
🌹🌹🌹
Sementara ditempat lain ..
Cup
Cup
Cup
Cup
Suara mesum itu membakar gairah Bella karena ulah sang suami yang terus menccumbbui lehernya dengan begitu rakus
" Bella aku sangat merindukanmu!" racaunya tepat didepan telinga Bella lalu disentuhlah daun telinga itu dengan bibirnya
Sedangkan Bella hanya tersenyum manis ditengah rasa nikmat yang menggulung seluruh tubuh dan pikirannya. Saat Delan akan menjauh Bella menarik leher itu dengan kedua tangannya lalu menjambak rambut Delan dengan kedua jemarinya. Bahkan kedua kakinya juga melakukan hal yang sama, ia ingin terus dalam posisi menempel seperti ini. Tak melepaskan tubuh besar itu, bau keringat Delan yang maskulin itu menjadi candu untuk Bella
" Kiss me, please don't stop." perintahnya
" Ash you wish." saut Delan parau
" Uuuhhhmm." Suara Bella tertahan tatkala Delan mulai menambah kecepatannya
" Delan, aku ingin terbang." Ucap Bella dengan kedua kaki mulai tak diam, menggeliyat-geliyat dipinggang Delan. Juga tubuh yang meliuk-liuk kian membuat pergumulan itu terasa panas
" Oohh Daaamn it .. sayang, kamu aahh." Delan mulai meracau dan kian menghimpit tubuh mungil itu
" Uuhhmmm Delan .."
" Tunggu sebentar Bella, tahan sebentar lagi."
" Aku tidak tahan."
" Aku percepat sayaaaanng." saut Delan, sejenak ia menatap Bella yang mulutnya terus menganga dan mengeluarkan suara erotisnya. Lalu ia menyusupkan wajah tampannya keleher Bella
Bella menjerit." Aaaaahhh keluar!" Dan tak lama tubuhnya terguncang keatas saat Delan memuntahkan semua cairan kenikmatan itu dirahim Bella
Dengan nafas yang masih terengah ia mengangkat wajah dan menatap sang pujaan hati yang sangat cantik meskipun mulut itu masih menganga lebar." Terima kasih sayang, aku sangat menikmatinya." ucap Delan membuat kedua mata itu terbuka lebar. Bibir Bella tersenyum senang dengan jemari hinggap dipipi Delan
Delan memindahkan satu tangannya yang merengkuh tubuh Bella keatas kepala wanita itu, ia usapi dahi Bella yang merenung keringat dengan ibu jarinya. Keduanya saling menatap dan tersenyum manis, lalu tiga kecupan mendarat dikening Bella
" Tidurlah, besok kamu harus bekerja." perintah Delan
" Kamu menyuruhku tidur, tapi kamu masih begini." Bella menggerutu
Delan terkekeh." Uhhmm maaf, ini masih benar-benar hangat." Bella menepuk pipi Delan
" Jangan sampai dia bangun lagi, ayo cepat!" Delan tertawa pelan lalu berguling disamping Bella yang mana langsung dipeluk Bella
" Selamat malam papa Jeslyn." ucapnya lalu memejamkan mata
Delan tersenyum untuk kesekian kalinya lalu meraih selimut tebal dilantai, ia selimuti Bella kemudian dirinya." Selamat malam sayang, mimpi yang indah." ucapnya merengkuh tubuh mungil Bella dengan satu tangannya sementara tangan yang lain untuk membelai rambut belakang Bella. Rasanya nyaman untuk Bella sehingga pelukannya kian mengerat pada Delan. Sudah dua malam ini Bella tidur dengan rasa hangat, rasa nyaman serta merasa terlindungi
Paginya Bella terbangun setelah kecupan hangat dikening ia dapatkan. Ia disambut dengan sang suami yang sudah tampan dengan wajah yang fres serta apron yang dipakainya. Bella tersenyum hangat menatapi sang suami
" Morning honey." Ucapnya pada Delan
" Mandilah, setelah itu sarapan."
" Kamu membuat sarapan?" Delan mengangguk
" Jangan semuanya, aku yang akan memasak hmm, kita hanya perlu membagi tugas." ucap Bella
" Ayolah, ini pertama kalinya aku memasak untuk seorang wanita." Bella mengulum senyum akan rayuan itu lalu ia beranjak bangun dan menuruni ranjang tanpa sehela benangpun
__ADS_1
" Bella, kamu menggodaku?" tanya Delan dengan seringai nakalnya
" Sayang, kamu tidak cukup semalam?"
