
🌹🌹🌹
Ma ma ma ma ma ma
Bibir Delan tersenyum, rasanya semalam Delan bermimpi indah dan saat paginya ia disambut dengan celotehan Jeslyn yang baru bisa menyebut mama pada Bella
" Eeemmmh sayang, kamu sudah bangun." begitu lembutnya suara Bella yang terdengar ditelinga Delan, spontan ia membuka mata menatap Bella yang sedang memangku Jeslyn dengan Jeslyn yang menghadap padanya, Delan terpaku ternyata bayi yang ia tolong kemarin memang benar anaknya. Pantas saja hatinya merasakan hal yang berbeda saat memeluk bayi mungil itu
Sejenak kedua mata Delan dan Bella saling memandang
Dengan bibir yang tak henti tersenyum Delan beringus duduk, ia menatapi tubuhnya yang hanya berbalut selimut, Delan menyingkap selimut itu lalu menoleh pada Bella
" Jangan mimpi, aku tidak serendah itu." Delan tersenyum lagi
" Tidak ada salahnya jika pun kita melakukannya, kita masih suami istri aku tidak pernah menceraikanmu."
Cih .. Bella berdecih dengan pandangan tak suka
" Mandilah dan pulang kerumahmu, jangan menggangguku dan Jeslyn lagi."
" Aku harus kemana? ini rumahku?"
" Kenapa ada manusia yang tidak tahu malu sepertimu!"
" Dimanapun istriku berada itulah rumahku." Bella tak bisa berkata-kata lagi, dimatanya Delan terlalu licik
Wanita itu melenggang keluar meninggalkan Delan
" Aku tidak akan menyerah Bella, akan kucari tahu semua yang terjadi sehingga kamu sangat membenciku seperti ini." gumam Delan sendu lalu menuruni ranjang menuju kamar mandi
Selang 20 menit, Delan sudah rapi lagi dengan kemeja semalam yang telah dicuci dan dipersiapkan Bella diatas ranjang. Delan yakin Bella masih mencintainya, wanita itu masih mau melayaninya dengan baik
Diambang pintu kamar, Delan tersenyum melihat Bella yang sedang menyuapi Jeslyn. Bayi mungil itu terus berceloteh dengan suara tak dimengerti siapapun hingga bubur bayi yang didalam mulutnya melebar kemana-mana. Delan tersenyum lucu melihat putrinya, jantungnya kembali dag-dig dug
Lalu ia berjongkok didepan Jeslyn yang dalam roda bayi, ia tatapi wajah cantik dan lucu itu dengan lekat dan jantung yang berdebar kencang
" Dia sangat cantik, sepertimu!" puji Delan sambil menoleh pada Bella, raut wajah itu tetap dingin pada Delan
Delan mencoba mengusap bibir Jeslyn yang belepotan dengan bubur bayi tanpa terlihat jijik sedikitpun. Kedua matanya berkaca-kaca memandangi sang putri dan itu terlihat dikedua mata Bella
" Jangan luluh Bella, itu airmata buaya!" gumam Bella dalam hati
" Dia sudah bisa apa?" tanya Delan tanpa melihat Bella
Bella tak menjawab, ia sibuk mengaduk-ngaduk bubur Jeslyn sebelum menyuapkannya pada sang bayi
" Bella aku bertanya padamu?" Delan menoleh
" Apa pedulimu, bukankah kau dulu tidak mengakui Jeslyn?"
" Kenapa kamu bicara seperti itu?" Bella kembali terdiam, ia menyuapi lagi Jeslyn yang seketika itu membuka mulut mungilnya lebar
__ADS_1
Delan meneguk ludahnya susah payah melihat wajah garang Bella, lalu memalingkan lagi wajahnya pada Jeslyn." Aku ingin mencoba menyuapinya."
" Pulanglah, jangan bertingkah kau seolah mengakui Jeslyn. Pergilah tidak usah merasa bersalah pada Jeslyn. Tanpa seorang ayah pun Jeslyn akan baik-baik saja." Delan menarik nafasnya dalam, kata-kata Bella terus mengusik hatinya, menggores luka. Bella tidak tahu Delan hampir gila karena semua orang dan karenanya. Bella juga tidak tahu bahwa setiap malam Delan selalu menangis saat memikirkannya
" Aku ayahnya Jeslyn dan itu takkan berubah sampai kapanpun." Bella berdecih
" Berhentilah kasar seperti ini kumohon." Delan menyentuh kedua paha Bella yang mana langsung ditepis wanita itu dengan sangat kasar
" Dont touch me, you know?"
" I can't. " saut Delan menggelengkan kepalanya dengan cepat
" Kenapa kau tidak bisa?"
" Because i love you .." balas Delan dengan wajah memelas berharap Bella meluluh
Tapi wanita itu malah memalingkan wajahnya kembali pada Jeslyn, bayi itu menatap sang ayah yang masih terasa asing untuknya
Tanpa mengatakan apapun Delan memangku Jeslyn dan berdiri didepan Bella
" Apa yang kau lakukan?" bentak Bella dengan wajah galak
" Kalau kau seperti ini terus aku akan membawa Jeslyn."
