
🌹🌹🌹
-
-
Melihat Bella yang sedang tertidur Delan dihantui rasa bersalah karena telah membohonginya. Delan membaringkan dirinya disamping Bella dan mengelus perut yang masih rata itu membuat kedua mata Bella terbuka, wajah itu mendadak merengut padanya
" Aku tidak tidur dengan Angela." ucapnya berbohong namun Bella tak sepercaya itu pada Delan, ia bergerak membelakangi Delan membuat bibir pria itu tersenyum lucu
" Aku kedinginan sweety tidakah kamu mau memelukku?" rayunya
" Peluk saja Angela."
" Oh ayolah aku ingin memelukmu!" rayu Delan mencium lengan atas yang terbalut piyama tidur Pevita, meskipun terlihat tak menyukai Bella namun Delan sangat tahu adiknya adalah tipe orang yang baik hati, gadis itu pasti tidak setega itu melihat Bella
" Sayang .. " panggil Delan lembut menarik tubuh itu agar terlentang
" Aku kedinginan, kamu tidak mau menghangatkanku." bisiknya dengan senyum manis, melihat itu hati Bella meluluh ia bergerak memeluk tubuh suaminya. Entahlah didekat Bella tubuh Delan selalu menegang dan ia selalu berhasrat pada istri mudanya itu
" Aku tidur diruang olahraga." ucap Delan lagi mengelus rambut panjang Bella hal itu membuat seseorang yang sedang mengintip mereka kian kesal hingga mengepalkan kedua tangannya
" Aku tidak perduli kalaupun kamu tidur dengan Angela." sautnya ketus
" Kamu yakin?" belai Delan pada pipi Bella
Bella mendelik kesal dan langsung mendapat ciuman Delan pada bibirnya. " Aku ingin melakukannya sebelum kamu pergi."bisik Delan ditelinga Bella lalu menciumi telinga itu untuk menggoda Bella
" Kita habiskan pagi ini dengan berkeringat." bisik Delan lagi
Bella mendorong dada itu menjauh." Kamu tidak akan ke Jakarta?"
__ADS_1
" Aku .. akan menemuimu bulan nanti." saut Delan memaksakan senyumnya
" Kenapa?"
" Bella mengertilah hmm?" Bella terdiam hanya menatap Delan dengan wajah sedihnya
" Aku janji akan menemuimu bulan nanti, aku akan menemanimu kedokter kandungan untuk memeriksa bayi kita bagaimana?" bisiknya sedikit membuat Bella merasa senang dengan pengakuan Delan pada bayinya. Dengan mudahnya Bella mengiyakan Delan, wanita itu membiarkan Delan melepas kancing piyamanya satu persatu. Delan segera bangkit menaiki tubuh Bella dan mulai mencumbu* bibir merah cery itu dengan rakus sembari tangannya melepas semua pakaian Bella
" Aahhh .. " Bella tak bisa menahan suaranya saat bibir itu mulai menjamah **** *************. Delan membuka kedua kaki Bella begitu lebar dan kian menyusupkan wajahnya disana
" Aahhh Delan .." suara decap bibir dan lidah itu kian membuat Bella tak tahan, ia segera bangkit duduk dan menjambak rambut Delan dengan gemas
Saat itu Delan berhenti, ia tersenyum lucu melihat wajah kecewa Bella. Delan mendorong Bella lagi terlentang dikasur dan dengan tergesa-gesa membuka semua pakaiannya. Delan mendekati Bella, mensejararkan wajahnya sembari menyatukan tubuh mereka, saat itu suara keduanya sangat kencang
" Sweety kamu menjepitku aah .. " sementara Bella terengah menikmati pelepasan pertamanya
Cup cup cup
Kecupan mesra itu Bella dapatkan diseluruh wajahnya terutama di bibir dan pipi. Merasa gemas pada Bella, Delan menggigit dagu runcing itu sebelum ia mulai bergerak lagi menggoyang tubuh Bella
Aaah Bella
Angela tak tahan melihat dan mendengar hal menjijikan itu. Ia kembali memanjat pagar dan masuk kedalam kamar disebelah kamar Bella. Seketika itu juga tubuhnya luruh kelantai, Angela menutupi wajahnya dan menangis. Rasanya sakit melihat suaminya bercinta dengan wanita lain, hati Angela hancur berkeping-keping. Bahkan saat bersamanya Delan tak pernah sepanas itu, tak pernah mengeluarkan suaranya tapi bersama Bella?
