
🌹🌹🌹
Delan memutuskan kembali ke Vila setelah menidurkan bayinya dan meletakan dibox bayi dikamar Bella." Jaga dirimu!" ucap Delan menyentuh pundak Bella dengan satu tangannya. Wanita itu hanya diam melipat kedua tangannya didada dengan wajah angkuh pada Delan
Cup
" Kau." teriaknya kesal dengan kedua mata melotot pada Delan membuat Erik dan Delan tertawa
" Shut up, Jeslyn sedang tidur." Bella mengusap keningnya yang bekas ciuman Delan dengan gerutuan yang terdengar lucu ditelinga Delan
Delan menggandeng Erik meninggalkan Bella dalam kekesalan. Namun baru saja dua langkah, Delan kembali berjalan dengan cepat mendekati Bella
Cup
" Kau brengsek!" Kali ini Erik tertawa kencang sementara Bella semakin kesal karena merasa dipermainkan kedua pria itu
" Terlalu manis." gumam Delan dengan seringai nakal menatapi Bella yang terus mengusap bibirnya seakan ciuman yang ia dapatkan begitu menjijikan
" Kamu pasti akan menginginkannya lagi."
" Bermimpilah sampai kau gila." Kedua pria itu kembali tertawa sambil melangkah keluar dari rumah Bella. Delan menutup pintu rumah dan pagar itu dengan rapat lalu masuk kedalam mobil yang dikendarai Erik
Saat tiba di vila ia disambut sang mami dan sang daddy yang terlihat khawatir karena tak menemukan Delan disana. Apalagi mami Bulan, wanita itu langsung memeluk Delan dan menangis, ia terlalu takut anaknya melakukan hal yang nekad mengingat kini kejiwaan Delan sedang tak baik-baik saja
" Sayang kamu darimana?" tanya Angela. Delan sendiri terkejut karena Erik tak memberitahu bahwa Angela ikut bersama kedua orangtuanya. Delan tak menjawab, ia hanya menatap dingin ketiga orang didepannya itu. Semua orang membohongi Delan dan membuatnya hampir gila, jadi apa Delan harus tetap bersikap baik?
" Delan." panggil sang mammi mengurai pelukannya dengan wajah sedih
" Ini baru tiga hari, ada apa dengan kalian. Sudah kubilang aku ingin sendiri."
" Kami hanya mengkhawatirkanmu." saut mami Bulan dengan kedua mata berkaca, ia merasakan pandangan itu semakin dingin dan semakin berbeda, ketakutan mulai melanda mammi Bulan karena putranya itu
" Kami hanya ingin mengunjungimu, apa itu salah?" tanya Angela mengangkat wajah, terlihat kesal dengan jawaban Delan. Bahkan ia sudah tak dianggap istri oleh pria itu, rasanya sakit tapi Angela dengan penuh sabar tetap bertahan menjalani rumah tangganya yang sudah tak normal bersama Delan
Delan kembali diam, ia hanya melenggang masuk kedalam dengan kedua tangan terkepal kuat. Delan ingin sekali melampiaskan amarahnya selama ini tapi ia akan menunggu saat semua orang benar-benar berkumpul. Itu akan terjadi dua minggu lagi saat acara reuni keluarga mereka
Semua orang hanya saling menatap lalu tertuju pada Erik yang tadi berkenalan dengan mereka dan mengaku sebagai rekan kerja sekaligus teman Delan." Tuan Erik sebenarnya suamiku darimana?"
" Ah, beberapa hari ini dia sangat suka bermain diujung pantai ini, disana pemandangan memang lebih indah dibandingkan disini." saut Erik, tentu ia berbohong
Angela dan kedua orangtua Delan tampak percaya." Selama disini kami harap kau mau menjaga Delan, sebenarnya kondisi Delan sedang tak baik-baik saja." ucap mami Bulan
" Tentu saja nyonya!" saut Erik
__ADS_1
Lalu ketiganya mengikuti Delan masuk kedalam vila. Saat itu Delan sedang rebahan disofa ruang tamu. Sang ibu langsung duduk menyempil disamping Delan dan mengusap keningnya membuat kedua mata yang sedang terpejam memikirkan Bella itu terbuka
" Apa kamu sudah makan?" tanyanya dengan suara lembut. Delan menggeleng pelan
" Mami akan memasak untukmu." Delan menahan lengan itu, tatapannya tak bisa diartikan. Ingin sekali ia bertanya kenapa sang mami sampai membohonginya. Apa mami tak memikirkan perasaan Delan selama ini?
