Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Ketahuan


__ADS_3

🌹🌹🌹


" Hati-hati .. " ucap Bella lalu mengambil segelas air putih diatas meja, memberikannya pada Delan. Bella mengusap pundak itu dengan begitu lembut membuat Pevita heran dengan keduanya yang tampak dekat dan akrab


Selang satu jam setelah makan malam. Bella mengajak Pevita kekamar untuk tidur karena gadis itu terlihat lelah dan mengantuk dimata Bella. Bella membaringkan tubuhnya meringkuk disisi ranjang menatap Pevita yang saat itu juga langsung memejamkan mata dengan posisi saling berhadapan bersama Bella


Dan kenyamanan itu terganggu karena adanya Delan, pria itu menghempaskan tubuhnya diantara kedua wanita itu membuat Pevita kembali membuka matanya." Kenapa kakak tidur disini?" tanya Pevita kesal


" Diluar sangat dingin Pev." saut Delan menarik selimut berbulu dibawah kakinya menutupi tubuhnya sampai batas leher


" Tapi tidak seharusnya kakak tidur disini, kakak dan Bella kan-"


" Tidurlah ini sudah malam." potong Delan menarik tubuh sang adik kedalam pelukannya


" Lepaskan aku." Pevita meronta


" Pev ini sudah malam." Pevita menghembuskan nafas panjangnya, gadis polos itu tampak tak mencurigai keduanya sedikitpun. Pevita membalas pelukan Delan dan tak lama terlelap hingga suara dengkurannya memenuhi kamar Bella


Saat itu Delan melepaskan dirinya dari Pevita, ia perlahan bergerak membelakangi adiknya dan mendekat pada Bella yang juga sudah terlelap." Seweetty .." panggil Delan berbisik ditelinga Bella


" Aku sangat mengantuk." saut Bella pelan mendorong wajah Delan. Tapi Delan tak menyerah menyusupkan wajahnya keceruk leher Bella yang seketika itu juga membuka matanya karena merasa terganggu lalu membalikan badan membelakangi Delan


Delan menempelkan tubuh bawahnya yang sudah menegang kebokong Bella dengan bibir tak diam nakal dilengan atas Bella yang terbuka. Delan tak menyerah ia harus menuntaskan hasratnya malam ini jika tidak ia akan tidak fokus bekerja esok hari. Kedua tangannya menyusup pada buah dada Bella yang tertutupi lingerie, memberi cengkraman lembutnya


Akhirnya Bella menyerah, ia bergerak tidur terlentang dan mencubit pipi Delan." Jangan disini." ucapnya membuat Delan tersenyum lebar lalu langsung membopong tubuh itu turun dari ranjang


Tengah malam Pevita merasa tenggorokannya sangat kering. Meskipun kedua matanya berat Pevita membuka matanya, ia melihat Bella dan kakanya sudah tak ada ditempat lalu ia melihat jam didingding yang sudah menunjukan pukul 01: 00 malam

__ADS_1


" Apa mereka sungguh bekerja jam segini?" gumam Pevita lalu menuruni ranjang dan keluar kamar


Semakin keluar Pevita semakin mendengar suara aneh Bella dari arah ruang keluarga. Ia mencoba mendekati suara-suara yang seperti akan menangis itu


Aahh eemmm aaahh aaahh ahhh


Begitulah suara yang didengar Pevita." Kenapa Bella menangis?" gumam Pevita melangkah lebih jauh lagi, sedetiknya ia tersentak dengan kedua mata membulat melihat sang kakak bersama Bella. Meskipun hanya tercahayai remang namun kedua mata Pevita masih bisa melihat keduanya dengan jelas


Keduanya tampak dekat dan menempel, bahkan Bella sudah tanpa busana hanya tersisa cd hitamnya saja." Kenapa mereka?" Pevita menutup mulutnya lalu ia bersembunyi dibalik tihang tembok dekat kolam renang


" Emmmh Delan .. " suara itu terlihat sangat menikmati permainan Delan pada buah dadanya. Dimata Pevita Bella sudah seperti wanita penggoda yang menyerahkan tubuhnya Delan, padahal keduanya tak memiliki ikatan resmi. Pevita melihat Bella tampak mengasongkan buah dadanya kepada sang kakak yang tubuhnya berada dibawah tubuh wanita itu. Bella sudah seperti seorang ibu yang sedang menyusui anaknya


" Aaahh .. " Bella menengadahkan wajahnya keatas, ia kian tak tahan melihat begitu rakusnya Delan dibawah. bibir, lidah dan kedua tangannya aktif berselancar dibuah dadanya. Bella merapihkan rambutnya menyelipkan kebelakang telinga dengan mata terpejam dan bibir menganga


" Enak?" tanya Delan yang mana langsung diangguki Bella, wanita itu menangkup wajah Delan sehingga wajah tampan itu tertutupi rambut Bella yang tergerai, Bella mencium bibir Delan dengan begitu rakus


