanya tidak karena Angela telah menghancurkan semuanya


" Baiklah." saut Delan


" Wuuuh Bella, kau beruntung menjadi kekasih dari pria seperti Delan." saut Dave dengan tatapan nakal pada Bella, sebenarnya Dave ingin sekali mencicipi tubuh itu namun ternyata Delan tak hanya main-main dengan Bella. Pria itu terlihat menyanjung Bella atau telah jatuh cinta pada wanita cantik didepannya ini?


Bella berdiri tanpa mengatakan hal apapun wanita itu meninggalkan keduanya menuju kamarnya. Bella semakin kesal, apa semua orang kini memandangnya murahan? bahkan adik Delan pun tampak memandang dirinya rendah. Bella menghempaskan dirinya diranjang king size itu, ia memejamkan mata. Rasanya hari ini Bella merasa lelah, matanya terasa berat ia bahkan tak mandi dan berganti pakaian


Tak berlangsung lama setelah Dave pulang, Delan menyusul Bella kekamar. Ia menghela nafasnya melihat Bella sudah tertidur pulas padahal Delan ingin menghabiskan malam lagi bersama Bella karena besok sore waktunya Delan kembali ke Paris


Dengan telaten pria itu melepaskan semua pakaian Bella juga sepatu higheels wanita itu ia lepas. Delan simpan ketempatnya lalu mengambil piyama tidur Bella dan ia pakaikan ditubuhnya. Delan tatap sejenak Bella dan cium kening itu dengan lembut." Maaf Bella, bukannya aku tak mau memegang tanganmu ditempat umum, jika semua orang tahu hubungan kita sekarang kamu yang akan terluka dan aku tidak mau melihatmu menangis!" gumam Delan lalu beranjak menuju kamar mandi


-


-

__ADS_1


__ADS_2