
🌹🌹🌹
Bella sangat gugup kedua jemarinya sampai berkeringat dingin. Perusahaan Delan ternyata jauh lebih besar dibanding perusahaan Milan. Diluar maupun dalam, pesta ulang tahun itu sangat ramai. Semua tampak dari kalangan atas, sepertinya tidak ada yang seperti Bella, hanya saja malam ini gaun mahal yang dipakai Bella sedikit membantu Bella
Bersama Milan dan Aulia, Bella masuk kedalam. Bella sebenarnya merasa canggung tangan Milan merangkul pinggangnya namun mau bagaimana lagi ia tak mungkin membuat pria itu malu. Rupanya kecantikan Bella menarik perhatian kaum adam disana tak terkecuali Delan, pria yang sedang berbincang bersama rekan-rekannya itu terpaku beberapa saat
" Siapa wanita itu cantik sekali, sepertinya bukan berasal dari sini." begitulah yang terdengar ditelinga Delan. Pria itu langsung menghampiri ketiganya, ia berpura-pura menyapa Milan yang paling utama diundangnya
" Kalian tiba kapan?" tanya Delan mendekat dengan gelas berisi wine putih ditangannya. Kedua mata itu tampak melirik tangan Milan yang merangkul pinggang ramping Bella, Delan benar-benar tak menyukai itu
" Tadi sore, kami istrirahat sebentar dihotel." Delan tampak mengangguk lalu melirik Bella yang terpaku melihat suaminya ini. Tampan dan terlihat berwibawa dimata Bella, bahkan setelan yang dipakainya terlihat bermerek semua. Pikir Bella merema* jemarinya gugup. Lalu Delan melirik wanita dengan tubuh gempal disamping Bella
" Oh dia manajer umum di kantor, Bella benar takut berdua denganku makanya dia membawa Aulia." canda Milan membuat Delan tiba-tiba tertawa, hal aneh dimata semua orang
Tapi sedetiknya tawa itu menyurut karena merasa malu ditatap semua orang. Delan menggandeng Milan agar rangkulan pada istri mudanya itu terlepas. Ia membawa Milan bergabung bersama teman-temannya. Sementara Sepasang mata Bella tampak mengedar mencari saingannya yaitu Angela. Ia ingin melihat seperti apa wanita yang setiap malam bersama suaminya itu
Tiba-tiba ponsel Bella berbunyi. Bella segera mengambil ponselnya yang berada tas kecil. Ia membaca pesan dari Delan
🙎♂️ Naiklah kelantai 29
Bella mengedarkan pandangannya mencari Delan tapi tak menemukan pria itu lalu ia melirik Aulia yang tampak memperhatikan sekitar." Ul aku ingin pipis, aku ke toilet sebentar."
" Astaga belum satu jam kita disini kau sudah mau masuk kamar mandi lagi." gerutu Aulia
" Hanya sebentar, tunggulah dimeja itu." tunjuk Bella pada meja disudut ruangan
__ADS_1
" Oke!" sautnya
Bella tak membuang waktu. Sambil berjalan ia mengamati sekitar takut orang lain melihatnya. Bella menuju lift dan sesuai perintah Delan ia menuju lamtai 29. Tiba disana Bella segera keluar tapi ia tak menemukan Delan. Ia mencoba berjalan-jalan dilorong kosong dan Bella benar-benar terkejut, ia memekik saat seseoramg menarik tangannya dari belakang
" Delan." pria itu tersenyum pada Bella dan langsung meraup bibir Bella. Menggeret tubuh ramping itu masuk kedalam ruang meeting. Keduanya berciuman mesra saling melepas rindu mereka selama dua minggu ini. Bella sampai menjinjritkan kakinya agar bersejajar dengan Delan, ia juga mengalungkan kedua tangannya dileher pria itu
" Aku merindukanmu!" bisik Bella. Delan merengkuh pinggang ramping itu, mengggeret Bella kembali sambil menyatukan bibir mereka lagi. Ia membawa Bella duduk dimeja meeting sedangkan dirinya berdiri. Keduanya memadu kasih disana, saling mencumbbu saling mencium leher masing-masing
" Jangan!" bisik Bella menahan bibir Delan dengan telunjuknya