Tapi Pevita penasaran apa yang akan dilakukan keduanya, Pevita mengintip dari celah jarinya. Ia melihat kali ini sang kakak menarik cd hitam Bella. Dan tak lama." Aaahh .. " suara jeritan kencang itu membuat tubuh Pevita memanas. Pevita menggigit bibir bawahnya melihat apa yang dilakukan sang kakak pada Bella, pria itu menyusupkan wajahnya diantara kedua paha Bella dengan kedua tangan mencengkram kedua paha Bella


Pevita membalikan tubuh membelakangi keduanya. Ia mengusap dadanya yang dag dig dug. Detik itu juga pandangannya kecewa dengan keduanya lebih kecewa dengan sang kakak yang kini menjadi pria penghianat. Pevita tidak menyangka kakaknya yang pendiam, baik dan begitu setia itu bisa berselingkuh dibelakang Angela, ia pikir Delan berbeda tidak seperti pria kaya lainnya dan seperti Daddy mereka yang sangat setia terhadap sang ibu


" Oouuuh Bella yeeaahh sweeettyy eeemmhh seperti itu .. " kini Pevita mendengar suara sang kakak, ia berbalik lagi mengintip keduanya


" Dasar wanita murahan .. penggoda .. pelacu*." umpat Pevita tatkala melihat dari arah samping tubuh Bella yang lincah menggoyang tubuh kakaknya, Pevita bahkan bisa mendengar dan melihat dengan jelas, ekspresi Delan yang sangat menikmati permainan Bella. Pria itu dibuat takluk dibawah Bella hingga tak henti mengeluarkan suara erotisnya yang kencangnya hampir menyamai suara dessahan Bella


" Aaahh Bella yyaaaa uuuuhhmmm .. " Bella tampak senang bibirnya tersenyum merekah, wanita itu semakin mempercepat permainan mereka dan menyingkap kemeja biru langit itu keatas, kedua jemarinya nakal membelai perut Delan lalu mencengkramnya lembut saat Delan dengan sengaja menarik pinggangnya kebawah agar adiknya lebih dalam lagi masuk pada kewanitaan Bella


" Bagaimana bisa kakak tergoda dengan wanita murahan seperti Bella." gumam Pevita lalu berjalan pelan menuju kamar kembali. Dibelakang pintu Pevita tampak melamun, ia sangat takut kelakuan bejad sang kakak diketahui kedua orangtuanya. Keduanya pasti akan memarahi Delan dan Delan akan membuat sang mami sakit lagi. Pevita tak mau itu terjadi, bagaimana pun Pevita sangat menyayangi sang kakak, ia takut perselingkuhan Delan dan Bella jadi bumerang untuk keluarga mereka

__ADS_1


" Apa yang harus kulakukan." gumam Pevita berjalan mondar-mandir dikamar lalu ia menuju walk in close, ia akan mencari tahu sejak kapan keduanya melakukan hubungan terlarang itu


" Kakak benar-benar bodoh, memangnya apa kurangnya kak Angela." gerutu Pevita membuka lemari Bella satu persatu. Ia dibuat terkejut dengan banyaknya pakaian kerja dan pakaian dalam sang kakak


" Sepertinya hubungan mereka sudah berlangsung lama." Pevita membanting pintu itu lalu berlari lagi menuju pintu, ia mengintip lagi dari balik pintu saat suara keduanya terdengar semakin kencang. Pevita bisa melihat posisi keduanya kini telah berubah menjadi Delan yang mengurung Bella dibawahnya


" Apa karena Bella sangat pintar diatas ranjang dan itu yang membuat kakak menyukai Bella." gumam Pevita menatap lekat


" Aaah sayang aku akan sampai." racau Delan mempercepat permainan mereka seraya merengkuh tubuh Bella menempel padanya hingga buah dada yang berguncang itu terhimpit tubuh Delan


" Sayang aku tidak tahan."


" Ayo terbang Bella ... aaaaaarrrrrhhhhhh ... " erangan panjang disertai guncangan hebat Bella dapatkan, kepalanya bahkan sampai terpentuk sisi sofa karena Delan. Saat itu Delan mengangkat wajahnya dan tertawa menatap Bella yang terengah menikmati pelepasannya bersama Delan


" Terima kasih sweety kamu selalu membuatku puas." ucap Delan lalu mengecup mesra bibir yang setengah menganga itu. Bella membelai pelipis Delan yang dipenuhi keringat


" Kamu menikmatinya?"


" Aku selalu menikmatinya sayang .. " saut Delan dan panggilan lembut itu membuat bibir Bella tersenyum. Keduanya saling menatap hangat


" Berikan aku sekali lagi." ucap Delan


Bella terkekeh." Memangnya kamu selalu cukup sekali." goda Bella dan detik itu juga Delan meluma* habis bibir Bella. Tubuhnya kembali menggoyang tubuh Bella dengan gerakan pelan. Ronde selanjutnya kembali dimulai ..


" Benar-benar keterlaluan." gerutu Pevita lalu menutup pintu serapat mungkin. Ia hempaskan tubuhnya diatas ranjang sambil menutup wajahnya dengan bantal


-

__ADS_1


-


__ADS_2