Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Jangan pergi


__ADS_3

🌹🌹🌹


-


-


" Bella .. "


" Jangan pergi .. " saut Bella memelaskan wajah, lalu menarik jemari yang dalam genggaman tangannya itu keatas. Bella memasukan satu persatu jemari itu kedalam mulut mungilnya,tentu itu sangat menggoda Delan terlebih selama dua bulan ini Delan tak melampiaskan hasratnya pada Bella, jakun pria itu naik turun karena Bella


Bella mulai menghisap pelan jari-jari itu membuat Delan tak tahan, ia segera merengkuh tubuh itu mendekat lalu menarik jemarinya yang basah karena Bella. Bibirnya langsung mencium bibir Bella. Awalnya lembut dan perlahan menuntut dengan tangan nakal dibelakang tubuh Bella, menurunkan resleting gaun hitam dan melepas pengait bra Bella


Dengan tergesa-gesa, Delan menurunkan gaun dan bra itu sampai ke perut kemudian mulai bangkit mengurung tubuh itu dibawahnya. Bibir Delan langsung menyerbu buah dada Bella yang telah lama ia dambakan dengan begitu rakus membuat Bella merintih merasakan nikmat itu apalagi saat jemari itu mulai menyusup kebalik celana hitamnya rasanya Bella mulai tak tahan, tubuhnya meliuk tak karuan


" Sweety pelankan suaramu, disini tak memakai peredam suara." bisik Delan ditelinga Bella yang seketika itu juga menutup mulut dengan telapak tangannya. Delan tersenyum lucu melihat Bella dan kembali melanjutkan menjamah tubuh itu. Tak lama ia bangkit setelah membuat pangkal paha Bella basah, ia membuka kedua celananya dan melemparnya kelantai dengan terburu-buru


Delan menarik kedua paha itu agar tubuh Bella mendekat lalu ia membungkuk menyingkap gaun Bella keatas, ia ciumi perut yang masih rata itu beberapa saat. Kemudian mendekat mensejajarkan wajahnya dengan Bella." Syyuuuuttt." ucapnya menempelkan telunjuk pada bibir agar Bella tak berisik


" Eeemmmmhhh .. " suara itu tertahan dimulut Bella saat burung itu melesak masuk membelah kewanitaannya


Cup


Delan mencium gemas pipi itu sebelum memulai permainannya sembari menautkan jemarinya dengan jemari Bella yang sedang mencekal sprei kasur. " Emmmh emmmh emmmh emmmh .."


" Aahhh sweety." erang Delan pelan ditelinga Bella, seperti Bella ia pun menahannya namun meskipun seperti itu percintaan mereka selalu panas dan menggairahkan


Delan mengangkat wajahnya dari buah dada Bella, ia menatap Bella yang merem melek menikmati permainannya. Delan menarik telapan tangan itu dan mengganti dengan bibirnya, ia luma* i bibir itu dengan nafs*


Bermenit-menit ini Delan tak mengubah posisinya, ia terlalu menikmati mencumb* bibir istrinya sampai ia merasa puas barulah Delan mulai bangkit, pria itu membuka kedua paha Bella dengan lebar." Hati-,hati." bisik Bella sembari menyentuh perutnya


" Ya tentu saja sayang." saut Delan dengan suara parau. Bella kembali menutup mulutnya dengan telapak tangan saat tubuh itu dihujam Delan hingga buah dadanya berguncang hebat


" Delannnmmppphh .. "


" Ouuuuuh .. ouuuuhh sweety .. " Delan mulai tak bisa menahan suaranya saat tubuhnya merasa akan mencapai batas

__ADS_1


Tok tok tok tok tok tok


" Bella kamu sudah tidur?"


Bella terkejut bukan main mendengar suara itu, tubuhnya berlonjak tapi berbeda dengan Delan yang tak terkecoh sedikitpun." Aaahh Bella diamlah sayang " bisik Delan menahan tubuh Bella yang akan bangun dengan menekan kedua pundaknya, Bella mulai tak menikmati percintaan itu karena panik


" Bella, kamu belum tidur kan? bukalah pintunya tante buatkan teh jahe hangat untukmu."


" Delan." Bella menggelengkan kepalanya dengan wajah takut


" Aku selesai sayang aku selesai." saut Delan parau lalu membungkuk merengkuh tubuh Bella dengan kedua tangannya, ia mulai berpacu membuat Bella kembali merintih dan menutup mulutnya


" Bella buka sebentar pintunya." suara itu seperti berteriak ditelinga keduanya dengan ketukan pintu yang semakin kerap


" Oouuh shiiiit!" Delan mengguncang tubuh itu dengan hebat, cairannya meledak dirahim Bella. Saat itu Delan beringus melepaskan penyatuan mereka. Dengan nafas yang masih terengah ia merapihkan kembali tampilan Bella lalu dirinya memakai kembali underware hitamnya


" Delan."