" Aku mana pernah cukup!" Bella membalikan tubuhnya hingga dua area sensitif itu terlihat jelas dikedua mata Delan yang bergantian dari atas kebawah memandangnya
" Sayangnya aku harus mencari nafkah sayang pagi ini." saut Bella dengan suara mendayu membuat Delan beranjak berdiri, saat akan melangkah Bella segera berlari menuju kamar mandi yang mana langsung dikejar Delan
Sayangnya Bella sangat cepat hingga ia berhasil menutup pintu kamar mandi itu dan menguncinya
" Bella .."
" Kamu mau nakal seperti ini huh?" Bella terkikik lucu dikamar mandi, pasti sekarang burung suaminya sudah bangun dan hendak menerkamnya lagi
" Bella buka pintunya sebentar."
" Aaah Delan airnya sangat dingin." goda Bella didepan pintu
" Kalau begitu aku akan membuatnya hangat." Bella terkikik lagi dan menggelengkan kepalanya
" Bella kamu mengerjaiku?" Delan ternyata mendengar kikikan lucu itu
" Jangan berisik nanti Jeslyn bangun."
" Kalau begitu buka pintunya." perintah Delan sembari menggedor-gedor pintu kamar mandi
Ceklek
Delan langsung menarik tubuh itu kedalam pelukannya lalu menggeret Bella menuju dingding kaca kamar mandi. Bibirnya tersenyum nakal lalu mengerucut berniat mencium Bella namun ternyata suara tangisan Jeslyn mengganggu Delan
Bella terbahak kencang melihat raut wajah masam Delan." Sudah kubilang jangan berisik, kamu sih." ucap Bella lalu melepaskan dirinya dari Delan
Pria itu menghampiri Jeslyn yang dalam box bayi, bayi itu sudah duduk didalam sana sambil menangis dan kepalanya mengedar, mungkin mencari sang ibu." Hay anak cengeng Papa." ucap Delan dan malah kian membuat Jeslyn menangis kencang seolah mengerti ledekan sang ayah. Delan tertawa lalu mencium pipi Jeslyn, bayi itu meronta dengan cara menepuk-nepuk wajah sang ayah dengan jemari kecilnya
" Siapa yang membuatnya menangis, dia sudah menangis duluan." gerutu Delan lalu membawa Jeslyn keluar dari kamar dan keluar rumah
Saat itu juga tangisan Jeslyn berhenti membuat Delan tersenyum. Bayi itu menatap area luar yang ramai oleh orang-orang yang berlarian pagi dijalan. Rupanya ini kegiatan pagi bayi mereka, mungkin karena sudah terbiasa bila bersama Aeri
Delan mengubah posisi pangkuannya menjadi Jeslyn yang menghadap jalan dan membelakanginya. Delan menumpu dagunya dipuncak kepala Jeslyn ikut memperhatikan apa yang dilihat putrinya
" Jeslyn .." panggil Delan membuat bayi itu menoleh kekiri
" Jeslyn .. " Panggil Delan lagi, dan kali ini Jeslyn menoleh kekanan, bayi itu sudah hafal dengan nama yang ia berikan untuknya. Delan tersenyum lalu menunduk untuk mencium pipi bakpau Jeslyn, saat itu Jeslyn mengemut kepalan jemari kecilnya
" Eeemmm sayang." Delan mencium pipi bakpau itu dengan begitu gemas
Tak lama Bella datang mendekat dengan tampilan yanh sudah rapi. Sejenak Delan menghela nafasnya, kenapa ia tidak rela istrinya pergi bekerja dan menemui banyak orang
" Jeslyn belum minum susu." ucap Bella sambil mengambil alih Jeslyn
Mamamamamama
" Bella dia sudah mengenalimu?" Bella tersenyum manis
" Dia juga mengenalmu Delan, hanya saja dia belum bisa memanggilmu." sautnya
" Jeslyn coba bilang Papa." ucap Delan sambil mencubit pelan pipi Jeslyn yang mana malah membuat bayi itu menangis lagi
" Delan." Tentu saja Bella marah dan memelototkan kedua matanya membuat Delan langsung menjauhkan tangannya dari pipi Jeslyn sembari menyengir kuda pada Bella
Delan mengekori Bella menuju meja makan kecil didekat dapur. Lalu ia menarik kursi untuk Bella yang kini sedang menyusui Jeslyn, bayi mungil itu anteng menyusu pada ibunya. Sebelum duduk, Delan mengecup kening Bella dengan lembut
Kemudian membuka tutup saji. Bukan merasa senang Bella malah terperangah melihat apa yang diatas meja. Sejak pagi buta Bella mendengar suaminya sibuk memasak didapur, Bella pikir Delan memasak hal yang special namun ternyata pria itu hanya memasak telur dadar yang isinya wortel, daging cincang dan daun bawang. Juga dua gelas susu sudah tersedia disana
Bella menoleh pada sang suami yang tampak senang dan merasa bangga." Mana lagi?" tanya Bella
__ADS_1
" Mana lagi apanya?" tanya Delan sambil menyendok nasi didalam penanak kedalam piring
" Hanya telur dadar?"
