
-
-
Rasanya Bella benar-benar merindukan Delan. Sudah seminggu ini ia berjauhan dengan suaminya itu, mereka hanya bertatap melalui layar ponsel saja itupun hanya saat malam hari. Terkadang Bella berpikir apa yang dilakukan Delan hingga pria itu tak memiliki waktu untuk memberi kabar padanya
Apa Delan sangat sibuk dengan Angela? apa yang dilakukan Delan dan Angela saat malam? apa Delan juga memperlakukan Angela sama seperti memperlakukannya atau terhadap istri sahnya Delan lebih lembut? hawa panas tiba-tiba menjalari tubuh Bella bila memikirkan hal itu
Saat ini Bella mengemasi semua barang pribadinya kedalam dua koper. Ia akan pindah ke Apartement yang dibelikan Delan untuknya karena rasanya Aulia akan curiga bila nanti Delan datang dan mengunjunginya. Meskipun teman baik Bella namun Bella enggan memberitahu Aulia, ia terlalu malu dan takut dianggap wanita murahan oleh sahabatnya
" Bella kamu mau kemana?" tiba-tiba suara itu mengagetkan Bella, Bella mendengus kecil merasa kesal dengan Aulia yang tiba-tiba datang seperti ini
" Aku akan pindah Ul." saunya membuat Aulia segera mendekat dan duduk diranjang disamping Bella
" Pindah? pimdah kemana? kamu akan meninggalkanku sendiri?" Bella terkekek ia memukul pelan kepala Aulia
" Aku hanya pindah rumah bukan pindah keruang angkasa." gerutu Bella
" Tapi kenapa tiba-tiba seperti ini."
" Aku sudah lama ingin pindah hanya saja aku tidak pernah membicarakannya. Aku membeli sebuah Apartement yang lebih besar dari ini di Jakarta selatan."
" Kamu punya uang darimana?"
" Sembarangan!" gerutu Bella membuat Aulia tertawa
" Tentu saja uang tabunganku selama ini." bohong Bella
" Maafkan aku Ul." batin Bella
" Kamu tega sekali padaku Bell." keluh Aulia dengan wajah sedih
" Kita tidak akan sama-sama lagi dong!"
" Siapa bilang, kita masih bisa bertemu dikantor. Aku juga akan sering mengunjungimu." saut Bella lalu menutup koper-koper itu
" Lalu bagaimana dengan rumah ini?"
" Aku akan sesekali menginap disini bila rindu padamu Ul." Bella beranjak berdiri menurunkan kedua kopernya diatas ranjang
" Lagipula jika aku terus lengket bersamamu aku takut semua orang akan mengira kita lesbiaaan."
Pletak
__ADS_1
Saat itu Aulia menjitak kepala Bella dengan kencang." Aku tidak berselera dengan jomblowati sepertimu." gerutu Aulia membuat Bella tertawa kencang
" Huft aku tidak bisa menumpang lagi sekarang." gerutu Aulia
" Pakai saja mobilku!"
" Hah sungguh?" tanya Aulia dengan kedua mata berbinar terang
" Ya lagipula tempat tinggalku dan kantor sangat dekat jadi aku tidak memerlukan mobil."
" Aaahh Bella sungguh?"
" Iya kenapa cerewet sekali."
" Tapi aku tidak enak, bagaimana jika aku membelinya saja tapi aku akan menyicilnya hehe . "
" Baiklah." saut Bella
" Setan mana yang merasukimu, kamu jadi baik seperti ini." ucap Aulia lalu menghambur memeluk Bella. Keduanya saling berpelukan cukup lama bagaimana pun ini pertama kalinya mereka berjauhan setelah 4 tahun bersama
" Aku akan mengantarmu!"
" Tidak usah!"
" Seseorang akan mengantarku."
