
-
🌹🌹🌹
Kedua mata Bella tampak berkaca saat dari jauh ia melihat Delan, sang pria pujaan yang dua minggu lalu menjadi suaminya. Pria itu tampak tersenyum pada Bella dan melambaikan tangannya membuat langkah Bella makin tergesa
Keduanya janji bertemu di Airport pulau Jeju dan Delan tiba satu jam lebih dulu dibanding Bella. Semakin dekat Delan dapat melihat kedua mata Bella yang menggenang airmata. Wanita itu begitu memuja Delan hingga ketakutan Delan tak akan kembali kepelukannya
Saat tinggal beberapa centi lagi Bella segera menghamburkan dirinya memeluk Delan, berjinjrit mengalungkan kedua tangannya dileher pria itu, memeluk erat Delan yang juga menyambut pelukannya, kedua tangan Delan melingkari pinggang Bella." Aku merindukanmu." bisik Bella membuat Delan kian mengeratkan pelukannya, menyembunyikan wajahnya dileher Bella, rasanya sangat nyaman hingga Delan ingin berlama-lama
Delan mengurai pelukannya lalu menangkup wajah Bella. Ia memberikan kecupan dalamnya dibibir Bella sebelum menggandeng wanita itu keluar dari bandara dengan menggeret koper masing-masing
Mereka disambut dengan seorang kenalan Delan yang asli warga negara korea. Pria itu memeluk Delan dan tampak akrab." Jadi bos mau vila yang seperti apa?" tanya pria dengan mata sipit itu sambil melirik Bella
" Aku tidak mau diganggu." saut Delan
Pria itu tertawa kencang lalu menggandeng Delan dari sebelah lain." Bos bisa saja, ngomong-ngomong darimana wanita secantik ini?" tannyanya berbisik sambil menatap Bella
"Dari situs jomlo." saut Delan sambil melirik Bella, ia tersenyum dengan kedua mata Bella yang memelototinya
" Sekarang bos sangat berbeda, lebih suka bercanda." saut pria itu masih dengan tawa lalu menggandeng Delan menuju sebuah mobil mewah yang akan mengantarkan keduanya menuju vila yang diinginkan Delan
" Nanti saya akan mengunjungi anda bos." ucap Pria itu membuka pintu belakang untuk Delan
" Tidak jangan, sudah kubilang aku tidak mau diganggu." gerutu Delan
" Ayolah, masa dua hari dihabiskan hanya untuk bercint*?"
" Itu memang tujuanku datang kemari dasar gila." gerutu Delan yang lagi-lagi membuat pria bermata sipit itu terbahak
Delan masuk sambil menarik Bella juga masuk kedalam yang mana rekan Delan itu segera menutup pintu mobil. " Hati-hati." begitulah suara pria itu pada Delan sambil membungkukan badannya
" Apa kamu lelah?" tanya Delan menggandeng bahu Bella
Bella tersenyum lalu meletakan kepalanya dipundak Delan, pria itu langsung memberinya kecupan lembut dipuncak kepala. Bella tak menyangka bahwa Delan ternyata seorang pria yang sangat lembut, Bella merasa disayangi Delan
Mereka tiba disebuah vila yang tak jauh dari pantai. Vila dengan nuansa cat warna putih itu sangat besar dan mewah, serta halaman yang luas ditumbuhi berbagai bunga yang menyejukan mata bila melihatnya. Keduanya keluar dari mobil, lalu supir yang membawa mereka mengambil koper keduanya dibagasi mobil dan membawanya masuk kedalam vila
" Ini benar-benar indah." puji Bella mengedarkan pandangannya sambil masuk kedalam. Keduanya disambut dengan satu pelayan wanita setengah baya yang membawa koper menuju kamar mereka
__ADS_1
" Aku akan memanggilmu nanti, pergilah." perintah Delan pada sang supir lalu mengikuti pelayan wanita itu menuju kamar dilantai dua
Bella tersenyum memandangi kamar itu lalu menghempaskan tubuhnya diranjang yang empuk hingga tubuh Bella mengampul." Bella mana ponselmu?" pinta Delan
" Untuk apa?"
" Ini honeymoon, ponsel tidak terlalu penting." Saut Delan yang mana Bella langsung memberikan ponselnya yang diambil dari tas. Delan mematikan kedua ponsel itu lalu memasukan kembali kedalam tas Bella
Dengan bibir menyeringai Delan mendorong Bella hingga terlentang dikasur dan mengurung wanita itu dengan kedua tangannya. " Bukankah ini masih siang?"
" Memangnya kenapa?"
" Tidak etis bukan malam pertama disiang hari."