" Aku tidak tahan sweety!" hanya itu yang keluar dari bibir Delan menepis telunjuk Bella. Ia menciumi buah dada Bella yang menyembul dari balik gaun itu membuat tubuh Bella meliuk tak karuan. Saat kedua jemari itu akan menjambak rambutnya yang tertata rapi Delan segera berhenti
" Jangan dirambut." larang Delan lalu menuntun kedua tangan Bella kedadanya. Delan kembali menyerbu leher Bella dengan bibir dan lidahnya sembari menggulung gaun itu keatas sampai perut. Bella tampak meronta saat Delan membuka kedua pahanya namun diabaikan Delan, pria itu dengan tergesa menurunkan resleting celanya dan menyingkap dalaman Bella kesamping
" Aahhh .." Bella menjerit dengan wajah menengadah keatas saat burung itu melesak masuk kewanitaannya
" Oouh shiiiitt kau Bella." racau Delan mempercepat permainannya sembari merengkuh kedua pinggang Bella. Tubuh itu semakin mendekat dan hujaman itu kian liar dan dalam
" Eeemmmmhhh .." lenguhan itu membuat bibir Delan tersenyum
" Ayo terbang sweety." bisik Delan ditelinga Bella, tubuh Bella menegang dan bergetar untuk kelima kalinya, Bella merengkuh leher itu erat saat guncangan-guncangan itu mengalirkan rasa hangat dan lengket dikewanitaannya
" Uuuhhm Isyabella." racau Delan dileher Bella, pria itu mengerang panjang menikmati pelepasannya bersama Bella, mengepalkan kedua tangannya yang menumpu pada meja dengan begitu kuat
Delan menempelkan dahinya dan Bella lalu mengecup bibir itu mesra. Matanya terbuka lebar menatap Bella dari dekat dan bibirnya mendadak tersenyum hangat. Keduanya dalam posisi itu cukup lama sampai akhirnya Delan melepaskan penyatuannya dan Bella. Ia memasukan kembali sang adik kedalam celananya kemudian merapihkan lagi gaun Bella kebawah
__ADS_1
" Kamu menginap dimana?" Tanya Delan menarik kursi duduk didepan Bella yang masih dudui diatas meja. Wanita itu merapihkan kembali tampilannya yang sudah tak berbentuk karena Delan
" Aku bersama Aulia." sautnya
" Memangnya kenapa? aku hanya bertanya." Bella terkekeh, dengan lipstik ditangannya ia menangkup wajah Delan
" Aku sudah tahu akal bulusmu!" Delan tertawa kecil lalu memeluk perut Bella dan menciumi perut itu. Delan manja dimata Bella membuatnya gemas dan akhirnya Bella membelai rambut itu dengan lembut
" Aku menginap di greenplace. Perlu aku beritahu nomer kamarku?"
" Tidak perlu." saut Delan tapi bibir itu menyeringai
" Nomernya 589." saut Bella dengan suara mendayu. Delan mengangkat wajahnya lalu mengerucutkan bibir yang mana langsung disambar Bella
" Aku akan menemuimu nanti." bisik Delan lalu melepaskan Bella dan meninggalkan wanita itu lebih dulu
Delan kembali keacara pesta perusahaanya itu." Sayang darimana saja kamu?" tanya Angela menyambar lengan Delan untuk ia gelayuti
" Kilent penting menelponku." sautnya lalu mereka naik kepanggung saat seorang presenter menyebutkan namanya
Delan memberikan sambutannya untuk acara ini. Saat itu Bella turun dari lantai 29. Ia bersemangat mendengar suara Delan. Tapi semangat itu menyurut tatkala melihat seorang wanita disamping Delan. Wanita itu sangat cantik berbalut gaun hitam yang terlihat luar biasa dimata siapapun. Bella mulai cemburu, ia merasa dirinya rendah. Nyatanya dalam hal apapun Angela lebih berhak. Sekarang pun bukan dirinya yang berada disamping Delan melainkan Angela, wanita berwajah khas Rusia
Hati Bella memanas, nyatanya ia tidak rela Delan disentuh wanita lain termasuk istrinya. Kedua mata Bella mulai berair membelakangi Delan dan menghadap hidangan didepan matanya. Bella mengambil sepotong dessert untuk mengecoh perubahan suasana hatinya yang mendadak sendu. Ia tak tahan melihat Delan bersama istrinya
-
__ADS_1
-