Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Memaafkan Alvin


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹


Delan tertawa kencang saat ini, ia diperjalanan menuju pulang dan sedang mengendarai mobil hitamnya. Ia benar-benar terbahak mentertawakan Angela yang mudah saja ia tipu


" Angela .. Angela .." Delan menggelengkan kepala mengingat betapa bodohnya Angela, wanita itu percaya begitu saja dengan ucapan Delan. Padahal ia tak punya bukti apapun tentang perselingkuhan Angela begitupun dengan orang-orang yang ia beri tugas untuk membuntuti Angela dan Alvin


" Serakah sekali mau semuanya, masih untung kuberi setengah sahamku." Gerutu Delan ditengah tawanya, kedua matanya sampai berair karena kebanyakan tertawa


Delan melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal menuju sebuah perumahan elite dikawasan yang dekat dengan kantornya. Delan disambut dengan seorang kenalannya dipintu gerbang


" Mr Delan." Sapanya dengan wajah sumringah


" Bagaimana?" tanya Delan masih didalam mobilnya


" Masuk dulu, kita lihat apa ini cocok dengan keinginan mr Delan."


Ketika gerbang pintu itu dibuka, Delan menjalankan mobilnya masuk kedalam. Sebuah rumah minimalis terpangpang didepan matanya, rumah berlantai dua dengan halaman yang cukup luas cukup untuk Jelsyn dan anak-anaknya kelak bermain disana


" Siapa arsiteknya?" tanya Delan


" Arsiteknya jangan ditanya, Mr Davero Ferdinand yang cukup ahli dalam bidang ini."


" Maksudmu Dave?"


" Iya Mr Dave dari Malaysia." Delan terdiam, sudah lama ia tak menemui Dave, pria itu menghilang begitu saja setelah kecelakaan itu


" Dimana dia? apa dia sering ke sini?"


" Minggu kemarin dia datang mengunjungi hasil karyanya."


" Sibrengsek ini." gumam Delan lalu memandang rumah didepan matanya


" Bolehkah aku melihat?"


" Tentu saja, ayo kita masuk kedalam." ajak pria itu berjalan lebih dulu


Delan tampak semangat, semalam setelah Bella tidur ia memang menghubungi agen real estate untuk membeli sebuah rumah untuknya dan Bella tinggal. Sebenarnya rumah kedua orangtuanya pun masih bisa ia tempati namun Delan sungguh tak mau diganggu seperti tadi pagi, ibu dan ayahnya pasti akan terus seperti itu. Pagi-pagi buta menggedor pintu kamar Delan dan Bella hanya untuk melihat Jeslyn

__ADS_1


Rumah yang tak seluas rumah kedua orangtuanya itu tampak nyaman dan sudah difasilitasi barang-barang mewah. Delan maupun Bella tak perlu menatanya lagi, mereka hanya tinggal menempatinya bersama putri mereka


" Dimana kamar utama?" tanya Delan


" Kamar utama dilantai dua."


Keduanya naik kelantai dua kekamar yang lebih luas dari yang lainnya. Delan tersenyum memperhatikan setiap celahnya, semua seperti keinginan Delan, kamar itu dilengkapi balkon dan walk in closet


" Saya akan menempatinya, mungkin sekitar dua minggu lagi." Ucap Delan membuat pria itu senang


" Pembayaran saya transfer sekarang." Tambah Delan lagi mengambil ponselnya


Setelah puas melihat-lihat rumah yang akan Delan persembahkan untuk Bella, Delan kembali memutuskan pulang ke rumah Ia sudah cukup lama meninggalkan rumah. Delan masuk kedalam mobil dan kembali melajukan mobilnya menuju rumah kedua orangtuanya


Sesampainya disana ia segera keluar, menutup pintu mobil dan melangkah masuk. Baru saja mendekati pintu kini Delan disajikan tangisan seorang wanita dan seorang bayi dalam rumahnya, ia pikir itu Bella nyatanya bukan. Delan sempat terkejut langkahnya sampai terhenti ketika yang dilihatnya adalah seorang wanita seumuran Bella dan seorang balita berusia 3 tahun sedang ikut menangis bersama ibunya


" Maya." Panggil Delan membuat perhatian semua orang tertuju padanya


" Tuan." Saut perempuan bernama Maya itu, tersedu dan tergesa-gesa mendekati Delan. Langsung beesimpuh dikedua kaki Delan, sementara sang anak menangis kencang dan berusaha ditenangkan Mammi Bulan


" Apa yang terjadi?" tanya Delan mengangkat tubuh rapuh itu sambil melihat Bella, ia menciut dan langsung melepaskan kedua tanganny dari Maya, padahal Bella tak melakukan apapun hanya menatap Maya


" 3 hari lalu dia meninggal." Tentu itu membuat semua orang terkejut begitupun Delan sampai tercengang tak bersuara