Delan tersenyum lalu menghimpit tubuh Bella. Ia mencium bibir Bella untuk beberapa saat sebelum membawa wanita itu ketengah dan merengkuhnya." Kita tidur sebentar." Bella berbalik menyamping dan memeluk Delan, rasanya Bella sangat nyaman dalam dekapan hangat itu, meskipun ini siang hari dan matahari sedang terik-teriknya karena kebetulan saat ini sedang musim panas
Saat itu matahari mulai terbenam dan meninggalkan senja. Saat itulah Bella membuka matanya, wanita itu melepaskan dirinya dari Delan dan berjalan menuju kamar mandi dengan membawa koper pink kecilnya
Bella akan kembali melakukan ritual mandi rempahnya yang dua minggu lalu gagal karena Delan yang harus pergi. Setelah melepaskan semua pakaiannya, Bella masuk kedalam bak mandi yang sudah ia tuang rempah dan aroma therapy
Lama Bella merendam tubuhnya hingga membuat Delan lama menunggu. Merasa air bak sudah dingin barulah Bella beranjak dan membersihkan dirinya dibawah guyuran air shower. Bella juga memakai pakaiannya disana, ia memakai gaun hitam seksi yang memperlihatkan punggungnya. Lalu Bella keluar dari kamar mandi disambut dengan gerutuan Delan
Sambil menunggu suaminya, Bella mempercantik dirinya dengan riasan dimeja rias. Bella juga menata rambut dengan mencatoknya hingga rambutnya lurus sempurna bak orang korea disana
Ternyata Bella lebih lama dari Delan, nyatanya pria itu sudah selesai namun Bella masih tetap duduk dimeja rias, entah apa yang ditempelkan wanita ity diwajahnya yang pasti kini Bella tampak cantik dimata Delan
Bella tersenyum manis saat dipandangi Delan, lalu wanita itu segera menggelayuti lengan Delan. Keduanya turun kebawah dan akan malam dihalaman vila. Delan menarik bangku untuk Bella duduk lalu dirinya, keduanya makan malam dengan tenang sambil menikmati semilir angin yang berhembus dari pantai
" Delan ayo kita berjalan-jalan dipantai." ajak Bella tiba-tiba berdiri
" Ini sudah malam." saut Delan malas karena ia ingin segera kekamar dan menyetubuhi Bella
" Ayolah hanya sebentar mumpung kita ada disini." rengek Bella yang mana akhirnya dituruti Delan, pria itu menuntun Bella menuju pantai yang tak jauh dari vila
Bella tampak senang, sesekali wanita itu menarik Delan hingga kaki mereka mengenai air. Lalu memeluk Delan dengan wajah menengadah menampilkan senyuman manis." Aku mencintaimu." kata-kata itu sukses membuat Delan mendaratkan ciumannya dibibir Bella lalu dikening dengan begitu lama
" Sesuka itu kamu dengan pantai?"
" Yap, I like it .. membuatku tenang." saut Bella dengan senyum manis menampilkan lesung pipitnya, senyuman itu menyalur pada Delan, ia mengulurkan jemarinya menyentuh lesung pipit kanan Bella
__ADS_1
" You're beatifull .. " bisiknya lembut lalu mencium lesung pipit dipipi Bella, wajah Bella merona saat ini
Keduanya menikmati waktu saat ini lalu duduk disebuah pohon kelapa yang telah tumbang dipesisir pantai. Delan menoleh pada Bella." Kamu tidak kedinginan?" tanya Delan
" Sedikit dingin." Saut Bella mengusap lengan atasnya dan bersedekap dada
" Kemarilah." Delan menarik tubuh itu duduk dipangkuannya. Pria itu membuat Bella terkejut karena tiba-tiba mendekap tubuhnya dari belakang dan pipinya menyentuh pipi Bella
" Bella kemana rambut keritingmu itu?" entah kenapa suara itu terdengar parau ditelinga Bella
" Aku membuangnya itu membuatku jelek." Delan tersenyum lucu
" Ah justru kamu sangat lucu saat itu." saut Delan
" Aku tidak menyukainya!"
" Tapi aku menyukainya." saut Delan
Hening
Jantung Bella serasa mau copot berdekatan seperti ini bersama Delan
" Bella maafkan aku .. " Bella menoleh pada Delan hingga hidungnya bersentuhan dengan pria itu. Tatapan keduanya terpaku untuk beberapa saat ..
" Aku meninggalkanmu, aku tak mencarimu. Maafkan aku .. "
" Aku tak mampu membencimu" saut Bella cepat
Hening
Hening
Hanya suara gemuruh angin laut yang berhembus menembus pori-pori kulit mereka
Hingga jemari Delan membelai pipi Bella dan menangkup wajahnya. Bella tersihir dengan tatapan netra coklat itu hingga tak berkutik. Saat Delan menciumnya barulah Bella bergerak membalas pagutan lembut itu
-
-
__ADS_1