" Siapa kau berani melakukan itu?" Bella mulai berteriak marah dengan kedua mata berkaca
" Memohonlah dan lembut padaku seperti dulu." perintah Delan, dalam hatinya merasa bersalah melihat airmata Bella. Tapi ini pertahanan diri Delan agar Bella kembali padanya
" Memohonlah." perintah Delan dengan tegas
Bella menutup kedua matanya, ia menangis kencang yang mana membuat Jeslyn juga menangis mengikuti ibunya. Keduanya menangis dihadapan Delan
" Memohonlah." perintah Delan lagi dengan suara serak menahan tangis
" Aku mohon suamiku, jangan bawa Jeslyn." ucap Bella dengan tersedu
" Kamu mau berjanji tidak akan berkata kasar lagi?"
Bella mengangguk cepat dengan airmata menderai
" Kamu tahu Bella aku tidak menyukainya"
" Aku janji!" saut Bella. Delan segera memberikan Jeslyn pada Bella lalu berjongkok dihadapan keduanya
" Syyuuuut sayang, tidak apa-apa hmm?" Delan tersenyum mendengar kelembutan itu, sejak masih muda Bella memang sudah handal dalam hal merawat bayi. Lihatlah Jeslyn sangat terurus
Delan mengulurkan satu jemarinya mengusap airmata Bella." Kenapa kamu selalu cengeng seperti ini?" tanyanya dengan suara lembut
" Keluarlah aku akan menyusui Jeslyn."
" Aku suamimu, melihatpun aku tidak akan berdosa!"
__ADS_1
" Aku tidak mau, keluarlah."
" Aku juga tidak mau." kekeh Delan
Bella mengalah, ia bangkit berdiri membawa Jeslyn kekamarnya. Delan pikir Bella sangat bodoh, tentu ia akan mengikuti wanita itu kemanapun Bella pergi lihatlah Delan mengekori Bella
Bella merasa kesal namun ia terlalu takut, ia mencoba menahan dirinya
" Kenapa kamu tidak mengerti juga." gerutu Bella
" Kamu tidak kasihan pada Jeslyn, Bella dia terus menangis." Bella mendengus kesal mendudukan dirinya dengan kasar diatas kasur
Mau tak mau Bella membuka ketiga kancing bajunya dan mengeluarkan satu buah dadanya untuk Jeslyn. Bayi yang sudah hapal itu langsung menyesapnya begitu lahap dengan suara tangisan terkulum dibibirnya
Delan yang duduk disamping Bella tersenyum melihat Jeslyn, rasanya bahagia yang ia rasakan saat ini. Bertemu dengan Bella kembali Delan merasa hidupnya yang kosong itu kini akan lebih berwarna apalagi kini ia mempunyai Jeslyn, mainan barunya
Secepat kilat ia membungkuk mencium pipi Jeslyn yang mengembung hingga pipinya bersentuhan dengan dada Bella
" Jangan mencari-cari kesempatan padaku." gerutu Bella dengan delikan kesal
" Dia sangat lucu!" ucap Delan memandangi kebawah tapi Bella tahu pria itu sedang menatap buah dadanya. Itu terlihat dari jakunnya yang naik turun
" Dia sangat lucu, benar-benar lucu. Terima kasih Bella." Sentuh Delan pada pipi Jeslyn lalu menoleh pada Bella yang menatapnya. Saat itu Bella memalingkan wajahnya yang memerah terpergok Delan tengah memandangnya tapi Delan menarik dagu runcing itu dengan cepat
" Aku merindukanmu Bella," ucap Delan dengan wajah serius
Bella menepis tangan itu dengan satu tangannya lalu memalingkan wajahnya lagi." Sudah kubilang aku tidak mau kamu kasar." Terpaksa Bella menatap lagi kearah Delan, pria itu memegang lagi dagunya dan memiringkan wajah
Namun saat tinggal beberapa centi Bella memalingkan wajahnya lagi." Kamu sudah tak menginginkan lagi Jeslyn?" ancam Delan lagi membuat Bella marah, Bella menoleh pada Delan dengan raut wajah galak seakan akan memakan Delan hidup-hidup
" Aku sangat merindukanmu."
" Aku tidak mau, jangan memaksaku." sautnya dengan wajah memelas membuat Delan akhirnya harus mengalah. Pria itu melepaskan Bella dan beralih pada Jeslyn dengan berlutut dilantai, menciumi pipi kembung Jeslyn yang sedang lahap menyusu pada Bella
Delan menatap putrinya dengan senyuman hangat lalu menengadah pada Bella yang juga hanya diam menatap Jeslyn. Saat itu Jeslyn melepaskan putting Bella, bayi itu bergerak duduk dipangkuan sang ibu dengan tatapan pada Delan
Mama mama
Suara celotehan itu membuat senyum Delan melebar
" Papa Jeslyn hmm?"
" Pa pa .." ucap Delan sembari menyentuh pipi Jeslyn
Ma ma
Delan tertawa lalu mencium pipi Jeslyn, rasanya sangat bahagia untuk Delan yang memang sudah lama memimpikan seorang anak dalam pernikahannya. Pria itu mengangkat memangku Jeslyn dari pangkuan Bella, memangkunya membawanya keluar dari kamar meninggalkan Bella yang membatu ditempat
" Apa tujuanmu kembali Delan?" gumam Bella
-
__ADS_1
-