"Bukalah pintunya sweety. Kasihan Mammi." saut Delan lalu bersembunyi dibawah ranjang dengan celana panjang hitam ditangannya


" Kemarilah." perintah Bulan menepuk sisi kasur didepannya. Bella menurut, ia duduk disana dengan wajah menunduk malu


" Minumlah, ini akan meredakan mual karena mabuk dipesawat." Bella memaksakan senyumya, hatinya mendadak dipenuhi rasa bersalah pada wanita yang telah melahirkan Delan itu


" Bukankah kamu Bella sirambut keriting itu? pengasuh sikembar?" tanyanya sembari menyentuh pipi Bella membuat Bella berhenti menghabiskan teh jahe ditangannya


" Tante mengenaliku?" tanya Bella terbata


" Tentu saja, tante masih mengenali lesung pipitmu ini." sentuhnya lagi pada pipi Bella


" Aku minta maaf aku bukan tak mau menyapa tante."


" Sekarang kamu terlihat lebih baik, karirmu pasti sangat sukses. Tante cukup senang melihatmu." bibir itu tak henti tersenyum pada Bella dengan begitu lembutnya


" Pantas saja Delan terlihat panik, itu karena kamu teman masa kecilnya. Jadi sekarang kalian bekerja sama ya." tambahnya lagi kian membuat Bella merasa bersalah, ia kembali memaksakan senyumnya pada Bulan

__ADS_1


" Habiskan, setelah itu tidurlah." ucapnya dengan suara lembut lalu beranjak berdiri


" Terima kasih tante." saut Bella


" Dan maafkan aku." Bella menambahkan dalam hatinya


" Kuncilah pintunya lagi." sautnya lalu benar-benar meninggalkan Bella. Seketika itu Delan keluar dari persembunyiaannya dan alangkah terkejutnya Bella dan Delan saat kembali mendengar pintu terbuka tapi sedetiknya Delan bernafas lega


" Kamu membuat kaget saja Pev." ucap Delan lalu menghempaskan tubuhnya duduk disisi ranjang


" Bukankah kalian sangat keterlaluan!" bentak Pevita geram berkacak pinggang melihat kakaknya yang tanpa celana panjangnya, tentu Pevita sangat yakin keduanya telah melakukan hubungan terlarang itu lagi


" Dimana hati kalian!" bentaknya lagi dan kali ini membuat Delan marah. Pria itu bergegas mendekati Pevita membungkam mulutnya dengan telapak tangan


" Diam." ucap Delan kesal


" Lepaskan aku!"


" Diam atau aku akan benar-benar marah." ucap Delan dengan tatapan tajamnya membuat gadis itu menciut takut, ia sangat tahu seberapa menakutkannya sang kakak saat marah. Delan melepaskan bibir itu perlahan


" Tunggulah disini sebentar, temani Bella. Dia sedang hamil anak kakak." Pevita menarik nafasnya panjang akan perkataan itu, ia mengepalkan kedua tangannya geram, ingin sekali ia memukul dan menampar wajah yang terlihat tanpa dosa itu tapi Pevita terlalu takut pada Delan


" Ada apa dengan kakak? sampai kapan menjadi pria brengsek seperti ini? kakak berniat menghancurkan pernikahan kakak? kakak mau mammi kita tahu dan sakit lagi?" tutur Pevita dengan kedua mata yang mulai berair


" Sudah kubilang diam, kau hanya seorang anak kecil. Tidak akan mengerti apapun!" tegasnya menaikan jari telunjuk didepan wajah Pevita lalu mendekati Bella. Wanita itu juga tampak menitikan airmatanya melihat pertengkaran keduanya. Bella merasa jadi yang paling jahat disini karena ia malah tak mencegah benih Delan tumbuh dirahimnya. Ia sengaja agar Delan tak meninggalkannya. Apa Bella sangat egois karena terlalu terobsesi pada Delan?


" Aku akan kembali." Delan menangkup wajah itu dan dibalas Bella dengan gelengan kepala


" Hey sayang aku akan kembali." ucap Delan lagi lalu memberi kecupan lembut dibibir Bella, Bella masih menggelengkan kepalanya, ia tak rela Delan bersama Angela malam ini


" Aku tidak akan tidur bersama Angela, kalaupun tidak tidur denganmu aku akan tidur dikamar tamu lain." bisik Delan ditelinga Bella lalu beranjak berdiri


Merasa berat hati Delan kembali membungkukan badan dan mencium bibir Bella, kali ini ia sedikit meluma*nya pelan. Bahkan Delan mengabaikan Pevita yang geram dengan kelakuannya


-

__ADS_1


-


__ADS_2