Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Wanita cantik


__ADS_3

🌹🌹🌹


Udara dingin sore ini menyerbu pori-pori kulit pria yang baru saja tiba di Jeju. Delan memejamkan mata, menghirup angin musim dingin yang mencuat masuk kehidungnya. Delan merasa segar kembali, ia merentangkan tangan tak memperdulikan tatapan aneh orang-orang disekitarnya, untung saja Delan mempunyai wajah yang tampan


Setelah merasa puas, Delan melanjutkan langkahnya. Dengan berbalut mantel hitam, Delan berjalan keluar dari bandara menuju mobil dilobi depan. Saat itu ia disambut Erik, sang rekan sekaligus temannya dipulau Jeju. Dua hari yang lalu pria itu menghubunginya, saat itu juga Delan tahu nomer Erick dan mendadak ingin pergi kesana


" Vila pinggir pantai akan sangat cocok untuk menyendiri." ucap Erik namun Delan hanya diam, pria itu tak banyak bicara hanya mengikuti langkah Erik


Erick membawa mobil hitamnya menuju vila yang diinginkan Delan, sambil sesekali ia melirik Delan dibelakang dari kaca spion. Lama tak bertemu Delan begitu banyak berubah, mulai dari tubuhnya yang mengurus serta wajah tampannya yang tak terawat dipenuhi jambang tipis disekitar rahang dan dagunya


Mereka tiba ditempat yang seperti keinginan Delan. Erick segera keluar dari mobil begitupun Delan." Pergilah." perintah Delan


" Bos yakin mau sendiri? tak mau aku mencarikan wanita?" Tatapan menajam itu membuat Erick menciut


" Baiklah aku pergi, hati-hati bos." ucapnya dengan kekehan kecil, meskipun heran Erick memaksakan dirinya untuk pergi meninggalkan Delan


Delan menengadah menatap vila dengan lantai dua tersebut. Sebenarnya sejak dibandara Delan tahu ia sedang dibuntuti seorang pengawal, tapi Delan yang pintar memilih masuk dalam kerumunan wisatawan dan bisa meloloskan diri dari para pengawal yang sang ayah beri perintah untuk menjaganya


" Kalian benar-benar tak mempercayaiku." gumam Delan lalu masuk kedalam vila dengan nuansa putih tersebut


Setiap sudut vila ini mengingatkan Delan akan Bella, ia mengitari setiap incinya sampai menuju lantai dua, menuju kamarnya dan Bella dulu." Bagaimana semua orang pikir aku berhalusinasi, jelas-jelas aku bercinta bersama Bella disini." gumamnya menatapi kasur dengan sprei putih itu lalu menghempaskan tubuhnya disana


Delan memejamkan mata." Aku merindukanmu Bella, aku bisa gila jika seperti ini terus."


" Apa yang terjadi? Sayang apa yang terjadi?." gumam Delan sambil mengingat Bella, malam pertama mereka, sentuhan Bella, bibir manisnya tentu Delan merasa itu bukan halusinasi tapi sekali lagi semua orang selalu bilang Delan berhalusinasi karena merasa bersalah pada Bella


Bahkan Delan masih ingat perkelahiannya bersama Milan, malam itu ia dan Milan berkelahi hebat karena Bella lalu bagaimana bisa Milan bilang ia tak mengenal Bella dan semua orang dikantor Milan bilang tak pernah ada wanita dengan nama Bella bekerja ditempat mereka. Bahkan teman baik Bella sekalipun yaitu Aulia


" Apa aku sungguh sudah gila?" gumam Delan dengan kedua sudut mata mengeluarkan airmata lagi lalu menutupi kedua matanya dengan satu lengannya


" Jika Bella benar sudah meninggal 10 tahun yang lalu .. " Delan terus berpikir, ya selama setahun ini Delan terus berpikir, apa yang terjadi? apa Delan memang berhalusinasi dan sudah gila? tapi .. sekali lagi Delan menggelengkan kepalanya


" Bella, apa yang harus kulakukan, Bella aku ingin mati saja. Bella bawa aku pergi." Gumamnya dengan isak tangis

__ADS_1


Lalu Delan menghembuskan nafasnya panjang, ia mengusap kedua pipinya yang basah lagi oleh airmatanya, setahun ini ia benar-benar berubah menjadi pria yang sangat cengeng. Rasanya lelah, tubuh serta pikirannya terasa lelah. Selama setahun ini Delan terus berpikir, hatinya tersiksa dengan pernyataan semua orang yang mengatakan Bella sudah meninggal 10 tahun yang lalu


Pagi buta Delan sudah membuka matanya. Ia beringus bangun mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga. Delan memutuskan mengelilingi pantai, Delan ingin melupakan semuanya, rasa sakitnya, rasa lelah memikirkan Bella yang tak ada ujungnya. Sejauh apapun Delan mencari informasi Delan tak pernah bisa menemukan apapun tentang Bella, semua tentang wanita itu seolah lenyap tak berbekas


