Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Dia seorang wanita


__ADS_3

🌹🌹🌹


" Sayang, semalam kamu darimana aku mencarimu." gerutu Angela mengerucutkan bibirnya


" Aku ketiduran diruang olahraga." saut Delan sembari memilih pakaian kerjanya karena Angela tak pernah sekalipun mau melayani Delan, wanita itu ingin dimanja tapi tak pernah memanjakan suaminya balik


" Bukannya kamu lelah?"


" Aku tidak bisa tidur." saut Delan melepaskan handuk yang melingkar ditubuhnya lalu memakai pakaian kerjanya satu persatu dihadapan Angela yang hanya diam menatapnya. Angela merasa ada sesuatu yang berbeda dengan suaminya ini, bahkan suara Delan tak selembut biasanya


Bahkan Angela tidak pernah memasangkan dasi dileher suaminya padahal selama ini Delan sangat memimpikan hal itu. Karena rasa sayangnya lada Angela, Delan tak pernah menyuruh ataupun memaksa istrinya untuk melakukan keinginan Delan, bukankah Delan sangat baik, bukankah Delan suami yang pengertian tak pernah mau membebani istrinya malah selalu memanjakan dengan kemewahan. Angela nya saja yang tak pernah bersyukur memiliki Delan


Setelah menyisir dan menatap rambutnya. Delan keluar dari kamar tanpa menghiraukan Angela semakin membuat wanita itu heran dengan sikap Delan. Semalam saja pria itu masih manis padanya, gerutu Angela lalu mengikuti Delan keluar dari kamar


" Pagi Mam .. Dad .. " sapa Delan pada ayah dan ibunya menciumi satu persatu pipi mereka. Tak lupa adik cantiknya yaitu Pevita mendapatkan kecupannya. Bayi merah yang selalu ia jaga dan asuh itu kini sudah tumbuh besar dan dewasa menjelma jadi wanita imut nan cantik seperti ibunya dulu


Delan duduk disamping Pevita diikuti Angela yang duduk disampingnya. Delan memandangi sang adik yang sedang sarapan lalu mengusap puncak kepalanya dengan sayang." Kakak." tegur Pevita


" Kakak rindu kamu Pev, kenapa jarang sekali main kerumah kakak?"


" Kakaknya saja yang jarang ada dirumah, aku setiap minggu main dan shoping bersama kak Angela." Delan tersenyum lalu mencium pipi Pevita


" Kakak sangat sibuk, lain kali kita berlibur bersama bagaimana?"


" Baiklah." saut Pevita membalas ciuman sang kakak dipipinya, keduanya memang terlihat saling menyayangi membuat kedua orangtua mereka tersenyum tanpa henti


" Be siapa Be?" tiba-tiba Angela bersuara saat melihat ponsel Delan berdering dengan sang pemanggil bernama Be


" Dia sekertaris Milan." saut Delan sambil memotong-motong roti yang sebelumnya telah ia olesi selai coklat dan buah alpukat


" Milan, ciculun itu?"


" Dia sekarang rekan bisnisku."

__ADS_1


" Lalu Be itu perempuan apa pria?"


" Dia seorang wanita." saut Delan santai memasukan sarapan kedalam mulutnya


" Kenapa bisa sekontak denganmu?"


" Memangnya kenapa? Milan juga sekontak dengan Jesy karena kami menjalin kerjasama." Delan merampas ponsel ditangan Angela dan segera mengangkat panggilan Bella


" Aku sedang sarapan, kirimkan saja filenya." saut Delan lalu mematikan panggilan itu yang mana Angela langsung kembali merampas ponsel Delan. Angela melihat kontak dengan nama Be itu


" Dia seorang perempuan cantik."