" Alvin." Gumam Mammi Bulan tampak sendu lalu bangkit mendekati Maya dan Delan, ia menggandeng bahu wanita itu untuk duduk kembali, tadi ia sempat bingung dengan kehadiran Maya dan anaknya yang tiba-tiba datang kerumahnya


Begitupun Delan yang mendekati keduanya dan duduk disamping Bella yang sedang memangku Jeslyn yang terlelap setelah ia susui. " Dia sakit atau bagaimana?" tanya Delan, meskipun sempat terluka karena berkhianat dengan istrinya namun Delan tak sebenci itu pada Alvin karena kini ia sangat bersyukur atas penghianatan keduanya


" Sudah sebulan ini, Alvin jadi sakit-sakitan." Saut Maya menghentikan tangisannya


" Dia selalu bilang, dia telah sangat jahat pada Tuan Delan. Dia bilang dia sangat menyesal." Delan tak menjawab, ia hanya terdiam


" Di saat sekaratpun dia hanya menanyakan Tuan Delan padaku. Dia bilang dia mau meminta maaf."


" Aku sudah memaafkan Alvin, kuharap Alvin tenang disana." Saut Delan dengan perasaan ikhlas membuat Bella tersenyum dan menggenggam tangannya, rasanya ia bangga pada kebesaran hati suaminya


" Ini." Maya menyodorkan sebuah amplok coklat diatas meja tepat dihadapan Delan

__ADS_1


" Apa ini?" tanya Delan seraya mengambilnya tapi Maya tak menjawab ia hanya menunduk malu


Delan tampak tenang, ia melihat apa yang disodotkan wanita itu dalam amploknya. Itu semua bukti perselingkuhan suaminya dan Angela, disana terdapat beberapa cek yang diberikan Angela untuk Alvin juga bukti transfer ke rekening sang suami


" Itu semua Alvin yang memintaku mengembalikan pada Tuan, dia bilang itu semua milik Tuan Delan Dia bilang dia tak berhak menerima karena Angela membayarnya memakai uang Tuan. Percayalah Tuan, Alvin mengumpukan uang yang ia pakai dari Angela hanya untuk dia kembalikan lagi."


" Kau tahu suamimu berkhianat tapi kau diam saja." tanya Delan meletakan kembali semuanya kedalam amplok coklat itu


" Aku tidak punya siapapun, hanya Alvin yang kupunya." Sautnya kembali menangis


" Maafkan Alvin, maafkan suamiku. Sebenarnya dia adalah pria baik, hanya saja mungkin dia sangat membutuhkan uang saat itu." Tambahnya lagi


Sementara kedua orangtua Delan dan keluarga Delan lainnya tampak terkejut setengah mati. Meskipun Chesa, Chesy dan Bryan sudah tahu namun mereka tak terlalu percaya perkataan sang keponakan saat itu. Dalam hatinya mereka berpikir telah salah menilai Angela, terlebih Mammi Bulan, wanita itu sampai memegangi dadanya dengan pandangan kecewa, apa benar yang ia dengar saat ini? apa ini alasan anaknya berselingkuh bersama Bella? jika benar itu artinya pemikiran tentang anaknya selama ini benar, kepercayaan pada sang anak yang punya notaben baik itu benar. Karena sejatinya Delan adalah anak yang baik, tidak mungkin putranya berubah dalam sekejap apalagi Bulan sudah menanamkan sikap tanggung jawab pada putranya sejak sang putra masih kecil


" Sejauh mana kau tahu Maya?" Tanya Delan


" Semuanya Tuan, saya tahu semuanya. Mereka telah berhubungan sejak usia pernikahan Tuan satu tahun bersama nyonya Angela." Delan tak terkejut, kini semuanya sama sekali tak berarti untuknya


" Maafkan Alvin." Tambahnya lagi dengan airmata yang terus mengucur


" Awalnya aku sangat benci saat mengetahui smeuanya, aku tidak tahu kenapa Nyonya memilih Alvin. Tapi Alvin bilang itu hanya bagian dari pekerjaannya. Alvin bahkan mengancam akan bunuh diri jika aku menceraikan dia."


Delan menyodorkan kembali amplok coklat iti kedepan Maya." Ambilah ini untukmu. Bukalah usaha untuk menghidupi anakmu."


" Tidak Tuan, saya tidak berhak."


" Kalau kau tidak mau aku tidak akan memaafkan Alvin." Spontan wajah menunduk itu terangkat


" Tuan."


" Ambilah, anggap saja ini uang kompensasiku untuk Alvin. " Saut Delan lalu bangkit berdiri mengambil coklat itu dan langsung memberikan ketangan Maya


Melihat itu kedua mata Bella berkaca, begitupun Mammi Bulan sampai menitikan airmata. Selama ini ia membela Angela dan menyalahkan sang putra dan Bella karena hancurnya pernikahan Delan tapi Mammi Bulan tak menyangka bahwa selama ini putranyalah yang tersakiti. Bukankah tidak akan ada asap jika tidak ada api?


-


-

__ADS_1


__ADS_2