" Hah siapa? apa pacarmu? jadi kamu tidak jomblo lagi?" teriak Aulia
" Sialan, dia seorang sopir mini truck!" saut Bella. Aulia terbahak kencang namun disatu sisi masih mencurigai prilaku Bella yang berbeda. Selama ini Bella tidak pernah menolak tawaran Aulia, wanita itu seperti menyembunyikan sesuatu dari Aulia. Tapi terlepas dari itu Aulia mencoba memaklumi Bella dan tak mau memaksa wanita itu
Ia membiarkan Bella pergi sendiri membawa barang-barangnya menuju rumah barunya yang berada dikawasan jakarta selatan. Kini Bella tiba dan ia segera turun menyuruh pekerja truck itu membawa semua barangnya ke atas menuju Apartement barunya. Bella tersenyum, ia masih ingat nomer paskode rumahnya yaitu tanggal pernikahannya dan Delan. Bella menekan tanggal itu dan seketika itu juga pintu terbuka
Bella dapat merasakan harum yang sangat segar dari rumah barunya. Bella masuk kedalam diikuti pegawai truck yang membawa barang-barangnya. Setelah selesai, ia memberikan upah pada dua orang berserta supir itu lalu mulai membenahi semua barang-barangnya
Menjelang malam Bella baru selasai, ia menghempaskan tubuhnya yang lelah di ranjang king sizenya dan Delan. Bella sudah tak bercinta bersama Delan disana. Lalu Bella mengambil ponsel didalam tas kecilnya, ia mengirim pesan pada nama hubbie dalam ponselnya itu
πββοΈ Aku sudah pindah kerumah baru kita
Pesan itu membuat seoang Delan tersenyum disana. Pria itu baru saja pulang dari kantor dan kini menuju rumahnya diantar Alvin, sopir brengsek yang berselingkuh bersama istrinya dan sampai detik ini Delan belum mendapatkan bukti perselingkuhan itu. Ia tak menangkap basah keduanya lagi, sepertinya keduanya memang menjaga jarak untuk menghilangkan kecurigaan semua orang
πββοΈ Aku tidak sabar
Jawaban itu membuat Bella tertawa, pria dingin itu selalu membuat Bella tertawa dengan ucapan mesumnya
__ADS_1
πββοΈTidak sabar apa?
πββοΈ Menidurimu
Bella terkikik sendiri seperti orang gila lalu ia menelpon Delan, ia rindu suara pria itu. Dan didetik itu juga pria itu mengangkat panggilan Bella." Kamu sudah pulang?"
" Aku baru sampai rumah. Tunggulah sebentar." bisik Delan lalu mematikan ponsel itu lagi
" Tunggulah sebentar" cebik Bella
" Pasti sedang bersama Angela." gerutu Bella melempar ponsel itu kebelakang
Delan menghela nafasnya saat masuk kedalam rumah. Sejak ia pulang dari Jakarta, isttinya itu berubah manis. Setiap hari menunggu Delan pulang kerja menjelma menjadi istri yang baik dan penurut namun entah kenapa malah semakin membuat Delan muak padanya
" Sayang .. lembur lagi." ucap Angela mengambil tas kerja Delan, ia hanya mengangguk pelan dan berjalan menuju lantai dua dan segera disusul Angela
" Aku sudah menyiapkan air panas untukmu." Delan sedikit tercengang dengan kelakuan aneh Angela saat ini, jika Bella Delan sudah tahu wanita itu tipikal istri yang baik dan penurut tapi Angela, kenapa baru sekarang? kemana ia selama dua tahun ini?
" Baiklah terima kasih." saut Delan lalu beranjak kekamar mandi
Setelah merasa segar dan bersih, Delan kemiar dengan handuk putih melingkar dipundaknya. Ia menuju walk in closet memakai piyama tidurnay. Tampak Angela sudah siap duduk berselonjor duatas ranjang dengan majalah ditangannya
Wanita itu tersenyum saat Delan naik keranjang. Delan segera membaringkan tubuhnya membelakaingi Angela membuat wanita itu merasa heran. Ia merasa Delan sangat berubah meskipun punya sikap dingin namun Delan tak pernah sedingin ini padanya
" Sayang .. " panggil Angela beringus memeluk Delan dari belakang. Pria itu tak bergeming,nrasa lelah membuatnya mengantuk
Taoi Delan meras terganggu dengan tangan Angela yang nakal didadanya." Diamlah aku capek!"
" Capek? bagaimana tidak capek, seharian kamu bekerja pulang malam. Kalau begitu biarkan aku menghilangkan rasa capekmu itu."
" Tidak aku ingin tidur." Angela mengangkat tubuhnya untuk menjangkau wajah Delan, pria itu memang memejamkan mata
Cup cup cup cup
Kecupan pada pipi rahang dan leher itu sangat terasa untuk Delan.Tapi ia tetap mengabaikan Angela, ia muak dan jijik dengan penghianatan wanita itu." Apa salahku, katakan salahku dimana?" Angela mulai hilang kesabaran saat ini
Sekali lagi Delan mengabaikan Angela
" Delan!" teriak Angela kesal, ia memaksa Delan untuk tidur terlentang yang mana membuat Delan marah, pria itu mendorong Angela dengan kasar hingga terhempas kebelakang
" Diamlah, aku benar-benar lelah." bentak Delan menggelegar dan itu sukses membuat Angela menangis kencang
-
__ADS_1
-