" Sayang kamu tidak menyukainya?" tanya Delan dengan suara lembut
" Aku menyukainya, tapi bukankah sejak pagi kamu memasak?"
" Uhhhm maaf, aku memasak ini berulang kali dan kupikir telur ke lima ini yang lebih baik." Bella tertawa pelan sembari menggelengkan kepala dengan kerja keras sang suami dipagi ini, pria itu menyibukan diri hanya untuk menyenangkan Bella
" Lain kali biar aku saja yang memasak oke?"
" Aku bisa mengerjakan apapun, tapi sungguh memasak sangat sulit untukku." Aku Delan membuat Bella tersenyum lalu mengusap pipinya dengan lembut
" Bukan berarti kamu harus menguasai semuanya." saut Bella
Delan mengangguk lalu mengambil sendok dan garpu. Ia menyendok nasi, menusuk telur dadar dan ia letakan diatas nasi untuk menyuapi Bella. Awalnya wanita itu menolak namun Delan terus merayunya hingga Bella membuka mulutnya lebar, membiarkan Delan menyuapinya
" Bagaimana rasanya?"
" Sangat enak!" saut Bella dengan senyum tak memudar, keadaan inilah yang selalu Bella nantikan, rasanya sangat senang
" Sungguh?"
" Coba saja, ini benar-benar enak sayang." Delan tampak senang lalu mencoba telur dadar buatannya
" Bella ini sedikit asin." gerutu Bella
" Tidak ini sangat enak!" saut Bella lalu membuka mulutnya lagi menyuruh Delan menyuapinya lagi
Delan tahu istrinya berbohong, nyatanya telur dadar itu memang sedikit asin dilidah Delan. Tapi terlepas dari itu Delan sangat senang. Bella benar-benar wanita yang berbeda, langka. Rasanya Delan tak akan menemukan lagi wanita seperti Bella. Wanita yang selalu mencintainya dengan tulus, menghargai Delan dan selalu menghormatinya meskipun kini sekarang Delan tak punya apapun
Setelah menghabiskan sarapan paginya, Delan mengantar Bella menuju halte bus yang beberapa meter dari rumah Bella. Bersama Jeslyn dalam baby warp digendongannya, kedua tangan itu saling bertaut mesra hingga saling melepaskan saat tiba dihalte bus
Delan tampak enggan melepaskan Bella, sejujurnya ia tidak rela istrinya terus berkeliaran dan terlalu dilihat banyak pria apalagi ditempat kerja ada yang menyukai Bella yaitu Jun, bukan tak percaya tapi Delan tidak suka istrinya berdekatan dengan pria lain meskipun ia tahu hati Bella takkan berpaling
" Hay sayang, tunggulah bersama papa oke?" Bella menghujani pipi bakpau Jeslyn yang sedang mengemut kepalan jemarinya dengan kecupannya
" Bella, Jeslyn selalu melakukan ini?" gerutu Delan memiringkan kepalanya menatap Jeslyn
" Delan, bayi memang seperti itu?"
" Aku hanya takut, ada bakteri atau kuman." saut Delan membuat Bella tersenyum lalu menangkup wajahnya
" Tidak, ini hal yang wajah untuk bayi seusia Jeslyn." Ucapnya lalu memberikan kecupan lembutnya dibibir Delan
" Aku pergi ya." pamitnya hendak melangkah namun segera ditahan Delan
" Ada apa?" tanya Bella namun Delan hanya diam menatapinya
" Delan."
" Pergilah, hati-hati dijalan." perintahnya lalu melepaskan jemari Bella
Bella mengangguk dan tersenyum lagi, ia belum beranjak pergi malah menatapi Delan yang tampak tak rela ditinggalkan. Lalu memutuskan memutar tubuh, benar saja kini Delan menahannya lagi, pria itu kembali menggenggam erat jemarinya
" Jangan melihat Jun." Bella tersenyum dan kembali membalikan badan menghadap Delan
" Aku hanya mencintaimu, aku hanya mencintai pria bernama Delan sebastian. Dulu ataupun sekarang, perasaanku masih tetap sama." sautnya dengan senyum manis dan detik itu juga Delan melepaskan tangan Bella membalas senyuman manis itu
" Begitupun aku .." jawab Delan membuat Bella tersipu. Keduanya bak abg yang baru dimabuk cinta saling tersenyum dan menatap tak memperdulikan tatapan-tatapan aneh orang-orang yang berlalu lalang. Hingga suara celotehan Jeslyn menyadarkan keduanya, Bella maupun Delan tertawa mendengar suara lucu putri mereka
-
-
__ADS_1