Delan tak lagi menahan suara erotis mereka karena ia tahu di jam seperti ini semua orang masih terlelap dalam tidurnya. Delan mulai mengubah posisi mereka menjadi duduk setelah kedua kalinya sang adik digigit Bella dibawah sana, rasanya sangat menyenangkan untuk Delan melihat Bella yang sudah dua kali mencapai puncak
Sambil bermain Delan juga membenamkan wajahnya digunung kembar Bella yang meloncat-loncat karena gerakan keduanya. Derit ranjang dan kucuran keringat menjadi saksi permainan panas keduanya
" Aahh sweeeeeeety .. yeah Bella seperti itu .. "
Keduanya gila tak memikirkan perasaan seseorang dikamar sebelah mereka yang lain yaitu Milan. Pria itu terbangun saat mendengar suara-suara aneh Bella yang seperti sedang menangis. Saat akan turun dari ranjang dan berniat mendatangi Bella, mata itu menajam karena suara itu kini dibarengi dengan suara pria, Milan pikir siapa lagi kalau bukan suara Delan. Disini hanya pria itulah yang paling brengsek. Karena tidak tahan mendengar suara dessahan keduanya yang kian mengencang, Milan memutuskan untuk keluar dari kamar itu dan turun kelantai bawah
__ADS_1
" Enak hmm?" tanya Bella mendekati Delan menumpu kedua tangannya dikedua pundak Delan yang kini takluk dibawahnya
" Aku sangat menikmatinya sayang, lakukan lagi."Jemari lentik itu menelusuri wajah tampan sang suami lalu berhenti dibibir mengusapnya pelan lalu membungkukan tubuh
Cup
Bella mengecup bibir itu mesra sebelum bangkit lagi untuk memuaskan suaminya. Bella kembali meliukan tubuhnya, ia menggoyang tubuh kekar itu dengan sangat lincah bak wanita yang sudah berpengalaman membuat Delan sangat berisik, mengerang dan terus meracau memuji permainan istrinya
" Yeah Bella .. sweety lebiiiiih cepaaat." racaunya dengan mata merem melek dan bibir menganga lebar. Bella tersenyum melihat itu, rasanya senang yang Bella dapatkan melihat Delan yang begitu menikmati permainannya
" Uhhhm aku akan sampai." Delan segera menarik tubuh itu telungkup diatasnya, kedua tangannya mencengkram lembut bokong Bella dan mulai mengambil alih permainannya, Delan berpacu dengan segenap kekuatannya menaik turunkan adiknya menghujam kewanitaan itu begitu dalam membuat Bella merintih merasakan hal yang selalu luar biasa untuknya
Jemari lentik itu mulai mencengkram kedua pundak Delan. Bibir Bella semakin menganga dan tubuhnya mulai meliuk mengimbangi gerakan Delan. " Ohh shiiiit .. " racauan itu kian kencang
" Bella ayo kita terbang." Delan mengangkat kepala untuk meraih bibir Bella, menciuminya begitu gemas lalu menekan tubuh itu kian menempel padanya. Tak lama keduanya terbang melayang bersama menuju puncak nirwana
Uhmm
" Uhmmm Bella .."
Perlahan kedua tangan besar itu mulai mengendur di bokong Bella. Delan menjatuhkan kepalanya pada kasur dengan nafas terengah dan kedua matanya menatap Bella yang juga masih terengah dengan kedua mata terpejam, keduanya selalu merasa puas menikmati percintaan mereka
" Lagi?" tawar Delan mengulum senyumnya membuat Bella membuka mata, wanita itu tersenyum menampar pelan pipi Delan
" Lakukan lagi sampai kamu merasa puas." sautnya dengan senyum menggoda. Delan segera membalikan tubuh itu berada dibawahnya, bibirnya langsung menyerbu gunung kembar Bella yang dipenuhi kissmarknya
Delan benar-benar melampiaskan hasrat terpendamnya pada Bella pagi ini. Membuat Bella tak henti merintih, mendengar suara Delan suara-suara benturan penyatuan mereka, rasanya darah Bella terus berdesir hebat. Kedua tangannya merengkuk leher Delan seerat mungkin saat permainan kedua itu akan berakhir beberapa detik lagi dan
" Aaaaahh Bella .. " erangan panjang disertai dengan meledaknya sperm* Delan dirahimnya menghentikan guncangan hebat itu. Nafas keduanya naik turun dan rasa lelah itu membuat keduanya tertidur tanpa saling melepaskan satu sama lain
" Aku mencintaimu!" bisik Bella sebelum memejamkan mata. Delan hanya tertegun sampai detik ini ia bahkan belum yakin akan perasaanya pada Bella. Yang Delan rasakan hanyalah Delan yang selalu ingin melindungi Bella dan tak ingin membuat wanita itu menangis karena apapun dan siapapun
__ADS_1
-
-