" Apa tinggal disini membuatmu lebih baik?" tanyanya dengan senyum hangat
"Ya." saut Delan
" Lalu kapan kamu akan pulang?"
" Mungkin dua minggu lagi."
" Kenapa harus selama itu?"
" Mam."
" Baiklah, selama itu baik untukmu." sautnya lagi dengan senyum hangat
" Tunggulah sebentar!" Kali ini Delan melepaskan sang mami, ia memejamkan mata lagi mengabaikan dua orang yang sedang memperhatikannya
Tak lama tepukan pelan Delan dapatkan dibahunya, ia tahu siapa itu. Delan membuka mata, saat itu ia melihat sang Daddy tersenyum padanya. Delan hanya diam tak membalas senyuman sang Daddy
" Ya, i'm oke!" saut Delan membuat senyuman sang Daddy memudar, seperti sang ibu wajah itu terlihat sedih melihat keadaan putra satu-satunya mereka. Daddy Dean sungguh tak mau putranya mengalami hal yang sama seperti dirinya dulu. Ia benar-benar merasa menjadi ayah yang gagal
" I'm sorry." ucapnya sendu
" Kenapa Daddy meminta maaf?" tanya Delan dengan pandangan dingin
Daddy Dean tak menjawab, ia hanya kembali menepuk pundak putra satu-satunya itu lalu bangkit menghindari Delan menuju dapur dimana sang istri berada
" Honey." Delan berdecih ia memejamkan mata, kenapa Delan merasa ia sangat membenci Angela saat ini padahal selama setahun lebih wanita itu mencoba memperbaiki hubungannya dan Delan
Cup
Kecupan lembut mendarat dikening Delan dan pelukan hangat ia dapatkan, meski ia tak merasa hangat karena hatinya yang selalu tertuju pada Bella. Delan membuka matanya lagi dan wajah cantik Angela tepat berada diatasnya memandnag dengan senyuman manis
" I miss you." ucapnya namun Delan hanya diam
" Angela, ayo kita bercerai." Angela menarik nafasnya pelan
" Kenapa kamu jahat sekali Delan."
__ADS_1
" Aku tahu kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini, carilah kebahagiaanmu."
" Kenapa kamu tidak mengerti, kebahagiaanku hanya bersamamu." saut Angela dengan kedua mata berkaca
" Tapi aku tidak bisa membuatmu bahagia."
" Aku bahagia, hanya disisimu pun aku bahagia."
" Ini sudah hampir dua tahun, ayo kita akhiri."
" No!" Angela menggelengkan kepalanya dengan cepat, airmatanya mulai berjatuhan
" Perceraian untuk saat ini lebih baik Angela. Aku janji akan memberikan sebagian sahamku padamu. Percayalah."
" Aku tidak butuh uang, aku hanya membutuhkanmu. Delan .. ayo kita perbaiki pernikahan kita. Bukankah dulu juga kita bahagia?" Delan terdiam memikirkan perkataan Angela, Delan tak tahu apa dulu ia bahagia atau tidak bersama Angela. Yang sekarang Delan tahu adalah kebahagiaannya saat bersama Jeslyn dan Bella. Saat itu Delan merasakan perasaan senang yang luar biasa, melihat putrinya melihat pujaan hatinya yaitu Bella
" Ayo kita bercerai baik-baik, atau kamu tidak akan mendapat sepeserpun dariku!" Angela semakin menangis membuat Delan beringus bangun duduk
" Kenapa bicara seperti itu?"
" Alvi, kau berselingkuh bersama Alvin."
Plak
Tamparan keras mendarat kencang dipipi Delan
" Hentikan halusinasi gilamu itu!" teriak Angela, bukan hal aneh untuk kedua orangtua Delan yang pmendengarnya didapur. Jika dulu pernikahan anaknya sangat harmonis namun kini sangat berantakan, keduanya selalu bertengkar, Angela selalu yang kalah karena ia selalu menangis dan mereka pikir itu semua karena Bella, Delan jadi pria yang kejam karena wanita itu. Ya mereka pikir awal kehancuran itu karena perempuan bernama Bella
" Aku menceraikanmu Angela wilhelmia."
Plak
Bruk
Bruk
Bruk
Angela mengeluarkan semua amarahnya, ia menampar Delan memukul dada kekar itu sambil menangis histeris. Sudah berulangkali Delan mengucapkan hal itu dan semua akan berakhir seperti ini. Angela tetap tak mau ia cerai, ia tetap tanpa malu tanpa harga diri memaksakan dirinya tetap disamping Delan
-
-
__ADS_1