" Bos mau kemana?" suara Erick mengagetkan Delan, tubuh pria itu berlonjak kaget membuat Erick cekikikan


Delan mendelik sebal lalu melenggang melewati Erick yang berniat masuk didepan pintu. Delan merasa heran dengan Erick, pagi-pagi buta seperti ini pria bermata sipit itu sudah mengganggunya. Gerutu Delan lalu berlari yang mana disusul Erick


Keduanya berlari mengitari sisi pantai hingga pakaian dan rambut mereka basah oleh keringat. Delan berhenti dengan nafas terengah, ia merentangkan tangannya lagi, menikmati hangatnya mentari pagi yang mulai memancar dari ufuk timur dan angin yang berhembus dari arah laut, rasanya sedikit tenang untuk Delan yang benar-benar ingin menyembuhkan lukanya


" Bos bos .. " tiba-tiba Erik mengguncang bahu Delan


" Shut up!"


" Wanita cantik Bos .." canda Erick


" Wanita cantik akan menguras dompetmu!" saut Delan membuat Erick cekikikan


" Tapi ini berbeda bos, seksi, cantik, putih lihatlah leher jenjangnya!" Erick terus memandang wanita dengan rambut pendek yang beberapa meter darinya dan Delan dari arah belakang


" Bos." Erick semakin mengguncang bahu itu membuat Delan kesal dan membuka matanya


Saat itu tubuh Delan menegang, kedua matanya terbuka lebar dan jantungnya dag-dig dug bertalu keras


" Erick kau melihat wanita berambut pendek disana?" tunjuk Delan


" Bukankah wanita itu wanita yang setahun lalu bersenang-senang dengan bos?" Senyum Delan melebar dengan kedua mata berkaca. Bahkan kemarin Delan tak sanggup menanyakan Bella pada Erick karena ia tak mau kecewa dengan jawaban Erick yang Delan pikir sama tak akan mengenal Bella


" Ya kau benar, kau sungguh bisa melihatnya kan?"


" Aku selalu bisa jika itu wanita cantik." saut Erick menoleh pada Delan yang tak mengedip sama sekali, pria itu tertawa lucu


" Berarti aku tidak gila dan berhalusinasi." Delan melangkahkan kakinya, ia berlari kencang mendekati wanita yang kini perlahan menjauh

__ADS_1


" Isyabella." Delan menarik lengan itu dengan sekuat tenaga hingga tubuh ramping berlekuk itu berputar menghadapnya. Wanita itu terpaku sama seperti Delan


" Maaf Tuan." Wanita itu mencoba menarik tangannya namun Delan memegangnya kuat


" Beraninya kamu pergi dariku Bella." Delan menatap lekat wajah cantik yang ia rindukan, tangannya terulur menyentuh wajah itu yang mana langsung ditepi kasar oleh wanita berambut pendek itu


" Tuan, ini termasuk pelecehan, saya bisa melaporkan anda." Delan hanya tersenyum manis dan tangan dilengan itu perlahan turun berusaha menggenggam jemari lentik yang kini terpaku melihat senyumannya


" Bella .. aku merindukanmu!"


" Maaf Tuan anda salah orang." wanita itu menepis tangan Delan dengan kasar lalu memutar tubuh dan berlari melarikan diri dari Delan


" Tidak kamu Bella .." gumam Delan menatap lekat, Delan tidak mungkin tak mengenali wanita itu, bau tubuh Bella masih Delan ingat. Delan terkekeh, Bella mencoba membodohi dirinya, tanpa memikirkan id card yang menggantung di lehernya, jelas tercantum nama Isyabella disitu


" Erick!" Delan memanggil Erick tanpa menoleh, ia sibuk menatapi punggung yang kian menjauhinya


" Kau melihatnya kan?"


" Astaga, iya aku melihatnya!" saut Erick mendengus kesal. Delan kembali tersenyum lalu memutar tubuhnya menghadap Erick


" Bos." panggil Erick dengan kesal


" Apa vila itu punya cctv?"


" Tentu saja." saut Erick lalu mengejar Delan


Keduanya memutuskan berlari lagi menuju vila, bersama Erick, Delan memeriksa cctv semua area vila. Delan memutar video setahun kebelakang dan seketika itu juga bibirnya menyeringai, ia tak percaya mengapa selama ini semua orang seperti menganggap Delan gila terutama Angela


" Apa tujuan kalian membohongiku seperti ini." gumam Delan terdengar jelas ditelinga Erick


" Ada masalah apa bos?" Delan hanya diam, ia menatapi layar monitor didepan matanya, jelas dalam layar itu kebersamaan dan kemesraannya bersama Bella setahun yang lalu saat mereka honeymoon disana


" Bella kamu mau main kejar-kejaran denganku." gumam Delan dengan tatapan tajam pada layar monitor

__ADS_1


-


-


__ADS_2