" Astaga kakak, kak Angela ini cemburu kenapa tidak peka sekali." gerutu Pevita membuat kedua orangtuanya tertawa


" Anak kecil tahu apa." saut Delan mencebikan bibirnya pada Pevita


" Kenapa semua orang selalu menganggapku anak kecil, aku ini sudah 21 tahun. Sudah besar." gerutu Pevita


" Ayolah, kamu masih bayi dimata kakak." saut Delan mencubit pipi Pevita membuat gadis itu berteriak marah


Delan menggelengkan kepala dan tersenyum lebar, ia selalu senang mengerjai adik satu-satunya itu. Tak lama ia beranjak berdiri setelah menghabiskan sarapannya, ia mengambil ponselnya kembali lalu mencium kening Angela sebelum pergi


Tapi kali ini Angela mengikuti Delan, wanita itu mengantar Delan menuju depan rumah." Sayang .. bukankah kamu melupakan sesuatu?" tanya Angela membuat Delan berbalik


" Kamu belum mencium bayi kita." Delan memaksakan senyumnya dan kembali mendekati Angela. Ia membungkukan badannya lalu mencium perut Angela untuk beberapa saat


" I love you." bisik Angela, Delan menatap Angela lalu mencium bibir wanita itu membuat sang pemilik tersenyum lebar dan membalas ciuman Delan. Delan merengkuh pinggang ramping itu, sengaja bermesraan didepan Alvin, sang sopir yang berdiri disamping mobil mewahnya. Saat sudut matanya menangkap siluet Alvin yang bergerak membelakangi mobil barulah Delan berhenti dan melepaskan bibirnya


" Aku pergi." saut Delan memutar tubuhnya lalu melangkah menjauh dengan pandangan dingin kedepan


" Menjijikan!" umpat Delan mengusap-usap bibirnya yang tadi menyentuh bibir Angela, seolah bibir itu telah menyentuh sesuatu yang kotor. Delan masuk kedalam mobil setelah pintu mobil itu dibuka Alvin


Lalu duduk dikursi belakang dan memandang keluar jendela. Rasanya Delan ingin sekali mencekik Alvin saat ini dan memukul wajahnya sampai hancur. Delan mengepalkan kedua tangannya begitu geram lalu ia mengingat Bella yang tadi ia abaikan, wanita itu pasti marah padanya

__ADS_1


Delan menghubungi Bella namun wanita itu langsung menolak panggilannya membuat Delan tersenyum lalu mengulang kembali panggilannya pada Bella." Astaga pemarah sekali." gerutu Delan lalu kembali menghubungi Bella sampai wanita itu mau mengangkat panggilannya


" Kamu sedang apa?"


" Aku mau berangkat kerja." sautnya terdengar ketus


" Tadi aku sedang sarapan bersama mami dan Daddy." saut Delan dan suara Bella tak terdengar lagi dari sana hingga Delan harus memanggilnya


" Bella ayolah, jangan seperti anak kecil." bujuk Delan


" Apa anak kecil?" teriak Bella


" Ya kamu seperti anak kecil marah-marah seperti ini."


" Siapa yang marah." gerutu Bella


" Oh ayolah nanti aku akan mengajarimu ciuman lagi." bisik Delan, kali ini pria itu tertawa terdengar aneh untuk Alvin dan Bella yang disana


" Bella. " panggil Delan dengan suara lembut, pria itu tak sadar bahwa Alvin menguping pembicaraannya dengan Bella sejak tadi


" Bella .. "


" Bella .. "


" Bella .. "


Delan terus saja memanggil Bella dengan suara merengek membuat Bella tertawa diseberang. Mendengar Bella tertawa Delan tersenyum lalu mengalihkan pandangannya jadi video call dan memakai earphone. Delan tersenyum memandangi wajah cantik istrinya itu lalu memgerucutkan bibir yang mana langsung dapat kecupan Bella dari jauh


" Mana senyummu?" Bella tersenyum dalam layar ponsel itu hingga menampilkan lesung pipinya


" Sangat cantik." puji Delan dan detik itu juga Alvin langsung mengerti. Ia mengangguk-ngangguk dengan pandangan fokus kedepan dan bibir yang menyeringai


" Pernikahan yang unik, keduanya sama-sama selingkuh." Alvin terkikik dalam hati dan tak henti menguping Delan yang terus memuji wanita bernama Bella itu

__ADS_1


-


-


__ADS_2